
"Gara-gara kamu, Ica tidak bisa lagi punya anak. Aku akan membunuhmu, ja**ng menjijikan" ucap Alvin dalam hatinya.
Alyssa yang mendengar ucapan hati Alvin, membola kaget.
Deg!!!
Rasa sakit menyelusup di dada saat mendengar ucapan Alvin barusan.
"Jadi ini yang di sembunyikan semua orang dariku?" ucap Alyssa dalam hati.
Enzy yang melihat Alyssa terus terdiam, mengerutkan keningnya heran. Tidak biasanya Alyssa diam saja. Terlihat Alvin juga tengah di liputi emosi yang membara.
Ceklek!!!
Tiba-tiba pintu terbuka dari luar, Sandra datang membawa 2 paper bag di tangannya. Namun mereka bertiga, tidak menyadari kedatangan Sandra di sana karena larut dalam pikiran masing-masing.
"Kalian bertiga sudah bangun? Bagus kalau begitu, ayok pada makan dulu. Mamah bawakan sarapan untuk kalian bertiga" ucap Sandra setelah masuk dan berjalan menuju ke sofa meletakan dua paper bag.
Namun ucapannya tidak mendapat respons. Ia melirik ke arah Alvin, yang saat ini sekuat tenaga tengah menahan emosinya.
Enzy sedang memandangi Alyssa dengan tatapan heran, ia masih belum sadar kedatangan Sandra. Sedangkan Alyssa saat ini tengah melamun, mencerna kembali berita yang ia terima pagi hari ini.
"Hei, apa kalian mendengarku?" tanya Sandra. Namun tetap tidak ada respon dari ketiganya.
BRAK!!!
Sandra menggebrak meja dengan keras.
"Eh kodok, loncat" ucap Enzy kaget, sedangkan Alyssa dan Alvin hanya terkejut namun tetap tidak membuka suara.
"Nyonya Ardhana, kau mengagetkanku saja. Untung aku tidak jantungan huft" ucap Enzy mengelus dadanya.
"He-he maaf" ucap Sandra tersenyum 2 jari
"Kapan Nyonya datangnya? Kok saya nggak tahu. Ujug-ujug Udah di sini aja" ucap Enzy
"Dari tadi lah, kalian bertiga kenapa bengong terus, sampe-sampe nggak tahu saya datang. Ayo sarapan dulu, mamah Udah bawa makanan banyak" ucap Sandra menata makanan di meja.
Sandra melirik Alvin dan Alyssa yang hanya terdiam dari tadi, menjadi kesal.
"Vin, are you, Oke?" ucap Sandra menahan kekesalannya, karena tidak di respons ucapannya.
"Hmm, Alvin sedang marah saat ini mah" ucap Alvin mencoba mengendalikan amarah di depan mamahnya.
"Ada apa?" tanya Sandra menatap wajah anaknya dengan serius.
"Kita sudah tahu dalang semua kejadian ini mah" ucap Alvin
__ADS_1
"Siapa???" ucap Sandra
"Anak teman mamah, Arumi" ucap Alvin tenang namun ia mengepalkan tangannya erat.
"Ma-maksudmu Arumi yang..." ucap Sandra terkejut dan juga geram
"Iya. Gara-gara dia mah, Ica celaka dan tidak bisa punya.... " ucap Alvin terpotong, dia hampir saja kelepasan, untung ia tersadar dan membekap mulutnya sendiri.
"Tidak bisa punya apa?" tanya Alyssa menatap ke arah Alvin, membuat Alvin meneguk salivanya takut.
"Ah sayang, tidak apa-apa kok. Kamu pasti lapar kan? Yuk kita sarapan dulu, mamah Udah bawa sarapan untuk kita" ucap Alvin mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Alvin" ucap Alyssa lembut
"Ya sayang kenapa?" ucap Alvin tak kalah lembutnya.
"Katakan apa yang selama ini kalian tutupi, atau jangan pernah menampakkan diri di hadapanku. Kau tahu, aku tidak suka ada yang menutupi hal penting dariku, di bohongi dan di khianati" ucap Alyssa menatap tajam Alvin.
Jujur saja Alvin terkejut, Alvin tahu apa yang di maksud Alyssa.
"Sa-sayang" ucap Alvin kaget
"Kau ingin mengatakannya sendiri atau aku yang mencari tahunya sendiri. Lalu aku akan pergi dari kehidupanmu selamanya" ucap Alyssa.
"Ica, sayang apa yang kamu bicarakan?" ucap Sandra ikut terkejut
"Kau juga Enzy, kenapa kau juga menutupinya dari ku. Kau tidak ingin menjelaskan semuanya padaku sekarang?" ucap Alyssa dia memanggil Enzy tidak memakai embel-embel kakak, karena sedang di liputi Amarah.
"Ma-maaf No-nona. Ak-aku akan memberi tahu anda semuanya" ucap Enzy menunduk.
"Biar aku saja yang mengatakannya" ucap Alvin menimpali.
Alvin memegang tangan Alyssa dan juga berlutut di bawah Ranjang Alyssa.
"Sayang, maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyembunyikannya darimu. Ak-aku hanya tidak ingin kamu terluka setelah mengetahuinya" ucap Alvin lembut dan menatap Alyssa sendu
"Kalau aku mengetahuinya dari orang lain, kamu pikir aku tidak terluka?" ucap Alyssa
"Maafkan aku" ucap Alvin menunduk
"katakan sekarang!" ucap Alyssa dingin
"Setelah kejadian itu, kamu terluka sangat parah dan kehilangan banyak darah. Beruntung Enzy tepat waktu datang membawa Pil darah dan Magic Liquid. Namun kamu masih koma setelah lukamu pulih. Dokter melakukan pemeriksaan padamu, dan mengetahui jika rahim kamu yang sebelumnya rusak atau hancur, kini menghilang seperti sudah di lakukan pengangkatan rahim. Dokter mengatakan kalau kamu tidak bisa mengandung, karena kamu sekarang tidak memiliki rahim" ucap Alvin menunduk menahan tangganya.
Alyssa yang mendengar itu sangat terkejut, namun ia hanya diam saja. Entah apa yang di pikirkan Alyssa saat ini.
"Sayang, kenapa kau diam saja? Tolong maafkan aku, menyembunyikan semua ini, aku juga yang mengakibatkan semua ini terjadi. Kalau saja kau tidak menyelamatkan aku saat itu. aku boleh memukulku, luapkan semuanya, asal kau tidak mendiamiku seperti ini" ucap Alvin Tak kuasa menahan tangis.
__ADS_1
"Tolong kalian semua keluar" ucap Alyssa masih dengan wajah dan suara datarnya.
"Sa-sayang..." ucap Alvin membelakan matanya kaget, saat Alyssa menyuruhnya keluar
"No-nona..." ucap Enzy
"Ica, sayang maafkan kami, kami tidak bermaksud..." ucap Sandra menangis
"Keluar!!!" ucap Alyssa menatap tajam kepada ketiganya
"Alvin, kita keluar dulu. Mungkin Ica hiks, butuh waktu sendiri" ucap Sandra
"Tapi mah" ucap Alvin
"Nyonya benar Alvin, kita sebaiknya keluar dulu" ucap Enzy, ia sempat melihat Alyssa yang kini diam menatap ke depan dengan tatapan mata kosong.
...
Setelah ketiganya keluar, Alyssa masih setia dengan pikirannya yang melayang jauh.
Dia tidak merasakan sedih, meskipun ia tidak bisa membohongi hati kecilnya yang saat ini terluka.
"Apa yang harus aku lakukan kali ini" ucap Alyssa lirih
"Aku tidak bisa punya anak? Hais, kenapa hatiku sakit sekali mendengarnya" Gumam Alyssa lagi.
"Apakah Alvin akan meninggalkan aku? Hah, tentu saja, siapa yang tidak ingin memiliki keturunan bukan? Kalaupun ia bertahan denganku, mungkin hanya rasa kasihan dan rasa bersalah saja. Huft, apa yang harus aku lakukan" Gumam Alyssa
Alyssa terus melamun, sampai beberapa saat kemudian. Ia mengingat sesuatu.
"sistem, apa ada obat yang bisa memulihkan Rahimku yang sudah tidak ada?" tanya Alyssa
[ Menjawab Host, ada. Pil Pemulihan Tubuh bisa memulihkan apapun baik Fisik, Mental dan juga Ingatan ]
"Pil Pemulihan Tubuh? Ah, aku melupakan khasiat obat istimewa satu itu, dan aku memiliki" ucap Alyssa mengangguk
"Sistem, apa ada efek samping lain jika aku meminum obat itu?" tanya Alyssa
[ Menjawab host, Sama seperti pengguna pada umumnya, obat itu bisa meregenerasi kulit dan terlihat lebih muda ]
"Apa aku akan berubah menjadi anak kecil, jika mengkonsumsinya?" tanya Alyssa
[ Maaf, saya tidak tahu. Anda bisa mencobanya terlebih dahulu, untuk melihat efek samping jika anda yang mengkonsumsinya ]
"Baiklah, akan aku pikirkan itu nanti saja" ucap Alyssa menghela nafasnya, kemudian berbaring menatap langit-langit.
...
__ADS_1