
"Siuman kau bilang??? Bukankah sudah ku suruh kalian untuk membunuhnya??? Kenapa kalian belum melakukannya, Hah??" Teriak Arumi marah.
"Ma-maaf Nona. Kami sudah mencoba membunuhnya, tapi kami gagal. Karena Tuan Alvin dan Asisten wanita itu bergantian menjaganya. Bahkan hampir tertangkap, tapi suruhan kita memilih bunuh diri. Ketika mereka mencoba menangkapnya" ucapnya
"Bodoh!! Tidak berguna!!" Teriak Arumi
SLASH!!!
DUK!!!
Kepala orang itu menggelinding di lantai, karena di tebas menggunakan katana oleh Arumi. Yang ia ambil dari meja tak jauh dari pintu kamar, membuat sisa satu orang yang sejak tadi diam, gemetar ketakutan.
"Kau tak ingin seperti temanmu itu bukan??" ucap Arumi yang di balas gelengan kepala oleh orang itu.
"Awasi baik-baik wanita ja**ng itu!! Jika ada kesempatan ia lengah, kabari aku atau bunuh dia langsung jika ada kesempatan!!!" ucap Arumi
"Ba-baik Nona" ucap Orang itu lalu pergi.
Arumi kembali masuk ke kamarnya, dia menghancurkan apa segala yang ada di dalamnya. Amarahnya berkobar, karena wanita yang menghalanginya tak jadi mati. Bahkan kini sudah sadarkan diri.
"Sial!!!" umpat Arumi
"Nona, anda harus tenang" ucap laki-laki mencoba menenangkan Arumi
PLAK!!!
Tamparan keras mendarat di pipi kiri laki-laki itu
"Ini semua gara-gara kamu yang tidak becus menjalankan tugas dariku, Austin!" ucapnya marah
"Maafkan aku Nona, aku memang lalai menjalankan rencana kita saat itu" ucap Austin menunduk
"Ya, kau memang Bodoh Austin. Dimana otakmu yang Jenius itu Hah? Kau itu orang kepercayaanku, hebat dalam strategi. Tapi mana sekarang kemampuannya itu Hah??? Mengerjakan hal kecil seperti ini saja kau tidak becus!!! Bahkan hampir mencelakai calon suamiku!! Dasar Budak to**l..!!!" bentak Arumi
"Maaf Nona" ucap Austin mengepalkan tangannya mendengar bentakan dan hinaan dari Arumi.
"Huh, dasar tidak becus!! Maaf mu nggak guna Austin, aku tak ingin mendengar kata gagal lagi" ucap Arumi
"Baik Nona, tapi sepertinya anda melupakan hal penting lainnya" ucap Austin
"Apa?" ucap Arumi datar
"Wanita itu bukan saingan berat anda lagi. Karena wanita itu tidak bisa mempunyai keturunan, bukankah kesempatan emas untuk anda masuk ke kehidupan Tuan Alvin. Anda sehat dan masih bisa memberikan keturunan untuknya. Dia tidak akan menolak, siapa di dunia ini yang mau hidup tanpa punya seorang anak" ucap Austin
"Hah, Kau benar Austin, ha-ha-ha... Aku lupa kalau wanita itu sekarang cacat dan menderita, karena tidak bisa punya anak. Tentunya Alvin akan memilihku, karena aku wanita sempurna Ha-ha-ha" ucap Arumi tertawa
Sedangkan Austin menampilkan smirk tipis di wajahnya saat melihat Arumi tertawa senang.
__ADS_1
...
Karena waktu sudah malam, Semua orang pulang kecuali Alvin dan Enzy, yang tetap tinggal di sana untuk menemani Alyssa.
"Kak Enzy, apa kau lihat Aras?" tanya Alyssa
"Maksudmu jam tangan pintar milikmu?" tanya balik Enzy yang di balas anggukan kepala oleh Alyssa
"Ada kok, aku simpan di tas, sebentar aku ambilkan" ucap Enzy
Ia kemudian beranjak dari sofa dan berjalan mendekati meja di mana tas nya Berada.
"Ini" ucap Enzy menyodorkan Aras, jam tangan milik Alyssa.
"Makasih" ucap Alyssa tersenyum kecil
"Sama-sama" balas Enzy yang juga tersenyum
"Jam tangan pintar? Maksudnya?" tanya Alvin tidak mengerti
"Ah, ini jam tangan buatanku. Ini di rancang seperti komputer, sebagai mencari data dan lain-lain. Ini juga bisa di gunakan untuk telepon. Tapi jam tangan ini hanya merespon padaku, orang lain tidak akan bisa menggunakannya" ucap Alyssa
"Wah, calon istriku memang sangat hebat, cup" ucap Alvin mencium pipi Alyssa
"Hais, kalau mau pamer uwu-uwu an, jangan di depanku dong. Benar-benar deh" ucap Enzy rolling eyes
"Sirik aja lu, maemunah. Makanya laki di ajak dong, penganten baru di tinggal-tinggal mulu. Nggak takut lakinya di gondol wewe?" ucap Alvin
Glek!!
"Nggak bos, nggak anak buahnya. Ngeri amat ngancamnya potong anu. Isshh jadi ngilu sendiri" ucap Alvin dalam hatinya
Alyssa terkekeh mendengar ucapan Alvin dalam hati.
"Ngeri beeettt, Oh iya, emang situ nggak ada rencana mau Honey moon gitu? Bukannya Ica kasih kalian berdua cuti 2 minggu?" tanya Alvin
"Nggak, lagian tuan muda Alvin yang terhormat. Apa anda lupa nona baru saja sadar dari koma? Mana mungkin aku pergi seneng-seneng, jika separuh jiwaku sedang terbaring tak tahu kapan membuka matanya" ucap Enzy
"Lebay... Kan ada aku yang jaga calon istri di sini" ucap Alvin
"Tetap aja nggak bisa, bagi aku Al paling penting. Bahkan di bandingkan Alex atau diriku sendiri, aku lebih mementingkan urusan Alyssa" ucap Enzy yakin
"Ya-ya-ya percaya,,, Aku tahu kesetiaan kamu patut di acung jempol. Dan aku juga berterimakasih sudah hadir di kehidupan Alyssa dan sudah menjaganya" ucap Alvin tulus
"Tidak perlu berterima kasih, itu adalah hal yang memang wajib aku lakukan. Bagiku Alyssa adalah penyelamat, atasan, sahabat, sekaligus saudara perempuan yang paling aku sayangi" ucap Enzy
Alyssa yang mendengarnya terharu. Dia kemudian meminta Enzy mendekatkan dan memeluknya erat.
__ADS_1
"Iihh... Jangan lama-lama peluknya" ucap Alvin melerai pelukan mereka berdua
"Isshh, kau ini dasar posesif" ucap Alyssa dan Enzy bersamaan kemudian tertawa bersama.
"Sayang, boleh tunjukkan padaku kehebatan jam tangan pintar milikmu, siapa tadi Namanya Ar siapa?" ucap Alvin
"Aras" ucap Enzy
"Ah, iya itu" ucap Alvin mengingatnya
Alyssa mengangguk dan mulai berbicara pada jam tangan pintarnya, Aras.
"Aras, kau mendengarku?" ucap Alyssa
"Ya Nona" ucap Aras membuat Alvin takjub
"Bisakah kau cari tahu siapa yang sudah menyabotase mobilku? Dan mencari buktinya?" ucap Alyssa
"Tentu, mohon tunggu sebentar" ucap Aras
Setelah menunggu sekitar 1 menit lebih suara Aras terdengar kembali.
"Tersangka yang sudah menyabotase sudah di temukan, Nona" ucap Aras
"Hah benarkah??" ucap Alvin terkejut
"Kenapa kau sangat terkejut?" tanya Alyssa heran melihat wajah Alvin sangat terkejut
"Tentu saja aku terkejut, asal kamu tahu sayang. Aku sudah mencari bukti dan dalang yang sudah berani mencelakakan kamu. Namun sudah sebulan ini, aku tidak menemukan titik temu sedikit pun, bahkan aku sudah mengerahkan Red Eagle. Rekaman CCTV di area hotel sudah di retas dan di rusak, bahkan area sekitaran hotel juga sama seperti jalan dan juga gedung sebelah. Aku pikir orang itu tidak bisa di anggap enteng, karena bisa menghilangkan jejak dan bukti masalah kecelakaan itu" ucap Alvin
"Kau benar, mungkin orang itu punya identitas luar biasa" ucap Alyssa memikirkan itu juga
"Makanya aku kaget saat jam pintar kamu, mengatakan sudah menemukan bukti dan dalang sebenarnya hanya dalam waktu kurang dari dua menit. Astaga, sulit untuk di percaya" ucap Alvin yang hanya di balas kekehan dari Alyssa
"Aku mau lihat, apa benar Aras bisa menemukannya" ucap Alvin lagi
Alyssa mengangguk dan mengatakannya pada Aras.
"Aras, tunjukkan apa yang sudah kamu dapatkan" ucap Alyssa
"Baik Nona" ucap Aras
Tak lama, keluar hologram dengan lebar 1 meter, di sana terlihat video CCTV di area parkir hotel. Pelaku terlihat jelas, ada lima orang di sana.
Tiga orang yang bertugas merusak mobil Alyssa dalam kurun waktu hampir 20 menit. Sedangkan dua orang lainnya menjaga di sekitaran area parkir.
Setelah cuplikan itu terdapat pula bukti rekaman, obrolan melalui telepon, Screenshot Chat, juga bukti transfer. Yang di lakukan seorang laki-laki dengan nama Austin.
__ADS_1
"Siapa Austin?" ucap Alyssa mengerutkan dahinya
...