
Emosi Enzy masih belum surut, dia ingin sekali membunuh Jumadi saat ini juga. Namun ia harus memberi tahukan hal ini pada Nonanya terlebih dahulu.
Ia akan bergerak jika Alyssa sudah memberikannya izin nanti. Meskipun semua bukti kejahatan bajingan itu, sudah ada di tangannya saat ini.
"Apa kau ingin aku membunuhnya sekarang?" tanya Alex menggenggam erat tangan kekasihnya.
"Tidak, aku akan bilang pada nona dulu. Aku juga ingin meminta bantuannya" ucap Enzy
"Kau tenang saja, aku akan menemanimu, membalas bajingan itu hmm" ucap Alex menangkan Enzy
"Terimakasih" ucap Enzy memeluk Alex, yang di balas Alex dengan pelukan erat dan mengecup kening nya lembut.
...¤...
Ameera saat ini sedang di ajak berkeliling ke taman hiburan dengan Noah. Sebelum makan malam, mereka menghabiskan waktu untuk menikmati berbagai wahana.
Noah menunjukkan perhatian dan perasaannya dengan tulus. Meskipun saat ini Ameera masih belum bisa membuka hati untuknya.
Namun Noah yakin, betapa kerasnya hati seorang Ameera, akan mencair cepat atau lambat dengan perhatian dan cinta tulusnya. Sama seperti batu yang terus menerus di teteskan Air, lama kelamaan akan terlukis juga.
Ameera merasa bahagia sekarang dan pikirannya tentang pengkhianatan sesaat hilang, saat menikmati waktunya mencoba berbagai wahana di sana.
...¤...
Semua pasangan sedang berkencan, sedangkan saat ini Dion menghela nafasnya karena sendirian di rumah.
"Huuufftt, Nasib jomblo, begini amat ya. Yang lain pada keluar, lah aku? Diam bae di rumah. Nasib-nasib" Gumam Dion
Dion adalah remaja yang belum pernah merasakan atau mencicipi manis dan pahitnya jatuh cinta. Dia pernah berjanji dengan mendiang kedua orang tuanya dulu. Jika dia tidak akan berpacaran sampai dia masuk kuliah nanti.
Dion tidak masalah, karena sampai saat ini, belum ada wanita yang berhasil memikat hatinya. Entahlah, belum ada wanita yang bisa menggetarkan hatinya.
"Sudahlah, apa yang aku pikirkan? Yang harus aku lakukan sekarang, adalah belajar dengan giat, agar aku lulus dengan nilai yang bagus. Dan tidak mengecewakan Kak Alyssa dan Kak Stella" ucap Dion bersemangat
Dion lalu melanjutkan belajarnya, dia berjanji pada dirinya sendiri. Kelak dia akan sukses seperti kakaknya, dan akan membanggakan Kedua kakaknya itu.
...¤...
Alyssa dan Alvin keluar dari bioskop, mereka berjalan dengan bergandengan tangan mesra. Keduanya tidak peduli dengan tatapan orang-orang di sekitarnya, yang melihat mereka dengan perasaan iri.
Seperti kata pepatah, Jika dua orang saling mencintai, Dunia serasa milik berdua dan yang lain hanya ngontrak. Ha-ha-ha
Saat berjalan perut Alyssa terdengar lirih dan bergemuruh. Alvin tertawa saat mendengarnya, sedangkan Alyssa tertunduk malu.
"Istriku ternyata sudah lapar ya?" ucap Alvin memanggil Alyssa dengan sebutan istri.
__ADS_1
"iiisshh, Kita belum nikah. Agak menggelikan mendengar kau memanggilku seperti itu" ucap Alyssa malu
"Andaikan kau mau, aku bersedia menikahinya sekarang juga. Dan aku bis leluasa memanggilmu istri" ucap Alvin
"Alvin, jangan mulai deh. Kamu tidak dengar perutku sudah mulai berdemo, menuntut kamu, agar segera di berikan asupan" ucap Alyssa
"Ha-ha, maaf sayang, kamu mau makan apa Hmm?" tanya Alvin dengan gemas
"Aku mau makan Miso Soup" ucap Alyssa dengan mata berbinar
"Ya sudah, Yuk sekarang kita cari restoran Jepang" ucap Alvin
"Ah, baiknya" ucap Alyssa dengan wajah tersenyum sumringah.
"Kau sangat menggemaskan sayang, aku ingin sekali menciummu" ucap Alvin terkekeh
Mereka kemudian tertawa bersama, bercanda sambil mencari restoran Jepang di food court.
Dari kejauhan, Arumi melihatnya sangat terluka. Ia menangis melihat pemandangan yang menyesakkan jiwanya.
"Aku mencintaimu, Alvin. Kenapa kau tidak memberikan ku kesempatan untuk menunjukkan perasaanku padamu, bahkan hanya dekat denganmu saja, kau tidak ingin dan bahkan mengusirku" ucap Arumi menangis terisak sebelum pergi meninggalkan Mall.
Alyssa menikmati Miso Soup di depannya dengan lahap. Alvin sangat senang melihat Alyssa makan dengan lahap.
"Kau mau coba? Ini enak sekali" ucap Alyssa menyuapi Alvin.
"Hmm, enak. Apa pun makanannya jika kau yang menyuapinya, akan terasa enak" ucap Alvin tersenyum. (Kirain Author apapun makanannya, minumnya teh botol sosro)😂
"Gombal terus" ucap Alyssa sambil melanjutkan makannya
"Aku serius" ucap Alvin mengusap sisa makanan di sudut bibir tunangannya, dan menyesap jari yang tersisa makanan dari bibirnya.
"Lezat" ucap Alvin menatap Alyssa
Blush..
Pipi Alyssa merona di buatnya.
"Astaga jantungku" ucap Alyssa dalam hati
"Wajahmu memerah sayang" goda Alvin
"Kau sangat pandai menggoda, kamu pastinya sangat berpengalaman" ucap Alyssa
"Aku hanya melakukan hal manis hanya padamu" ucap Alvin
__ADS_1
"Ya-ya aku percaya. Aaaa buka mulutmu!" ucap Alyssa.
Alvin dengan senang hati membuka mulutnya, dan memakan makanan yang di suapi Alyssa.
Drrrttt! Drrrtttt!
Telepon Alvin bergetar, ada telepon masuk dari nomer yang tidak di ketahui. Alvin mengerutkan keningnya.
"Siapa?" tanya Alyssa
"Nggak tahu, nomor baru. Biarkan saja" ucap Alvin
Namun telepon itu terus bergetar dengan penelpon yang sama, Alyssa mengambil telepon Alvin dan melirik ke arah Alvin.
"Angkat saja jika kau ingin" ucap Alvin.
Alyssa kemudian mengangkat telepon itu.
"Halo Alvin. Akhirnya kamu angkat juga, ini aku Arumi" ucap penelepon di seberang, yang ternyata Arumi. Alyssa hanya diam mendengarkan.
"Alvin, kenapa ku melakukan ini padaku? Kenapa kau tidak memberikanku kesempatan untuk dekat denganmu. Setidaknya aku ingin berteman denganmu. Kenapa kau malah menghindariku" ucap Arumi
"Kenapa kau diam Alvin, Bolehkah aku berteman denganmu?" ucap Arumi lagi
"Maaf Arumi, dengan sikap kamu yang seperti ini, itu sangat salah, kau sudah tahu jika Alvin sudah memiliki tunangan bukan? Aku tahu perasaanmu terhadap Tunangan ku, aku tidak sebodoh itu" ucap Alyssa
Arumi kaget mendengar suara Alyssa di seberang teleponnya.
"Apa hak kamu bicara seperti itu? Aku hanya ingin berteman dengannya" ucap Arumi
"Hak ku karena aku adalah calon istrinya. Aku tidak melarang Alvin untuk berteman dengan siapa saja, termasuk kamu. Namun Alvin sendiri yang memutuskan untuk tidak dekat dengan wanita lain, selain aku" ucap Alyssa
Alvin mengambil telepon di tangan Alyssa, lalu berkata dengan sangat emosi.
"Apa yang di ucapkan calon istriku benar, jangan menunjukkan wajah menjijikkanmu di depanku, lagi. Aku tidak menyukaimu dan aku juga tidak ingin berteman denganmu. Paham!!" ucap Alvin
Lalu mematikan sambungan telepon itu, dan memblokir nomer itu sebelum menghapus nomor itu dari teleponnya.
"Alvin, sepertinya wanita itu sedikit terobsesi padamu" ucap Alyssa, dia melihat data Arumi saat melihatnya di bioskop.
Alyssa merasa ada yang aneh pada Arumi sehingga ia memindai datanya lagi. Dan ternyata Arumi memang terobsesi dengan Alvin dan selalu ingin dekat dengan Alvin.
"Aku tahu, maka dari itu aku merasa tidak nyaman saat ada dia di sekitarku" ucap Alvin
"Sayang, kamu harus hati-hati. Aku tak mau sesuatu yang buruk terjadi padamu" ucap Alvin lagi khawatir
__ADS_1
"Tentu, kau tidak usah khawatir. Aku bisa menjadi diri" ucap Alyssa menenangkan kekhawatiran Alvin.