
Beberapa hari ini Alyssa tidak memiliki waktu untuk berkunjung ke markas Alvin, untuk bermain dengan mainan barunya. Karena ia sibuk mengurus segala sesuatunya untuk pernikahan sang kakak.
Di mulai dari fitting baju, dekorasi, undangan, katering, dan lain-lain. Meskipun sudah ada Fransiska yang mengurus mengenai gaun pengantin. Katering sudah ada perusahan cabang bagian kuliner, dan juga dekorasi dan undangan yang sudah di urus oleh WO.
Namun sesuai janjinya dengan sang kakak, ia sendiri yang mengecek semuanya agar tidak ada yang terlewat.
Namun setelah acara pernikahan Azka dan Ayu, tentu saja Alyssa dengan semangat pergi untuk bermain ke markas Alvin. Di mana sang mangsa menunggu untuk memberikannya hadiah istimewa
...
"Al" panggil Juna yang baru saja sampai di ibukota pagi tadi.
Karena besok adalah pernikahan sang sahabat, Juna mengosongkan jadwal pekerjaannya, agar ia bisa hadir di acara istimewa dan Sakral, yaitu pernikahan Azka.
"Kak Juna, kapan sampai di Ibukota. Kok nggak ngabarin Al? Kan bisa Al jemput" ucap Alyssa terkejut
"Kakak baru sampai pagi tadi, kakak nggak mau nambah repotin kamu. Lihat nih adik kakak yang cantik ini, sangat sibuk sekali mengurus te*ek dan bengeknya, pernikahan kakak tercintanya He-he" ucap Juna terkekeh
"He-he, iya juga sih. Tapi ini Al sendiri yang minta, karena sudah janji sama Kak Azka sebelumnya" ucap Alyssa
akhirnya mereka Berdua mengobrol sambil mengecek persiapan pernikahan Azka bersama-sama. Dan setelah waktu sudah siang, Juna pergi ke King's Village mansion milik Alyssa untuk menemui Azka dan yang lainnya.
...
Hari sudah cukup terik, Alyssa memutuskan untuk pergi ke kantor Alvin, karena beberapa hari ini mereka tidak bertemu karena kesibukan mereka masing-masing.
Jadi Alyssa bergegas menuju kantor Alvin sekalian membawakannya makan siang.
Si jalu, kini sudah terparkir dengan gagahnya di area parkir khusus gedung A.S.A Group. Alyssa memiliki Akses parkir khusus di sana, jadi tidak ada yang mempersulit dirinya.
"Pagi Nona Alyssa" sapa karyawan di sana dengan sopan
"Pagi juga" balas Alyssa dengan tersenyum membuat semua orang di sana terpesona.
"Alvin ada?" tanya Alyssa pada resepsionis
"Ada di ruangannya Nona" ucap Resepsionis sopan dan tersenyum ramah
"Terimakasih, saya akan naik dulu kalau begitu. Ah, ini buat kamu dan yang lainnya" ucap Alyssa
Ia menyodorkan salah satu plastik yang berisi kue kering yang ia beli di jalan menuju ke kantor Alvin.
"Terimakasih nona" ucap Resepsionis berbinar, karena kue kering itu sangat terkenal dan mahal harganya.
__ADS_1
Alyssa kemudian langsung pergi menuju lift, setelah beberapa saat Alyssa sudah sampai di ruangan Alvin.
Alyssa memberikan plastik yang berisi kue kering yang sama dengan yang ia berikan di bawah tadi, pada Doni dan Nino.
Ceklek!!!
Terlihat Alvin masih sibuk dengan dokumen di depannya, hingga tidak menyadari Alyssa sudah di dalam ruangan dan menghampiri meja sofa.
"Ini sudah waktunya makan siang, Pak CEO. Jangan bekerja terlalu berlebihan, bekerja juga butuh tenaga. Ayo makan dulu!" ucap Alyssa yang saat ini sedang menyusun makanan cepat saji yang ia beli sekalian dengan camilannya di meja.
GREP!!!
Tiba-tiba lengan kekar Alvin sudah melingkar di perut Alyssa.
"Sayang, kamu datang ke sini nggak bilang-bilang. Aku kangen kamu" Alvin memeluk Alyssa dari belakang dan mencium tengkuk leher Alyssa, membuat Alyssa meremang
"Lepas Alvin, ayo kita makan dulu" ucap Alyssa lembut
"Baiklah, Ayo kita makan" ucap Alvin melepas pelukannya, namun ia menarik Alyssa duduk di pangkuannya.
"Alvin, Isshh, bagaimana aku makan jika kamu pangku begini" ucap Alyssa cemberut
"Aku akan menyuapimu" ucap Alvin terkekeh gemas melihat wajah cemberut Alyssa
"Tapi cinta kan" ucap Alvin menaik turunkan kedua alisnya.
"Dasar bucin" ucap Alyssa terkekeh
"Ya, bucin sama kamu" ucap Alvin
Keduanya tertawa renyah, Kemudian mulai menyantap makanannya. Tentu saja Alvin menyuapi Alyssa dengan penuh cinta. Karena ia tidak ingin menurunkan Alyssa dari pangkuannya. Alyssa juga tidak menolak lagi, dia kini menerima dengan sepenuh hati, suapan dari laki-laki yang di cintainya.
..._¤_...
Hari ini Pernikahan Azka dan Ayu di adakan. Semua keluarga dari kedua belah pihak, kolega bisnis dan juga tamu undangan lain. Berdatangan untuk mengucapkan selamat dan mendoakan untuk kebahagiaan kedua mempelai.
Salah satu photo Prewed mereka.
Ikrar janji suci sudah di ucapkan, kedua pasangan saling mencintai itu, kini sudah resmi menjadi pasangan suami istri.
__ADS_1
Raut bahagia dapat terlihat di antara keduanya, begitupun yang di rasakan oleh Ameera, Alyssa dan yang lainnya, termasuk ibu dan adik-adik Ayu.
Azka sudah mempersiapkan istananya sendiri untuk dirinya, Ayu, Ibu mertua dan juga adik-adik iparnya. Untuk mereka tinggal setelah menikah.
Awalnya Ameera tidak setuju, dan menginginkan mereka tinggal bersama di King's Village mansion. Namun Alyssa memberi pengertian untuk ibunya, dan akhirnya Ameera hanya pasrah. Karena cepat atau lambat dirinya juga akan memiliki kehidupannya sendiri yang baru bersama Noah. Jadi dia tidak boleh egois.
Azka berjanji akan sering mengunjungi ibunya nanti. Dan Ameera menyetujuinya, asalkan kehidupan kedua anak dan menantunya bahagia.
"Azka, kamu sangat tampan hari ini he-he. Selamat ya nak, dan terimakasih sudah memberi nenek, cucu menantu yang sangat cantik dan baik hati seperti Ayu" ucap Ningrum, nenek Azka dan Alyssa.
Karena sebelumnya Azka sudah memperkenalkan Ayu di keluarga besar Sastro Wardoyo, jadi mereka sudah mengenal dan mulai akrab.
"Betul yang di bilang nenekmu. Kau pintar memilih istri" ucap Hartono terkekeh
"Nenek sama kakek bisa saja" ucap Azka tersipu
"Ah, Boy, kamu kapan menikahi Alyssa?" tanya Hartono pada Alvin
Hartono sangat menyayangi Alvin seoerti cucunya sendiri, apalagi setelah mengetahui apa yang menimpa pada Alyssa, dan Alvin tetap mempertahankan hubungannya dengan sang cucu.
Selain Ameera dan penghuni King's Village mansion, Alvin dan Doni. Tidak ada yang tahu jika Alyssa sudah sembuh, dan rahimnya sudah kembali dan sehat. Termasuk Keluarga Ardhana, Sastro Wardoyo, Ayu dan Noah, yang tidak mengetahui kenyataan tersebut.
"Secepatnya kek, aku sudah melamar Ica. Tapi kata Ica, kita akan menikah setelah mamah Ira menikah duluan" ucap Alvin tersenyum
"Hah, Ira? Apa kamu sudah memiliki calon?" tanya Ningrum kaget dan memandang putrinya
"Ah i-ibu, itu... " ucap Ameera gugup.
"Yang di bilang Alvin benar Om, tante. Perkenalkan saya Noah Adi Wijaya, Calon suami Ira. Saya sudah melamar putri om dan tante, yang cantik bak bidadari ini. Maafkan saya, saya belum melamarnya secara resmi" ucap Noah
Sontak ucapan Noah membuat keluarga besar Sastro Wardoyo terkejut. Hartono, sebagai tuan besar Sastro Wardoyo juga sebagai ayah dari Ameera pun sama terkejutnya.
Apalagi melihat rupa Noah, ia yakin jika Noah masih muda, mungkin seumuran dengan cucunya, Azka.
Hartono melihat ke arah Noah, dia memperhatikan Noah baik-baik. Ia melihat kesungguhan pada kata-kata dan tatapan penuh cinta di mata Noah
"Apa kau mencintai laki-laki yang seumuran dengan anakmu Ira?" tanya Hartono, Ameera hanya mengangguk mengerti iyakan.
"A-ayah, maafkan aku. Aku mencintainya" ucap Ameera menundukkan kepalanya.
Terlihat Hartono menghela nafasnya, lalu ia memandangi keduanya dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.
...
__ADS_1