Sistem Dewi

Sistem Dewi
Keadaan duo ular


__ADS_3

Alyssa melangkahkan kakinya masuk ke dalam mansion mewah, di dalam hutan lebat di pinggiran selatan ibukota. Semakin ia masuk ke dalam mansion mewah itu, suasana semakin mencekam tak seperti mansion pada umumnya.


Dia terus berjalan sampai akhirnya ia tiba di sebuah ruangan yang terletak di bawah tanah. Tidak ada penerangan di sana, juga terasa sangat pengap.


Bau amis pekat menyeruak masuk ke indra penciuman siapa saja yang masuk ke ruangan itu.


Setelah menyalakan lampu gantung, Alyssa melangkahkan kakinya mendekat ke arah dua orang yang keadaannya sangat mengenaskan.


Keduanya tidak dalam terikat, namun tidak bisa kemana-mana. Karena selain seluruh wajah mereka penuh dengan luka mengering setelah melepuh, dan beberapa bagian masih mengalir darah dan na*ah yang membuat bau amis dan busuk. Keduanya pun telah lumpuh karena kedua kaki mereka sudah di patahkan.


Keduanya juga tidak berbicara, karena lidah keduanya sudah di potong. Alyssa yang melihat itu hanya tersenyum tipis.


"Bagaimana keadaan kalian? Apa menyenangkan tinggal di sini? Sepertinya kalian sangat betah dan menikmati kebersamaan kalian berdua" ucap Alyssa pada keduanya yang tak lain adalah Nimar dan Miko.


"Hhmm-hhmmm" terdengar suara seperti gumaman dari keduanya.


"Maafkan aku, aku menyesal..." ucap Miko dalam hati


"..."


"Maafmu tidak berguna, Lagian bukan padaku kau seharusnya meminta maaf. Jadi nikmati saja akibat dari perlakuanmu di masa lalu, yang sudah kau lakukan selama kau hidup. Penyesalan yang kau miliki tidak berguna dan tak berarti sekarang" ucap Alyssa


Miko membelak kaget mendengar apa yang di katakan Alyssa.


"Dia bisa mendengarku? Tidak mungkin!" ucap Miko dalam hati


"Kenapa tidak mungkin bajingan? Tentu saja aku mendengarkan apa yang kau batinkan. Sepertinya otakmu masih waras di bandingkan wanitamu yang hanya diam saja, karena sudah gila" ucap Alyssa yang menunjuk Nimar dengan dagu nya.


Nimar saat ini sudah berada di tahap gangguan mental, karena tidak kuat menahan siksaan setiap hari dari anak buah Alvin.


Sedangkan Miko, dia juga sebenarnya sudah tidak kuat. Namun pikiran ia masih sadar dan terus mengucapkan kata maaf dan mohon ampun. Meskipun yang di sana mendengar hanya gumaman yang keluar dari mulutnya.


"Apa rasanya tidak bisa bicara, karena anak buah kekasihku memotong lidahmu? Sangat nikmat bukan? Itu akibatnya karena kalian selalu mengeluarkan kata-kata kotor dan hinaan. Apalagi kalian berdua berniat bunuh diri, dengan menggigit lidah kalian. Oh tidak semudah itu kalian mati, aku tidak akan membiarkannya" ucap Alyssa terkekeh

__ADS_1


Setelah ia puas melihat kedua mainannya, dia melangkah keluar meninggalkan mereka.


"Terus awasi keduanya, dan hari ini berikan cambukan api sebanyak dua puluh kali. Sebagai hadiah pertemuan mereka denganku setelah sekian lama tidak berjumpa" Perintah Alyssa


"Baik nona" ucap anak buah Alvin


...


Kota S


Raiden terlihat gelisah di kediaman tua milik orang tuanya. sudah sebulan ini ia tidak mendapat kabar dari anaknya.


Meskipun dia dan kedua anaknya tidak seperti hubungan orang tua dan anak pada umumnya. Namun mereka sudah saling memaafkan dan juga sudah tidak canggung.


Baik Alyssa atau pun Azka setiap harinya selalu berkirim kabar melalui pesan singkat pada ayah biologisnya itu. Meskipun keduanya masih belum ingin memanggilnya dengan sebutan papah.


Namun Raiden tidak mempermasalahkannya, baginya sudah di maafkan dan juga bisa dekat dengan sang anak, meskipun hanya lewat pesan singkat. Dirinya sudah merasa beruntung dan teramat bahagia. Jadi dia tidak ingin berharap lebih dari itu.


"Kenapa belum ada kabar dari mereka? Apa mereka baik-baik saja?" Gumam Raiden di depan bengkelnya, yang dia bangun menggunakan modal uang dari Alyssa.


Sparepart motor dan mobil dengan kualitas terbaik yang ia gunakan, dan dia juga menyediakan toko khusus untuk aksesoris kendaraan dan juga perlengkapan lainnya.


Saat ini Raiden sudah memiliki 3 karyawan yang membantunya di bengkel, 2 orang di toko aksesoris dan dua kasir. Dan itu sudah lebih dari cukup untuk saat ini, dan mungkin akan bertambah jika usahanya semakin berkembang besar.


"Apa aku tanya ke Juna saja ya?" ucap Raiden setelah berpikir cukup lama.


Tak menunggu lama lagi ia kemudian menelepon Juna.


"Halo Om" ucap Juna di seberang sana


"Halo Juna, apa om mengganggumu?" sapa Raiden


"Tidak om, kebetulan Juna baru saja ingin istirahat dari pekerjaan. Ada yang bisa Juna bantu Om?" ucap Juna

__ADS_1


"Om ingin tanya kabar mengenai Alyssa dan Azka. Apa kau mengetahui kabar mereka? Sudah sebulan ini mereka tidak mengirim pesan padaku, om khawatir terjadi sesuatu pada mereka" ucap Raiden


"Apa om sudah menghubungi mereka terlebih dulu?" tanya Juna


"Sudah, Om seperti biasa selalu mengirim pesan, namun tidak di balas. Saat om telepon juga tidak mereka angkat" ucap Raiden


Terdengar suara tarikan nafas dari Juna, sebelum ia berbicara lagi.


"Maaf bukan bermaksud Juna menyembunyikan hal ini dari om, sebenarnya Alyssa mengalami kecelakaan bulan lalu dan dia koma selama satu bulan ini" ucap Juna


"APA?? Kenapa tidak ada yang memberi tahuku tentang ini??" teriak Raiden panik, khawatir dan terasa sakit di hatinya mendengar putri tercintanya mengalami kecelakaan dan koma.


"Maaf om, saya saat itu sibuk pekerjaanku sangat banyak, sehingga lupa memberi kabar. Aku pikir Azka sudah mengabari om. Mungkin Azka tidak ingin anda khawatir jadi tidak memberi tahu anda" ucap Juna merasa tidak enak


"Lalu bagai mana keadaan putriku saat ini Juna? Dia baik-baik saja kan?" tanya Raiden khawatir


"Om nggak usah khawatir, aku mendapat pesan dari Azka. Kalau Alyssa sudah sadar dan tidak apa-apa" ucap Juna tidak menceritakan semua keadaan yang menimpa Alyssa.


"Syukurlah kalau begitu" ucap Raiden bersyukur dan lega


"Om ingin sekali ke sana melihat langsung keadaan Alyssa, tapi om bingung. Ameera pasti ada di sana juga dan tidak ingin melihatku" ucap Raiden lirih


"Juna coba beri tahu Azka ya om, siapa tahu ada jalan keluarnya agar om bisa bertemu mereka" ucap Juna


"Hmm, terimakasih Juna" ucap Raiden tulus


Kemudian telepon mereka pun terputus.


...


Di sebuah mobil, Alyssa mengeluh dan menyenderkan kepalanya di sandaran jok mobil, tangan kanannya menggenggam dan di letakannya di kening.


"Hais, gilaaaa!!!" pekik Alyssa di dalam mobil

__ADS_1


"Apa sistem sudah tidak waras memberiku misi seperti ini? Gimana caranya aku bisa dapetinnya coba?" ucap Alyssa memikirkan gimana caranya ia mendapatkan apa yang sistem minta melalui misinya.


......__¤__......


__ADS_2