
Alyssa dan Alvin berjalan di mall, mereka memang merencanakan nonton di bioskop, sore ini. Alvin dengan mesra menggandeng tangan Alyssa.
Banyak orang yang melihat, bahkan hampir semua orang mengenal mereka berdua.
Mereka memandang keduanya dengan perasaan kagum serta iri, saat melihat pasangan yang sangat cantik dan tampan itu.
"Aku beli tiket dulu, kamu tunggu di sini, sebentar" ucap Alvin
"Hmm, aku malas nunggu. Kalau begitu aku akan beli minum dan camilan. Kau mau apa?" ucap Alyssa
"Apa saja, aku akan minum dan makan apapun yang kau pilih" ucap Alvin tersenyum
"Isshhh, gombal. Ya sudah aku beli dulu, sana kamu antri beli tiket dulu" ucap Alyssa
"Baik sayangku" ucap Alvin
Baik Alyssa maupun Alvin ingin merasakan kencan seperti pasangan pada umumnya. Mengantri tiket untuk pasangan, dan berbaur dengan pasangan lain dan menonton bioskop. Tanpa harus membooking seluruh tempat.
"Alvin, kamu sedang apa di sini? Sendiri atau sama pacarmu?" tanya Arumi dengan mata berbinar, saat ia bertemu dengan Alvin.
Meskipun dirinya masih sakit hati karena di usir dari perusahaan milik Alvin. Namun ia tidak mengambil hati sikap Alvin padanya.
Alvin mengabaikan sapaan Arumi, dan melanjutkan langkahnya menuju Alyssa berada, yang saat ini sedang menunggunya di bangku depan studio teater.
"Sayang, aku sudah dapat tiketnya" ucap Alvin dengan senyum manis di wajahnya.
"Apa kita langsung masuk?" tanya Alyssa dengan membalas senyuman manis Alvin.
"Iya Yuk!" ucap Alvin menggenggam lembut tangan Alyssa.
"Arumi!" ucap Alyssa saat melihat Arumi tepat berada di belakang Alvin.
"Oh, Hai" sapa Arumi canggung, saat tahu Alvin datang bersama dengan Alyssa.
"Kau mau nonton juga? Sama siapa?" ucap Alyssa dengan ramah.
__ADS_1
"Ah, aku sendiri. Bolehkah aku bergabung? Sepertinya kita menonton Film yang sama" tanya Arumi
"Tidak! Aku nggak mau di ganggu saat aku sedang berkencan" ucap Alvin tidak suka.
"Maaf, sepertinya tidak bisa. Aku ada acara sendiri dengan Alvin" ucap Alyssa dengan nada yang ramah.
"Hmm baiklah" ucap Arumi pasrah.
Alvin dan Alyssa masuk ke dalam studio teater, namun tidak di sangka, tempat duduk mereka bersebelahan dengan Arumi.
Hingga Alvin sedikit kesal, dan meminta Alyssa untuk menukar tempat duduk dengannya. Alyssa paham dan menukar posisi tempat duduknya dengan Alvin. Jadi posisi Alyssa saat ini berada di antara mereka berdua.
Selama Film di putar, Alvin terus menggenggam tangan Alyssa, sedangkan Alyssa menggandeng lengan Alvin dan menikmati film komedi romantis yang sedang mereka tonton.
Arumi beberapa kali menoleh ke arah mereka berdua, hatinya sungguh merasa sakit. Hingga dia tidak bisa fokus melihat film di depannya.
Sampai suatu waktu, Alvin berciuman mesra dengan Alyssa. Arumi menekan dadanya dan memilih untuk keluar dari studio.
"Kamu sengaja?" tanya Alyssa saat melihat Arumi pergi
"Ya, aku merasa tidak nyaman ada wanita lain. Aku tidak ingin kamu sakit hati nantinya" ucap Alvin terus terang
"Tapi aku tidak yakin. Aku tidak ingin mengambil resiko atau memberi peluang untuk wanita lain masuk ke hubungan kita. Meskipun perasaan aku hanya untukmu, tapi aku nggak mau suatu saat nanti, di antara kita ada kesalahpahaman, yang berakibat buruk pada hubungan kita berdua" ucap Alvin lalu mengecup kening Alyssa.
"Sama halnya yang terjadi pada Tante Ira, Raiden dan juga Nimar. Meskipun dulu Raiden dan tante Ira saling mencintai, namun tetap saja bisa goyah bahkan hancur karena orang ketiga. Bahkan orang ketiga itu sahabat ibumu sendiri" ucap Alvin lagi
"Tidak semua orang memiliki hubungan seperti Om Yoga dan kedua orang tua ku, yang meskipun Om Yoga dulu memiliki perasaan dengan ibuku. Tapi Om Yoga memilih persahabatan mereka terus terjalin dan merelakan ibuku dengan ayahku. Tidak swmua orang bisa seperti mereka. Dan aku tidak ingin suatu hari nanti menyesal karena mengambil resiko kecil dengan alasan, berkedok pertemanan" ucap Alvin
Alyssa tersenyum dan menganggukkan kepalanya mengerti.
"Terimakasih, semoga hubungan kita terus bertahan hingga kita menikah dan menua bersama" ucap Alyssa tulus dari hati
"Aamiin, Aku pastikan, aku akan yerus mencintaimu selamanya sampai nafasku berhenti berhembus" ucap Alvin tersenyum
...¤...
__ADS_1
Enzy saat ini sedang merasa kesal karena tidak sengaja bertemu dengan Jumadi, pamannya. Meskipun Jumadi tidak mengenali wajahnya yang sekarang.
Bahkan dengan menjijikannya, Jumadi menggoda dirinya. Alex di samping Enzy mencoba menenangkan emosi calon istrinya itu. Sejujurnya ia juga sangat geram dan ingin mencabik-cabik, bajingan yang sudah menyakiti bahkan dengan berani menggoda Kekasih hatinya itu.
#Flashback
Enzy dan Alex sedang bersantai dan menikmati pemandangan indah yang menyejukan di depan mata.
Di sana ada sebuah kafe lesehan dengan background pemandangan kebun teh, yang menghampar di perbatasan ibukota dengan kota D.
"Apa anda Tuan Alex, dari AL Group?" tanya seseorang yang baru saja datang dan menghampiri tempat duduk Alex dan Enzy.
Enzy yang melihat siapa yang datang dan menyapa mereka. Alangkah terkejutnya Enzy melihat orang di depannya, ia sekuat mungkin menahan emosinya saat ini.
Alex yang menyadari perubahan Enzy paham, ia mencoba menenangkannya dengan menggenggam erat tangannya, memberikan kekuatan dan ketenangan.
"Ya, maaf anda siapa?" tanya Alex pura-pura tidak kenal.
"Oh perkenalkan nama saya Jumadi, CEO Mentari Corp, kita sebelumnya pernah bertemu saat tender di PT. Galaxy beberapa bulan yang lalu" ucap Jumadi dengan wajah sumringah.
Jumadi melirik ke arah Enzy, dia terpesona dengan sosok cantik di depannya. Jiwa penjahat ke**min nya memberontak, saat melihat wanita cantik. Dia tidak mengenali, jika wanita di depannya adalah keponakannya sendiri.
"Cantik dan seksi, aku penasaran bagaimana dia berteriak dan mend***h di bawahku" Gumam Jumadi dalam hati.
Alex tiba-tiba mendapatkan telepon dari klien, dia menoleh ke Enzy dan memperlihatkan siapa yang telepon, dia meminta izin mengangkatnya. Enzy mengangguk mengizinkannya, lalu Alex beranjak dari duduknya untuk berbicara dengan penelpon.
"Cantik, boleh aku tahu siapa namamu?" ucap Jumadi melirik Enzy dari atas ke bawah.
Enzy hanya terdiam tidak menanggapi, dia takut emosinya meledak saat itu juga dan membunuh bajingan di depannya itu.
"Kenapa diam? Apa kau kekasih tuan Alex, atau kau adalah salah satu simpanannya? Sepertinya tadi tuan Alex mendapat telepon dari kekasihnya, makanya dia tidak enak mengangkatnya di depan kamu, bukan?Bagaimana kalau kita bertemu besok malam? Aku akan memberikanmu, handphone dan mobil keluaran terbaru sebagai hadiah. Kau tidak akan menyesal karena aku pastikan kau akan puas bersamaku. Aku tunggu kabar baiknya, cantik" ucap Jumadi dan menaruh kartu namanya di atas meja.
Enzy sangat marah, saat ini dia ingin sekali memukulinya sampai sekarat. Bajingan ini tidak tahu diri dan tidak tahu malu.
"Maaf tadi ada telepon penting" ucap Alex yang baru saja kembali dari telepon klien penting.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, kalau begitu aku permisi tuan Alex, dan nona" ucap Jumadi berhenti dan menatap wajah cantik Enzy
#Flashback Off