Sistem Dewi

Sistem Dewi
Penyesalan yang terlambat


__ADS_3

Raiden yang melihat video itu terbelalak kaget, ia menangis sejadi-jadinya. Hatinya sangat sakit melihat video yang di putar oleh mantan kakak iparnya itu.


Ia melihat Video di depannya yang durasi 2 menit itu. Di mana adegan Nimar menarik rambut Ameera dan menempelkan besi panas ke wajah Ameera. Meskipun video itu tidak ada suaranya, karena di ambil dari jarak yang cukup jauh. namun dapat di lihat jika Ameera saat itu tengah berteriak kesakitan.


Kini Hati Raiden sangat sakit melihat kekasih hatinya, di siksa sedemikian rupa oleh madunya sendiri.


Video itu Yoga dapat dari Alyssa beberapa Hari yang lalu. Yoga sendiri menangis melihat video penyiksaan adiknya itu.


"Kamu lihat itu!!! Lihat wanita yang sangat kamu cintai itu, dia begitu tega menyiksa adikku dengan begitu kejamnya!!!" Bentak Yoga


"Ira hiks, maafkan aku... hiks" Raiden menangis terisak begitu pilu, ia sangat menyesali perbuatannya dulu yang sudah mengkhianati mantan istrinya.


"Kau tahu? Setelah Ameera memergoki kamu dan wanita ja*ang ber***bu di Villa itu. Begitu ia keluar dari Villa tempat kalian berbuat mesum itu, dia di culik oleh Adi!!! Bahkan setelah ia selamat saat jatuh dari jurang. Wanita kesayangan kamu dan Adi malah menyiksanya, membuat ia cacat dan mengalami gangguan mental!!!" Teriak Yoga


"Kalau bukan karena keponakan kesayanganku, yang akhirnya bisa menemukan mamahnya di rumah sakit jiwa. Yang bahkan saat itu kondisi Ameera mengenaskan dengan wajah dan tubuh cacatnya. Dan kalau bukan karena keterampilan medis yang sangat luar biasa Alyssa. Adikku, Ameera mungkin sampai saat ini dalam keadaan tidak waras karena mentalnya tergoncang begitu dalam!!" Teriak Yoga


Raiden hanya terisak, merasakan rasa sakit yang menyeruak dalam dadanya yang begitu sesak. Kebencian pada Nimar tumbuh begitu kuat di hatinya kini.


"Aku akan membunuhmu Nimaaarrrr!!!" teriak Raiden, dia begitu marah dan menyesal bercampur aduk dalam dada.


"Hah, kau terlambat jika kau menyesalinya. Tanpa kau turun tangan pun, keponakan tersayangku saat ini tengah bersenang-senang dengan wanita kesayanganmu itu. Aku tidak membayangkan apa yang akan ia perbuat. Asalkan kau tahu, bahkan aku pun mengakui dan segan padanya. Alyssa adalah wanita terhebat yang pernah aku kenal. Dan dia begitu bengis dan tanpa ampun, terhadap musuh-musuhnya. Bahkan singa kutub seperti Alvin, tunduk takluk padanya" ucap Yoga mencibir Raiden


"Maaf... Aku sungguh menyesal, aku minta maaf Kak. Aku salah, semua salahku" ucap Raiden menyesali perbuatannya yang sudah menancapkan luka begitu dalam, kepada wanita yang ia cintai.


"Kau memang salah Raiden!! Kau harusnya bersyukur dan berterimakasih, jika bukan karena Alyssa yang melarangku dan mewanti-wanti, agar aku tidak membunuhmu. Maka aku tidak segan-segan menjadi malaikat pencabut nyawa bagimu, hari ini juga" ucap Yoga sinis.


"Kalian!! Patahkan kedua kaki dan potong juga Kema**an Bajingan ini!!! Agar dia tidak sembarangan mencelub lagi di masa depan!" perintah Yoga

__ADS_1


"Baik tuan" ucap anak buah Yoga, dan bergegas mendekati Raiden.


KREEKK!!!


KREEKK!!!


"Aaarrggghhhh....!!!!" Teriak Raiden saat kedua kakinya di injak oleh anak buah Yoga hingga patah. Dapat di pastikan, di masa depan Raiden sudah tidak bisa berjalan lagi.


SRET!!!!


"Aaaaaaarrrggghhhhhhhhh......" Teriak Raiden lagi, kali ini Ba**ng Kem***annya di potong, hingga darah mencuat karenanya.


Rasa sakit hebat di rasakan oleh Raiden saat ini, namun ia pasrah dan menerimanya. Mungkin ini memang karma untuknya! Raiden juga dapat memastikan, jika rasa sakit yang di alami Ameera lebih dari yang ia dapatkan saat ini. Jadi dia tidak menyalahkan Yoga karenanya, karena dia pantas mendapatkan perlakuan ini.


"Iraaa, aku menyesal, maafkan aku!!! Ssshhh, Aku sungguh menyesal, aku baru menyadari setelah kau tiada di sisiku. Ssshh, hiks ternyata aku begitu bodoh, hingga tidak menyadarinya. Jika aku sangat mencintaimu, malah aku mengkhianati dan menyakitimu begitu dalam. Maafkan aku Ira" ucap Raiden sebelum ia pingsan karena rasa sakit yang ia rasakan.


Anak buah Yoga langsung menjalankan perintah tuannya, dan membawa Raiden ke pinggiran kota dan membuangnya di sana.


...¤...


Ameera saat ini sedang menghela napasnya dalam. Kehidupan damainya, saat ini sangat di usik oleh makhluk bernama Noah.


Kini, setiap pagi Noah datang ke rumah dan membawa seikat bunga cantik, hanya untuk mengucapkan selamat pagi dan mengungkapkan rasa cinta padanya.


Sama seperti saat siang hari ini, Noah dengan tanpa rasa malu mengunjungi Ameera kembali. Dia datang untuk mengajak Ameera makan siang di luar.


"Sayang, aku datang!!" ucap Noah tersenyum senang saat melihat Ameera, berjalan menghampirinya dan duduk di sofa ruang tamu.

__ADS_1


"Noah, kenapa kamu datang lagi? Juga jangan panggil aku dengan sebutan menggelikan seperti itu" ucap Ameera menggelengkan kepalanya


"Tentu saja aku datang untuk mengajakmu makan siang bersama, di luar. Ya sudah, kalau begitu aku harus panggil kamu apa? Baby? Honey? Darling? atau my future Wife?" ucap Noah sedikit bercanda


"Astaga Noah... Aku bukan kekasih kamu" ucap Ameera


"Kalau begitu kenapa kita tidak jadian aja, dan jadi sepasang kekasih?" ucap Noah menggerakkan kedua alisnya, naik turun.


"Perasaan seseorang tidak dapat di paksa, juga tidak tahu kapan Cinta itu tumbuh dan berkembang" ucap Ameera


"Baiklah kau benar, tapi aku tidak akan menyerah, dan membuat perasaan itu bisa tumbuh dan berkembang di hatimu. Tolong kasih aku kesempatan untuk menunjukan rasa yang ku miliki dan menjadi obat untuk hatimu" ucap Noah bersungguh-sungguh


"Aku tidak tahu Noah, kamu sudah seperti anakku sendiri" ucap Ameera


"Aku tidak akan memaksa, bagaimana kalau kita berteman?" ucap Noah yang tidak menyerah


"Ya, baiklah. Ayo kita berteman! Dan jangan panggil aku dengan sebutan menggelikan itu" ucap Ameera


"Oke, aku akan memanggilnya Ira saja, bagaimana? Kalau begitu, kamu mau kan makan siang bersamaku di luar? Anggap ini makan siang atas ajakan seorang teman" ucap Noah mengharap


"Hmm baiklah, aku ganti baju dulu kalau begitu" ucap Ameera, dan beranjak dari duduknya menuju kamarnya.


"Tentu, aku akan menunggumu di sini" ucap Noah tersenyum manis.


Noah senang Ameera tidak menolak untuk berteman dengannya. Setidaknya secara lewat pertemanan ini, ia ada alasan untuk mendekati Ameera. Ia yakin perlahan tapi pasti, dengan cinta tulisnya. Dinding kokoh di hati Ameera akan terkikis jua pada akhirnya.


...¤...

__ADS_1


__ADS_2