
Saat ini Alyssa sudah di kantor milik Alvin, ia menjemputnya pulang. Tidak kebalik? Bukan kah harusnya cowok yang menjemput Cewek? Apapun itu, Alyssa hanya ingin berada di dekat Alvin saat ini, karena ia tahu Alvin sangat membutuhkan dia di sampingnya.
Alvin melingkarkan tangannya ke pinggang Alyssa saat keluar dari kantor. Semua karyawan melihatnya berbisik, dan bergosip.
"Bos kembali, sepertinya mereka baik-baik saja. Syukurlah"
"Iya aku lebih suka Pak Alvin dengan Bu Alyssa, sangat cocok"
"Betul itu, aku tidak suka dengan wanita yang beberapa hari lalu selalu mengikuti pak Alvin dan berlagak seakan jadi nyonya di sini"
"Nyonya apanya, lihat tuh perbedaannya sangat mencolok. Pak Alvin hanya mau memegang tangan atau memeluk Bu Alyssa saja. Sedangkan kemarin Pak Alvin seperti menjaga jarak dengan wanita itu"
"Ah iya kau benar juga"
Gosip pun tetap berlangsung, mereka merasa lega, saat mengetahui hubungan Bosnya dengan Alyssa baik-baik saja.
...
Alvin dan Alyssa saat ini sudah berada di mansion milik Alvin. Sesampainya di sana, Alyssa langsung menuju dapur untuk memasak makan malam.
Alvin yang baru saja selesai mandi, tersenyum melihat Alyssa yang saat ini sedang fokus memasak. Celemek yang di pakainya, membuat pesona nya kian bertambah.
"Wangi sekali" ucap Alvin memeluk Alyssa dari belakang yang sedang mengaduk masakan di depannya.
"Sebentar lagi matang, duduklah dulu! Aku akan menyiapkannya sebentar lagi" ucap Alyssa
"Biarkan seperti ini saja" ucap Alvin menolak untuk beranjak dari pelukan posesif nya.
"Aku susah bergeraknya, Alvin. Duduklah! Setelah makan kamu bebas memelukku sepuasnya" ucap Alyssa.
"Oke Deal" ucap Alvin berbinar dan langsung melepas pelukannya, lalu beranjak menuju meja makan.
Wajahnya sangat bahagia, mengingat setelah ini dia bisa memeluk Alyssa sepuasnya.
Alyssa baru saja selesai menata masakan di atas meja makan. Makanan tradisional itu sangat menggugah selera di matanya. Wangi makanan menguar masuk ke indra penciuman, sungguh membangkitkan selera makan seseorang.
"Kau mau makan pakai apa?" tanya Alyssa yang sudah memegang piring milik Alvin di tangannya.
"Apapun yang kau ambil aku akan memakannya, aku menyukai semuanya" ucap Alvin tersenyum.
Alyssa lalu mengambil nasi dan lauk pauk untuk Alvin. Setelahnya ia mengambil untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
"hm, masakanmu selalu enak" puji Alvin saat satu suapan makanan masuk ke dalam mulutnya.
"Hm, Makan yang banyak kalau begitu" ucap Alyssa tersenyum lembut.
Keduanya makan dengan khidmat, Nafsu makan Alvin meningkat saat menikmati masakan spesial, dari Alyssa yang teramat lezat itu.
Setelah makan Alyssa dan Alvin duduk di ruang tamu. Alvin menarik pinggang Alyssa ke pelukannya, wajahnya jatuh ke ceruk leher Alyssa yang menguar wangi manis itu.
"Sayang, ayo kita menikah! Bukankah saat ini sudah tidak ada lagi penghalang" ucap Alvin
"Ya, terserah kamu, aku akan mengikuti apapun maumu" ucap Alyssa
"Bagaimana kalau satu minggu lagi" ucap Alvin.
"Apa itu tidak terlalu cepat? Bagaimana kita mengurus pernikahannya?" ucap Alyssa
"Kau tak perlu khawatir tentang itu, aku akan mengurus semuanya. Jadi, Nona Alyssa apa kamu tidak keberatan menikah seminggu lagi?" tanya Alvin
"Tentu, aku sudah bilang jika aku akan menuruti mu. Tapi aku ingin kita mengundang semua anak-anak panti untuk datang di hari bahagia kita" ucap Alyssa
"Sesuai keinginanmu nyonya. Aku akan mengabari mamah Sandra tentang hal ini, mamah pasti senang mendengarnya" ucap Alvin.
Mereka mengobrol dan bercanda menikmati waktu mereka bersama, sebelum Alyssa pulang ke mansion miliknya.
..._¤_...
Hari ini, Alyssa memiliki janji dengan Fransiska untuk bertemu, dan melakukan pengukuran. Alyssa mendesign baju pengantinnya sendiri. Dan membiarkan Fransiska untuk membuatkannya.
Namun sebelum ia ke studio milik Fransiska yang berada di ibu kota. Alyssa mengarahkan mobilnya menuju perusahaan Diningrat Group.
Meskipun ia tidak bisa bertemu dengan Ayah kandung Rayhan saat ini. Karena saat ini Alaric fokus urusan politiknya. Alyssa akan menemui Kakeknya terlebih dahulu yaitu Sanjaya Setyo Diningrat.
"Selamat siang Nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya Resepsionis tersenyum ramah.
"Selamat siang, saya ingin bertemu dengan tuan Sanjaya" ucap Alyssa
"Apa anda sudah memiliki janji sebelumnya?" tanya resepsionis.
"Belum, tolong sampaikan jika Alyssa, CEO dari AL Group ingin bertemu" ucap Alyssa dengan tenang. Mendengar nama AL Group, resepsionis terkejut dan sedikit gugup.
"Silahkan duduk dulu kalau begitu CEO Alyssa, saya akan mengabari orang atas dulu" ucap Resepsionis
__ADS_1
"Baik, terimakasih" ucap Alyssa tersenyum sopan lalu duduk di sofa ruang tunggu.
Resepsionis segera melaporkan hal ini ke sekretaris Presiden Direktur Diningrat Group. Sekretaris terkejut dan segera memberitahu Sanjaya jika CEO AL Group ingin bertemu.
Sanjaya pun sama terkejutnya, apa gerangan yang membuat orang nomor 1 di perusahaan besar nomor 2 di negara ini. Berinisiatif bertemu dengannya.
Ia langsung menyuruh sekretarisnya untuk menjemputnya langsung di bawah. Bagaimana pun CEO AL Group, meskipun masih muda, adalah legenda besar di bidang bisnis, di negara ini.
Rian, Sang sekretaris mengangguk mengerti, dan bergegas turun ke lantai satu, di mana Alyssa menunggu di sana.
Melihat Rian datang, Resepsionis mengangguk sopan. Rian lalu menghampiri Alyssa yang sedang duduk dan menikmati teh yang sebelumnya di sajikan oleh resepsionis.
"Selamat Pagi CEO Alyssa. Perkenalkan saya Rian, sekretaris presiden direktur Diningrat Group" sapa Rian membungkuk sopan.
"Selamat pagi juga Sekretaris Rian" balas Alyssa dengan sopan.
"Mari ikut saya Nona, Presdir Sanjaya sudah menunggu anda di ruangan kerjanya" ucap Rian
"Tentu" jawab Alyssa, beranjak pergi mengikuti Rian menggunakan Lift Khusus.
Tidak di sangka, Alyssa bertemu dengan Hendriko dan juga sekretaris se*sinya, yang saat itu sama-sama hendak masuk ke lift.
Pandangannya jatuh ke wajah cantik Alyssa, menatapnya dengan mesum penuh minat. Hendriko adalah pria casanova, ia sering berganti wanita setiap harinya. Dia bahkan terkenal di salah satu Club di ibukota dan sering terlibat One Night Stand dengan banyak wanita.
Meskipun begitu, karena ia adalah anak bungsu Sanjaya, ia juga bekerja di perusahaan menjabat Direktur Utama. Dan kelakuan buruknya itu di tutupi dengan kinerjanya yang cukup baik di perusahaan.
"Selamat pagi Pak Hendriko" sapa Rian, sedangkan Alyssa hanya berdiri tidak bergeming dan memandang acuh ke depan.
"Pagi sekretaris Rian. Ngomong-ngomong, siapa wanita cantik di sampingmu?" ucap Hendriko tak sungkan menatap Alyssa penuh minat.
"Ah, beliau CEO Alyssa dari AL Group" ucap Rian seperlunya.
Rian tahu betapa busuknya laki-laki di sampingnya itu. Ia sendiri merasa risih dengan tatapan tuan mudanya itu pada tamu atasannya. Namun ia tidak bisa menegur semaunya, karena ia tahu di mana tempat ia sekarang berada.
"Oh, ternyata CEO Alyssa, Halo salam kenal. Saya Hendriko, Direktur Utama di sini dan juga anak bungsu dari Sanjaya Setyo Diningrat" ucap Hendriko, mengulurkan tangannya.
"Hmm" Alyssa menjawabnya dengan gumaman dan tidak menyambut uluran tangan Hendriko.
Hendriko menarik tangannya kembali, bibirnya sedikit melengkung. Ia makin tertarik dengan Alyssa, sifatnya yang dingin justru membuatnya makin penasaran dan ingin menaklukannya.
...
__ADS_1