Sistem Dewi

Sistem Dewi
memberikan pelajaran


__ADS_3

Mendengar teriakan dan suara dingin Alvin, Sonia merasa ketakutan.


"Sayang, apa yang mereka lakukan padamu?" tanya Alvin


"Mereka memberikan obat perangsang di minumanku, lalu membawa lima pria itu untuk memperkosaku, lalu merekamnya. Tapi niat mereka sudah terbaca olehku" ucap Alyssa


"Kurang ajar, beraninya kau, Sonia!!" ucap Alvin "Doni, bawa mereka semua ke markas!!" perintah Alvin lagi, dirinya merasakan emosi yang meluap-luap sekarang.


Beraninya mereka ingin menyentuh kekasihnya, orang yang paling dia cintai. Dia ingin segera menguliti orang-orang ini. Pikir Alvin


"Tunggu!!" ucap Alyssa


"Kenapa kau menghentikanku?" tanya Alvin


"Aku akan memberikan pelajaran dulu pada mereka, sebelum kau bawa mereka" ucap Alyssa


"Apa yang kau rencanakan?" tanya Alvin, dia paham jika gadisnya ingin melakukan sesuatu.


"Aku ingin mereka merasakan rencana mereka sendiri" ucap Alyssa


"Sistem, apa ada obat perangsang dosis tinggi?" ucap Alyssa dakam hati pada sistem


[ Menjawab Host, ada. Pil Afrodisiak, mengakibatkan pengguna merasakan efeknya sampai 12 jam setelah mengkonsumsinya. Harga 5juta/butir ]


"Beli 8 pil" ucap Alyssa


[ Pil Afrodisiak sudah di letakkan di ruang penyimpanan ]


"Enzy, tolong bawakan tasku kemari" ucap Alyssa


Enzy mengambil tas nonanya, dan memberikannya pada Alyssa.


Alyssa berpura-pura mengambil Pil, dari dalam Tas nya. Lalu memberikannya pada Enzy.


"Minumkan pada mereka masing-masing satu butir" ucap Alyssa


"Baik, Nona" ucap Enzy, melakukan apa yang di perintahkan nonanya


"Pil apa itu?" tanya Alvin


"Kau akan tahu sendiri nanti" ucap Alyssa


Tak berselang lama, efek obat mulai bereaksi. Alyssa menyuruh anak buah Enzy untuk membawa mereka berkumpul menjadi satu.


Alyssa juga memerintahkan anak buah Enzy untuk merekam kegiatan mereka. Setelah itu sebarkan video itu ke media sosial.

__ADS_1


Setelah efek mereda, anak buah Alvin akan membawa mereka, ke markas. Dan akan mendapat hadiah dari Alvin karena sudah berani menyakiti wanitanya.


Alvin segera membawa Alyssa pergi dari sana, dua membawa mobil Alyssa. Di dalam perjalanan, Alyssa selalu terdiam melihat keluar jendela.


sampai di kamarnya, Alyssa langsung masuk ke mandi. Alvin yang melihat itu merasakan khawatir terhadapnya.


Setelah selesai mandi, Alvin membawa Alyssa mendekat dan duduk di sampingnya, lalu menggenggam tangan Alyssa.


"Kau kenapa? Kenapa kau diam saja dari tadi?" tanya Alvin


"Aku hanya memikirkan, apa ada yang salah denganku. Kenapa akhir-akhir ini banyak sekali kejadian buruk menimpaku" ucap Alyssa


"Tidak ada yang salah denganmu, itu hanya salah orang-orang yang cemburu melihat kamu begitu sempurna. Jangan terlalu di pikirkan, oke" ucap Alvin


"Alvin" ucap Alyssa


"Hmm, kenapa?" ucap Alvin memandang Alyssa dengan lembut.


"Seandainya aku tidak peka dengan insiden tadi, lalu aku terjebak dan di gilir 5 orang, setelahnya. Apa yang akan kamu lakukan? Apa kau akan meninggalkanku dan merasa jijik denganku?" tanya Alyssa


Alvin terkejut dengan pertanyaan Alyssa. Apa yang akan dia lakukan jika itu sampai terjadi?


"Aku tidak akan meninggalkanmu, aku akan menerimamu apa adanya. Bohong jika aku tidak merasa marah atau kecewa, tapi rasa cintaku padamu tak hanya sebatas seberapa suci wanita yang aku cintai, manusia pasti melakukan kesalahan, bukan? Bahkan jika itu sampai terjadi, mungkin aku hanya menyalahkan diriku sendiri karena tidak bisa menjaga dirimu. Aku tidak akan meninggalkanmu atau merasa jijik denganmu, mungkin aku hanya akan melampiaskan emosiku dengan membunuh orang yang menjebakmu, melenyapkannya beserta keluarganya" ucap Alvin


"Apakah aku seberharga itu untuk di pertahanankan?" tanya Alyssa


Alyssa mengangguk dan membenamkan dirinya dalam pelukan hangat Alvin.


______________


Pagi hari Kota M


Hanin menjalani hari-harinya dengan santai. Selain mengajar dia sekarang lebih sering bertemu dengan Kenan.


Kenan yang memang sudah memutuskan untuk mengejar cinta Hanin, dia bahkan lebih sering bekerja di kantor cabang Kota M, sekarang.


Seperti saat sekarang, dia memiliki janji dengan Hanin untuk mengajaknya menonton Film yang baru rilis.


Hanin sendiri tidak memikirkan banyak hal, baginya kenan adalah seorang teman yang sangat baik dan ramah.


"Apakah sudah menunggu lama?" ucap Hanin yang baru keluar dari Apartement nya dan masuk ke dalam mobil Kenan


"Tidak, aku baru sampai" ucap kenan mengembangkan senyumnya yang manis dengan lesung pipi di kedua sisi pipi nya.


Hanin sempat tertegun sesaat melihat senyum indah Kenan.

__ADS_1


"Kamu serius mengajakku nonton?" tanya Hanin


"Tentu saja, apa kau tidak suka menonton? kalau begitu kita tidak usah menonton" ucap Kenan


"Aku suka nonton kok, Udah lama juga nggak nonton di bioskop. Tapi apa kita tidak ketuaan untuk nonton film?" ucap Hanin


"Kau masih muda kok, cantik lagi. Kau terlihat seperti anak kuliahan" ucap Kenan tersenyum


"Hahaha mulutmu manis sekali ya" ucap Hanin tertawa.


Kenan mengemudikan mobilnya menuju AKM Mall, mereka saling mengobrol tanpa kecanggungan di antaranya.


Mereka menonton film genre komedi romantis, mereka sudah seperti pasangan muda. Orang lain melihat mereka terlihat sangat serasi dan romantis.


Tak terlihat jika Hanin lebih tua tiga tahun dari Kenan. Itu karena efek Pil kecantikan yang Alyssa berikan.


Bahkan saat Kenan mengetahui, usia asli dari Hanin, dia terkejut dan tidak percaya. Jika saja Hanin tidak memperlihatkan kartu identitasnya, Kenan tidak akan percaya, dan menganggapnya bercandaan saja.


Pada akhirnya, Kenan tetap berkomitmen mengejar cinta Hanin. Walau ia tahu jika Hanin adalah seorang janda.


"Hanin, iklan Alyssa akan mulai rilis besok. Perusahaan cabang juga akan mulai beroperasi. Jika kau tak keberatan, aku ingin mengajakmu di acara peresmian menjadi pasanganku di acara" ucap kenan penuh harap


"Tapi, apa aku tidak membuatnya malu dengan membawaku ke sana?" ucap Hanin


"Tentu saja tidak, bagaimana?" tanya Kenan lagi


"Baiklah" ucap Hanin


Kenan yang mendengar itu sangat senang. Dia merasa satu langkah lebih dekat lagi dengan Hanin


¤


Sebuah Mansion mewah di Ibukota,


"Ayah, aku pulang" ucap seorang pria paruh baya


"Anak nakal, kau baru ingat untuk pulang mengunjungiku" ucap pria tua, memegang tongkatnya dan memukul ringan pria paruh baya di depannya


"Aduh ayah, ampun. Maafkan aku ayah, pekerjaanku sungguh sangat banyak. Ibu tolong aku!" ucap pria paruh baya lagi.


"Har, sudah maafkan anakmu, dia memang benar-benar sibuk setelah mengambil alih bisnismu" ucap wanita tua


"Ningrum, aku tak bisa bisa menolak jika kau sudah berbicara" ucap Hartono menarik tongkatnya, Ningrum hanya tersenyum melihat itu.


"Yoga, kamu mandi dulu sana. Anak dan istrimu sudah menunggumu di taman belakang. Sebentar lagi makan siang siang, kita makan bersama" ucap Ningrum

__ADS_1


"Baik Bu" ucap Yoga, dia melangkah menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


__ADS_2