Sistem Dewi

Sistem Dewi
Menara Sutet


__ADS_3

Teriakan demi teriakan Miko memenuhi ruangan penyiksaan, di bawah tanah markas milik Alvin.


Melihat Miko yang sedang menjerit kesakitan dan terus memohon ampun, tidak menggoyahkan Alvin untuk tetap menyiksanya.


Kepala terong milik Miko, sudah terpotong tipis setengah dari kepalanya. Itu sangat menyiksa dengan rasa sakit yang luar biasa. Di tambah setelah di cocol cairan cuka, makin markotop.


"Ah, bagaimana rasanya? Pasti sedap bukan?" ucap Alvin terkekeh, sambil mencincang potongan terong yang sudah ia potong tipis itu menjadi daging cincang.


Miko yang melihat itu, bergetar hebat dan keringat dingin mengucur deras dari dahinya. Rasa sakit tak tertahan juga sangat sulit ia tahan lagi, sampai ia mengeluarkan air mata di sela jeritannya.


"Alvin, aku lelah" ucap Alyssa bergelayut manja di lengan Alvin.


"Apa kau sudah puas dan tidak ingin melanjutkan bermain sayang?" tanya Alvin meletakan pisau, dan tersenyum manis ke arah wanitanya.


"Tentu saja belum. Besok aku akan bermain lagi. Tadi kan aku baru setengah mentreatment Ular itu, tidak akan bagus hasilnya kalau setengah-setengah" ucap Alyssa dengan nada manjanya, membuat Alvin gemas.


"Apa yang ingin kamu lakukan besok Hmm??" tanya Alvin mengelus tangan tunangannya itu.


"Tentu saja aku mau memanjakan dia dengan melanjutkan treatment istimewa. Tangannya belum di treatment, kan? Terus juga wajahnya juga belum aku treatment. Aku ingin memberikan paket lengkap pedi medi, biar ular itu terlihat cantik, dan bisa lanjut menggoda pria beristri lainnya di luaran sana" ucap Alyssa menatap Nimar dengan seringai di wajahnya.


Nimar gemetar mendengar ucapan Alyssa


"Tidak! Tidak!" Gumam Nimar.


Bagaimana pun, dia tidak tahu apa yang akan Alyssa lakukan padanya besok, yang pastinya akan sangat menyakitkan.


"Kau dengar sesuatu, Alvin?" ucap Alyssa pura-pura tidak mendengar gumaman Nimar.


"sepertinya itu suara ular kadut sedang merayap, atau mungkin sedang kawin" ucap Alvin terkekeh, Alyssa pun ikut tertawa karenanya.


"Hmmm tuan dan nyonya, aku pulang dulu ya. Aku lelaahh sekali hari ini bermain bersama kalian. Besok kita main lagi ya! Yang pastinya aku menagih cicilan kedua, dan aku pasti akan kasih kalian kejutan lainnya, yang pastinya kalian suka, nanti" ucap Alyssa tersenyum meledek keduanya.


"Aku akan menemanimu bersenang-senang, besok" ucap Alvin tersenyum


"Tentu, dengan senang hati" ucap Alyssa


"Alvin sepertinya kakiku lemas, lelah sekali. Aaahh Alvin..." teriak Alyssa manja, saat Alvin menggendongnya ala bridal style. Dan membawa Alyssa keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


...¤...


Matahari sudah bertengger di ufuk timur, Alvin masih nyaman dengan posisi tidurnya yang memeluk Alyssa.


Ya, semalam Alvin membawa Alyssa ke mansion miliknya.


Meskipun mereka tidak melakukan apa-apa selain tidur, dan mereka tidur dengan sangat pulas dengan saling memeluk satu sama lain.


"Selamat pagi, my future wife" ucap Alvin seraya mencium kening Alyssa, yang kini tengah Mengerjapkan matanya terbangun.


"Selamat pagi my future husband" ucap Alyssa, dia tersenyum manis melihat Alvin saat terbangun dari tidurnya. Dia juga sangat menyukai dalam pelukan dada Alvin yang bidang dan hangat itu.


"Aku mandi dulu" ucap Alyssa hendak bangun namun di Tah oleh Alvin.


"Sebentar sayang, aku masih ingin memelukmu" ucap Alvin masih enggan melepaskan pelukannya.


"Ini sudah siang Alvin" ucap Alyssa lagi


"ini masih pagi sayang, ini baru jam 6" ucap Alvin


"Yuk kita berolahraga dulu" ucap Alvin dengan nakalnya


"Ih kau sangat mesum!!! Kita tidak akan melakukannya lagi sebelum kita menikah Alvin. Cukup dulu saja kita melakukan kesalahan" ucap Alyssa dengan tegas


"Aku tahu sayang, aku juga hanya bercanda saja. Namun kamu sungguh sangat sexy, siapa yang tidak tergoda?" ucap Alvin


"Kau tergoda karena aku sexy? Bagaimana kalau ada wanita lain yang lebih sexy menghampirimu dan menggodamu? Kamu pasti dengan senang hati menerkam nya, begitu?" ucap Alyssa


"Tentu saja, Tidak!! Sayang, asal kamu tahu. Menara sutet kebanggaanku tidak menyambar sembarang gua. Hanya gua khusus milikmu yang membuat dia bereaksi menjadi tegangan listrik tingkat tinggi. Aku juga tidak akan tergoda wanita lain selain dirimu. Aku berani bersumpah" ucap Alvin bersungguh-sungguh


Alyssa hanya terkekeh mendengar ucapan Alvin dengan perumpamaan anehnya itu.


Kemudian Alyssa bergegas mandi, karena Alvin berjanji untuk mengajaknya bersenang-senang hari ini, sebelum sore nanti ia melanjutkan memberikan cicilan kedua untuk Nimar dan Miko.


Setelah Alyssa mandi dan bersiap, begitu juga dengan Alvin yang sudah rapih dan wangi. Mereka menikmati liburan akhir pekan berdua saja, dan berbagi momen kebersamaan.


Orang-orang yang melihat mereka berdua merasa sangat iri. Pasangan itu terlihat sangat serasi si mata orang yang melihatnya.

__ADS_1


Alvin tak sungkan menggenggam tangan atau memeluk pinggang Alyssa saat berjalan. Mereka menikmati udara pagi dengan berjalan kaki di taman sekitar kompleks mansion milik Alvin.


...¤...


Sandra saat ini sedang berkumpul bersama teman-teman sosialita di sebuah restoran mewah. Dua di antaranya membawa anak perempuan mereka.


"Sandra, boleh aku tanya?" tanya Nirmala salah seorang teman Sandra.


Nirmala adalah istri dari Gibran Sugandi, pemilik dari Bangun Jaya Tbk. Perusahaan besar no 10 di negara ini. Dia datang dengan putrinya satu-satunya Arumi, yang berusia 22 tahun.


Arumi awalnya tidak ingin ikut bersama ibunya, namun setelah tahu ibunya bertemu dengan teman-temannya, termasuk Sandra. Arumi berubah pikiran dan ingin ikut.


Arumi sangat mengagumi sosok Alvin, meskipun ia tahu jika Alvin saat ini sudah bertunangan. Namun tidak menyurutkan rasa cinta di dalam hatinya untuk Alvin.


"Tentu boleh, seperti sama siapa saja He-he.. Emangnya mau tanya apa jeng?" tanya Sandra


"Kamu melakukan perawatan di mana sih jeng? Kulit kamu bagus, kenyal, glowing dan sehat, bakhan lebih sehat di bandingkan dengan kulit Arumi putriku, kau juga terlihat seperti gadis berusia 20 tahunan" ucap Nirmala, yang di setujui oleh Teman-temannya yang lain.


Ibu-ibu yang lain juga sudah lama penasaran dan ingin tahu, namun mereka tidak berani menanyakannya. Beruntung kini Nirmala mewakili semuanya menanyakan itu pada Sandra.


"Ah ini, Sejujurnya aku tidak melakukan perawatan apapun" ucap Sandra jujur


Mendengar jawaban Sandra, yang lain tidak puas, mereka mengira jika Sandra tidak ingin memberitahu mereka.


"Ah seperti itu.." ucap yang lain kecewa, namun tidak terlalu mereka perlihatkannya. Namun Sandra bagaimanapun menyadarinya.


"Aku memang tidak melakukan perawatan, tapi Calon menantuku meracik obat ajaib untukku, hingga aku bisa kembali muda. Dia sangat ahli dalam meracik obat, dia adalah ahlinya" ucap Sandra memuji Calon menantunya, Alyssa.


"Ah benarkah? Bisakah kau meminta calon menantumu agar memberi kami obat yang sama? akami tidak keberatan jika harus membeli mahal" tanya salah satu dari mereka semangat, karena tidak ada alasan Sandra bohong, dapat terbukti dengan penampilan Sandra saat ini.


"Sepertinya aku harus mengecewakan kalian. Calon menantuku bilang, bahan obat itu sangat sulit untuk di temukan. Jadi dia hanya buat beberapa saja" ucap Sandra


Membuat mereka semua lesu mendengarnya, namun ucapan berikutnya membuat mereka kembali antusias.


"Tapi, aku dengar dari mamahnya. Dia akan membangun perusahaan di bidang kecantikan untuk mamahnya, dan meminta aku ikut mengelolanya bersama. Mungkin kalian harus bersabar sebentar lagi" ucap Sandra.


Meskipun ia tidak tahu kapan tepatnya Alyssa akan merealisasikan perusahan itu. Namun ia yakin, Alyssa akan membangunkannya untuk Ameera, karena ia sudah menjanjikan itu sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2