Sistem Dewi

Sistem Dewi
Cicilan awal untuk Nimar dan Miko


__ADS_3

Setelah cukup menenangkan diri. Alyssa dan Alvin kembali ke ruang bawah tanah, tempat di mana Nimar dan Miko di sekap.


Alyssa menyuruh anak buah Alvin untuk membawa alat-alat yang dia minta, dan itu segera di lakukan oleh anak buah Alvin.


"Sistem Apa ada ada obat lain yang belum pernah beli sebelumnya, yang tersedia di toko sistem saat ini?" ucap Alyssa dalam hati


[ Menjawab Host, ada 3 obat yang sampai saat ini belum Host beli dan host gunakan ]


[ Obat Bugar, Obat ini di khususkan untuk pria dewasa, berbentuk Pil. Kegunaannya untuk mengembalikan vitalitas tubuh, Memberikan efek semangat, menjernihkan pikiran, menguatkan fisik 2x lipat, kuat dalam olahraga ranjang dan tahan lama. Harga 100 juta. Beli/Tidak ]


[ Cairan Pengurai, kegunaannya untuk mengurai kulit, daging dan tulang menjadi cairan, dalam waktu 30 detik. Efektif di gunakan untuk mayat ataupun orang yang masih hidup. Harga 100 juta. Beli/Tidak ]


[ Pil Pelepuh, kegunaannya untuk melepuhkan kulit makhluk hidup, hanya sampai lapisan epidermis. Harga 10 juta. Beli/Tidak ]


Melihat panel itu, Alyssa tersenyum.


"Beli Dua Pil Pelepuh" Ucap Alyssa dalam hati lagi


[ Selamat host Pil sudah berhasil di beli, Pil sudah di letakan di ruang penyimpanan ]


Setelah membeli obat yang dia butuhkan, dan anak buah Alvin sudah selesai menyiapkan alat yang ia minta. Alyssa dan Alvin segera masuk ke dalam ruangan tersebut.


Hari ini, Alyssa akan menyiksa keduanya tanpa Pil pelepuh. Dia ingin main-main dulu dengan kedua mainan ularnya.


"Ke-kenapa kalian kembali ke sini?" ucap Nimar ketakutan saat melihat Alyssa dan Alvin datang ke ruangan mereka di sekap.


Berbeda dengan Miko yang hanya diam sajaeluhat kedatangan keduanya, ia tidak mengeluarkan satu kata pun.


"Kenapa jika aku kembali ke sini? Bukankah aku berjanji memberi kalian berdua hadiah, apa kalian lupa?" ucap Alyssa tersenyum


Mendengar itu, tubuh Nimar bergetar karena takut.


"Tidak! Tolong jangan bunuh aku, tolong kasihani aku! Aku mohon! Kasihan Cinta sendirian tidak punya siapa-siapa, selain aku, mamahnya" ucap Nimar menangis tersedu


"Apa kau juga melepaskan mamahku saat ia menangis dan memohon, Hmm?? Masalah anak mu, salahkan dirimu sendiri. Karena apa yang dia dapat itu tidak lepas dari karma, atas perbuatan buruk orang tuanya di masa lalu. Meskipun aku membenci putrimu, karena sudah menginginkan lelakiku. Tapi aku tidak sejahat pikiranmu yang bisa saja menyakitinya. Aku membiarkan dia hidup dengan tenang, selama dia tidak mengusikku di masa depan" ucap Alyssa


Alyssa memberikan kode, dan segera anak buah Alvin masuk dengan berbagai alat di tangannya.

__ADS_1


Melihat itu, mata Nimar terbelalak. Mungkin siksaan itu di mulai sekarang.


"Tidak!! Aku mohon jangan siksa aku!!" ucap Nimar memohon


"Aku akan memberikan Cicilan pertama dari hadiah untukmu. Aku akan mentreatment kuku-kukumu agar terlihat lebih cantik lagi He-he" ucap Alyssa menyeringai


"Tidak! Jangan! To.. Aaaarrkkkhh...Saaa-kiiiittttt cu-kuppp, hentikaaaaann!!" teriak Nimar


Saat Alyssa mencabut kuku kaki Nimar, satu persatu. Teriakan demi teriakan, Nimar terdengar memenuhi ruangan. Sampai pada kuku ke empat, Nimar jatuh pingsan karena tidak kuasa menahan rasa sakit di kakinya.


"Cih dasar lemah... Kalian cepat siram dia dengan air dingin!!! Tidak seru menyiksa mereka, jika mereka tidak dalam kondisi sadar" ucap Alyssa


"Baik Nona" ucap anak buah Alvin


Byuurrr!!!


Nimar tersadar, saat air dingin, sedingin es mengguyur badannya. Dia merasakan sakit di kakinya, dia juga menggigil karena guyuran air dingin itu.


"Nah, beginikan lebih enak, ayo kita mulai lagi cicilan pertama yang tertunda" ucap Alyssa lagi


Nimar bagaimanapun tidak bisa menghentikan aksi Alyssa, dia terus menangis dan memohon. Namun Alyssa tidak menggubris itu semua, dan melanjutkan mencabut kuku di kedua kaki Nimar.


"Namun ini baru permulaan" lanjut Alyssa lagi.


Alyssa kemudian berjalan ke samping menuju Alvin berdiri dan memeluk laki-lakinya itu. Alvin menyambut Alyssa dan mencium lembut kening wanitanya.


"Giliranmu Alvin! Lakukan seperti yang aku katakan. Kau harus memberi pria bajingan ini hadiah yang saaangaaat bagus" ucap Alyssa


"Tentu saja, aku akan memberikan hadiah padanya sesuai keinginanmu" ucap Alvin


Alvin mengambil tank dari tangan Alyssa, dia kemudian melakukan hal yang sama dengan Alyssa.


"Aaakkkhhh!!! Bajingaaaannnnn kauuuu, akuu adalah calon ayaaaahhhmuuuu, Alviinn" teriak Miko di sela Alvin menarik kuku kaki Miko.


"Dalam mimpimu!!" bentak Alvin kesal.


Namun ia ingat ucapan tunangannya, jika dia harus mengontrol emosinya.

__ADS_1


"Potong dengan sangat tipis, sayang. Apa kau butuh bantuanku?" ucap Alyssa dengan tersenyum manis kepada Alvin. Dia menyerahkan pisau kecil pada Alvin.


"Aku akan melakukannya sendiri. Kamu jangan melihatnya, aku tidak ingin mata kamu ternodai" ucap Alvin dan mengambil pisau dari tangan Alyssa


"Aku ingin melihat kau menyiksanya Sayang, Aku tidak akan tertarik dengan yang dia punya" ucap Alyssa


"Baiklah, kamu cukup menonton dan menikmati pertunjukannya" ucap Alvin pasrah.


"Buka celana Bajingan ini!!!" perintah Alvin pada anak buahnya.


Lalu anak buahnya segera melakukan apa yang di minta Bosnya itu. Dia menurunkan celana Miko sebatas lutut.


"Ap-apa yang ing-ingin kau lakukan?" ucap Miko mulai bergetar tubuhnya.


Dia melihat Alvin yang menatapnya, sambil memutar pisau kecil di tangannya.


"Tentu saja ingin memasak sesuatu yang istimewa dan menghadiahkannya padamu" ucap Alvin menyeringai


"K-kau, dasar kau psikopat!!! Hentikan sekarang juga!! Sshhh" teriak Miko sambil menahan rasa sakit yang menjalar di kakinya.


Nimar yang melihat itu pun bergetar ketakutan, saat melihat apa yang ingin di lakukan Alvin pada Miko.


"Aaarrggghhh,,, Sakiiiiitttt, jahaaaanaamm kaauuu, aaaaarrrgghhh.... " Teriak Miko sekencang kencangnya


Saat pisau kecil Alvin, mulai mengiris tipis ujung kepala Terong ungu milik Miko, seperti ia sedang mengiris bawang, namun keli ini lebih tipis dari itu.


"Baajingaaaannn, hentikaaannn kauu, dasar iblissss kau Alviiinnnnnn.....Arrrggghhhh!!!" teriak Miko kesakitan


Miko jatuh pingsan karena menahan rasa sakit tiada tara di kaki dan barang pusakanya.


Namun Alvin menyuruh anak buahnya melakukan hal yang sama dengan Alyssa, yaitu mengguyur Miko dengan air dingin. Yang membuat Miko sadar kembali dari pingsannya.


"Jangan pingsan dong, tidak asik aku menyiksamu, jika kau tidak sadarkan diri. Aku memberikan hadiah istimewa pada kawan kecilmu, yang selalu ingin melecehkan ibuku ini" ucap Alvin menyeringai.


Alyssa menyerahkan sebuah mangkuk berisi cairan bening, dengan bau yang sangat menyengat, pada Alvin.


Alvin mengerti yang di inginkan Wanitanya. Dia kemudian mencelub terong ungu milik Miko, untuk di cocol seperti lalab, ke cairan itu.

__ADS_1


"Aaaaarrrrrrrgggghhhhhhhhhh saaaaakkkiiiiiiitttt bangsaaaaaaaatttt, aaammmpuuuuunnn!!!" Teriak Miko kencang.


Miko merasakan sakit dan perih yang luar biasa menjalar di pusakanya, rasa sakitnya bahkan menjalar sampai ke kepalanya. Saat luka itu terkena cairan cuka yang ada di dalam mangkuk.


__ADS_2