Sistem Dewi

Sistem Dewi
The End


__ADS_3

Saat waktu menjelang pukul 2 dini hari, Alyssa terbangun dari pingsannya. Alvin lega akhirnya istri tercintanya itu sudah sadar.


Namun ia melihat raut wajah Alyssa yang tiba-tiba sendu dan matanya mengembun, ia bergegas menggenggam tangan Alyssa.


"Sayang, ada apa? Ceritakan padaku, apa kamu punya masalah? Atau kamu merasakan sakit di tubuhmu? Di mana yang terasa sakit?" tanya Alvin beruntun.


Namun Alyssa justru menangis dalam diam. Alvin tidak tega melihat istrinya seperti ini. Ia kemudian menghapus air mata yang jatuh di wajah cantik istrinya itu dengan ibu jarinya.


"Sayang, aku ada di sini untukmu. Jika kau memiliki masalah, berbagi denganku agar kau merasa lega. Jangan kamu pendam sendirian, kasihan baby twins di dalam perut mu. Mereka pasti ikut merasakan sedih juga" ucap Alvin dengan lembut dan mengelus Surai sang istri


Ucapan Alvin bak cipratan air yang membangunkan paksa atas mimpi buruk yang ia alami. Alyssa menunduk menatap perut buncit yang sudah membesar.


"Maafkan Bunda sayang" ucap Alyssa lirih sambil mengelus perutnya.


Ia melupakan jika ada dua kehidupan yang ada di dalam perutnya. Alyssa merutuki dirinya sendiri karena lupa akan hal itu karena terlalu bersedih di tinggal sistem.


"Kalau kamu tidak ingin cerita, tidak apa-apa. Tapi jangan sampai kamu kepikiran dan stres, Kasihan Baby Twins. Dan aku juga tidak ingin melihat kamu menangis sayang. Itu sangat menyakitkan untukku" ucap Alvin.


"Maaf, aku larut dan kepikiran mimpi buruk kehilangan orang yang aku sayang" ucap Alyssa.


"Itu hanya bunga tidur, tidak ada yang meninggalkan kamu" ucap Alvin mencoba menenangkan istrinya.


Alyssa menghela nafas, ia mungkin bersedih. Namun ia juga tidak bisa berbuat apa-apa dengan kepergian sistem. Ia juga tidak ingin kesedihannya mempengaruhi kedua anaknya yang belum lahir.


Mungkin ini saatnya untuk ia belajar mengikhlaskan sistem. Namun ia akan menyimpan kenangan bersama sistem di dalam hatinya. Baginya Sistem adalah bagian dari dirinya, yang menghilang lebih dulu.


....


Alyssa, Alvin, Mina dan Jodi saat ini menaiki mobil menuju ke rumah. Alyssa tidak jadi di rawat di rumah sakit, karena ia merasa dirinya sudah baik-baik saja, jadi mereka pulang ke mansion.


Sesampainya di mansion, Alyssa tertegun saat mobil baru memasuki halaman mansion. Alvin keluar duluan kemudian membuka pintu untuk istrinya dan menyodorkan tangannya.


"Silahkan tuan putri" ucap Alvin tersenyum manis.


Alyssa tersipu malu sambil menerima uluran tangan Alvin. Ia sangat terkejut, kagum sekaligus tidak percaya apa yang ia lihat. Ia berpikir, kapan suaminya menyiapkan ini semua?


seluruh taman di hiasi berbagai macam bunga warna warni. Bahkan ada tanaman yang yang di pangkas hingga membentuk namanya dan juga Alvin dengan di kelilingi lampu. Lilin yang memanjang dari ujung halaman hingga ke teras rumah.


"Karena mengingat kondisi mu yang belum sehat, aku tidak jadi mengajakmu keluar. Jadi aku memberikan kejutan untukmu di sini sebagai gantinya" ucap Alvin.


Alyssa terharu, ia menggenggam erat tangan Alvin. Alvin tersenyum manis sekali sambil menatapnya.

__ADS_1


"Ayo masuk!" ajak Alvin menarik lembut tangan istrinya untuk masuk.


Ia tidak memberikan kesempatan Alysaa untuk mengatakan terimakasih.


Alyssa masuk, namun tidak ada apa-apa di sana. Alvin mengajaknya menuju kamar di lantai dua, kamar mereka sebelum Alyssa hamil lalu menempati kamar di lantai bawah untuk kenyamanan dan keselamatan ia dan Baby Twins.


Alvin meminta Alyssa membuka pintu, begitu pintu di buka. Alyssa menutup mulutnya. Kamar di penuhi dengan kelopak bunga mawar, di lantai dan juga di ranjang.


Ada ukiran angsa yang berciuman, sama seperti kamar pengantinnya dulu. Namun di dinding ada dekorasi pernak-pernik ucapan selamat ulang tahun.


Lilin khusus mengitari setiap tepi kamar, Jendela kamar di buka, begitupun pintu kaca terbuka lebar memperlihatkan arah balkon.


Alyssa melangkah ke sana. Ada meja kecil dan dua kursi di balkon dengan taburan kelopak bunga. Ada kue ulang tahun dengan lilin menyala di atasnya. Tak lupa ada seikat bunga mawar merah di sana.


Alyssa berbalik untuk melihat sang suami. Ia lebih terkejut lagi saat melihat Alvin, suaminya itu membawa mahkota bertabur berlian yang kemudian di pakaikan padanya.


Lalu ia menunjukan kalung berlian sederhana namun sangat indah dan cantik.


Mahkota itu, khusus di pesan oleh Alvin untuk sang istri tercinta hingga merogoh kocek sangat-sangat dalam. Jauh melebihi anggaran pemerintah 😂


"Selamat ulang tahun istriku, ibu dari anak-anakku. Kau akan selamanya menjadi ratu di rumah ini, di hati ini dan di hati anak-anak kita. Aku berharap kita hidup bahagia dan semoga Tuhan memberikan kita umur yang panjang dan menjalani hidup bersama hingga menua bersama, melihat anak, cucu tumbuh dewasa dan bahagia. Aku mencintaimu Ica, sangat sangat mencintaimu" ucap Alvin.


Setetes air mana menetes di pipi Alyssa, ia sangat terharu dengan apa yang di lakukan suaminya itu.


Keduanya kemudian meniup lilin, dan makan malam bersama di balkon. Suasana yang begitu romantis.


...••••...


Sebulan berlalu begitu saja, Alyssa kini tengah memperjuangan kelahiran buah hatinya.


Setelah lebih dari satu jam, Akhirnya kedua bayinya lahir dengan selamat dan mereka Kembar sepasang.


Mendengar suara tangisan bayi, semua orang di depan ruang bersalin menghela nafas lega dan bersyukur atas lancarnya kelahiran anak sultan kaya raya itu. Namun mereka masih cemas karena belum tahu kondisi Alyssa.


"Alvin, bagaimana keadaan Cucu dan Cicit nenek?" tanya Ningrum begitu pula Hartono dan yang lainnya.


"Ica dan Twins baik-baik saja nek, kek" ucap Alvin yang sedikit lemas setelah melihat dan menemani perjuangan sang istri.


Ia baru tahu, jika melahirkan itu membutuhkan perjuangan ekstra besar dan mempertaruhkan nyawa.


Oleh sebab itu ia berjanji tidak akan menyakiti dan akan terus menjaga, istri dan anak perempuannya. Karena perjuangan perempuan sangatlah berat.

__ADS_1


Ia juga akan mendidik anak laki-lakinya agar menjadi laki-laki kuat, yang akan menjaga ibu dan adik perempuannya dengan baik di masa depan.


Kini semuanya sudah berada di ruangan rawat inap VVIP di Health Hospital


"Siapa nama bayi gembul ini, Al? Siapa yang lahir duluan? Yang cewe apa cowo?" tanya Enzy saat ia menggendong anak yang di bedong dengan kain berwarna pink. Sedangkan Ayu menggendong bayi dengan kain berwarna biru.


"Kakaknya yang laki-laki namanya Adicandra Saga Ardhana, di panggil Candra. Sedangkan adiknya yang perempuan namanya Adikirana Cecilia Ardhana, di panggil Kirana" ucap Alyssa tersenyum.


"Nama yang bagus, Candra-Kirana" ucap yang lain mengangguk setuju.


Alyssa tersenyum, ia menatap ke atas sejenak. Ia memberikan nama itu, karena teringat mimpinya tentang sistem Beberapa hari lalu, yang juga turut bersuka cita untuk kelahiran anak Alyssa dan Alvin.


Meskipun di mimpi itu hanya gelap dan hanya terdengar suara sistem yang mengatakan. Akan mengingat Alyssa dan kedua anaknya yang di berikan nama Adicandra dan Adikirana. Yang artinya Cahaya Rembulan dan Bintang yang bersinar.


Oleh sebab itu, Alyssa mengatakan pada suaminya saat ia terbangun, jika Baby Twins lahir, ia akan membagikan nama depan itu pada anaknya dan Alvin setuju.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


...~END~...

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca karya pertama Author semuanya😘 Akhirnya tamat juga😂🤭


Terimakasih atas dukungan kalian, sayang kalian banyak-banyak 🤗🤗


__ADS_2