
"Deswita" ucap Alaric terkejut
Deswita mendongak menatap netra teduh milik suaminya. Ia menatap penuh dengan pertanyaan. Meskipun sedikitnya ia sudah mendengar, namun ia tidak mengetahui secara keseluruhannya.
Alaric menggandeng istrinya menuju sofa ruang keluarga. Ia mendudukkan istrinya di sana.
Meskipun Alaric belum bisa memberikan sepenuh hatinya untuk Deswita. Karena sampai saat ini, hati dan cintanya masih untuk mendiang istri, Anggun. Namun ia menghargai wanita yang sudah menemaninya selama 16 tahun itu.
Bagaimana pun, Deswita adalah sosok istri setia, sabar dan sangat lembut juga keibuan. Oleh karena itu, Alaric tidak meninggalkannya saat Deswita di vonis tidak bisa memiliki anak.
Dengan lembut ia menjelaskan masalah yang baru saja ayahnya ceritakan padanya. Deswita terkejut, dia tidak menyangka jika adik iparnya tega berbuat hal seperti itu.
Mendengar Gibran atau Rayhan, putra dari suami dan mendiang istri pertamanya itu masih hidup, Deswita merasa sangat bahagia.
Deswita adalah wanita baik, lembut, beretika dan juga penyayang. Dia juga ingin sekali memiliki anak, namun Tuhan berkehendak lain.
Jika di perbolehkan, ia akan sangat bahagia jika ia bisa menjadi ibu dari Rayhan. Ia pasti akan menyayanginya, layaknya anak kandung sendiri.
"Lalu di mana Rayhan sekarang mas?" ucap Deswita
"Aku juga belum mengetahuinya. Ayah bilang akan mempertemukannya dengan kita saat masalah Riko di serahkan ke pihak berwajib" ucap Alaric sendu
"Aku tidak menyangka, jika Riko tega melakukan hal kejam seperti itu mas" ucap Deswita mengela nafas.
"Aku juga sama tidak menyangka. Harta sudah membutakan mata dan hatinya, hingga ia tidak segan melakukan tindakan kriminal dan menyakiti keluarga sendiri" ucap Alaric dengan sedih dan kecewa di wajahnya
..._¤_...
Pagi ini Alvin menjemput Alyssa di mansionnya, Mereka berdua akan terbang ke kota M. Untuk mengundang semua anak panti dan juga rekan bisnis Alyssa di kota masa kecilnya itu. Mereka ke kota M menggunakan Jet pribadi milik Alvin.
"Sarapan dulu, sayang" ucap Alvin menyodorkan makanan yang di sediakan di pesawat.
"Suapin" ucap Alyssa tersenyum manis
Alvin terkekeh melihat sifat manja calon istrinya itu, ia dengan telaten menyuapi Alyssa dan juga dirinya sendiri. Suasana di sana sangat menyenangkan meskipun hanya ada mereka berdua saja.
"Aku sudah kenyang" ucap Alyssa setelah hampir menghabiskan setengah porsi sarapannya yang sudah telat itu, karena saat ini sudah masuk pukul 10 pagi.
Alvin pun berhenti menyuapi Alyssa, dan memanggil pramugari untuk mengambil kembali piring kotor dari sana.
"Sayang, apa kamu tidak ingin menceritakan sesuatu?" ucap Alvin
"Sesuatu?" tanya Alyssa balik mengedipkan matanya menggemaskan.
"Ya" jawab Alvin terkekeh
__ADS_1
"Apa ini mengenai Rayhan? Apa kau tahu sesuatu?" tanya Alyssa lagi
"Hmm, aku sangat tahu sifatmu luar dan dalam, sayang. Aku yakin kau akan membalas perlakuan orang yang sudah menyakiti orang terdekatmu. Kau tidak akan mungkin melepaskan mereka begitu saja, bukan?" ucap Alvin
Alyssa mengangkat kedua sudut bibirnya, membuatnya melengkungkan indah. Ia juga beranjak dari kursi dan duduk di pangkuan Alvin, dia kemudian mengalungkan tangannya di leher Alvin.
"Kau memang paling terbaik, jika menyangkut diriku, tuan muda Alvin Saga Ardhana" ucap Alyssa
Cup!
Satu kecupan mendarat di bibir Alvin.
"Kau benar, aku tidak akan melepaskan orang yang sudah menyakiti orang-orang ku. Kau tidak usah khawatir, karena aku tidak akan mengotori tanganku dengan menyentuh pria ca*ul menjijikan seperti dia" ucap Alyssa
"Pria ca*ul?" ucap Alvin bertanya-tanya.
"Ya, paman kandung Rayhan. Usianya tidak terpaut jauh dari Kak Azka, kemarin kita tidak sengaja bertemu, dia menatapku seperti orang ingin menelan**ngiku saja" ucap Alyssa kesal saat mengingatnya.
"Kau bertemu dengannya? Dan dia menatap dirimu dengan mata ca*ulnya itu? Sialan!! Biar ku congkel kedua matanya mesumnya itu!!" ucap Alvin marah.
"Alvin, tenanglah. Aku tidak apa-apa, aku penasaran, ingin melihat bagaimana keputusan Tuan Sanjaya dan Tuan Alaric mengenai hal ini" ucap Alyssa
"Tapi tetap saja aku tidak suka ada yang memandangi mu seperti itu, Ica. Itu namanya pelecehan, dan merendahkan dirimu. Aku nggak terima" ucap Alvin marah
"Hmm, tapi aku masih marah sekarang" ucap Alvin
Cup!
Satu kecupan mendarat di pipi kanan Alvin.
"Masih marah?" ucap Alyssa mengerlingkan matanya
"Masih marah tuh" ucap Alvin
Cup!
Cup!
Dua kecupan singkat mendarat di pipi kiri dan bibir Alvin. Alvin tersenyum tipis selama sepersekian detik.
"Aku masih marah, itu tidak akan mengubah apapun" ucap Alvin meskipun saat ini ia tidak bisa menahan senyumnya.
Cup!!!
Alyssa mengecup cukup lama bibir Alvin.
__ADS_1
"Bukan begitu caranya, sayang. Aku tunjukkan cara membujuk suami yang merajuk" ucap Alvin
Ia memegang tengkuk Alyssa, menempelkan bibirnya ke bibir Alyssa. Ia ******* bibir Alyssa Atas bawah secara bergantian, lidahnya pun merangsek masuk mengabsen semua deretan gigi putih milik Alyssa, dan lidah yang saling berbelit perang satu sama lain.
Ciuman panjang itu terus menguar di antara kedua sejoli yang di mabuk asmara. Sampai mereka tidak sadar, jika pramugari hendak masuk. Namun terkejut dan segera berbalik untuk keluar.
...
Setelah mendarat, Alyssa dan Alvin masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan Retno, yang akan mengantar mereka ke Brilliant Hotel.
Namun tiba-tiba, ada telepon masuk, dan itu nomor yang tidak di kenal. Alyssa langsung menjawab nya.
"Halo" ucap Alyssa.
"Selamat Siang CEO Alyssa, saya Alaric, ayah dari Gibran atau yang anda kenal dengan nama Rayhan" ucap Alaric
"Siang juga Tuan Alaric" ucap Alyssa sopan
"Saya ingin mengabarkan jika saya pribadi dan juga ayah saya. Sudah melaporkan tindak kejahatan adik saya kepada pihak yang berwajib. Dan saat ini Adik saja sedang dalam pencarian atau buron, karena melarikan diri saat ingin di tangkap" ucap Alaric
"Oh, kalau begitu saya akan membantu pihak kepolisian untuk melacak keberadaan adik anda dan memperketat penjagaan Rayhan" ucap Alyssa
"Terimakasih atas bantuannya dan juga terimakasih sudah merawat dan menyayangi putra saya. Bolehkah aku bertemu putraku?" ucap Alaric penuh harap.
"Tentu, tapi tidak sekarang, saya sekarang sedang berada di kota M. Bagaimana jika anda bertemu Rayhan saat pesta pernikahan saya sabtu malam nanti? Saya akan meminta sekretaris saya untuk mengirimkan undangan pada anda dan keluarga nanti" ucap Alyssa
"Tentu, terimakasih atas undangannya. Saya pasti akan datang" ucap Alaric dengan tulus
"Baiklah, sampai jumpa nanti" ucap Alyssa
Setelah menutup telepon, Alyssa melirik Alvin. Alvin langsung mengerti dan menutup sekat antara penumpang dan supir.
"Tama" panggil Alyssa
"Saya Nona" ucap tama tiba-tiba muncul di sisi Alyssa
"Lindungi Rayhan, jika ada sesuatu yang mencurigakan singkirkan saja. Jika kau melihat Hendriko, tangkap dan serahkan ke polisi" ucap Alyssa.
"Baik Nona" ucap Tama lalu menghilang.
"Pengawal bayanganmu menakutkan Ica, dia datang tiba-tiba seperti jin iprit. Untung tadi aku sudah persiapan mental agar tidak terkejut" ucap Alvin
"Ha-ha" tawa Alyssa pecah.
...
__ADS_1