Sistem Dewi

Sistem Dewi
Itu adalah sebuah keajaiban.


__ADS_3

Alyssa melajukan mobilnya menuju kedai seblak yang cukup ramai, letaknya ada di ujung jalan dekat dengan AKM Mall.


Saat Mobil Alyssa berhenti di depan kedai, semua orang heboh melihat supercar berhenti tepat di depan kedai.


Saat Alyssa keluar, suasana yang tadinya heboh mendadak sepi, semua orang menatapnya tanpa berkata-kata.


Alyssa heran, namun mengabaikannya. Dia langsung melangkah masuk ke dalam kedai.


Suasana berubah heboh lagi, Alyssa cuma menggelengkan kepalanya.


"Pak, seblak komplit level 4 satu di bungkus ya" pesan Alyssa


"Baik, tunggu sebentar ya Neng" jawab penjual seblak


"Kak, boleh nanya?" ucap gadis yang di sebelah Alyssa yang menggunakan seragam SMP Menatap Alyssa penuh kekaguman.


"Ya" jawab Alyssa


"Apa boleh aku foto bareng sama kakak dan mobil kakak?" ucapnya, Alyssa hanya mengangguk tak masalah.


Gadis itu merasa senang dan tanpa berlama-lama foto bareng Alyssa beserta Mobilnya.


Tak lama Alyssa lalu mengambil pesanan seblaknya dan masuk kedalaman mobil. Saat di dalam mobil teleponnya berbunyi, itu dari Hanin.


"Halo, tante" ucap Alyssa


"Halo, Al. Apa kamu sibuk?" ucap Hanin


"Tidak, Al baru aja beli seblak di dekat AKM Mall, apa tante mau nitip sesuatu?" tanya Alyssa


"Ah, tidak. Tante ingin minta tolong sama kamu" ucap Hanin


"Apa itu tan?" tanya Alyssa lagi


"Ibu dari murid tante, dia terkena Kanker pankreas dan sekarang ada di IGD Health Hospital. Dia dari keluarga tidak mampu. Bisa tante minta tolong kamu untuk mengondisikannya. Kalau bisa kamu bantu untuk periksa ibunya dan bantu pengobatannya" pinta Hanin yang tau kemampuan medis Alyssa bagus.


"Bisa tante, siapa nama pasiennya?" tanya Alyssa


"Namanya Ibu Murti, murid tante namanya Bagus" jawab Hanin


"Kalau gitu, Alyssa kesana sekarang" ucap Alyssa dan menutup teleponnya dan kemudian menelepon Siswanto


"Halo Nona, Apa kabar?" ucap siswanto sopan


"Baik, Paman, aku bisa minta tolong, tolong cek pasien bernama Ibu Murti di IGD, dia menderita Kanker pankreas. Bisa tolong kondisikan? Atur dia di ruang rawat inap, aku akan segera kesana untuk memeriksanya" ucap Alyssa langsung

__ADS_1


"Baik, nona" ucap Siswanto


Alyssa menutup teleponnya dan langsung bergegas menuju Health Hospital.


¤


IGD Health Hospital


"Apa anda keluarga Ibu Murti?" tanya Siswanto


"Benar, saya Darna suaminya. Anda siapa?" jawab Darna


"Perkenalkan, nama saya Siswanto, kepala cabang rumah sakit ini. Saya kemari di minta Nona untuk mengatur ruang rawat untuk ibu Murti" ucap Siswanto


"Nona siapa yang anda maksud?" tanya Darna


"Masalah itu kalian bisa tanyakan sendiri. Beliau sedang dalam perjalanan menuju kemari" jawab Siswanto


Ibu Murti pun di pindah ke Ruang Rawat inap.


Alyssa yang baru datang, langsung menghubungi Siswanto. Siswanto dan seorang Dokter pun menyambut Alyssa di depan.


Mereka bertiga masuk ke dalam ruang rawat Ibu Murti. Darna dan Bagus melihat orang masuk langsung menoleh ke arah pintu.


"Ini adalah nona Alyssa, yang menyuruh saya untuk mengatur ruang rawat inap untuk Ibu Murti,dan yang ini Dokter Ferdi, Dokter Onkologi terbaik di sini, yang menangani penyakit kanker" ucap siswanto


"Apa saya mengenal anda, Nona" tanya Darna


"Tidak, tapi anak anda adalah murid tante saya, Hanin" ucap Alyssa, Bagas yang mendengarnya terkejut juga terharu, Gurunya memang sangat baik.


"Paman, bisa saya lihat hasil pemeriksaan Ibu Murti?" tanya Alyssa pada Siswanto


Siswanto pun menyerahkan Hasil pemeriksaan Murti, Alyssa melihat berkas pemeriksaanvitu sekilas, lalu mengecek nadi Murti.


"Hm, Kanker pankreas memang sulit di deteksi dari awal, karena tidak menimbulkan gejala, dan kondisi Ibu murti sudah parah, sel kanker nya sudah menyebar ke organ lain, dan mengalami koma. Jikapun menjalani operasi kemungkinan berhasil hanya 10%" ucap Alyssa


Dokter Ferdi dan Siswanto kaget, karena Alyssa bisa mengetahui hal sedetail itu dengan melihat laporan yang hanya sekilas dan hanya memeriksa nadi pasien.


Sedangkan Darna dan Bagus mendengar diagnosis Alyssa sangat sedih juga khawatir tentang kondisi Murti dan tak tahu harus berbuat apa.


"Apa tidak ada cara agar bisa menyelamatkan istri saya?" ucap Darna sedih.


"Aku bisa menyelamatkannya, dan menghilangkan sel kanker itu tanpa operasi" ucap Alyssa yang membuat Semua orang di ruangan itu kaget.


"Apakah benar nona bisa menyelamatkan ibu saya?" ucap Bagas penuh harap.

__ADS_1


"Tentu saja, karena kamu adalah murid tante Hanin, dan tante Hanin sudah meminta tolong padaku untuk memeriksa Ibumu. Jadi aku tidak keberatan menyembuhkannya" ucap Alyssa


"Nona, apakah kamu yakin? pengangkatan sel kanker tanpa jalur operasi itu sangat mustahil" ucap Dokter Ferdi


sedangkan Siswanto hanya diam, dia juga ingin menyaksikan dengan mata kepala sendiri, kalau Alyssa bisa menyelamatkan Murti dan menghilangkan Sel Kanker nya.


"Kamu akan tahu jawabannya setelah ini" ucap Alyssa


"Sistem beli Magic Liquid 1" ucap Alyssa dalam hati.


Alyssa kemudian mengambil sebuah botol kaca kecil dari tasnya. Kemudian menuangkan cairan dari botol itu ke mulut Murti.


Kurang dari 10 detik, Murti perlahan membuka matanya sadar. Semua orang di sana kaget, Darna dan Bagus sangat senang melihat Murti sudah sadarkan diri dari komanya. Sedangkan Siswanto dan Ferdi tercengang tak percaya apa yang di lihatnya.


"Dokter Ferdi, anda sekarang bisa melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, saya yakin sel kanker itu sudah hilang" ucap Alyssa


Dalam keterkejutannya, Ferdi bergegas mengecek keseluruhan keadaan Murti yang kini terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya.


Ferdi juga tak lupa melakukan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan Lab juga, yang hasilnya akan terlihat dalam 2 jam kemudian.


2 jam kemudian, hasil tes darah selesai. Semua orang menahan nafas sebelum melihat hasilnya. Namun di detik berikutnya semua perasaan semua orang bercampur aduk.


Itu adalah sebuah keajaiban.


"Hasil tes menunjukkan jika ibu Murti sudah sembuh sepenuhnya" Ucap Dokter Ferdi tidak percaya dengan yang terlihat.


"Terimakasih nona, Terimakasih sudah menyelamatkan ibu saya. Kami semua berhutang budi pada anda" ucap Darna membungkuk hormat pada Alyssa penuh haru.


Bagus pun melakukan hal yang sama. Dia sangat berterima kasih pada Alyssa yang sudah menyelamatkan ibunya.


"Sama-sama, kalian memang pantas mendapatkannya" ucap Alyssa tersenyum


[ Selamat Host anda menyelesaikan misi tersembunyi, menyelamatkan seorang ibu dari penyakit kanker yang di deritanya. Mendapatkan Skill penyanyi internasional dan Skill mata tembus pandang ]


Seketika perasaan hangat mengalir di kedua mata Alyssa dan juga banyak gambaran teknik bernyanyi masuk kedalaman memori nya.


"Baiklah, Kalau begitu tugas saya sudah selesai. Saya permisi dulu" ucap Alyssa kemudian langsung keluar dari ruangan di ikuti Dokter Ferdi dan Siswanto yang terdapat dari keterkejutannya dan mengikuti Alyssa keluar.


"Tunggu Nona!" ucap Ferdi


"Ya ada apa?" tanya Alyssa


"Nona, Apa obat yang anda berikan pada Ibu Mirna? Bolehkah saya melihatnya" tanya Dokter Ferdi.


"Itu obat buatanku, itu bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Saya minta maaf, tapi obat itu hanya tersisa satu tadi, dan saya belum membuatnya kembali karena bahannya yang sangat langka dan susah di dapat" ucap Alyssa setengah mengarang cerita.

__ADS_1


Dokter Ferdi mengangguk pasrah, awalnya dia hanya ingin memegang dan melihat obat ajaib milik Alyssa, namun dia paham, obat seperti itu pasti sangat langka dan tak ternilai.


Siswanto dan Dokter Ferdi semakin menghormati Alyssa. Bukan hanya sebagai Bos mereka saja, tapi juga sebagai ahli peracik obat dan ahli medis yang sangat luar biasa di usia uang sangat muda.


__ADS_2