
Mereka bertiga bercanda sambil memakan makanan ringan di kafe milik Juna itu.
Alyssa merasa senang saat melihat keakraban mereka berdua. Dapat di lihat jika Juna memiliki perasaan tulus berteman dengan kakaknya.
Namun saat ini mata Alyssa menangkap seseorang yang berada tepat di depannya, dan persis di belakang Azka yang sedang bercanda gurau dengan Juna itu.
Meskipun orang itu memakai pakaian yang tidak terlalu mencolok dan seperti pengunjung seperti yang lainnya, namun Alyssa dapat mengenalinya dalam sekali lihat. Orang itu yang selalu mengikutinya.
Sepertinya orang itu baru masuk dan duduk di sana. pikir Alyssa
Alyssa menghela nafasnya, sejujurnya dia merasa sangat jengkel, namun ia tahan semampu yang ia bisa.
Semenjak dirinya bertemu Noah di kota A, dia selalu saja merasa tindak nyaman menjalani segala aktivitasnya.
Bagaimana tidak? Ia selalu di ikuti oleh mata-mata yang Noah suruh, seakan-akan dia adalah buronan, yang tidak memiliki hak untuk bebas.
Alyssa adalah tipe wanita yang ingin bebas tak ingin terkekang, namun ia juga tahu batasan bebas itu seperti apa.
Bahkan Pacarnya, Alvin. Yang pencemburu akut itu saja tidak berani melarangnya melakukan apa yang ia mau.
Namun semenjak Noah datang, Alyssa merasa privasinya terusik.
Sebenarnya Alyssa sudah tahu pasti ini akan terjadi saat dia dan kakaknya melakukan Live Streaming di instagramnya sore tadi.
Yang awalnya ia berhasil tidak terlacak setelah berhasil naik pesawat menuju Kota S ini. Namun sekarang keberadaannya sudah di ketahui.
"Ada apa Al? Apa kau lelah?" tanya Azka yang menyadari raut wajah adiknya berubah.
"Tidak ada apa-apa kok Kak. Aku hanya Memikirkan sesuatu" ucap Alyssa
"Memikirkan apa?" tanya Azka
"Sepertinya besok aku harus ke Kota C" ucap Alyssa
"Ada urusan apa kau kesana?" tanya Azka
"Aku ingin mencari bukti di tempat kejadian mamah jatuh dari tebing, Kak" ucap Alyssa
"Kalau begitu kakak akan temani kamu ke sana!!" ucap Azka
__ADS_1
"Tidak Usah Kak, biar aku sendiri saja, lagian kakak harus berangkat kerja, kasihan Enzy dan Alex pasti kerepotan. Kakak nanti kembali ke ibukota sendiri tidak apa-apa?" tanya Alyssa
"Tentu saja kakak tidak apa-apa kembali ke sana sendiri, kamu pikir kakak anak kecil harus di dampingi" ucap Azka
"Greges kirain" ucap Alyssa terkekeh
"Baiklah kalau begitu, yang penting kamu hati-hati di sana dek" ucap Azka
"Tentu saja, aku pasti hati-hati, tenang saja bahkan aku lebih kuat dari kakak" ucap Alyssa menunjukkan lengannya.
"Dasar kau ini" ucap Azka mengacak gemas rambut adiknya
"Ih, rambutku berantakan tahu" ucap Alyssa cemberut.
Azka hanya tertawa saja melihat adiknya cemberut. Dia sangat menyayangi adik satu-satunya itu.
"Oh iya Ka, gue lupa tanya satu hal sama lu. Lu beberapa bulan yang lalu pergi kemana? Lu kabur dari rumah ya?" tanya Juna
"Kok lu tahu, Jun?" Tanya Azka yang terkejut, mendengar sahabatnya itu bisa tahu, jika dia kabur dari rumah.
"Ya jelas tahu lah, bokap lu kan samperin gue kemari nyariin lu, dia terlihat panik dan khawatir. Emang ada masalah apaan sih?" tanya Juna
"Cih khawatir? Bulsyit... Mana mungkin bajingan tua itu punya rasa khawatir" ucap Azka
Selama ia mengenal Azka, dia belum pernah mendengar Azka memanggil ayahnya sekasar itu. Karena dulu Azka sangat menghormati ayahnya, bahkan sangat menyayanginya.
"Iya ba-jing-an tu-a jelas??" ucap Azka lagi mengeja kata itu.
"Ada apaan sih kok lu kayak benci banget sama bokap lu?" tanya Juga penasaran
"Ceritanya panjang Jun, sorry gue nggak bisa cerita ke lu masalah ini. Tapi intinya gue sekarang sangat benci sama bajingan tua itu" ucap Azka
"Jadi itu alasan lu sekarang pake nama belakang keluarga nyokap lu?" tanya Juna
"Ya, karena gue nggak mau pake nama pengkhianat di nama gue" ucap Azka menganggukkan kepalanya
"Ya itu sih privasi lu, gue nggak ikut-ikutan bro. Setiap orang punya rahasianya masing-masing. Tapi lu kabur kemana saat itu? Jujur gue bantu bokap lu saat itu nyariin lu ke seluruh tempat tongkrongan yang biasanya lu datengin. Gue juga Udah ke apartemen lu dan apartemen yang di tempati Viona dan Glen, tapi lu nggak ada di mana-mana. Viona sama Glen juga nggak ada di apartemen nya, hilang begitu aja kosong" ucap Juna
"Kak Azka ke tempatku saat itu, Kak" ucap Alyssa
__ADS_1
"Dia ketempat kamu?" tanya Juna yang di jawab dengan anggukan kepala Alyssa
"Kenapa lu kaga ke tempat gue oncom?" ucap Juna sambil menoyor kepala Azka
"Sialan, nggak usah pake noyor juga kali, njir . Waktu itu gue kan lagi marah sama lu dodol" ucap Azka
"Oh iya ya, lu kan waktu itu ngambek ma gue, lantaran gue bilang lihat Viona jalan sama om-om kan? terus lu nggak terima di sangka gue jelek-jelekin kekasih tercinta lu itu kan?" ucap Juna
"Mantan bambang, mantan!!" ucap Azka, menekan kata mantan.
"Ya-ya mantan... Sekarang lu percaya kan sama ucapan gue?" ucap Juna, sedangkan Azka hanya diam tidak menjawab.
Memang benar jika Juna sudah bilang padanya dari dulu, jika Viona bukan wanita baik-baik seperti yang terlihat. Namun saat itu dirinya tidak percaya.
"Kak Juga kenal Glen?" tanya Alyssa
"Kenal, dia sahabat baik kakakmu Al" ucap Juna
"Sahabat Kak juna juga kan?" tanya Alyssa
"Ogaaahh, gue nggak mau kakak punya sahabat macam Glen. Cuma kakak kamu yang mau, segimanapun aku nasehatin kakak kamu biar nggak terlalu percaya dan baik sama tuh orang, tapi kakak kamu malah nggak denger ucapan Kak Juna. Padahal Glen itu hanya manfaatin kebaikan kakak kamu dan pura-pura polosnya dengan baik" ucap Juna
"Sepertinya aku setuju sama Kak Juna. Kak Azka emang sangat bodoh. Aku heran kenapa dia bisa lulus dengan nilai terbaik di universitas pahlawan ya?" ucap Azka
"Nah, itu dia Sa, kakak juga heran kok bisa-bisanya dia yang pinter akademik, namun gampang di bodohi orang macam Glen dan viona" ucap Juna
"Apa Kak Juna tahu kalau saat kabur dari rumah, Kak Azka sempat ke apartemen uang di tempati Viona untuk menenangkan diri. Namun justru mendapat sebuah kejutan tidak terduga?" tanya Alyssa
"Kejutan apa itu?" tanya Juna penasaran
"Viona dan Glen, sedang ekhm-ekhm Sedang produksi anak" ucap Alyssa
"Astaga!!! Benar itu Ka??" tanya Juna memandang wajah sahabatnya Azka.
"Ya benar, puas kalian? kalian ini ya kerja sama meledek aku Hah??" ucap Azka marah dan menahan rasa malu.
"Ha-ha-ha" Alyssa dan Juna tertawa bersamaan.
Sepertinya hobi Alyssa dan Juna sama, sama-sama suka jahil ke Azka.
__ADS_1
Bahkan Azka yang hanya meladeni salah satu dari mereka saja kalah. Lalu seorang dia menghadapi 2 orang sekaligus, Azka berasa ingin lari sejauh mungkin.
Karena di sini dia terlalu oasa nbya