Sistem Dewi

Sistem Dewi
Restu untuk Noah?


__ADS_3

Ameera masih menundukan kepalanya, ia takut jika ayahnya tidak merestui hubungannya dengan Noah.


Noah menggenggam tangan Ameera menguatkan, seakan mengatakan 'Aku di sini, ayo kita hadapi bersama'.


"Huft..." Hartono menghembuskan nafasnya berat.


Ningrum dan Risa masih setia dengan lamunannya. Keduanyaa masih tidak percaya.


"Kenapa kau menyukai adikku, tuan muda Wijaya?" tanya Yoga menatap Noah tajam


"Maaf, tapi tidak ada alasan bagiku, kenapa aku bisa menyukai adik anda tuan. Rasa itu begitu saja muncul sejak pertama kali, aku bertemu dengan Ira. Jantungku terus berdegup kencang saat di dekatnya. Rasanya begitu menggelitik dan aneh, namun aku merasa nyaman dan ingin selalu di dekatnya. Rasa ingin membahagiakannya, rasa takut kehilangan dirinya, begitu kuat. Seumur hidupku, baru kali ini aku merasakan perasaan demikian.


Aku tidak bisa jika harus meninggalkan Ira, jika aku melakukan itu, aku merasa separuh dari jiwaku ikut menghilang. Melihat dia sedih dan menangis, hatiku tidak tenang dan juga ikut merasa sakit.


Aku tahu jika semua yang ku katakan sulit untuk percaya, apalagi karena usia kita terpaut jauh, namun aku tidak peduli. Aku melamarnya sebulan yang lalu, aku sudah bertekad jika dia menolakku, aku akan ikhlas melepasnya demi kebahagiaannya dan menyerah. Namun karena dia sudah menerima cintaku, meskipun rasa cinta di hatinya untukku masih lebih kecil dari debu. Aku tetap akan memperjuangkannya" ucap Noah


Azka terkejut mendengar ucapan Noah, ia tidak menyangka. Di umur yang hampir sama dengannya, ternyata Noah jauh lebih dewasa dan sudah bisa mengontrol emosinya. Seketika rasa kagum pada Noah menyeruak dan yakin jika ia tidak salah, jika ia merestuinya dengan sang mamah.


"CUKUP!!!" ucap Hartono sedikit menahan suaranya


Semua orang di sana terdiam, karena jarak mereka berkumpul dengan tamu undangan yang lain sedikit berjauhan. Jadi tidak ada yang mendengarnya, kecuali keluarga besar Sastro Wardoyo saja.


"Namamu Noah bukan?" tanya Hartono menatap tajam Noah


"Benar, Om" ucap Noah tanpa rasa takut, meskipun Sejujurnya hati dan jantungnya sudah sudah senut-senut, lututnya sudah lemas berhadapan dengan calon mertua.


"Bagaimana dengan tanggapan orang tuamu mengenai hal ini?" tanya Hartono


"Aku yakin mereka akan merestui hubungan kami. Kalaupun mereka tidak merestuinya, aku lebih memilih memutuskan ikatan keluarga jika di bandingkan harus meninggalkan Ira. Meskipun aku yakin, orang tuaku akan mendukung segala keputusanku" ucap Noah

__ADS_1


"Besok lusa" ucap Hartono tiba-tiba.


"Hah?" ucap Noah tidak mengerti, sama halnya dengan yang lain kecuali Yoga, Alyssa dan Ningrum. Yabg mengerti apa maksud dari Hartono.


"Bawa orang tuamu ke kediaman Sastro Wardoyo, untuk melamar Ameera secara resmi. Tapi, jika mereka tidak datang atau menolak kau menikah dengan putriku, aku juga akan menolak lamaranmu dan tidak akan merestui kalian menikah. Karena restu orang tuamu wajib di miliki oleh Ameera, jika tidak. Ucapkan selamat tinggal, karena itu berarti kalian tidak berjodoh" ucap Hartono


"Baik! Aku akan membawa orang tuaku besok lusa, untuk melamar Ameera secara resmi" ucap Noah dengan wajah berbinar bahagia.


"Ingat, jangan macam-macam dengan putriku sebelum sah, meskipun dia seorang janda, dia mempunyai harga diri dan aku tidak akan bisa mentolerirnya" ucap Hartono


"Tentu, aku pasti akan mengingat dan menjalankannya, Om" ucap Noah yakin


Karena selama lamaran ia di terima sebulan yang lalu oleh Ameera. Noah selalu menjaga batasannya, ia hanya sekedar berani pegang tangan dan mencium kening wanita tercintanya itu.


...


"Azka, Ayu, selamat untuk pernikahan kalian. Papah harap kalian berbahagia selamanya. Ini untuk kalian berdua, semoga kalian menyukainya" ucap Raiden yang datang menghampiri Azka dan memberikan bingkisan


Terlebih melihat keadaan Raiden yang berjalan dengan normal, karena setahu dirinya dia sudah melumpuhkan kaki mantan adik iparnya itu.


"Selamat malam kak Yoga, Ameera, Ayah, Ibu, Alyssa, Alvin dan mmm tuan... Kalian semua apa kabar? Aku juga ingin minta maaf untuk semua kesalahan yang sudah aku lakukan di masa lalu" ucap Raiden tulus, dia tidak tahu siapa Noah, jadi dia tidak menyebutkan namanya.


"Huh, seenaknya saja kau minta maaf. Tidak semudah itu mendapatkan maaf kami, bajingan" ucap Yoga menahan emosinya agar tidak berteriak.


Hartono dan Ningrum hanya diam saja, Sejujurnya mereka sangat kesal dan marah melihat Raiden di hadapan mereka. Mereka ingin mencabik-cabik Raiden, karena sudah membuat putri tercinta mereka, menderita sekian lama.


Namun karena saat ini mereka sedang berada di acara bahagia Azka, jadi mereka sebisa mungkin menahan emosi mereka.


Sisi lain Noah menggenggam tangan Ameera erat, ia tahu jika Ameera masih memiliki sedikit tersisa rasa trauma di hatinya. Ameera pun merasa sedikit tenang karena Noah di sampingnya. Mungkin benar, jika dengan adanya Cinta yang baru, bisa menyembuhkan rasa sakit di dalam hati, yang di sebabkan oleh luka dari cinta lama.

__ADS_1


"Om, maaf menyela" ucap Alyssa


"Aku tahu, kesalahan Tuan Raiden sangatlah besar, namun dia sudah menyesalinya, dia tidak seburuk yang kalian pikirkan. Dia juga sudah mendapatkan karma dari perbuatannya di masa lalu. Jadi aku mohon, lupakan dan maafkanlah. Bagaimanapun dia adalah ayahku dan Kak Azka. Aku dan kakak sudah memaafkannya, jadi aku harap kalian juga bisa membuka pintu maaf untuknya" ucap Alyssa memegang tangan Raiden


Hati Raiden menjadi hangat, karena sudah di bela oleh putri yang tidak pernah ia berikan kasih sayangnya sejak kecil. Raiden menitikkan air matanya.


"Tapi Al.." ucap Yoga


"Om, Tuan Raiden dulu hanya Bodoh, Bodoh hingga bisa termakan jebakan wanita yang sudah mengaku sebagai sahabat mamah. Bodoh hingga ia tidak menyadari perasaan yang ada di hatinya, hingga gelap mata melakukan pengkhianatan. Tapi secara keseluruhan, yang berperan besar adalah Nimar dan Miko. Dan aku pastikan mereka berdua menerima balasan yang lebih dari sekedar setimpal.


Asal om tahu, yang di lihat om dan nenek dulu di hotel, adalah awal kesalah pahaman, karena saat itu tidak terjadi apa-apa dengan mereka berdua. Tuan Raiden hanya di jebak dan di beri obat hingga pingsan, jadi hal itu tidak terjadi. Dan anak dari wanita itu, bukanlah anak dari Raiden, tapi Miko


Meskipun Tuan Raiden salah, namun selama dengan mamah, ia tidak pernah melakukan melakukan tindakan yang menyakiti mamah secara fisik. Karma yang ia terima juga lebih dari yang seharusnya, aku memang sudah menyembuhkan kakinya agar dia bisa berjalan lagi. Tapi tidak dengan yang lain, dan aku yakin Om mengerti dengan yang aku ucapkan" ucap Alyssa


Semua orang terdiam, termasuk Yoga. Ia paham betul apa yang di maksud keponakannya itu.


Akhirnya mereka memutuskan untuk mencoba memaafkan Raiden, meskipun memang memerlukan waktu, karena tidak semudah itu. Alyssa dan Raiden juga memahaminya.


Acara pernikahan pun berjalan dengan lancar, tak ada kendala suatu apapun. Hingga semuanya bubar, pulang. Kecuali pengantin yang memang tinggal di hotel untuk malam pertama mereka.


..._Β€_...


Hai para readers...


Untuk adegan MP Azka-Ayu, Author nggak ceritain ya 😁


Tapi Author usahaain ada chapter adegan Alyssa-Alvin dan Ameera-Noah


Aslinya Author bingung kasih adegannya gimana πŸ˜‚

__ADS_1


Adegan penyiksaan Arumi besok ya.


Selamat membaca dan terimakasih sudah mendukung karya kecil Author πŸ˜‰β˜ΊπŸ˜˜


__ADS_2