
Setelah membayar kedua Tas dengan total 190 juta itu, Rangga mengajak Alyssa untuk makan siang di restoran mewah tak jauh dari AKM Mall.
[ Selamat Host menyelesaikan misi tersembunyi, memberikan pelajaran pada wanita sombong. Mendapatkan peningkatan saham 2x di Abraham Group ]
Alyssa yang mendengar itu kaget. 2x peningkatan, berarti dia sekarang mempunyai 40% saham di Abraham Group. Yang artinya dia sekarang pemegang saham mayoritas di sana.
Tak lama, HP Rangga berbunyi, itu dari Ratih sekretarisnya. Raut mukanya menegang saat Ratih memberi tahu atasannya, jika Alyssa mengakuisisi 20% saham lagi, jadi sekarang Alyssa adalah pemenang saham utama terbesar di Abraham Goup.
"No..Nona Alyssa, An..anda.. " ucap Rangga gugup, dia hari ini sangat kacau setelah mendengarnya kabar itu.
Rangga merasa tak percaya jika Alyssa sekarang meningkatkan jumlah saham secara tiba-tiba.
Rangga mengutuk Yanto dalam hatinya, karena bawahannya yang bodoh itu membuat Alyssa marah. Bahkan Alyssa sampai mengakuisisi saham lebih besar lagi.
Dirinya takut, posisinya sekarang terancam. Bisa saja, dirinya di gantikan orang lain. Itu akan menjadi pukulan besar kepadanya
"Kak Rangga, sudah berapa kali saya bilang. Jangan panggil nona, cukup panggil Alyssa atau Al saja" ucap Alyssa ringan.
Dirinya tahu, pasti sekarang Rangga sedang kacau karena saham Alyssa yang melonjak 2x dari sebelumnya.
"Ah, baiklah Al. Saya dengar dari Ratih, jika hari ini anda mengakuisisi saham lagi di perusahaan" ucap Rangga hati-hati.
"Benar, tapi Kak Rangga tak usah khawatir posisi jabatan Kakak tergantikan. Kak Rangga tetap menjadi CEO di Abraham Group, dan Enzy akan mewakiliku untuk rutin mengecek keadaan perusahaan" ucap Alyssa
Rangga yang mendengar itu sangat lega. Kini dirinya semakin mengagumi sosok Alyssa sebagai pebisnis paling muda dan berpotensi besar.
Mereka menikmati makan siang mereka dan sesekali membicarakan tentang bisnis yang sedang berjalan maupun yang masih dalam progres.
¤
Alyssa mengendarai lembu irengnya menuju Luxury Residence.
Dia kemudian beranjak ke lantai 19, dia memberikan Tas Louis Vuitton, pada Hanin dan Hesti. Dia juga menitipkan tas untuk Desti, karena Desti masih belum pulang sekolah.
Mereka berdua sangat senang dan berterimakasih pada Alyssa. Mereka tahu harga tas ini mahal, tapi walau bagaimana pun para wanita sangat menyukai Tas branded.
"Al, tante mau obat ajaib kamu, dong" ucap Hesti
"Obat apa ya tante?" Tanya Alyssa tak mengerti
"Itu loh, obat yang bisa bikin tante kamu, Hanin. Jadi awet muda, cantik dan kulitnya sehat. Tante akan membayar tinggi untuk itu" ucap Hesti antusias
"Ah itu. Tidak masalah" ucap Alyssa
Dia membeli Pil Kecantikan dari sistem, dan pura-pura mengambilnya dari Tas nya.
"Kebetulan Alyssa bawa obatnya, tante bisa meminumnya sekarang" ucap Alyssa lagi dan menyerahkan Pil itu pada Hesti
Tanpa ragu, Hesti menerima obat itu dan langsung meminumnya. Dia percaya pada Alyssa dan Hanin, yang tak mungkin menyakitinya.
__ADS_1
Setelah meminum Pil itu, Hesti merasakan hangat di sekujur tubuhnya.
Hanin yang melihat prosesnya masih saja tercengang, padahal dia sudah pernah mengalami itu.
Hanin dan Alyssa melihat Hesti sekarang, seperti wanita usia 25 tahun. Cantik dengan kulit putih dan mulus tanpa kerutan di wajahnya, bahkan lipatan di perutnya, bekas melahirkan 2 anak juga ikut menghilang.
Hesti yang melihat dirinya kembali muda, sangat terkejut dan sangat senang. Dirinya rak mengira efek dari obat Alyssa sungguh luar biasa.
"Aku kembali muda lagi!! Astaga, ini bukan mimpi kan?" ucap Hesti tidak percaya.
"Kamu tidak sedang bermimpi, itu kenyataan" ucap Hanin yang senang melihat sahabatnya itu senang.
Ya mereka berdua sekarang bersahabat, bahkan sudah seperti saudara. Hesti juga sering membawa Hanin berkumpul dengan ibu-ibu sosialita lainnya.
"Al, obat mu sungguh sangat-sangat ajaib, berapa banyak yang harus aku bayar? Sebutkan saja, aku sangat puas dengan obatmu" ucap Hesti dengan senyuman yang tak luntur dari wajahnya
"Tidak usah tante, aku memberikan itu gratis untuk tante" ucap Alyssa
"Tidak, ini pasti sangat mahal dan memerlukan usaha keras untuk membuat obat ajaib seperti ini. Sebutkan saja harganya, meskipun tante tahu obat kamu tak ternilai harganya" ucap Hesti lagi
"Obat ini memang langka karena bahan yang di pakai sangat susah di temukan. Tapi aku tetap menolak pembayaran dari tante, tante sudah Al anggap sama seperti tante Hanin. Jadi tante pantas mendapatkannya" ucap Alyssa sedikit berbohong masalah Pil Kecantikan.
Akhirnya Hesti menerimanya dengan senang hati. Dirinya beruntung bertemu dengan anak baik seperti Alyssa.
Alyssa pamit pulang ke Apartement nya ketika waktu sudah sore. Tak lama setelah Alyssa pulang, Desti masuk ke Apartementnya.
Dia sangat kaget melihat perubahan namanya yang sangat muda sekarang.
"Ini beneran mamah Des, mamah mengkonsumsi obat ajaib dari Alyssa, sekarang kau lihat, mamah menjadi belasan tahun lebih muda" ucap Hesti
Awalnya Desti tidak percaya, namun dia juga tahu umur Hanin sebenarnya adalah lebih dari 30 tahun, namun terlihat seperti wanita yang berusia 20 tahunan.
"Woooww, Kakak Al sehebat itu?" ucap Desti ikut semangat, dia semakin mengagumi Alyssa dalam hatinya.
"Ini, dia juga menitipkan kan ini untuk kamu" ucap Hesti menyodorkan paper bag.
"Apa ini?" ucap Desti kemudian membukanya. "Astaga, Louis Vuitton?? Ini bukannya keluran terbaru, harganya lebih dari 80 juta. Aaahhhh Kak Al, aku mencintaimu" ucap Desti senang.
____________
Lobby Brilliant Hotel
Teman-teman sekelas Alyssa sudah datang dan berkumpul di Lobby Hotel, termasuk Diana. Mereka semua sangat senang dan bersemangat, karena mereka akan makan malam di Hotel termewah di kota M.
Mereka adalah generasi kedua orang kaya di kota M, meskipun ada beberapa yang dari kelas menengah.
Seorang pria paruh baya yang terlihat bersemangat awalnya, namun setelah berbicara dengan resepsionis wajahnya menjadi murung.
Noval, salah satu teman sekelas Alyssa berdiri menghampiri pria paruh baya itu.
__ADS_1
"Papah, Kok papah ada di sini?" tanya Noval terkejut, yang ternyata pria paruh baya itu adalah papahnya.
"Noval, Kok kamu ada di sini juga, ngapain kamu di Hotel ini" tanya balik papah Noval, yang juga terkejut.
"Noval di sini untuk makan malam, teman sekelas Noval mengundang semuanya makan di sini, papah kenapa murung?" ucap Noval
"Ah, disini papah ingin mengajak kepala cabang Bank untuk makan malam, dan membicarakan soal pinjaman untuk Resto. Tapi sayang nya ruangan di sini sudah sepenuhnya di pesan, yang tersisa mungkin mengadakan makan malam di area umum" ucap papah Noval.
Noval tahu persis, keuangan di Restoran milik keluarganya dalam keadaan krisis. Dan juga membutuhkan suntikan dana dari Bank untuk menstabilkannya. Jadi makan malam ini sangat penting masa depan usaha keluarganya.
Alyssa tak lama sampai di Brilliant Hotel, dan langsung melangkah masuk ke dalam. Dia melihat teman-temannya berkumpul di Lobby, dia mengerutkan dahinya.
"Kenapa kalian tidak langsung masuk ke dalam ruangan, kenapa berkumpul di sini?" ucap Alyssa
Teman-teman Alyssa yang melihat Alyssa sudah sampai, sangat senang. Mereka berbondong-bondong mendekati Alyssa.
Alyssa menatap ke arah Noval dan Papahnya. Meskipun dia tidak terlalu dekat dengan Noval dan teman sekelas yang lain, tapi Alyssa tahu Noval adalah anak yang baik di kelas.
"Ada apa Noval?" tanya Alyssa
"Ah, Alyssa kenalin ini papahku. Pah, ini Alyssa yang mengajak kami semua makan malam" ucap Noval
"Halo paman, perkenalkan nama saya Alyssa" ucap Alyssa sopan dan menyodorkan tangannya yang di sambut papah Noval.
"Saya Ridho, papah nya Noval" ucap Ridho
"Kenapa paman seperti sedang tidak bersemangat?" tanya Alyssa
"Papah kesini untuk makan malam dengan temannya, namun tidak mendapatkan ruangan, karena sudah di penuh" ucap Noval, dia tidak bilang jika Papahnya ingin makan malam dengan pihak Bank.
Alyssa menatap Tas yang di bawa Ridho, dia melihat di sana ada proposal pengajuan pinjaman ke Bank, Alyssa paham karena hal itu dan melakukan panggilan telepon ke Enzy.
"Halo Enzy, saya ada di lobby" ucap Alyssa lewat telepon dan langsung menutupnya
Tak lama Enzy dan Retno datang beriringan dan menghampiri Alyssa.
"Selamat malam, Nona" ucap mereka berdua, Alyssa hanya mengangguk sopan.
Ridho tahu jika Retno adalah General manager di Brilliant Hotel terkejut. Apa lagi sikap Retno yang sangat menghormati Alyssa, dia tahu identitas teman sekelas anaknya itu pasti luar biasa.
"Tolong pindahkan kami ke ruangan khusus, dan ruangan sebelumnya kamu atur untuk paman Ridho" ucap Alyssa
"Baik nona" ucap Enzy dan Retno.
Mereka semua yang di sana kaget terkecuali Enzy, Retno dan Diana. Mereka sekarang merasa identitas Alyssa makin misterius, dia bahkan bisa memesan ruangan khusus dan memberikan ruangan VIP nya untuk orang lain.
Mereka semua tahu, ruangan khusus atau VVIP platinum tidak di buka untuk umum, itu adalah ruangan pribadi pemilik hotel dan juga tanpa seizinnya orang lain tidak boleh masuk.
Alyssa membisikan sesuatu pada Enzy, Enzy pun mengangguk paham.
__ADS_1
Retno membimbing teman-teman Alyssa menuju ruangan VVIP Platinum, sedangkan Enzy membimbing Ridho menuju ruang VIP yang sebelumnya akan di gunakan Alyssa dan teman-temannya.