Sistem Dewi

Sistem Dewi
Pertemuan Azka dan Ameera


__ADS_3

Para Koki pribadi hari ini memasak berbagai hidangan, untuk menyambut kedatangan Nyonya Besar mereka.


Terlihat berbagai hidangan tradisional yang sangat lezat, memenuhi meja makan yang besar itu.


Meja itu terdiri dari 12 kursi, Alyssa membiarkan kursi utama untuk di duduki mamahnya. Dia duduk di sebelah kanan, dan membiarkan 2 kursi kosong di depannya yaitu milik Azka dan Alex.


Mereka berdua sedikit telat datang, karena masih dalam perjalanan setelah meeting dengan mitra bisnis di luar.


Alyssa sengaja tidak memberi tahu Azka, mengenai mamah mereka. Dia ingin memberikan kakaknya itu kejutan.


Meja makan sekarang sudah di tempati 5 orang, dimana Alyssa, Ameera, Enzy, Rara dan Dion sudah duduk di kursi mereka.


"Kakak ini siapa, Nona?" tanya Dion


"Dion, itu tidak sopan" ucap Enzy menegur Dion, meslipun sebenarnya dia juga penasaran, siapa wanita cantik yang sekilas mirip dengan nonanya itu.


Dan mengapa wanita itu bisa duduk di kursi milik Alyssa. Dan Nonanya terlihat tidak keberatan sana sekali.


Begitupun dengan Ameera yang sejak dia datang ke rumah ini, belum sempat bertemu dengan mereka. Karena baik Enzy maupun Rara, sedang bekerja di perusahaan saat dia datang.


Sedangkan Dion, dia belum kembali dari tempat latihan taekwondonya yang baru.


"Ah maaf, aku lupa belum memperkenalkan pada kalian. Ini adalah mamah kandungku, Ameera. Aku akhirnya berhasil menemukan mamah berkat bantuan Alvin, siang tadi" ucap Alyssa


Mereka semua terkejut, terutama Rara dan Dion. Bagaimana tidak? Ibu kandung Nona mereka sangat muda, bahkan mungkin seumuran dengan Rara atau Enzy.


Di umur berapa mamah Alyssa melahirkan Alyssa? Begitu pikiran mereka.


Berbeda dengan Enzy, yang meskipun terkejut, namun dia ikut merasa bahagia melihat nonanya menemukan ibu yang dia cari-cari selama ini.


Dan mengenai penampilan Ameera yang sangat muda. Enzy yakin, sudah pasti ini campur tangan dari obat ajaib milik nonanya.


"Selamat datang nyonya. Saya Enzy, Asisten pribadi dan orang kepercayaan Nona Alyssa" ucap Enzy menunduk hormat


"Halo Enzy" jawab Ameera tersenyum ramah


"Dan untuk kalian, tidak usah kaget. Nona Alyssa adalah Jenius pengobatan dan meracik obat. Sudah pasti Nona memberikan obat awet muda untuk Nyonya. Aku sudah pernah menyaksikannya" ucap Enzy lagi


"Ah, iya kau benar. Selamat Datang di rumah Nyonya, saya Rara pengawal pribadi Nona Alyssa" ucap Rara setelah sadar.


"Selamat datang di rumah Nyonya, saya Dion keponakan Kak Enzy. Maafkan kelancaranku barusan" ucap Dion

__ADS_1


"Halo Rara, Dion, senang melihat kalian semua. Terimakasih sudah menjaga Alyssa dengan Baik" ucap Ameera


"Justru kami yang berterimakasih pada Nyonya, sudah melahirkan Nona Alyssa yang sangat cantik dan sangat luar biasa di segala hal. Kami justru sangat bersyukur di terima dengan baik di sisi Nona Alyssa" ucap Enzy, Dion dan Rara mengangguk setuju.


"Baiklah, mulai dari sekarang kalian bagian dari keluarga ini" ucap Ameera tersenyum tulus.


"Ngomong-ngomong kenapa belum mulai makan malamnya?" tanya Ameera lagi


"Kita masih minggu dua orang lagi, mah. Mereka masih dalam perjalanan pulang" ucap Alyssa, Ameera mengangguk.


5 menit kemudian, Pintu mansion di buka dari luar. Azka dan Alex melangkah masuk dengan langkah lelahnya.


"Kakak mandi sebentar Al. Bau keringat, polusi dan kawan-kawannya nih badan, nggak banget" ucap Azka teriak tanpa melihat dan mengamati siapa saja di meja makan.


"Ya, jangan lama-lama kak" ucap Alyssa


Setelah beberapa saat, Azka dan Alex turun tangga dari kamar masing-masing degan keadaan segar setelah mandi. Dan melangkah ke meja makan dan menarik kursi kemudian duduk.


Azka baru sadar jika Adiknya duduk di depannya, tidak seperti biasanya di kursi utama. Azka kemudian menoleh untuk melihat siapa yang berani, duduk di kursi utama.


Namun, pupil mata Azka tiba-tiba membesar, detik kemudian dia menghamburkan dirinya ke pelukan Ameera.


"Mamah, ini beneran mamah kan?" ucap Azka menangis.


Wajah ini yang selalu menghias masa kecil Azka, yang selalu dia Rindukan dan selalu muncul di mimpi setiap malamnya.


Ameera yang tiba-tiba di peluk melirik ke arah Alyssa, karena dia tidak tahu apa yang terjadi dan bingung, kenapa pria ini memeluk dan memanggilnya mamah.


Alyssa hanya tersenyum dan menggerakkan mulutnya, dan berkata "Azka" Seketika itu Ameera terkejut, saat tahu pria yang memeluknya ternyata adalah putranya, Azka.


Ameera langsung membalas memeluk Azka dengan erat dan ikut menangis terisak haru.


"Kamu Azka, putra mamah? Kau sudah besar sekarang dan sangat tampan nak" ucap Ameera di sela tangis harunya.


"Iya ini Azka mah. Mamah kemana aja? Kenapa baru pulang? Azka sangat rindu mah, selama ini Azka kira mamah sudah nggak ada, hiks" ucap Azka dalam tangisnya


Alyssa kemudian ikut menepuk pundak Kakaknya itu. Dia tidak mengganggu temu kangen antara ibu dan anak itu.


Dia mengerti perasaan kakaknya, setelah sekian lama tidak bertemu dengan mamah mereka.


Pasti sangat berat hidup belasan tahun tanpa kasih sayang ibu.

__ADS_1


Setelah acara temu kangen, mereka kemudian melanjutkan acara makan bersama dan mengobrol.


Saat ini semuanya sedang dalam keadaan yang sangat haru bahagia.


Setelah makan malam, Alyssa, Azka dan Ameera beranjak menuju ruang kerja pribadi Alyssa.


"Mah, mamah kenapa terlihat sama seperti yang di photo? Tidak menua sama sekali?" tanya Azka


"Tanyakan masalah pada adikmu" ucap Ameera


Mendengar itu, tatapan Azka beralih ke Alyssa, menuntut penjelasan.


"Aku memberikan mamah obat untuk mengembalikan elastisitas kulit, dan membuat mamah kembali terlihat muda. Bukankah kau sudah melihat Tante Hanin dan mamah Sandra? mereka juga mengkonsumsi obat yang sama, yang aku racik" ucap Alyssa


"Woaahh, Al entah beberapa kali aku harus merasa kagum terhadapmu. Aku jadi minder. Awalnya aku pikir Tante Hanin seumuran denganku. Mamah Sandra juga, aku pikir dia istri kedua papah Erick, uuupppss. Ngomong-ngomong kenapa kamu nggak buka Klinik kecantikan atau perusahaan produk kecantikan saja?"


"Bahan obat itu sangat mahal, ratusan juta untuk membuat setiap butirnya. Sejujurnya aku tidak masalah membuka anak perusahaan baru di bidang produk kecantikan. Tapi aku balikan pertanyaan ke kakak. Apa kakak sanggup beban kakak di perusahaan Nambah?" ucap Alyssa menarik turunkan Alisnya.


"Ah, terimakasih banyak adikku sayang. Pekerjaan yang kamu kasih, sudah membuat banyak waktuku tersita, yang ada aku mati muda, dan sudah mencari pendamping. Minta Alex atau Rara saja yang mengurusnya, jika benar-benar kau ingin membuka perusahaan itu" ucap Azka bergidik ngeri.


"Ha-ha-ha Kau lucu sekali Kak, kamu yang memberikan ide, tapi kau sendiri tidak mau ikut mengelolanya" ucap Alyssa


"Kamu aja yang urus perusahaan, emang urus perusahaan kamu yang besar itu nggak susah apa? Kamu sih enak kerjanya nyantai" Gerutu Azka


"Oh ya pasti bos mah bebas, dong. Yang paling penting, aku tetap bisa mengontrol semuanya di balik layar, dan memberikan arahan pada mereka" ucap Alyssa mengangkat bahu


"Sudah-sudah, kalian ini malah ribut. Azka, kau sebagai kakak bantulah adikmu, mengurus perusahaan. Dan Alyssa kau jangan terlalu menjahili kakakmu, dia juga harus mencari pasangan di umurnya yang sekarang" ucap Ameera


"Baik Mah" ucap mereka serempak, mereka tak berani membuat mamah mereka marah.


Kalau mamah kabur, bisa gawat. pikir Azka dan Alyssa


Seandainya Ameera mendengar itu, pasti entah harus tertawa atau menangis.


"Mah, boleh aku dan Kakak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan mamah saat mamah hilang?" tanya Alyssa


Walaupun Alyssa sudah mengetahuinya dari data yang dia dapat lewat keterampilan pemindai.


Namun dirinya hanya tahu garis besarnya saja. Dan ia ingin mendengar cerita lengkapnya dari mulut mamahnya sendiri.


Dia berjanji akan menuntut keadilan untuk mamahnya. Dan membuat dalang di balik semua skema pelik ini, menerima balasan 100x lipat dari penderitaan orang-orang yang dia sayangi.

__ADS_1


"Mamah akan menceritakan semuanya kepada kalian, karena kalian sudah dewasa sekarang, jadi kalian sudah bisa mencerna apa yang terjadi" ucap Ameera menghela nafasnya berat.


__ADS_2