Sistem Dewi

Sistem Dewi
Kepergok


__ADS_3

Azka mengumumkan berita jika Bagaskara Corp yang akan berganti nama dengan nama A&A Corp.


A&A Corp akan bergabung dengan Al Group, dan menjadi perusahaan di bawah naungan Perusahaan raksasa milik Alyssa itu.


Hal itu di sambut antusias oleh pejabat yang lain, yang mendengarnya. Mereka tentu saja setuju, karena mereka sudah mengetahui tentang betapa menakjubkannya perusahaan itu.


AL Group menurut mereka adalah perusahaan besar dengan tingkat kecepatan naik yang sangat tinggi.


Dengan penggabungan perusahan itu, membawa Al Group menjadi 3 besar perusahaan ternama di tanah air. Menggeser Bumi Wijaya yang awalnya berada di posisi ke tiga.


"Apa mamah yakin dengan keputusan mamah?" tanya Alyssa begitu mereka ada di ruangan CEO A&A Corp.


"Mamah yakin sayang, walau bagaimana pun kamu pemilik 60% Saham di sini. Dan kakakmu juga tidak keberatan jika perusahaan di gabung dengan perusahaan milikmu" ucap Ameera


"Mamah benar dek, kakak setuju dengan Penggabungan ini. Dengan begitu perusahaan akan stabil bahkan bisa lebih maju lagi" ucap Azka


"Baiklah terserah kalian. Tapi tetap tanggung jawab A&A Corp menjadi tanggung jawab kakak untuk kakak urus. Suatu hari nanti, perusahaan ini akan aku berikan sebagai hadiah untuk keponakanku" ucap Alyssa


"He-he do'akan saja kakakmu ini cepat menikah dek" ucap Azka memegang tengkuk lehernya, memerah malu.


"Kapan rencananya kamu bawa mamah untuk melamar Ayu, Ka?" tanya Ameera


"Secepatnya mah, tapi Ayu ingin menyelesaikan kuliahnya dulu" ucap Azka


"Itu tak lama Kak, bukannya Kak Ayu sedang menyusun skripsi sekarang? Jika lancar 2 bulan lagi, kak Ayu sidang kan? Aku do'akan semoga tidak ada hambatan yang berarti, hingga kalian bisa segera menikah" ucap Alyssa


"Aamiin... " ucap Azka dan Ameera serempak


...¤...


Berbeda dengan Kondisi Raiden saat ini yang sangat berantakan. Raiden kini duduk sendirian di sebuah taman dekat kantornya. Dirinya sangat terpukul mendapati kenyataan yang terjadi.


Bukan karena ia di pecat, Bukan juga karena semua kartu debet dan kredit yang di bekukan oleh pihak bank.


Bukan pula karena dirinya yang sudah tidak memiliki rumah ataupun penghasilan.


Tapi karena kenyataan dirinya benar-benar kehilangan tiga orang yang paling ia cintai, Ameera, Azka dan Alyssa.


Dia kini kehilangan semuanya karena kebodohan yang ia lakukan di masa lalu.

__ADS_1


Hatinya sangat sakit, saat mendapati dirinya kini telah bercerai dengan wanita yang paling ia cintai. Yang di saat bersamaan adalah wanita yang paling dia sakiti.


Bukan hanya mantan istri yang ia sakiti, namun juga kedua perasaan anak-anaknya.


"Ya Tuhan, aku salah, aku sungguh merasa bersalah dan sangat menyesal. Aku tak bisa kehilangan mereka. Aku menyesal sudah menyakiti hati istri dan anak-anakku" isak Raiden menangis


"Apa yang harus aku lakukan, Tuhan? Apa yang harus aku lakukan agar mereka memaafkanku? Aku tidak sanggup menanggung kebencian mereka yang begitu besar padaku" ucap Raiden terus menangis.


Beruntung saat itu taman sangat sepi, hingga Raiden bisa melampiaskan rasa sedihnya di sana. Tanpa menjadi tontonan publik.


Dengan langkah gontai dia berjalan menuju Mobilnya, yang ia parkir tak jauh dari area taman.


Ia kini sudah tidak memiliki apa-apa, ia kehilangan keluarga dan juga kekayaan yang awal mula dia dan keluarganya incar dari Ameera.


Sampai akhirnya, dia jatuh cinta dengan sosok Ameera yang sangat lembut dan tulus mencintai dirinya.


Namun ia melakukan kesalahan besar dengan melakukan pengkhianatan, yang ia lakukan dengan sahabat istrinya sendiri kala itu.


Bahkan kini ia menyesal saat mengetahui Cinta, yang selama ini dia limpahkan kasih sayangnya, ternyata bukanlah anak kandungnya.


Dia merasa di jebak oleh Nimar, namun ia juga akui dirinya tetap salah. Karena setelah kejadian tidak sengaja ia menidurinya Nimar.


Awalnya ia merasa bersalah karena sudah meniduri sahabat istrinya itu, namun lambat laun ia menikmatinya juga. Meskipun saat melakukan itu ia tidak memiliki rasa cinta untuk Nimar.


Tapi kehadiran Nimar menghilangkan ha*rat dirinya yang menggebu, apalagi dirinya tidak bisa berhubungan ba*an dengan Ameera yang kala itu, tengah hamil besar dan baru saja melahirkan, Alyssa.


Dan karena kebodohannya itu pula, yang tidak bisa menahan Ha*rat nya, hingga dirinya kepergok dan kehilangan wanita yang sangat ia cintai.


Raiden melajukan Mobilnya ke rumah sang ayah. Setelah ibunya meninggal 21 tahun lalu, ayahnya memutuskan tidak menikah lagi.


Ayahnya tinggal di rumah seorang diri, hanya sesekali pembantu akan membersihkan rumah saat pagi dan sore hari.


"Kenapa ada mobil Nimar di sini?" Gumam Raiden, setelah melihat mobil Nimar berada di parkiran rumah ayahnya.


Raiden masuk ke dalam rumah, ia melihat ke kanan dan ke kiri. Namun suasana di rumah itu sangat sepi.


"Bi Surti mungkin sudah pulang. Tapi bukannya ada Nimar? Kenapa tidak ada siapa-siapa di sini? Sepi sekali" Gumam Raiden


Raiden mengabaikannya lalu melangkah menuju ke kamarnya. Namun langkahnya terhenti saat tak jauh dari kamar ayahnya.

__ADS_1


Ia sayup sayup mendengar suara dari sana, dan entah mengapa Raiden justru melangkah mendekati kamar ayahnya.


"Aahhh... Aahhh..." suara seperti de*ahan terdengar di telinga Raiden.


Dia semakin penasaran dan mendekat ke kamar ayahnya itu.


"Oh, Nimar... Kau begitu cantik dan sexy ssshh" De*is Ayah Raiden


"Aahh Om..." de*ah Nimar


"Kenapa kau begitu nikmat, sayang ooohh Nimar" ucap Ayah Raiden


Suara itu semakin terdengar jelas di telinga Raiden. Jantung Raiden berdetak cepat, tubuhnya gemetar mendengar suara-suara ero*is itu bersahutan.


Dengan tangan gemetar, Raiden membuka pelan knop pintu kamar ayahnya dengan pelan, dan pintu kamar itu dengan cerobohnya tidak terkunci.


"Enak saaaayang...uuhh" terdengar suara De*ahan Ayah Raiden


"Jawab Nim.. aarrr, apa ini enak? Apa aahhh kau menyukainya?" ucap Ayah raiden lagi masih terus meng**jam lorong waktu milik Nimar, dengan semangat juang empat lima.


"Sukaaa om. En.. aahh, enak ooommm. Akuuu mau sampai Om" ucap Nimar tersengal, tangannya memeluk erat tubuh penuh keriput Ayah Raiden.


"Aah, bersama sayang" ucap Ayah Raiden sedang melakukan olahraga push-up ranjang dengan kecepatan cahaya.


"Aahhhhhhhhh" teriak keduanya, saat Jutaan Kecebong mini berlomba-lomba mencapai garis finish.


Raiden menyaksikan pergu*atan panas antara Ayahnya dan juga Nimar, dengan perasaan yang sangat sakit.


Air matanya menetes keluar, dia menekan dadanya yang sangat sesak dan sakit itu.


Melihat Nimar, wanita yang selama ini menemaninya, sedang melakukan smack down dengan sang ayah.


"Tuhan, apa kah ini yang di rasakan Ameera, saat ia menyaksikan aku dan Nimar dulu di atas ranjang? Rasanya begitu sakit, Tuhan... Meskipun aku tidak memiliki rasa cinta dengan Nimar, namun melihat semua ini aku tetap merasakan sakit. Apa lagi Ameera yang saat itu sangat mencintaiku dengan tulus. Melihat suaminya sendiri di atas ranjang dengan sahabat baiknya sendiri. Pasti jauh lebih menyakitkan dari yang aku lihat dan aku rasakan sekarang ini" Gumam Raiden dalam hati dan menekan dadanya yang seperti tersayat ribuan pisau.


"Apa kalian menikmatinya???" ucap Raiden


Mendengar suara, Ayah Raiden dan Nimar terkejut melihat kedatangan Raiden.


Mereka langsung duduk, mencabut penyatuan mereka yang saat itu masih tertanam. Dan menarik Selimut untuk menutupi tubuh tela*jang mereka.

__ADS_1


Keringat keduanya mengalir dengan deras, selain keringat berbagi peluh, itu juga keringat dingin karena ketakutan telah kepergok Raiden.


__ADS_2