
Hanin dan Hesti sedang berjalan-jalan di mall hari ini. Mereka sudah janjian akan belanja bersama.
Keduanya menikmati kebersamaan berbelanja ria, selain berbelanja mereka juga akan pergi ke salon untuk perawatan rambut.
Hesti sedikit iri melihat wajah Hanin yang awet muda seperti berumur 25 tahun. Merasa penasaran dengan jenis perawatan seperti apa yang di lakukan Hanin.
"Nin, kenapa kamu sangat awet muda, aku seperti berjalan dengan putriku sendiri" ucap Hesti
"Ya, awalnya juga aku kaget berubah menjadi lebih muda. Aku sangat senang karena itu dan sekarang aku menikmati menjadi hampir 10 tahun lebih muda" ucap Hanin
"Memang perawatan apa yang kamu pakai?" tanya Hesti penasaran
"Aku tidak melakukan perawatan apapun" ucap Hanin jujur
"Ah, kamu enggan memberitahukannya padaku ya" ucap Hesti kecewa
"Aku sungguh tidak melakukan perawatan apapun, tapi ini semua karena obat yang di berikan Alyssa" ucap Hanin lagi
"Obat apa?" tanya Hesti penasaran
"Aku tidak tahu, yang aku tahu, kemampuan Alyssa adalah ahli pengobatan, bahkan dia bisa menyembuhkan penyakit kanker. Dia memberikan 1 buah Pil padaku, setelah aku menelannya semua flek hitam, bekas jerawat dan segala masalah kulitku menghilang" ucap Hanin
"Seampuh itu?" Hanin mengangguk "Kalau begitu aku akan merayu Alyssa untuk menjual obatnya padaku" ucap Hesti semangat.
Mereka tertawa bersama. Hesti kemudian pergi ke toilet, sedangkan Hanin menunggu di dalam restoran.
"Hanin" panggil salah seorang pria.
"Anton" ucap Hanin terkejut
Awalnya Anton ragu itu adalah Hanin, dia merasa Hanin kembali seperti masa awal dia menikah, bahkan Hanin sangat cantik sekarang melebihi saat pertama mereka bertemu.
Terlebih melihat yang dikenakan Hanin semuanya branded, jam tangannya bahkan Rolex yang harganya 500 juta.
"Hanin, bisakah kita bicara sebentar?" ucap Anton
"Tidak ada yang perlu di bicarakan, kita sudah usai" ucap Hanin
"Hanin, tolong maafkan aku atas tindakanku dulu. Aku sungguh menyesalinya, aku sudah berubah sekarang. Aku mohon kembalilah, kita rujuk lagi ya" bujuk Anton.
Anton yakin, pasti Alyssa merawat dan memperlakukan Hanin dengan baik. Jika dia bisa membujuk Hanin kembali padanya, bukan saja dia mendapatkan Hanin yang kini sangat cantik, namun juga perusahaannya akan ikut bangkit dan menjadi besar.
"Aku tidak ada minat kembali dengan mu, pergi dari hadapanku sekarang!" ucap Hanin
"Jangan keterlaluan kau Hanin, aku sudah memohon padamu untuk kembali. Harusnya kamu bersyukur aku masih mengharapkanmu!" ucap Anton merasa kesal
Perdebatan mereka mengundang semua orang yang ada di sana melihat.
Hanin yang mendengar itu merasa jijik dan sangat muak.
__ADS_1
"Anda terlalu berpikir tinggi, pantas saja sahabat saya tidak ingin kembali bersamamu. Dasar pria menjijikan" ucap Hesti yang baru kembali dari toilet.
Hanin sebelumnya pernah bercerita tentang kegagalannya dalam rumah tangganya dengan Anton, dan kisahnya dengan Raffi saat masa dulu. Jadi Hesti mengetahui semuanya.
"Siapa Kamu? Jangan ikut campur dengan urusan rumah tangga orang lain" ucap Anton, dia tidak mengenal Hesti.
"Rumah tangga? Apa kamu sudah lupa kalau kita sudah bercerai? Kau berselingkuh, meninggalkanku demi wanita lain dan juga mengambil rumah yang aku beli, lalu mengusirku dari rumahku sendiri. Sekarang aku sudah mengikhlaskan semua itu, tapi kenapa kau mengusikku lagi? Kita sudah menjadi orang asing!!" ucap Hanin jengkel
Orang-orang mulai berbisik, dan memaki Anton pria yang tidak tahu malu dan tidak tahu diri.
"Aku jijik melihat pria yang suka mempermainkan wanita"
"Benar, apalagi dia mengambil rumah yang istrinya beli setelah berselingkuh"
"Sungguh kasihan wanita itu"
"Dasar pria tak tahu malu, aku ingin sekali memotong pusakanya, agar dia kapok fan tak menyakiti wanita"
Mendengar semua orang ramai-ramai menghujatnya, Anton keluar dari restoran dengan emosi. Semuanya pun kembali tenang, Hanin dan Hesti melanjutkan acara makan siangnya.
___________
Alyssa, Alvin, Doni dan Enzy sedang berjalan-jalan di Taman Bunga yang sangat indah dan bersih di kota B.
Banyak sekali bunga dengan berbagai jenis tumbuh dengan subur dan udaranya sangat sejuk karena berada di perbukitan.
Alyssa mengambil banyak sekali gambar pemandangan itu. Lalu dia menoleh ke arah Alvin yang sedang tersenyum menatapnya.
"Apa kamu keberatan jika kita mengambil Selfi bersama? Kita tak punya satupun photo bersama sejak kita pacaran" ucap Alyssa
"Tentu saja tidak, kemarilah" ucap Alyssa lalu menarik Alyssa mendekat dengannya.
Mereka berdua mengambil banyak Photo. Doni juga dengan sigap, membantu mengambil gambar mereka berdua, yang tentunya sangat serasi dan membuat iri orang yang melihatnya.
Alyssa meminta petugas yang ada di sana untuk mengambil gambar mereka berempat.
Alyssa duduk di bangku kayu sambil merebahkan kepalanya ke pundak Alvin. Alvin dengan senang hati menerimanya, dia mengelus pelan rambut pacarnya itu.
"Aku akan merindukanmu, saat aku berada di Ibukota nanti. Rasanya sangat berat berpisah denganmu walau hanya beberapa hari saja" ucap Alvin menggenggam erat tangan Alyssa.
"Tunggu sebentar lagi, aku akan menyusulmu ke Ibukota" ucap Alyssa
"Benarkah?" ucap Alvin bersemangat
"Ya, aku akan melanjutkan pendidikanku di Ibukota" ucap Alyssa
Alvin yang mendengarnya merasa sangat senang sekali. Hanya menunggu sebentar lagi, dia bisa bertemu Alyssa setiap hari.
[ Misi terpicu, Menyelamatkan seseorang dari penjahat. Hadiah : ? ]
__ADS_1
Alyssa kaget mendengar suara sistem, dia langsung berdiri dan melihat sekelilingnya. Alvin jelas bingung dengan sikap Alyssa yang tiba-tiba.
"Ada apa Ica?" tanya Alvin
"Aku mendapat firasat buruk. Aku rasa akan terjadi sesuatu di tempat ini" ucap Alyssa
"Ah Sial... " ucap Alyssa kemudian berlari ke arah samping kanannya.
Alyssa melihat seseorang berpakaian hitam dan menggunakan topi serta masker, sedang mengambil pistol di pinggangnya dan ingin membidik seorang pria paruh baya di depannya.
Alvin yang melihat Alyssa berlari, mengejarnya. Doni dan Enzy juga kaget melihat Alyssa berlari sangat cepat, mereka mengikutinya karena khawatir.
Tepat saat Pistol di arahkan pada pria paruh baya itu, Alyssa mendorong pria paruh baya itu dengan kuat ke samping.
DOR!!!
Tembakan itu meleset, karena Alyssa tepat waktu menyelamatkannya.
Orang yang menembak segera lari ketika tembakannya gagal, namun Alvin dengan sigap menangkap orang itu.
"Nona!!" teriak Enzy, berlari mendekati Alyssa.
Dia melihat tangan Alyssa terluka karena mencoba mendorong pria paruh baya itu dan terjatuh cukup keras.
Alvin yang mendengar teriakan Enzy, panik. Dia menyerahkan pelaku penembakan pada Doni, dia langsung menghampiri Alyssa yang sedang terduduk di batu bata.
"Ica, kamu terluka" ucap Alvin panik melihat darah keluar dari tangan Alyssa.
"Aku tidak apa-apa" ucap Alyssa "Apa anda tidak apa-apa paman?" ucap Alyssa ada pria paruh baya tersebut.
Pria paruh baya itu terlihat terkejut melihat Alyssa. Dia menatapnya cukup lama, Alvin yang melihatnya tidak suka.
Melihat pria paruh baya itu tidak menjawab dan terus menatapny, Alyssa angkat suara lagi.
"Paman, apa kau mendengarku? Apa kau baik-baik saja" ucap Alyssa lagi
"Ah, aku baik-baik saja. Terimakasih sudah menolongku nona. Perkenalkan nama saya Raiden Putra Bagaskara, boleh saya tahu nama anda, Nona?" ucap Raiden
"Namaku Alyssa, syukurlah paman tidak apa-apa" ucap Alyssa tersenyum
Raiden menatap Alyssa lekat, saat mendengar nama Alyssa dia hampir meneteskan air matanya.
Alyssa melihat itu bingung, namun Alvin segera memecahkan kecanggungan itu. Dia tak suka ada yang menatap gadisnya seperti akan memakannya.
"Ica, ayo kita obati dulu lukamu" ucap Alvin
"Ah, baiklah. Paman aku pamit pergi" ucap Alyssa, entah mengapa dia sedikit enggan meninggalkan Raiden.
Pengawal Raiden membantunya untuk pergi dari tempat penembakan itu. Hatinya menolak untuk berpisah dengan Alyssa.
__ADS_1
Wajah Alyssa sangat familiar dengan seseorang, yang sangat dia cintai.