Sistem Dewi

Sistem Dewi
Luka Azka


__ADS_3

Azka bergegas pergi ke Apartement nya. Dia merasa emosinya sedang berada di puncaknya sekarang.


Dia mengingat dulu, dia sangat dekat dengan Nimar saat dia masih sangat kecil. Baginya Nimar adalah wanita yang sangat dia sayangi setelah ibunya dan adiknya.


Namun perasaannya berubah tepat saat 1 tahun menghilangnya mamah dan adik perempuannya.


Dia mendapati kenyataan jika orang yang sangat dia sayangi dan dekat dengannya, ternyata tidak sebaik yang dia kira.


Dia ingat dengan jelas Nimar berbicara di telepon saat itu.


#Flashback


"Kau benar, aku sebentar lagi akan menjadi nona Ardhana. Tentu saja dengan berita kematian Ameera, aku tidak memiliki pesaing untuk mendapatkan Raiden" ucap Nimar saat itu


"Tentu saja dia sangat bodoh, Ameera itu terlalu naif. Dia yang memintanya sendiri, siapa suruh dia berani merebut pria milikku" ucapnya lagi


"Aku senang Ameera sudah tidak ada di sini lagi, ini sudah satu tahun, aku pikir, itu cukup untuk Raiden move on, aku akan mendekati Raiden dan para tetua untuk mengatur pernikahan" ucap Nimar


Azka kecil saat itu terbangun dari tidurnya, sedang ingin pergi ke toilet, kebetulan kran kamar mandinya macet, jadi dia pergi ke kamar mandi di luar.


Kerabat keluarga saat itu sedang berkumpul, memperingati 1 tahun meninggalnya Ameera dan Alyssa


Saat melewati kamar tamu yang di tempati Nimar. Azka dengan jelas mendengar yang dikatakan Nimar.


Dia sangat marah saat itu, meskipun dia masih kecil namun sangat pintar, dia mengerti apa yang di katakan Nimar.


Sejak saat itu dia selalu menghindari Nimar bahkan sangat membencinya. Bagi Azka, Nimar adalah penyebab Mamahnya menghilang.


Bertahun-tahun berlalu, Azka merasa sangat lega saat papahnya menolak pernikahan yang di atur tetua.


Hubungan dia dan Papahnya cukup dekat sebagai ayah dan anak. Dan Azka sangat menghormatinya.


Dia tak melarang ayahnya menikah lagi, asal tidak dengan Nimar.


Namun beberapa minggu yang lalu, mengubah pandangannya terhadap papah yang sangat di hormatinya itu.


Saat itu, Azka pergi ke kantor papahnya dengan kebahagiaan di wajahnya, dia ingin memberitahukan tentang bisnis yang dia handle, sukses.


Azka membuka pelan pintu kantor Papahnya itu. Tapi saat itu dia malah melihat Papahnya dengan orang yang sangat dia benci dalam hidupnya, sedang bercumbu di dalam kantor.


Azka sekuat tenaga menahan emosinya saat itu. Ternyata yang di ucapkan Raiden padanya hanyalah kebohongan semata.


# Flashback off


"Aarrrrggghhh" teriak Azka dan memukul tembok yang mengakibatkan tangannya terluka.


"Brengsek!!!" ucapnya.


Dia menelepon kekasihnya Viona setelahnya, namun teleponnya tidak di angkat.

__ADS_1


Azka membutuhkan tempat sandaran keluh kesah saat ini. Luka yang masih terbuka di jemari tangannya, dia membiarkannya begitu saja.


Azka mengambil kunci mobilnya, bergegas menuju Apartement Viona. Dia ingin sebuah pelukan yang memenangkannya.


Namun kenyataan pahit, lagi-lagi menimpanya. Saat di apartement Viona, dia melihat kekasihnya itu sedang berada di bawah kungkungan sahabatnya sendiri Glen.


Viona mendesah menikmati Glen yang berada di atasnya.


"Oohh, Glen" desah Viona


Dia tidak menyadari kedatangan Azka dan melihat semuanya perbuatan mereka.


Emosi Azka memuncak saat ini. Dia langsung menendang Glen dan memukulinya.


BUGH!!!


BUGH!!!


"Akkhhh..." teriak Viona, dia kaget dengan kedatangan Azka yang langsung memukuli Glen


"Azka! Tolong Hentikan" ucap Viona langsung memeluk Azka dari belakang, dengan tubuh telanjangnya itu.


Viona mencoba menghentikan Azka yang sedang membabi buta memukuli Glen.


"Lepaskan tangan kotormu ******!!!!" teriak Azka melepas dan mendorong kasar Viona, hingga jatuh tersungkur di lantai.


"Azka, dengarkan aku. Ini.. ini.. tidak seperti yang kamu lihat, aku... aku khilaf sayang, maafkan aku" ucap Viona menangis


"Tidak sayang, aku mohon maafkan aku, jangan tinggalkan aku!!" ucap Viona berlutut memeluk kaki Azka erat


"Dasar wanita menjijikkan, aku menyesal pernah mencintai ****** rendahan seperti kamu" Azka menendang Viona hingga tersungkur.


"Dan kamu Glen, sahabat macam apa kamu? menikung sahabatnya sendiri. Brengsek, mulai sekarang kita adalah orang asing, kau ku pecat!!! dan Kalian berdua keluar dari rumahku sekarang juga!!" ucap Azka


Memang benar, Glen adalah anak dari kalangan menengah bawah, Azka yang melihat sahabatnya kesusahan memberikannya pekerjaan dan tempat tinggal di salah satu Apartement nya.


Begitu pun dengan Viona, Apartement yang dia tempati sekarang adalah salah satu milik Azka.


"Dan kau Viona, aku akan mengambil kembali mobil dan kartu kredit yang ku berikan padamu. Kau tidak pantas mendapatkannya" ucap Azka


Viona membelakan matanya, dia sangat kaget mendengarnya. Kehidupan mewahnya Hilang dalam sekejap. Viona menyesali perbuatannya saat ini, menangis.


Mereka berdua memakai pakaian mereka dan dengan tidak berdaya, keluar dari Apartement tanpa membawa apapun.


"Aarrrgghhh, kenapa?? kenapa tuhan, kenapa?? Sekarang aku tidak punya siapa-siapa lagi untuk bersandar..Hiks..." isak Azka, dia menangis, terasa menyakitkan baginya.


Kejadian hari ini sungguh berat untuknya.


"Alyssa, ya, Aku masih memiliki Alyssa" Gumam Azka

__ADS_1


Dia mengambil HP nya dan segera menelepon Alyssa dan berharap dia mengangkatnya.


"Halo" ucap Alyssa


"Alyssa, aku membutuhkanmu sekarang. Bolehkah aku menemuimu?" ucap Azka


Alyssa merasakan ada yang tidak beres dengan Azka, entah kenapa hatinya tidak tenang.


"Tentu saja, aku ada di kota G saat ini" ucap Alyssa


"Aku akan segera kesana kalau begitu" ucap Azka


"Baiklah, aku akan mengirim Alamat tempatku berada. Hati-hati di jalan" ucap Alyssa


Azka segera memesan penerbangan hari ini, setelah mendapat tiket penerbangan 1 jam lagi. Yaitu jam sepuluh malam. Dia bergegas pergi ke airport.


__________


Di Hill's Villa, Alyssa sangat tidak tenang, dia mencemaskan Azka. Dari nada bicara Azka, sepertinya dia sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja.


Benar jika mereka belum mengetahui pasti mereka kakak beradik kandung atau bukan.


Tapi tetap saja dia khawatir, ada kemungkinan besar Azka adalah kakaknya.


Melihat Nonanya gelisah, Enzy mendekat dan membawakannya coklat panas.


"Nona, anda kenapa? Ini saya biarkan coklat panas, agar anda rileks" ucap Enzy


"Tidak ada apa-apa, terimakasih Enzy" ucap Alyssa


Dirinya menatap laut dari atas balkon kamarnya, udara saat ini sangat dingin.


Enzy memberikan selimut pada nonanya. Dia ingin bertanya namun hanya tertahan. Mungkin Nonanya membutuhkan waktunya sendiri.


¤


Azka yang sudah mendarat di Kota G setengah 12 malam, langsung bergegas naik taxi menuju Hill's Villa.


Setelah setengah jam perjalanan, dirinya sampai di Villa megah nan indah di pinggir pantai itu.


Azka masuk dengan mudah, karena sebelumnya Alyssa sudah meminta Enzy memberitahu penjaga dan resepsionis agar membiarkan Azka masuk ke Villa No.1


Dari atas balkon Alyssa melihat kebawah. Ada seseorang yang datang, itu adalah Azka.


Alyssa bergegas turun, dan membukakan pintu.


Saat pintu terbuka Alyssa terkejut dengan penampilan Azka sedikit berantakan dengan tangan penuh luka.


Dia mempersilahkan Azka masuk, dan mengambil kotak Obat untuk mengobati Azka.

__ADS_1


Alyssa membersihkan luka Azka dengan alkohol dan mengobati Azka dengan lembut. Entah kenapa Hatinya merasa sakit melihat Azka seperti ini.


__ADS_2