
Hari sudah siang, Alyssa masih setia merenung dan memandangi jalan lewat jendela kamar rumah sakit. Dia bimbang, apa ia harus mengkonsumsi Pil Pemulihan Tubuh atau tidak?
Kalau di tanya apa Alyssa tidak menginginkan anak? Kenapa pula ia ragu untuk meminumnya?
Jawabannya tentu saja ingin.
Siapa di dunia ini yang tidak ingin memiliki keturunan? Pasti hampir semua orang ingin menginginkan anak. Hanya orang-orang yang otaknya kurang seliter, yang bilang tidak menginginkan seorang anak.
Hanya saja dia sedikit takut, jika ia mengkonsumsi obat itu. Apa ia akan berubah menjadi anak kecil? Begitu pikirannya.
Memang, terkadang orang yang sangat cerdas, akan menjadi orang yang paling Bodoh dengan pemikiran yang dangkal, di saat krusial. Apalagi hatinya tergoncang hebat karena berita yang ia dapatkan.
"Apa Alvin akan meninggalkan aku, dengan keadaanku yang seperti ini?" Gumam Alyssa, dia tidak sadar jika Alvin kini sudah berada di belakangnya dan mendengar gumaman Alyssa.
"Aku tidak akan meninggalkanmu, sayang" ucap Alvin
Alyssa terkejut saat mendengar ucapan Alvin, dia berbalik dan melihat laki-laki yang di cintainya menatapnya penuh dengan rasa cinta dan kasih yang meluap.
"Kenapa kamu ada di sini?" ucap Alyssa datar dan dingin
"Sayang, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud menyembunyikannya dari kamu. Tolong maafkan aku" ucap Alvin tulus
"Sudahlah, tidak perlu di bahas lagi. Kamu dan yang lainnya tidak salah apa-apa. Aku sudah mengikhlaskan semuanya" ucap Alyssa masih dengan raut wajah yang datar.
"Makasih sayang, kamu sudah memaafkan aku" ucap Alvin langsung membawa Alyssa dalam pelukannya.
"Sebaiknya kita akhiri saja hubungan kita, Alvin" ucap Alyssa
"Tidak!!! Apa yang kamu bicarakan? Tidak! Aku tidak mau!!" ucap Alvin melepas pelukannya dan menatap mata Alyssa dengan tatapan tidak rela.
"Aku tidak bisa memberikan kamu anak bukan? Carilah wanita yang lebih sempurna dariku!" ucap Alyssa masih dengan raut wajah datar.
"Mungkin ini pilihan terbaik, aku tidak ingin Alvin tetap bersama denganku hanya karena kasihan dan rasa bersalahnya" ucap Alyssa dalam hati
"Aku tidak mau!! Aku tidak peduli kamu bisa memberikan anak atau tidak. Aku sudah mengatakannya padamu, jika kamu adalah separuh dari jiwa dan nafasku. Aku tidak ingin kehilangan kamu, aku rela kehilangan segalanya. Asal aku tidak kehilangan kamu. Aku mohon sayang, tetap bersamaku oke! Aku tidak bisa hidup tanpamu" ucap Alvin berkaca-kaca memohon.
"Sudahlah, aku tahu kau hanya kasihan dan merasa bersalah atas kejadian ini bukan? Aku tidak apa-apa, sungguh. Jadi kau tidak perlu merasa bersalah dan terbebani, carilah wanita yang lebih sempurna dariku" ucap Alyssa tersenyum tipis
"Nggak sayang!!! Aku nggak mau, dan kamu salah memiliki pemikiran seperti itu. Aku mencintai kamu dengan tulus, apa selama ini kamu meragukan aku? Lihat aku sayang!! Lihat!! Aku begitu mencintai kamu, tolong jangan katakan rasa cintaku yang begitu besar padamu. Aku mohon jangan tinggalkan aku, Oke!! Aku tidak bisa hidup tanpamu, tolong tarik ucapanmu, aku tidak mau kita berpisah" ucap Alvin berlutut sambil menangis memohon dengan tubuh gemetar.
__ADS_1
Ia tidak peduli dengan harga diri, baginya Alyssa lebih berharga dari yang namanya harga diri. Dia tidak sanggup hidup jika itu tanpa Alyssa di sisinya. Ia kini begitu ketakutan kehilangan Alyssa, wanita yang begitu ia cintai.
"Bangun Alvin! Tolong jangan seperti ini" ucap Alyssa yang terkejut melihat Alvin berlutut di hadapannya. Alvin menggelengkan kepalanya dan terus memohon.
"Yang di ucapkan Alvin benar Al" ucap Ameera yang entah sejak kapan sudah ada di sana bersama dengan Azka.
Enzy sebelumnya sudah memberi tahu Ameera tentang apa yang terjadi pagi tadi. Yang membuat Ameera dan Azka bergegas pergi ke rumah sakit.
"Iya dek, kamu tidak tahu saja, saat kamu koma, Alvin seperti orang yang tidak memiliki gairah hidup. Dia bahkan kehilangan banyak berat badannya karena tidak mau makan dan selalu di samping kamu" ucap Azka
Alyssa terkejut, ia baru menyadari jika Alvin tampak lebih kurus, di bandingkan sebelum kecelakaan itu terjadi.
"Kami juga minta maaf sudah menyembunyikan semuanya dari kamu. Kami hanya membutuhkan waktu yang tepat untuk memberitahukannya padamu" ucap Ameera lagi
"Lalu bagaimana dengan mamah Sandra dan papah Erick. Kondisiku saat in.... " ucap Alyssa terpotong
"Mamah dan papah tidak keberatan, mereka justru mendukung kita bersama. Tidak ada yang berubah sayang, semuanya sama seperti dulu. Jadi, aku mohon jangan tinggalkan aku" ucap Alvin
"Baiklah, kamu bangun dulu! Aku tidak jadi minta putus" ucap Alyssa pasrah
Tentu saja Alvin merasa senang, ia langsung berdiri memeluk dan menciumi seluruh wajah Alyssa, dan mengecup bibir manis Alyssa berkali-kali.
"Kau tidak tahu malu, ada mamah dan Kak Azka di sini" bisik Alyssa dengan tatapan tajamnya.
"Maaf he-he lupa" ucap Alvin cengengesan
"Terus kenapa kamu jadi kurus seperti ini, Hah? Kau tahu, aku tidak suka pria yang tidak memperhatikan dirinya sendiri. Gimana mau menjaga dan memperhatikan aku, diri kamu sendiri aja kamu acuh. Aku cari laki-laki lain aja kalau gitu" ucap Alyssa
"Jangan!!! Aku minta maaf, aku nggak akan melakukan itu lagi, aku janji sayang" ucap Alvin
"Ya, tapi lepas dulu pelukannya" ucap Alyssa
Alvin dengan enggan melepas pelukannya dan duduk bersama yang lain di sofa.
Alyssa merajuk meminta untuk pulang, setelah di lakukan pemeriksaan, Dokter pun mengizinkannya untuk pulang.
...
Alyssa baru saja selesai membersihkan diri, setelah mengenakan pakaian santainya, ia duduk di kursi panjang yang berada di balkon kamarnya.
__ADS_1
"Sistem, buka undian yang ku punya sekarang!" ucap Alyssa
[ Baik Host ]
[ Selamat Host, anda mendapatkan The Dark Knight ]
[ Selamat Host anda mendapatkan sebuah pulau pribadi 'Star Island' di negara Y]
[ Selamat Host, anda mendapatkan uang sebesar 1 Triliun ]
[ Selamat Host anda mendapatkan kemampuan khusus 'Mata Pembunuh' ]
[ Selamat Host anda mendapatkan sebuah lahan di jalan Naga 3, Ibukota ]
[ Selamat atas panen Host saat ini. Sertifikat hak milik Pulau Pribadi dan Lahan milik Host, sudah di letakan di ruangan penyimpanan ]
[ Mengenai The Dark Knight, Adalah satria kegelapan, ia menjaga dan melindungi host dari bahaya. Saat ini ia bersembunyi di bayangan Host. Dia dapat melakukan apapun sesuai perintah dari tuannya, yaitu Host. Dan dia akan keluar setelah Host memanggilnya keluar ]
Ting!!! SMS dari Bank masuk
[ Bank Central Asia, Nomer Rekening 123*** pada pukul 20.15 WIB menerima uang Rp.1.000.000.000.000 ]
"Panen yang banyak He-he" ucap Alyssa tersenyum merekah
[ Pemasangan Skill Mata Pembunuh akan di mulai, Mohon di persiapkan. 10...9....8.... 2....1... Pemasangan di mulai ]
"Arrrgghhhhh,,, sakiiiitttt,,, panaasss!!!" teriak Alyssa sangat kencang.
Ia merasakan sakit yang luar biasa menusuk matanya, tidak hanya itu, matanya juga seperti terbakar.
Hal itu berlangsung selama 100 detik lamanya, Alyssa sekuat tenaga menahan rasa sakit yang begitu kuat pada matanya.
Beruntungnya Alyssa susah masuk ke dalam kamar saat mendapat pemberitahuan dari sistem. Di dalam kamar kedap suara, jadi orang luar tidak mendengar teriakan yang begitu menyakitkan dari Alyssa. Kalau tidak, semua orang di mansion akan panik.
"Haahh Haahh Haahh...." Nafas Alyssa memburu sesaat setelah pemasangan itu selesai, masih tersisa sedikit rasa sakit di kedua matanya.
Jika orang-orang melihat, mungkin akan ketakutan. Karena mata Alyssa saat ini berubah menjadi merah.
Setelah beberapa saat, Mata Alyssa kembali normal. Saat ini Alyssa tengah duduk di bawah dan menyenderkan kepalanya di pinggir ranjang.
__ADS_1
...