
Alvin dan Alyssa masuk ke dalam mansion, dari awal mereka masuk di area gerbang sampai masuk ke dalam mansion, mereka di sambut oleh para pekerja.
"Selamat sore, selamat datang di rumah, Nona" ucap Irwan, kepala ART
"Selamat sore Paman, kenalkan ini Pacar saya, Alvin" ucap Alyssa
"Selamat sore, Tuan Muda Alvin. Saya Irwan Kepala Asisten Rumah Tangga, nona Alyssa" ucap Irwan sopan
Alvin hanya mengangguk ringan, mendengar itu, kemudian dia mengikuti Alyssa masuk ke dalam kamarnya.
Alyssa yang melihat itu mengerutkan keningnya dan bertanya.
"Kenapa kau ikut masuk ke sini?" tanya Alyssa melihat Alvin dengan tatapan menyelidik.
"Aku ingin ikut masuk kamar, aku juga ingin mandi, badanku lengket" ucap Alvin
"Aku akan meminta Paman Irwan, mengantarmu ke kamar tamu" ucap Alyssa
"Tidak, aku sudah memutuskan untuk tinggal di sini, di kamarmu" ucap Alvin
"Alvin, kita belum menikah, itu tidak baik" ucap Alyssa gugup
"Kalau begitu, ayo kita nikah!" ucap Alvin
"Astaga, nikah itu tidak segampang itu, Alvin. Pernikahan itu sesuatu yang sakral, bukan untuk main-main, kita masih terlalu muda untuk menikah" ucap Alyssa bingung
"Aku tidak sedang main-main, aku serius denganmu" ucap Alvin bersungguh-sungguh
"Aku tidak bisa, aku baru saja lulus sekolah. Aku ingin melanjutkan pendidikan dan berkarir. Setidaknya aku siap menikah jika aku sudah lulus kuliah dan menjadi Dokter spesialis" ucap Alyssa
"Menunggu kamu lulus spesialis, itu minimal 6 tahun lagi, Ica" ucap Alvin
"Aku berencana mempercepat kuliahku, targetku dalam 4 tahun aku menjadi Dokter spesialis. Aku juga ingin mengambil jurusan Bisnis pada saat bersamaan" ucap Alyssa
"Jika kau tak sanggup menunggu, kau bisa mencari wanita lain untuk kau nikahi" ucap Alyssa lagi
"Aku tidak akan menikahi wanita selain kamu, aku akan menunggumu. Aku tak akan mencari pengganti atau apapun itu. Tapi aku tetap ingin tinggal di mana kamu tinggal" ucap Alvin kekeh
"Baik, aku akan minta Paman Irwan menyiapkan satu kamar untukmu, kalau begitu" ucap Alyssa
"Tak perlu, karena aku akan tidur di sini, denganmu" ucap Alvin, menyeringai.
"Alvin, jangan macam-macam" ucap Alyssa gugup
"Sayang, kita sudah pernah satu kamar sebelumnya. Aku juga tidak akan berani berbuat hal yang merusakmu" ucap Alvin
__ADS_1
"Ya ya ya, terserah kamu" ucap Alyssa menyerah, tidak ada habisnya jika dia terus berdebat.
"Aku mau mandi di sini, kau mandi di kamarlah dulu di kamar sebelah" ucap Alyssa
"Baik tuan putri" ucap Alvin mengecup bibir Alyssa,lalu keluar kamar.
Alvin dengan bersiul senang, dirinya segera bergegas ke kamar mandi di kamar sebelah, karena Alyssa juga akan mandi di kamarnya.
Irwan memberikan baju ganti kepada Alvin, yang di kirim oleh Doni, barusan.
Mereka kemudian makan malam di meja makan besar, makanan sudah di siapkan oleh koki pribadi Alyssa. Mereka menyantapnya dengan lahap.
____________
Natasha membuat janji temu dengan Sonia di sebuah restoran, jam setengah 7 malam.
Natasha datang 15 menit lebih awal, dia menunggu Sonia dengan sabar.
10 menit kemudian, Sonia datang dan duduk di kursi depannya.
"Ada hal apa kau ingin bertemu denganku?" ucap Sonia langsung
"Halo, nona. Saya ingin membicarakan tentang Alyssa, kekasih dari Pak Alvin. Sebenarnya saya punya sedikit dendam dengannya, karena suatu hal. Maka dari itu saya mengajak anda untuk bekerja sama memberikan pelajaran padanya" ucap Natasha
"Bagaimana jika seperti ini" Natasha membisikkan sesuatu pada Sonia.
Sonia yang mendengar ide dari Natasha itu menyeringai.
"Ide mu bagus, aku akan melakukan hal itu" ucap Sonia tertawa
"Tapi tolong, jaga rahasia ini. Saya hanya ingin membantumu karena merasa pak Alvin lebih cocok denganmu dan membalaskan dendamku dengan Alyssa. Jangan sampai Pak Alvin tahu, karena saya takut kehilangan pekerjaan saya, nona" ucap Natasha dengan akting terbaiknya.
"Tentu saja, saya berterima kasih padamu karena mendukungku, dan memberikannya sebuah ide" ucap Sonia tersenyum.
___________
Jam 7 malam Alyssa, Alvin, Enzy dan Irwan, pergi ke sebuah Mall besar di Ibukota, yang tak jauh dari mansion.
Mereka ingin membeli baju untuk melengkapi lemari pakaiannya, lebih tepatnya itu untuk Alyssa dan Enzy yang berbelanja.
Alyssa membeli baju bermerek dengan berbagai model, dia membeli lebih dari 100 set pakaian, belasan tas, puluhan sepatu dan sandal, juga beberapa aksesoris dan lain-lain.
Sedangkan Enzy hanya membeli sekitar 30 set pakaian, termasuk pakaian kerja dan beberapa sepatu dan juga tas.
Semua itu itu tentu saja di bayar oleh Alvin. Alyssa hanya pasrah menerima pemberian dari Alvin.
__ADS_1
"Pegang ini, kamu bisa belanja apapun yang kamu mau dengan ini" ucap Alvin memberikan Alyssa satu buah Black Card.
"Alvin, ini berlebihan" ucap Alyssa, menolak.
"Itu tidak berlebihan, itu kewajibanku memberikan apa yang kau mau. Ambilah, tolong jangan menolaknya, bukankah kau sudah berjanji akan menerima semuanya dariku" ucap Alvin
"Baiklah, kau jangan menyesal jika aku menghabiskan uangmu nanti" ucap Alyssa
"Tentu saja, jika uangku habis, aku akan bekerja lebih keras lagi untuk menghasilkan banyak uang untukmu" ucap Alvin tersenyum cerah
Alyssa hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum manis.
Kenapa prianya begitu sangat mencintainya, kebaikan apa yang dia lakukan di kehidupan lalu, hingga dia menerima berkah di cintai oleh seorang Alvin.
Mereka berkeliling, Irwan yang mengurus barang pembelian majikannya, dan memintanya untuk di kirim ke kediaman Alyssa.
Saat mereka hampir sampai di area parkir, Alyssa tersentak kaget dan segera berteriak.
"Tiarap!!!" teriak Alyssa
Enzy dan Alvin yang menyadari teriakan Alyssa merespon dengan cepat dan segera tiarap. Enzy juga menarik Irwan untuk tiarap, mengikutinya.
DOR!!!
Sebuah tembakan, mengenai kaca mobil salah satu pengunjung Mall.
Beruntung area parkir saat itu sedang sepi karena sudah malam, sekitar jam 10 malam.
Alvin menarik Alyssa bersembunyi di antara mobil yang terparkir, begitu pun Enzy yang menarik Irwan untuk bersembunyi.
"Ica, apa kamu tidak apa-apa? Siapa yang berani melakukan hal ini di tempat terbuka?" ucap Alvin
"Aku tidak apa-apa, sepertinya penembak itu mengincarku" ucap Alyssa
"Apa kau punya musuh?" tanya Alvin panik
"Tidak, apalagi aku baru kali ini datang ke Ibukota, bahkan di kota M aku tak punya musuh, kecuali Bianca yang gelap mata karena menyukaimu" ucap Alyssa
"Apa jangan-jangan ini perbuatan Sonia?" Ucap Alvin
"Aku tidak tahu" ucap Alyssa, matanya menelusuri gedung sebelah Mall, ia tahu jika penembak jitu itu ada di sana.
Setelah melihat jika penembak jitu itu sudah tidak ada, Alyssa dan lain keluar dari persembunyian mereka.
Setelah memastikan semua aman, mereka bergegas pergi menuju Mansion Alyssa.
__ADS_1