Sistem Dewi

Sistem Dewi
Lampu hijau


__ADS_3

Di ruangan VVIP khusus milik Alyssa, terdengar suara canda dan tawa di dalamnya. Mereka menikmati makan malam mereka dengan perasaan bahagia.


"Alvin, boleh mamah tanya sesuatu padamu?" tanya Ameera


"Tentu saja, apa yang ingin mamah tanyakan?" ucap Alvin


"Sewaktu di bawah, mamah mendengar kamu memanggil Alyssa dengan sebutan calon istri? Apa ada yang belum mamah ketahui tentang kalian?" tanya Ameera


"Ah, itu mah mungkin maksud Alvin..." ucap Alyssa


"Yang mamah tanya itu Alvin, kamu diem dulu!" ucap Ameera memotong


Alyssa langsung diam tidak menyahut, dia ingin sekali memasang rem cakram di mulut kekasihnya itu. Karena suka bicara blakcbakan jika mengenai dirinya.


Alvin seketika itu merasa sangat gugup, karena saat ini dia merasa sedang di interogasi oleh calon mertuanya.


"Alvin akan terus terang sama mamah, Alvin dan Ica rencananya akan menyelenggarakan acara pertunangan kita dalam waktu dekat ini mah" ucap Alvin jujur


"Tunangan? Tapi bukannya Alyssa baru saja lulus sekolah? Apa tidak terlalu cepat kalian bertunangan?" tanya Ameera lagi


"Alvin paham yang di maksud mamah. Kami memang berencana untuk mengadakan acara pertunangan, tapi untuk menikah kami sudah sepakat menunggu Ica lulus kuliah kedokterannya. Alvin minta maaf belum izin dengan mamah tentang ini, karena Alvin yang ngebet banget ingin menikahi Ica. Mamah tahu sendiri putri mamah cantiknya sudah kebangetan. Kalau Alvin tidak bertindak cepat, Alvin takut keduluan orang lain. Apalagi di luaran sana, banyak laki-laki hidung belang yang menatap lapar Ica. Jadi Alvin mohon sama mamah izinkan Alvin dan Ica bertunangan" ucap Alvin memohon dan memelas.


Ameera yang mendengar perkataan Alvin menahan tawanya, ternyata Alvin adalah orang yang begitu blak-blakan. Dan dia terlihat sangat mencintai Alyssa dengan tulus.


Sedangkan Alyssa hanya menunduk malu, mendengar yang di ucapkan kekasihnya itu, di depan mamahnya.


"Lalu kapan acara pertunangan kalian di adakan?" tanya Ameera


"Ica meminta waktu 1 bulan lagi mah" ucap Alvin


"Baiklah, mamah mengerti. Nanti kamu bawa orang tuamu ke rumah, setelah urusan Alyssa di sini selesai" ucap Ameera


"Siap mah, laksanakan!" ucap Alvin sangat antusias, karena sudah mendapatkan lampu hijau dari calon ibu mertuanya.


..._____...


Alyssa sedang berada di Backstage, menemani Fransiska melihat persiapan perform para model yang akan memperagakan busana rancangannya.


Namun ada beberapa masalah terjadi, tepat 20 menit sebelum acara di mulai.

__ADS_1


Model utama mengalami kecelakaan saat di jalan menuju tempat fashion show di adakan.


Juga gaun yang akan di kenakan, tiba-tiba Gaun utama yang akan di kenakan, bagian ujung bawah gaun robek dan itu cukup lebar.


Gaun itu adalah karya utama yang di siapkan, yang di design langsung oleh Fransiska dan satu-satunya karya, yang tanpa kritik apapun dari Alyssa, ketika design itu di perlihatkan padanya saat itu.


"Bagaimana ini?" ucap Fransiska panik


"Sepertinya ada yang berusaha menyabotase acara besarmu" ucap Alyssa


[ Selamat Host anda memicu sebuah misi, Membantu Designer mengatasi masalahnya. Hadiah 10% Saham Bagaskara Corp dan Rabat 100x ]


Alyssa terkejut melihat panel misi itu, Bagaskara Corp adalah perusahaan milik ibunya, meskipun perusahaan itu memiliki nama keluarga Bagaskara.


Namun Saham itu 80% milik Ameera, sedang 20% saham di miliki oleh pemegang saham yang lain.


Sekarang di depan mata, sistem memberinya misi dengan Hadiah mendapatkan 10% saham perusahaan tersebut.


Bukankah sama saja ini melancarkan misi merebut perusahaan dari tangan Raiden, dan membalaskan dendam mamahnya.


"Nona, bagaimana ini? Astaga, siapa yang tega melakukan sabotase ini. Sebentar lagi acara juga akan segera di mulai" ucap Fransiska mulai panik.


Meskipun sedang dalam posisi panik, Fransiska tetap mengikuti instruksi dari Alyssa.


Saat barang yang di minta Alyssa datang, Alyssa langsung menggunting bawah gaun yang robek itu semakin memanjang.


Itu membuat Fransiska terkejut, dengan apa yang di lakukan Alyssa terhadap gaunnya.


Namun Fransiska tidak berani berkomentar, dan hanya melihat apa yang akan di lakukan Alyssa selanjutnya.


Setelah menggunting memanjang, Alyssa kemudian merapihkan nya dengan cara menjahit secara manual.


Terlihat tangan halus Alyssa menjahitnya dengan sangat rapih. Bahkan Fransiska sedikit susah menelan salivanya, karena begitu takjub dengan teknik menjahit Alyssa yang sangat piawai, bahkan dirinya tidak bisa sebaik itu.


Gaun yang Awalnya cantik sebelum robek, kini menjelma menjadi gaun yang selain cantik, terlihat sisi seksi yang memikat di dalamnya.


"Woow, anda sungguh luar biasa nona" ucap Fransiska kagum.


"Sudah beres, sekarang tinggal kau menunggu model pengganti datang bukan?" ucap Alyssa

__ADS_1


"Itu dia nona, model pengganti juga tidak ada yang bisa datang karena jarak yang terlalu jauh. Apa nona Alyssa bisa membantuku, sekali ini saja?" ucap Fransiska penuh harap


Alyssa menghela nafasnya, jika sudah begini. Dia tidak enak untuk menolak di situasi yang sudah urgent ini. Di tambah dengan misi yang di berikan oleh sistem.


Membuatnya mau tidak mau, harus membantunya sampai akhir, bukan?


"Baiklah, aku akan mengenakan gaun ini dan menjadi model hanya untuk hari ini saja" ucap Alyssa pasrah.


"Terimakasih banyak Nona, anda penyelamatku. Kalau begitu anda bisa bersiap-siap terlebih dahulu" ucap Fransiska senang dan lega.


¤


Ameera, Alvin, Doni dan Rara duduk di bangku penonton. Mereka mengikuti Alyssa ke acara ini. Karena rencana mereka datang ke kota M, memang bertujuan untuk mengikuti Alyssa melihat fashion show ini.


Alvin yang merasa Alyssa terlalu lama di Backstage, dia sangat gelisah karena ingin selalu berdekatan dengan kekasihnya itu.


"Alvin, kamu kenapa?" ucap Ameera


"Ica kok, lama ya mah. Acara sudah di mulai tapi Alyssa belum juga kembali ke sini" ucap Alvin


"Sudah tunggu saja di sini, lagian Alyssa sedang membantu temannya mengecek persiapan di belakang, mungkin dia sibuk membantu" ucap Ameera


"Iya mah" ucap Alvin pasrah.


"Woooaahhh!!!" Tiba-tiba suara penonton menggema sangat riuh, bahkan Doni dan Rara terpesona, terlihat jelas di wajah mereka.


Alvin dan Ameera segera menoleh ke atas panggung catwalk. Keduanya sama-sama terkejut dan terpesona.


Pasalnya mereka melihat Alyssa berjalan di catwalk, dengan Gaun Biru gradasi Ungu gelap dan putih, dengan belahan sampai pahanya. Terlihat sangat cantik, memukau dan sexy.


Membuat semua orang di sana terpesona, bahkan tak sanggup untuk berkata-kata.


Sungguh aura dan pesona Alyssa sebesar itu, karena jangankan laki-laki, bahkan perempuan pun terpesona melihatnya.


Setelah Alyssa tak terlihat, semua gemuruh tepuk tangan menggema di seluruh aula.


"Putri mamah sangat cantik sekali" ucap Ameera masih dengan wajah yang bangga melihat putrinya sememukau itu.


"Mamah benar, putri mamah sangat cantik sekali. Alvin jadi ingin cepat-cepat menghalalkannya. Lihatlah mah? Semua pria di ruangan ini menatap calon istriku dengan mata lapar penuh nafsu mereka" ucap Alvin terpukau, sekaligus kesal melihat semua pria menatap kekasihnya.

__ADS_1


"Ha-ha-ha" Ameera tertawa, dia tidak menyangka, calon menantunya bisa seposesif ini pada putrinya.


__ADS_2