Sistem Dewi

Sistem Dewi
Penyesalan yang terlambat


__ADS_3

Wanita yang di sebelah pria itu dengan angkuhnya mencoba untuk menonjolkan diri, dia ingin menunjukan pada pria di sampingnya jika dia membelanya.


Setelah beberapa saat lalu dirinya ketahuan mengagumi dan tersipu malu, karena melihat ketampanan Alvin.


"Oh anda manajer di sini? Lihat wanita itu, dia menginginkan kamar yang dia sebut kamarnya sendiri, padahal dia belum memesannya. Sedangkan saya dan pacar saya lebih dulu datang, dan tidak bisa mendapatkan kamar karena resepsionismu bilang sudah penuh. Padahal pacar saya adalah keponakan dari bos anda, pemilik dari Hotel ini. Saya ingin anda membacklist wanita dan orang-orang di belakangnya, yang tidak tahu malu itu. Dan memecat kedua resepsionis ini" ucap Wanita itu dengan lantang dan percaya diri.


Ucapannya yang keras dan lantang itu menarik orang-orang di sekitar, untuk melihat dan menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi.


Retno mengerutkan dahinya heran, dan sedetik kemudian dia paham apa yang terjadi di sini.


Rupanya pria yang menanyakan siapa dirinya itu, dan mengaku sebagai keponakan pemilik hotel adalah orang yang sedang halu, omong kosong belaka dan membesarkan namanya menggunakan identitas palsu sebagai keponakan pemilik hotel.


Sayangnya pria itu tanpa sengaja menyinggung pemilik hotel itu sendiri, sungguh konyol.


"Nona, apa dia keponakan anda?" tanya Retno pada Alyssa ikut dalam permainan.


"Mana ada Bibi, aku hanya punya satu orang kakak laki-laki dan dia berumur 25 tahun. Bagaimana mungkin dia punya anak yang bahkan lebih tua darinya. Yang lebih menyebalkan dia bilang pemilik hotel adalah pamannya, sejak kapan aku berubah gender menjadi laki-laki" ucap Alyssa dengan wajah yang sangat santai.


"Apa maksudmu?" tanya wanita itu tidak mengerti alur pembicaraan mereka.


"Nona, pacar anda mengaku sebagai keponakan pemilik Hotel. Tapi kenapa dia tidak mengenal Nona Alyssa, saat dia sendiri ada di depan mata anda?" ucap Retno menyindir


Pria itu terlihat sangat pucat dan keringat dingin mulai membasahi keningnya.


Dia sudah mengerti apa yang sebenarnya terjadi, dia menyinggung orang yang salah. Bahkan berpura-pura mengaku sebagai keponakan pemilik Hotel, di depan pemilik aslinya.


Pria itu kemudian Berlutut, yang membuat pacarnya terlonjak kaget.


"Sayang, kamu kenapa berlutut? Ayo bangun, tunjukkan pada mereka kalau kamu adalah keponakan pemilik hotel. Minta pamanmu untuk memecat dan memblacklist mereka" ucapnya, dengan bodohnya masih belum mengerti kondisi yang terjadi saat ini.


"Diam!!!" Bentak pria itu


"Sayang, kamu berani membentakku?" ucap wanita itu berkaca-kaca hampir menangis karena baru kali ini dia di bentak.

__ADS_1


"Nona, tolong maafkan saya. Sa-saya tidak tahu jika anda adalah pe-pemilik Hot-hotel yang sesungguhnya" ucap pria itu gemetar


"Apa??? Ja-Jadi selama ini kamu membohongiku, bilang kalau kamu keponakan pemilik hotel mewah ini?? Jawab Roni!! Jangan-jangan saat kamu bilang, kamu di promosikan menjadi manager pemasaran di Real Estate Sentosa Jaya kemarin juga bohong?? Dasar bajingan kau!! Membuatku kehilangan muka, mulai sekarang kita putus!!" teriak wanita itu saat menyadari kenyataan setelah mendengar yang di katakan pacarnya, kemudian pergi karena merasa sangat malu.


"Bibi, tolong bawa orang ini pergi, blacklist dia dari hotel. Dan Rara, beri tahu Enzy untuk mencaritahu apa benar dia bekerja di Real Estate Sentosa Jaya. Kalau benar pecat dia dan blacklist dari semua perusahaan yang di bawah naungan AL group" ucap Alyssa


"Baik Nona" jawab Rara


"Doni, kamu dengar apa yang calon istriku bilang? Blacklist juga orang ini dari semua perusahaan di bawah naungan A.S.A Group" ucap Alvin menambahkan


"Baik Tuan muda" ucap Doni


Bak petir menyambar setelah mendengar hal itu, sekujur tubuh pria itu gemetar. Dia tidak menyangka dia menyinggung 2 orang besar.


Dia tahu A.S.A Group dan AL Group adalah perusahaan besar di negara ini, dan menyangkup di semua bidang.


Di blacklist kedua perusahaan raksasa itu sama saja, menutup jalan dia untuk berkarir.


Namun Alyssa mengabaikannya dan melangkah masuk ke kamar khusus miliknya.


¤


Kota S


Sudah beberapa hari ini, Raiden memimpikan adegan dimana dia tertangkap basah sedang bergumul dengan Nimar, oleh Ameera.


Mimpi yang sama terus terulang sampai hari ini. Sebelumnya mimpi itu selalu hadir saat 18 tahun lalu sampai 1 bulan hilangnya Ameera. Entah mengapa sekarang mimpi itu muncul kembali.


Keringat dingin membasahi tubuhnya, Raiden mengusap wajahnya dan menghela nafasnya panjang.


Dadanya merasakan sesak yang teramat menusuk di hatinya.


Rasa menyesal selalu hinggap di hatinya selama 18 tahun. Saat itu dia bimbang untuk meninggalkan Nimar yang sudah memberikannya seorang putri.

__ADS_1


Dan tetap menjalani hubungan gelap di belakang Ameera.


Kesalahan yang sudah tidak bisa di tebus lagi, pengkhianatan yang ia lakukan, sudah tak mungkin bisa untuk di cegah lagi.


Nasi sudah menjadi bubur!


Dan rasa sakit itu kian menyiksa saat putra semata wayangnya, juga ikut meninggalkannya.


"Mimpi yang sama lagi, Ameera... Apa kau masih belum bisa memaafkanku, sayang?" ucap Raiden lirih dan berkaca-kaca.


Raiden mengingat gambaran di mimpinya, begitu Ameera meninggalkan Villa tempat dia dengan Nimar melakukan pergumulan.


Ia langsung mengejar Ameera setelah ia selesai memakai pakaiannya, dan berhasil melepaskan pelukan Nimar yang tidak izinkan ia pergi menyusul Ameera.


Meskipun saat itu Nimar berteriak dan menangis, namun Raiden tetap bergegas keluar untuk menyusul istrinya.


Dia menyesali semua perbuatannya, dia akan memohon maaf dan meminta kesempatan untuk memperbaikinya pada istrinya itu, meski harus berlutut memohon ampunan padanya.


Karena dia tidak ingin Ameera meninggalkannya, dia tidak ingin wanita yang paling ia cintai pergi dari sisinya.


Namun ternyata takdir membawa Ameera pergi meninggalkannya untuk selamanya.


"Hiks, aku menyesal sayang, sungguh aku minta maaf. Kenapa saat itu aku bisa melakukan hal yang membuatmu sangat terluka hingga kau menghilang dan tak pernah kembali. Hiks.. Kenapa saat kau menampar Nimar aku justru membelanya? Padahal saat itu kau juga sedang sangat terluka karena perbuatanku. Kenapa saat itu aku begitu bodohnya, mengkhianati cinta tulusmu" ucap Raiden menangis


"Apa yang harus aku lakukan, hingga kau dan anak kita bisa memaafkanku" ucapnya lagi.


Raiden menangis meratapi kebodohan dirinya, meskipun dia tidak menikahi Nimar setelah kepergian Ameera. Namun ia tetap menghidupi Nimar karena adanya putri mereka.


Setelah Ameera menghilang, dirinya tidak pernah sekalipun berhubungan dengan Nimar, dia membatasi hubungannya hanya untuk putri mereka.


Namun setelah 18 tahun, dia mulai goyah dan berhubungan kembali dengannya. Dan yang dia tidak ketahui, saat itu Azka melihat pergumulan mereka di dalam ruangan kantornya.


Meskipun setelah kepergian Azka dia sudah menghindari Nimar kembali. Sayangnya dia sudah terlambat untuk menyesali semuanya.

__ADS_1


__ADS_2