Sistem Dewi

Sistem Dewi
Alyssa belum puas


__ADS_3

Alyssa dan Alvin kini sedang berada di ruangan khusus di markas milik Alvin.


Karena banyaknya darah yang mengenai tubuhnya, Alyssa mencegah Alvin untuk mendekatinya sebelum ia membersihkan dirinya terlebih dahulu.


Setelah Alyssa selesai membersihkan diri, Alvin juga sudah selesai mandi di kamar mandi yang lain.


Mereka berdua kemudian keluar dari markas untuk makan malam bersama, sebelum kembali ke ruangan bawah tanah. Karena Alyssa belum puas untuk bermain dengan mainannya itu, dan ia juga butuh tenaga untuk melakukannya.


Alvin saat ini membawa Alyssa ke sebuah cafe di daerah selatan ibukota, tak jauh dari hutan tempat markas Alvin berada.


Saat mereka berdua masuk ke kafe, semua pengunjung saat itu menoleh ke arah mereka, memandangnya dengan penuh takjub. Beberapa orang di antaranya mengenali Alvin dan Alyssa sebagai CEO dan juga Model terkenal tahun lalu itu.


Tak sedikit orang mencoba mengambil gambar, dan mengupload nya ke media sosial milik mereka. Yang pastinya akan Viral lagi sebagai berita terhangat. .


Setelah memesan makanan yang ada di menu, yaitu spagetti, kentang sosis mix, geprek ayam, orange juice, Coffe ice blend dan juga air mineral.


Setelah Hari sudah cukup malam, Alvin ingin mengantar Alyssa pulang. Namun Alyssa menolak karena ingin kembali ke markas.


Alvin mengiyakan, meskipun ia takut jika Alyssa sakit karena terlalu kelelahan dan juga kurang tidur. Namun Alvin tetap menuruti kemauan wanitanya itu, Alyssa juga berjanji dia akan menyelesaikannya secepat mungkin.


...


Berbeda dengan Alyssa, saat ini Noah tengah berbahagia, karena ia telah mendapatkan restu dari kedua orangtua dan juga kakeknya.


Ia secepatnya menghubungi Ameera untuk memberitahu kabar gembira ini.


"Halo Noah" ucap Ameera


"Halo sayang, apa kau sudah tidur?" tanya Noah


Meskipun Noah sering memanggilnya dengan sebutan sayang, namun Ameera masih saja deg-deg an. Mungkin benar kata orang, saat ini ia mengalami masa puber ke 2.


"Ada apa Noah?" tanya Ameera, mengondisikan degup jantungnya


"Jangan panggil Nama dong sayang, panggil aku Sayang, Honey, atau Bunny gitu" ucap Noah


"Astaga, menggelikan sekali kau ini" ucap Ameera memutar matanya


"Ayolah sayang, pilih salah satunya" ucap Noah tidak menyerah


"Ya, kalau begitu aku panggil Mas Noah aja" ucap Ameera


"Isshh, kenapa nggak Honey atau bunny gitu" ucap Noah

__ADS_1


"Aku sudah tua Mas, menggelikan tahu nggak" ucap Ameera


"Di mataku kamu tetap gadis kecilku sayang" ucap Noah lembut


"Udah ah, gombal terus. Ada apaan telepon malam-malam?" ucap Ameera


"Aku ingin memberitahu, jika orangtua dan kakek ku menyetujui dan merestui hubungan kita. Besok malam aku dan keluarga akan datang ke rumah orangtuamu" ucap Noah


"Benarkah, syukurlah kalau begitu" ucap Ameera


Rasa gelisah di hatinya perlahan menghilang. Tidak bisa di bohongi jika sebelum Noah mengatakan hal ini, hatinya gelisah takut keluarga Noah tidak bisa menerimanya.


...


Mobil Alvin kini sudah terparkir di depan markas. Mereka berdua langsung masuk dan melangkah menuju ruang bawah tanah.


Sudah 4 jam setelah Arumi minum Pil darah, jadi efek sakit dari lukanya perlahan muncul kembali.


"Ssshhh Periihhh, sakiiittt Hiks-hiks" terdengar suara erangan dan tangisan Arumi.


Alyssa dan Alvin langsung masuk ke dalam ruangan itu. Melihat Alyssa dan Alvin kembali lagi, Arumi terlihat ketakutan dan juga menatap keduanya dengan penuh kebencian.


"Cih, kenapa kalian kembali Shhhh? Dan kau Alvin, aku tidak menyangka Ssshhh Sakittt sekali Hiks. Kau memperlakukan wanita yang mencintaimu sedemikian rupa, Alviiin!!!" ucap Arumi terisak


"Sakit, lepaskan tanganmu ja**ng! Mau apa kau" ucap Arumi sedikit ketakutan. Ia ingin memberontak namun ia tidak bisa bergerak saat ini.


"Ah, aku hanya ingin memberikanmu obat saja kok" ucap Alyssa memaksa Arumi menelan obatnya.


Arumi saat ini merasakan panas di sekujur tubuhnya, sama seperti saat ia di siram air panas beberapa waktu lalu. Namun kali ini rasa panasnya itu lebih dari di guyur menggunakan air mendidih itu.


"Aarrgghhh... Panaaasss, Aakkhh per-riih...Gataal Hiks, sakittt Tolong!! Siapapun tolong aku!!" ucap Arumi...


Perlahan tapi pasti, sekujur tubuh Arumi memerah, melepuh, menggelembung lalu pecah mengeluarkan darah dan nanah. Lebih parah lagi, di bagian bekas luka yang menganga, sakitnya berkali lipat.


Teriakan memilukan terdengar begitu keras, saat Arumi mengerang kesakitan.


Sedangkan Alyssa hanya tersenyum saja. Alvin baru melihat reaksi obat dari Pil pelepuh terkejut dan menganga.


"Apa itu obat yang kamu buat baru-baru ini dari bahan yang aku cari?" tanya Alvin


"Bukan, obat yang ini sudah cukup lama aku buat. Ini namanya Pil pelepuh, efeknya seperti yang kau lihat. Apa kamu tidak apa-apa menyaksikan ini?" ucap Alyssa


"Aku tidak apa-apa, meskipun sedikit jijik sih" ucap Alvin jujur.

__ADS_1


"Oh baguslah, kau tidak seperti kakakku yang penakut he-he" ucap Alyssa terkekeh


"Maksudmu Kak Azka?" tanya Alvin penasaran


"Ya, dulu aku suruh Kak Azka meminumkan Pil pelepuh ke Nimar dan Miko. Kau tahu? Setelah efeknya mulai, Kak Azka mual-mual dan lemas. Aku tahu jika selama beberapa hari dia tidak bisa tidur karena menyaksikan adegan itu" ucap Alyssa


"Kau jahil sayang" ucap Alvin mencolek hidung Alyssa


"Tidak! Suruh siapa kak Azka maksa aku ingin ikut menyiksa duo ular itu. Ya terima resikonya dong" ucap Alyssa tanpa rasa bersalah


"Kau sangat sadis saat menyiksa orang Ica" ucap Alvin


"itu lah aku, apa kau menyesal menyukai wanita sepertiku Alvin?" ucap Alyssa


"Tentu saja tidak. Aku tahu kau melakukan ini hanya pada orang-orang jahat saja. Aku tahu hatimu sangat baik dengan orang yang juga sayang padamu. Dan aku, akan terus mendukungmu apapun yang kau inginkan" ucap Alvin, Alyssa tersenyum mendengarnya.


Setelah menjerit kesakitan selama lebih dari setengah jam, Arumi pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakitnya.


Alyssa kemudian mengambil salah satu botol tabung tangsi tutup rapat. Botol itu berisi cairan berwarna hijau pekat.


"Aku lihat ini?" ucap Alyssa menunjuk pada Alvin, Alvin pun mengangguk.


"Ini namanya Cairan Q, ini obat yang aku buat dari bahan-bahan yang kau cari. Dan aku akan memberikannya pada Arumi sebagai kelinci percobaanku" ucap Alyssa


Alyssa kemudian menunduk, ia membuka mulut Arumi dan memasukan cairan itu. Alvin dan Alyssa melihat perubahan pada tubuh Arumi sekitar kurang lebih 1 menit.


Melihat efek dari obat itu Alvin membelalak kaget. Karena luka yang di sebabkan oleh Alyssa perlahan menutup kembali. Bahkan patah tulang juga sembuh seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya.


"Kalian di luar, masuk!" ucap Alyssa


Kedua 4 orang di luar masuk ke dalam ruangan di sana.


"Bawa Perempuan ini, letakan ia di depan pintu kediaman ibunya" ucap Alyssa


"Baik nona" ucap anak buah Alvin


"Sayang kenapa kau lepaskan wanita gila itu? Kalau sampai dia balas dendam dan menyakiti kamu gimana?" ucap Alvin tidak setuju Alyssa melepas Arumi apalagi kondisi Arumi saat ini sudah pulih.


"Alvin, percaya padaku. Ini adalah awal dari penyiksaan Arumi, aku akan menjelaskannya padamu. Ayo kita pulang ke mansionmu, aku hari ini tidur di sana. Aku ingin tidur sambil memelukmu" ucap Alyssa menggoda


"Kau sekarang mulai agresif, baiklah Ayo kita pulang sekarang" ucap Alvin tak menolak kesempatan yang sudah ia rindukan.


"Jangan berpikiran mesum, hanya tidur dan peluk aja" ucap Alyssa lalu bergegas keluar.

__ADS_1


Alvin terkekeh mendengarnya, wanitanya hari ini sangat menggemaskan.


__ADS_2