Sistem Dewi

Sistem Dewi
Sudah tua untuk jatuh cinta lagi


__ADS_3

Azka menarik kursi di sudut restoran dan mempersilahkan Ayu untuk duduk. Jangan lupa senyum yang selalu mengembang di wajah tampan Azka.


Ayu sejauh ini sudah mulai merasakan perasaan berdebar, desiran halus dan sering terbayang wajah Azka yang selalu tersenyum dengan tulus padanya.


Azka memperlakukannya dengan sangat lembut dan tulus, dia juga selalu menghargai apa yang dia inginkan, tidak pernah memaksakan kehendaknya.


"Mas, terimakasih" ucap Ayu


"Terima kasih buat apa, hm?" tanya Azka heran


"Untuk semua yang sudah mas berikan padaku" ucap Ayu tersenyum


Azka mengambil tangan ayu, menggenggamnya kemudian mengecupnya singkat.


"Everything For You, Hon. Yang mas lakuin, itu tulus dari sini!" ucap Azka menarik tangan Ayu ke dadanya.


"Rasakan detak jantung ini, ia terus berdetak kencang saat aku berada di dekat kamu, seorang" ucap Azka lagi


"Apa saat ini, kamu masih belum ada perasaan sama mas?" tanya Azka dengan pelan


"Jujur saja, sepertinya Ayu sudah mulai sedikit menyimpan perasaan untukmu, mas Azka" ucap Ayu menunduk


"Benarkah?" ucap Azka sangat bahagia mendengar apa yang di katakan wanita pujaannya, Ayu hanya mengangguk dan tersenyum


"Terimakasih Hon, mas akan terus berjuang sampai kamu mencintai mas dan menerima mas sepenuhnya" ucap Azka mengecup tangan Ayu.


Mereka kemudian menyantap makan siang mereka, setelah berbahagia karena Ayu sudah mulai menerima cinta Azka.


Mereka makan dengan lahap, karena berkencan juga butuh makan, hehe


...¤...


Sebuah taxi berhenti di halaman rumah mewah di kompleks perumahan elite di Kota S.


Seorang wanita paruh baya turun dari mobil taxi itu, dan melangkah ke rumah mewah itu. Wanita itu yang tak lain adalah Nimar.


Dia menggunakan taxi ke rumah Raiden karena mobilnya di bawa oleh sang anak, yang belum juga pulang dari semalam.


Nimar datang ke rumah Raiden untuk menanyakan sesuatu padanya, terkait kartu kredit dan Debet miliknya yang tidak bisa ia gunakan.


Untung saja saat itu ia tidak sedang bersama teman-temannya di lingkaran sosialita. Jika tidak, doa kan merasa malu.


Kedua kartu itu adalah pemberian dari Raiden, yang secara rutin selalu di isi dan di bayar setiap tagihannya saat belanjaa.

__ADS_1


Nimar sudah menekan bel beberapa kali, namun Raiden tak kunjung keluar. Dia mencoba menelepon beberapa kali pun tetap tidak aktif.


Dia menanyakan pada security yang tugas berjaga siang itu, Nimar kaget saat security bilang jika Raiden pergi pagi-pagi sekali dengan membawa 2 koper besar di tangannya.


"Halo Om, maaf Nimar ganggu, apa Raiden ada di sana?" tanya Nimar saat menelepon ayah Raiden


"Halo Nimar, iya Raiden datang ke rumah pagi tadi. Om tanya ada masalah apa, dia hanya diam dan mengurung diri di kamar. Coba kamu datang ke sini dan tanyakan padanya" ucap Ayah Raiden


"Ah i-iya Om, Nimar ke sana sekarang" ucap Nimar sedikit ragu, namun ia bertekad, lalu ia bergegas naik taxi ke rumah orang tua Raiden.


Di dalam pikirannya banyak sekali pertanyaan. Ada apa dengan Raiden? Kenapa dia memblok kartu ku? Kenapa dia meninggalkan rumahnya? Apa dia mengalami kebangkrutan? pikir Nimar


Nimar langsung berselancar di internet, namun ia tidak mendapati perusahaan Bagaskara Corp mengalami krisis finansial, apalagi bangkrut.


Kini Nimar sudah berada di kediaman orang tua Raiden, dia sudah mengetuk pintu kamar Raiden berkali-kali namun tidak ada respons.


"Bagaimana Nimar? Apa Raiden mau bicara dengan kamu?" tanya ayah Raiden


"Aku sudah ketuk berkali-kali, tapi tidak ada respons dari Raiden om" ucap Nimar


"Kenapa tuh anak, heran. Bahkan kartu kredit om yang dia berikan juga terblokir" ucap Ayah Raiden


"Jadi punya ayahnya juga terblokir? Ada apa ini sebenarnya?" ucap Nimar dalam hati


"Om sudah cek, tapi tidak ada apa-apa. Perusahaan juga baik-baik saja" ucap Ayah Raiden


"Sudah Nimar, kamu sebaiknya istirahat di kamar tamu saja dulu. Terimakasih sudah kesini, mungkin Raiden sedang ada pikiran, dan butuh waktu" ucap Ayah Raiden lagi.


"Iya om" ucap Nimar


"Nimar" ucap Ayah Raiden, mengelus paha Nimar di balik Dress seluruh yang ia pakai.


Nimar hanya tersenyum canggung menanggapinya. Dan bingung harus apa, dia kemudian menghela nafasnya.


"Biar om antar kamu ke kamar, yu" ucap Ayah Raiden, tanpa menunggu jawaban sudah berdiri dari duduknya dan menarik tangan Nimar menuju kamar tamu.


...¤...


Di taman belakang Mansion King's Village, Alyssa menemani Ameera yang sedang mengurus bunga-bunga kesukaannya.


Tring!


Sebuah Notifikasi masuk di HP Alyssa, yang langsung di buka oleh Alyssa.

__ADS_1


Alyssa tersenyum smirk melihat apa yang ia dapatkan.


"Mah, apa sudah ada informasi dari Pak Hotman, mengenai perceraian mamah dan hak pengendalian Perusahaan?" tanya Alyssa


"Iya Al, keputusan sidang nya besok. Tadinya mamah sama om kamu saja yang akan ke sana" ucap Ameera


"Begitu. Apa mamah nggak apa-apa sama om Yoga saja?" tanya Alyssa


"Ada Rara juga ikut Al" ucap Ameera terkekeh


"Sidang jam berapa menuangnya mah?" tanya Alyssa


"Jam 1 siang" jawab Ameera


"Ya sudah, kalau begitu Al besok bisa kuliah dulu. Ada kuliah pagi soalnya, nanti sehabis kuliah Al nyusul ke sana" ucap Alyssa


"Kamu nggak ke kantor?" tanya Ameera


"Biar Enzy dulu yang back up, mah" ucap Alyssa


"Setelah perceraian apa mamah ada keinginan buat nikah lagi?" tanya Alyssa lagi


"Sepertinya nggak dulu Al, apa lagi kalah tambah sudah tua untuk jatuh cinta lagi" ucap Ameera


"Tapi kan mamah sudah jadi muda lagi sekarang" goda Alyssa menaik turunkan alisnya


"Kamu ini, wajah mamah memang masih sangat muda, tapi tetap tidak bisa di pungkiri, umur mamah aslinya Udah tua" ucap Ameera


"Obat yang Al kasih juga punya efek yang mamah belum tahu lho" ucap Alyssa


"Apa itu?" tanya Ameera


"Mamah seperti terlahir lagi, dan keper**anan mamah juga kembali" ucap Alyssa terkekeh


"Serius kamu, Al??" ucap Ameera terkejut


"Benar mah, makanya kemungkinan mamah bisa dapet berondong. Apa lagi penampilan mamah yang muda dan sangat cantik" ucap Alyssa


"Tidak Al, mah masih trauma dalam hubungan. Kalaupun mamah menikah lagi, mamah ingin menikah dengan laki-laki yang Setia, menerima anak-anak mamah dan dewasa, berumur sama atau lebih tua dari mamah. Meskipun jodoh tidak ada yang tahu" ucap Ameera


"Apapun itu, Al hanya ingin yang terbaik untuk mamah dan Al mendukung semua keputusan mamah yang membuat mamah terus berbahagia" ucap Alyssa


"Begitupun keinginan mamah, baik kamu dan Azka. Dapat memiliki kehidupan yang bahagia" ucap Ameera

__ADS_1


Alyssa hanya mengangguk dan memeluk mamahnya, yang di balas elusan lembut di kepala Alyssa.


__ADS_2