Sistem Dewi

Sistem Dewi
MP Ameera dan Noah


__ADS_3

Episode ini mengandung adegan ๐Ÿ”ž, harap bijak untuk membaca. Bagi bocil-bocil harap skip saja.


Dan Dosa di tanggung sendiri ya ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ Author yang nulis aja merinding sendiri ๐Ÿ™Š๐Ÿ˜€


...__ยคยคยค__...


Alyssa merasakan jika Tama sudah kembali, itu artinya Tama sudah berhasil melenyapkan para cecunguk itu.


Saat ini Alyssa berada di kamar mandi, melihat tidak ada siapa-siapa di dalam. Dia pun memanggil tama untuk keluar.


"Tama, kau awasi mamah diam-diam. Jika ada yang berniat buruk. Lenyapkan!" perintah Alyssa


"Baik nona" ucap Tama dan menghilang lagi.


Meskipun Alyssa sudah yakin Ameera akan aman, tapi ia juga tetap meminta Tama untuk menjaga. Agar tidak ada hal buruk terjadi, ia tidak mau lengah.


...


Pernikahan Ameera dan Noah berjalan dengan sangat lancar. Semua tamu sudah pulang, tinggal Noah dan Ameera yang saat ini sudah berada di kamar pengantinnya.



Ameera sangat terkejut saat ia melangkah masuk ke kamar Hotel yang sudah di sulap sedemikian rupa indahnya, menjadi kamar pengantin mereka berdua.


Tidak bisa di pungkiri, saat ini Ameera merasa sangat gugup. Meskipun ia sudah pernah menikah sebelumnya, namun ia sudah sangat lama tidak bersentuhan dengan lawan jenis.


"Kenapa Hmm?" ucap Noah memeluk Ameera dari belakang dan menghirup ceruk leher Ameera


Sontak perlakuannya membuat Ameera meremang. Detak jantungnya berdetak dengan cepat.


"Ak-aku mandi dulu" ucap Ameera sedikit menghindar


"Hm, aku tunggu di sini, istriku, huuuuffff" ucap Noah tersenyum dan meniup tepat di telinga Ameera, membuat semburat merah di pipi Ameera.


Dengan segera Ameera masuk ke kamar mandi, membuat Noah terkekeh melihat tingkahnya.


"Lucu sekali istriku" ucap Noah pelan.


Blam!!!


Ameera menutup pintu kamar mandi cukup kencang, ia memegang dadanya. Jantungnya masih saja berpacu, pipinya menghangat karena malu dan gugup.


"Astaga, kenapa aku gugup sekali. Seperti seorang gadis saja" ucap Ameera


Ia kemudian membuka gaun pengantin miliknya dengan mudah, karena Fransiska mendesainnya dengan sederhana namun tetap elegan dan tidak berat.


Jadi Ameera bisa membukanya sendiri. Setelah membuka gaunnya, ia masuk ke dalam bathup yang sudah di siapkan sebelumnya oleh pihak hotel. Aroma mawar menguat dari air di dalamnya, menenangkan pikirannya sejenak.

__ADS_1


Selama lebih dari setengah jam Ameera mandi, Noah masih duduk di sofa kamar. Sejujurnya dirinya juga sangat gugup, ini kali pertama dirinya berada di sebuah kamar berduaan dengan wanita yang kini resmi menjadi istri sah nya itu.


Perlahan Ameera keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe. Noah yang melihatnya bergegas masuk ke kamar mandi. Jantungnya bertalu kencang.


"Aku mandi dulu" ucap Noah


"Apa hari ini aku melepas keper**kaanku. Hais lebih baik aku mandi sekarang. Aku tidak sabar memakan istriku yabg cantik" ucap Noah setelah berada di kamar mandi.


Tidak seperti Ameera yang mandi memakan waktu lebih dari setengah jam. Noah hanya memerlukan kurang dari 10 menit untuk mandi.


Noah keluar dari kamar mandi menggunakan Handuk yang menutupi bagian bawah dan berte***jang dada.


Ameera yang melihatnya menelan salivanya susah payah. Ia baru kali ini melihat tubuh pria se h*t ini. Dada bidang dan perut kotak delapan tercetak indah di sana.


Bahkan tubuh Raiden dulu tidak sepanas dan seindah milik Noah.


"Apakah tubuhku bagus sayang? Kau Suka?" ucap Noah menggoda Ameera


Ameera yang ketahuan terpaku memandangi tubuh Noah pun mengalihkan pandangannya, dengan wajah memerahnya.


"Tidak perlu malu, ini semua milikmu, huuufff" ucap Noah lagi-lagi meniup telinga Ameera.


Ameera menegang, kemudian menoleh dan bertemu mata dengan Noah. Cukup lama mereka saling berpandangan.


Cup!


Perlahan tapi pasti Ameera mulai membalas ciuman Noah dengan gairah yang sama. Tangan Noah tidak tinggal diam, dia mulai mer**as da*a Ameera yang memb*sung indah.


Perlahan Noah menarik tali bathrobe yang di pakai istrinya itu. Menampilkan bentuk tubuh indah milik Ameera yang hanya memakai lingerie pipis menerawang berwarna hitam.


Noah meneguk Salivanya kasar. Jakunnya naik turun melihat betapa se*si dan menggodanya, apalagi da*a yang terlihat sangat mon*ok itu seakan melambai ke arahnya.


"I-Ira, bo-bolehkah?" ucap Noah ambigu, matanya menatap netra indah milik istrinya itu.


Ameera hanya mengangguk ringan mengiyakan. Pagutan dan lum*tan berde*ak terdengar, keduanya saling mencium penuh gairah yang membara.


Tangan Noah berge**ya berjalan melewati dua gunung kembar, turun ke pus*r, memasuki hutan belantara. Lalu ia bermain di sekitar mulut gua.


"Aaahhh... " Satu des*han lolos begitu saja dari bibir Ameera


Ciuman Noah kini turun ke leher, ia memberikan beberapa tanda cinta di sana. Lalu ia turun ke buah yang mengantung indah, di re*asnya pelan penuh perasaan.


Choco cips milik Ameera yang kini mengeras, tak luput dari sapuan bibir dan li*dah hangat milik Noah. Ia menj**at, meng**um dan meny**ap dengan lahap dengan penuh semangat.


"Indah, tubuh mu sangat indah sayang" Pujian demi pujian terlontar dari mulut Noah.


Di sentuhnya setiap inci dari tubuh istrinya itu. Sampai Akhirnya kedua sekali itu sudah ber****njang tanpa sehelai benang pun.

__ADS_1


"Sayang, aku mulai" ucap Noah dengan suara serak dan berat. Ameera hanya mengangguk.


"Akhh..." teriak Ameera kesakitan saat ujung helikopter milik Noah masuk ke goa terlarang milik Ameera.


"Aahhh sem-pit sekali sayaangg, Aahh" de*ah Noah


Blesh!!!


Seluruh Heli Noah masuk sempurna.


"Aakhhh, sa-kiit" Gumam Ameera menahan rasa perih dan panas di sekitar mulut dan dalam Goa nya.


"Sa-sayang" ucap Noah terkejut saat ia merasakan sesuatu yang hangat di bawah, ia lalu melihat darah mengalir di sela mulut Goa.


"K-kau.. Ba-bagaimana bisa? Kau masih perawan?" ucap Noah terkejut, perasaannya campur aduk antara terkejut, senang, bangga, dan bingung.


"Nanti aku jelaskan ssshh sakit Mas" ucap Ameera


Karena merasakan Heli miliknya di remas begitu kuat di bawah, Noah mengalihkan perasaan bingung yang menyelimuti pikirannya.


Sensasi yang pertama kali di rasakan Noah saat ini. Dirinya sangat menikmati yang ia lakukan sekarang.


"Aku gerakan sekarang ya" ucap Noah lembut


"Pelan mas" ucap Ameera yang di angguki Noah


Ia kemudian menggerakkan pinggulnya, yang lama kelamaan mempercepat tempo gerakannya.


"Aaahhh, Ira sayang kau sangat nik-maaatt sekali Aahhh.. Sempit sekali" ucap Noah


"Aahhh mass... hmmmm ahhh" de*ah Ameera


Mendengar de*ahan Ameera, Noah makin semangat menghu**m jelita ke Goa milik Ameera


"Noaahhh Aahhh per-cepaaatt, Ak-akuuu mauuuu Aaahhhh" teriak Ameera tertahan, karena sesuatu akan meledak di dalamnya


"Aku juga sayang, aaahhh Iraaaa... Bersama sayang Aaahhhh" teriak Noah yang sama-sama sudah sampai puncak dan mengeluarkan Lava keni*matan miliknya ke dalam Goa terlarang milik Ameera.


Deru nafas mereka beradu, keringat keduanya mengalir begitu deras di suasana malam yang begitu dingin, namun terasa panas bagi mereka berdua.


"Terima kasih sayang, Aku mencintaimu" ucap Noah tersenyum dan mencium kening Ameera


"Aku juga mencintaimu Mas Noah" ucap Ameera tersenyum dan memeluk dada bidang milik Noah.


Setelah cukup beristirahat, keduanya memulai pergulatan mereka hingga pagi.


...

__ADS_1


__ADS_2