Sistem Dewi

Sistem Dewi
Itu Wajar


__ADS_3

Alyssa mengerjapkan matanya, ia merasakan seperti ada yang menimpanya karena berat. Lalu ia menoleh ke sebelahnya, ia melihat Alvin tengah tertidur sambil memeluknya erat.


Karena ia sudah kebelet ingin buang air, pelan-pelan Alyssa memindahkan tangan Alvin agar tidak terbangun. Cukup sulit karena Alvin memeluknya erat, namun Alyssa tetap berhasil lepas dari pelukan Alvin dan bergegas ke kamar mandi.


"Leganya..." ucap Alyssa setelah ia keluar dari kamar mandi.


Ia melihat hari sudah beranjak sore, Alyssa menyadari jika ternyata ia cukup lama tertidur. Karena merasa lapar, Alyssa pergi ke dapur dan membuka kulkas. Namun ia tidak mendapatkan bahan makanan yang ia inginkan di sana.


"Ica, Sayang" terdengar suara Alvin memanggil dirinya.


Saat Alvin bangun tidur ia tidak mendapati istrinya di sana, ia lalu bergegas mencari ke kamar mandi namun di sana juga tidak ada. Alvin yang panik, ia takut Alyssa pingsan seperti siang tadi.


"Ya Tuhan sayang, kamu kenapa?" ucap Alvin terkejut saat ia melihat istrinya tengah meringkuk sambil menangis di bawah kulkas.


"Huuuu, aku lapar hiks" ucap Alyssa memeluk suaminya itu.


Alvin tertegun sejenak, kenapa tidak bertemu dengan istrinya selama tiga hari, sifat Alyssa sering berubah-ubah. Kadang tegas, kadang jahil, kadang cengeng, kadang manja.


"Kamu mau makan apa, hm? Ayo kita cari makanan lezat" ucap Alvin


"Sayang, aku mau jus mangga muda di campur strawberry yang baru di petik dari pohonnya" ucap Alyssa berbinar


"Hah? Sayang, katanya laper, itu mah bukan makan namanya tapi minum. Lagian emang enak jus mangga muda di campur strawberry?" ucap Alvin


"Tapi aku mau nya itu. Aku nggak mau tahu, harus ada dan harus yang baru di petik dari pohon" ucap Alyssa, Alvin menghela nafasnya panjang.


"Ya sudah, nanti aku minta orang untuk cari yang kamu mau, kita duduk di ruang tamu dulu yuk" ucap Alvin mengalah


"Aku maunya kamu yang cari, bukan nyuruh orang lain" ucap Alyssa


"Sayang, aku kan nggak tahu daerah sini. Yang ada aku lama dapetinnya karena harus nyari-nyari dulu, kita suruh orang aja ya sayang" ucap Alvin


Namun wajah Alyssa sudah di tekuk dan berjalan meninggalkan Alvin.


BRAK!!


Pintu kamar di tutup dengan kencang. Jangankan Alvin, penghuni lain juga pasti akan kaget.


Penghuni lain? Ya, masih ada Juna dan Erick yang pastinya terlonjak kaget di buatnya.


Juna belum menemui ayahnya, kemungkinan besok ia akan ke lapas, sekalian menjemput sang ayah keluar dari sana.

__ADS_1


"Astaga, suara apa tadi itu?" tanya Juna dan Rico yang sama-sama melongok di pintu kamarnya masing-masing.


Lalu keduanya melihat Alvin setengah berlari ke arah kamar dan menggedor-gedor pintu kamar Alyssa.


"Sayang, buka pintunya!" ucap Alvin


"Nggak! Kamu itu pembohong, bilangnya aja cinta, sayang dan akan kasih apapun yang aku mau. Tapi buktinya, aku minta hal kecil aja kamu banyak alesan. Atau jangan-jangan kamu udah nggak sayang lagi sama aku iya?" ucap Alyssa.


"Sayang, jangan bilang gitu. Siapa yang bilang aku tidak sayang sama kamu, aku sayang banget lah sama kamu. Iya aku minta maaf aku salah, aku akan cari yang kamu mau. Sekarang buka pintunya ya. Sayang aku nggak mau kamu ngambek lama-lama nanti aku kangen gimana" bujuk Alvin


Ceklek!


Pintu kamar di buka, Alvin merasa lega dan tersenyum.


"Beneran mau nyari yang aku mau" ucap Alyssa menatap suaminya.


"Iya beneran. Sudah ya, jangan ngambek lagi, aku mau ambil kunci mobil dan dompet terus nyari buah yang kamu mau" ucap Alvin


Alyssa hanya mengangguk, setelahnya Alvin pamit mencari mangga muda dan strawberry yang baru di petik dari pohon sesuai permintaan istrinya.


Erick dan Juna saling pandangan saling mengkode lewat gerakan tubuh, setelah menyaksikan Drama yang membuat keduanya garuk-garuk kepala karena tidak mengerti alur ceritanya, lalu kompak mengangkat kedua bahu mereka.


...••••...


Raiden tengah mencuci mobilnya, mobil bekas yang ia beli sendiri dari hasil keuntungan bengkel miliknya.


Ia sebenarnya sanggup beli mobil baru, namun ia pikir berulang kali untuk membelinya. Karena menurutnya, lebih baik uang itu di putar menjadi modal usaha lagi .


"Papah.." teriak Alyssa memanggil papahnya


Raiden yang mengenal suara itu langsung menoleh, senyum lebar menghiasi wajah tampannya itu.


Grep!!


Alyssa berlari dan langsung memeluk papahnya yang tengah mencuci mobil itu, yang membuat keduanya basah karena air yang mengalir dari selang yang di pegang Raiden.


"Ha-ha-ha...." tawa keduanya pecah saat tahu, baju mereka basah.


Alvin hanya tersenyum melihatnya, ia senang Alyssa bisa ceria lagi dan tidak membuat ulah sejak ia bangun tidur. Setelah kemarin membuat dirinya, Eric dan Juna kualahan karena permintaan nya yang aneh bin ajaib.


"Kapan kamu datang ke kota S, sayang? Papah merindukanmu dan Azka, sebulan sudah baru kita ketemu lagi semenjak kau menikah. Ayo masuk dulu ganti baju mu basah tuh, Vin ayo kamu juga masuk" ucap Raiden, membawa keduanya masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Rumah berlantai dua itu sangat sepi, hanya terlihat seorang ART dan perawat yang mengurus ayah Raiden.


"Al sudah seminggu di sini pah, Al juga rindu sama papah. Hanya saja kemarin-kemarin Al sibuk ada yang harus di urus. Karena besok harus kembali ke Ibukota, Al sempetin ke sini. Oh iya ini buat papah, oleh-oleh dari Maldives" ucap Alyssa


"Wah terimakasih sayang, sudah repot-repot bawain ke sini. Gimana bulan madunya lancar? Puas dong bulan madunya" ucap Raiden menggoda anak dan menantunya itu.


"Masih kurang pah, pengennya sih nambah waktu. Tapi putri papah, ngerengek minta pulang terus" ucap Alvin.


"Kurang-kurang, kita tuh bulan madunya di atas normal. Orang-orang bulan madu 3 hari sampai seminggu. Lah kita hampir 3 Minggu. Lagian banyak kerjaan menumpuk di kantor" ucap Alyssa


"Kan kalau lagi sama kamu, 3 Minggu berasa 3 jam doang sayang. makanya kurang terus" ucap Alvin menggoda


"Isshh, mulut mu itu" ucap Alyssa malu pada papahnya.


Raiden hanya tertawa saja, ia merasa senang putrinya bahagia dan memilih laki-laki yang tepat untuk mendampinginya.


"Kalian sudah makan? Gimana kalau makan di sini? Kebetulan karyawan papah yang kemarin pulang kampung, kasih oleh-oleh makan seafood dari daerahnya" ucap Raiden


"Mau pah, tapi Al mau di bikinin minuman dong" ucap Alyssa


"Tentu, kalian mau minum apa, nanti papah minta Bi sari buatin" ucap Raiden.


"Air putih aja pah" ucap Alvin


"Al mau, jus tomat di campur merica dan cabai keriting. Tapi papah yang buatin ya" ucap Alyssa antusias


"Hah???" ucap Alvin dan Raiden bersamaan.


"Kenapa, nggak boleh ya?" ucap Alyssa memasang raut wajah sedih.


"Boleh sayang, nanti papah buatin" ucap Raiden tersenyum.


"Makasih papah, Al sayang papah" ucap Alyssa memeluk papahnya.


"Pah, Kenapa papah Iya in. Nanti kalau Ica sakit perut bagaimana?" ucap Alvin berbisik ke mertuanya. saat mengikuti mertuanya pergi ke dapur.


"Alyssa nggak bakalan kenapa-kenapa, itu wajar saat istri tengah hamil muda dan ngidam" ucap Raiden.


"Ha-hamil???" ucap Alvin terkejut.


...••••...

__ADS_1


__ADS_2