Sistem Dewi

Sistem Dewi
Godaan Maha Dasyat


__ADS_3

BRAK!!


Pintu di buka, Alvin yang melihat Alyssa sedang duduk di sebuah bangku, dengan tubuh penuhi oleh Darah. Bahkan wajahnya terkena cipratan darah.


"Ica..!!!" teriak Alvin saking panik, ia berlari menghampirinya. Takut calon istrinya itu terluka.


"Hmm, Alvin, kau sudah datang?" ucap Alyssa melihat Alvin mendekat ke arahnya.


GREP!!!


"Katakan kamu terluka di bagian mana? Apa itu parah? Apakah sakit?" ucap Alvin khawatir sambil memeluk Alyssa lalu melepaskan pelukannya dan mengecek kondisi Alyssa saat ini.


"Aku tidak apa-apa, aku juga nggak ada luka kok" ucap Alyssa


"Lalu ini?" tanya Alvin menuju ke arah darah ada di tubuhnya.


"Ah itu bukan darah ku, tapi darah mereka. Tenang saja, aku tidak terluka sedikit pun sesuai janji ku. Dan Tama sudah membantai mereka semua" ucap Alyssa


"Syukurlah kalau kau tidak apa-apa, kau membuatku takut" ucap Alvin, menggenggam tangan Alyssa erat.


"Hmm, oh iya bisa minta tolong, suruh anak buahmu bawa wanita gila itu ke markas. Dan bereskan semua mayat menjijikkan ini" ucap Alyssa


"Aku akan melakukan apapun yang kamu mau" ucap Alvin,


Ia kemudian melakukan kontak mata ke anak buahnya/ Anggota Red Eagle.


Anggota Red Eagle paham yang di inginkan Alvin dan mereka serempak mengangguk, lima orang bertugas membawa Arumi ke markas.


Sisanya anggota Red Eagle mengumpulkan semua potongan mayat yang berserakan, dan membakarnya, beserta dengan markas itu.


Mulai detik ini, Organisasi pembunuh bayaran Dark Moon, sudah binasa atau lenyap.


...


Alvin menggendong Alyssa ala koala, meskipun saat ini Alyssa masih berlumuran darah milik Austin dan yang lain. Namun Alvin tidak merasa jijik sama sekali. Justru ia senang saat Alyssa sedang dalam mode manja padanya.


Mobil yang kendarai Alvin, saat ini sampai di mansion miliknya, ia sengaja tidak membawa Alyssa ke King's Village mansion. Bisa-bisa ia dan Alyssa akan kena ceramah tujuh hari tujuh malam oleh orang-orang di rumah itu.


Semua pelayan di mansion sudah di minta untuk pulang saat ini, karena Alvin tidak ingin ada yang tahu mengenai apa yang terjadi pada Alyssa saat ini. Dan bertanya macam-macam padanya.


"Mandi dulu hmm, aku sudah mengisi air di bathup dengan air hangat dan juga aroma therapy. Aku ke dapur dulu, untuk menghangatkan makanan" ucap Alvin mengusap kepala Alyssa lembut.


Alyssa mengangguk tersenyum dan ia melangkah menuju kamar mandi, Sedangkan Alvin saat ini berkutat di dapur.

__ADS_1


Sebelum pelayan pulang dari mansion miliknya, mereka sudah memasak beberapa menu untuk majikannya. Jadi Alvin hanya menghangatkannya saja di microwave.


Setelah selesai menata makanan di meja makan, Alvin melangkah menuju kamarnya untuk mengajak Alyssa makan.


Ceklek!


Alvin langsung masuk ke dalam kamarnya. Namun tiba-tiba langkah Alvin terhenti.


GLUP!!!


Alvin menelan salivanya sekaligus, matanya terus memandang pemandangan indah, di depannya sungguh menggoda iman.


Bagaimana tidak?


Alyssa saat ini baru selesai mandi, dan ia hanya memakai handuk yang menutupi dada dan aset berharganya, karena handuk itu hanya sebatas paha.


Jangan lupakan Rambut panjangnya yang masih basah, berbuat kesan Se*si tiba-tiba menguat. Terlebih kulit putih mulus tanpa cacat, dengan body yang menggoda itu.


"Aahhh, Alvin!!" teriak Alyssa terkejut mendapati Alvin. sedang menatap dirinya.


BRAK!!!


Mendengar teriakan Alyssa, Alvin langsung berbalik keluar kamar dan menutup pintunya keras-keras.


"Astaga sungguh godaan yang maha dahsyat, Alyssa menggoda sekali, ingin sekali rasanya aku menerkamnya saat ini juga. Akh sial, J.A responnya Cepet banget lagi" Gumam Alvin lirih.


"Ah tidak boleh! Kamu harus tahan Alvin. Tunggu sebentar lagi, saat ia sudah sah menjadi istrimu, kau bebas memakannya sampai lemas. Kalau tidak, siap-siap di amuk singa betina yang sedang tidur" Gumam Alvin lagi


Karena tidak mau sampai kehilangan kendali lagi, Alvin memutuskan untuk menunggu Alyssa di meja makan saja.


Tak!


Tak!


Suara langkah kaki Alyssa menuruni tangga, saat ini Alyssa sudah memakai pakaian rapih. Ia lalu menghampiri Alvin di meja makan dan duduk di samping Alvin.


"K-kau mau makan a-apa Ica" ucap Alvin masih gugup


"Yang itu saja" ucap Alyssa menunjuk makanan dengan wajah memerah, jujur saja saat ini dia merasa canggung.


Meskipun dulu mereka sudah pernah berhubungan, tapi mereka sudah lama tidak saling menyentuh. Melakukan make out juga sudah lama mereka tidak lakukan.


Akhirnya setelah menyantap makan mereka, Alvin berusaha mencairkan suasana hingga tidak ada ke canggungan lagi.

__ADS_1


...


Markas di tengah hutan, Milik Alvin.


Anggota Red Eagle, membawa Arumi ke ruangan penyiksaan di bawah tanah.


di ruangan yang gelap dan pengap itu, Arumi di sekap. Tidak ada celah untuk kabur di ruangan itu. Hanya terdapat akses keluar masuk yaitu pintu besi. Ruangan itu lebih tepatnya biasa di sebut penjara neraka, oleh anak buah Alvin.


Arumi di masukan ke dalam penjara itu tanpa di ikat. Karena sekeras apapun Arumi ingin keluar, tidak akan bisa melarikan diri, karena sekali masuk ke tempat itu, maka ia tidak akan pernah bisa kabur. Kecuali dia mati atau pemilik melepaskannya.


Jarak antara ruangan penyekapan Arumi dengan Nimar dan Miko, cukup jauh. Jadi mereka tidak bisa mendengar satu sama lain.


"Ugh.." Gumam Arumi sudah mulai sadar dari pingsannya.


Namun setelah ia berhasil membuka matanya, ia sangat terkejut. Ia tidak bisa melihat apa-apa karena di sana sangat gelap. Selain itu di sana sangat panas dan pengap, karena patokan udara hanya bisa masuk sedikit.


"Di mana aku? Apa aku sudah mati? Lalu tempat apa ini?" Gumam Arumi


"Heeeiiii, apa ada orang!!!" teriak Arumi


BANG!!!


Suara pintu besi di gebrak dengan sangat kencang, membuat Arumi melonjak kaget karenanya.


"Berisik!!!" teriak salah seorang anak buah Alvin


"Siapapun di sana, tolong saya, keluarkan saya dari sini!!" Teriak Arumi lagi


"Berisik!! Bisa diam Nggak sih?? Dasar kau wanita ja**ng murahan. Kalau tidak bisa diam, Ku potong lidah mu, agar mulut bau mu itu tidak lagi berisik!!" ucap anak buah Alvin satunya lagi dengan nada kesal.


Mendengar itu Arumi diam, dia sedikit takut dengan suara orang di balik pintu, yang tidak ia tahu wajahnya itu.


"Sial, ini pasti ulah Alyssa di wanita ja**ng itu . Jika aku bertemu lagi dengannya, aku pastikan akan membunuhnya dengan kejam dan sadis" ucap Arumi dalam hati dan mengepalkan tangannya.


Kini Arumi hanya bisa diam dan menunggu, ia berharap ada seseorang yang bisa menyelamatkan dirinya dari tempat menyeramkan seperti itu. Di tempat yang dia sendiri tidak tahu di mana itu.


...


Hal Guys, maaf upload 1 BAB dulu untuk hari ini. Di usahakan besok bisa ups double seperti biasanya 😉


Jangan lupa klik Like, komentar dan juga setangkai mawar dan kopinya.☺


......_¤_......

__ADS_1


__ADS_2