
Alyssa lari menaiki tangga dengan cepat, ia takut jika ia terlambat sedikit, nyawa orang akan melayang.
Alyssa Akhirnya sampai di Rooftop gedung fakultas Hukum, ia melihat seorang laki-laki dengan pakaian yang lumayan lusuh, berdiri di tepi Rooftop. Alyssa tidak melihat wajahnya, karena posisi laki-laki itu tengah membelakangi Alyssa.
Dengan pelan, Alyssa menghampiri laki-laki itu. Ia mencoba memindai datanya.
Nama : Yoshua Prasetyo Lunardi (Pras)
Umur : 22 tahun
Nilai penampilan : 8.5/10
Nilai kesukaan : 50/100
profesi : Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Hukum, salah satu mahasiswa berprestasi.
Status : Baru saja putus
Pendeteksi niat buruk : Ingin melakukan bunuh diri
Karakter : Pekerja keras, pintar, sopan, santun, baik, tegas dan cukup humoris.
Rahasia :
Depresi karena terancam putus kuliah karena biaya. Tidak mendapatkan beasiswa karena penerima atau kuota beasiswa sudah penuh. Dia pecat dari tempat paruh waktu, karena bertengkar dengan anak pemilik restoran tempat ia bekerja. Karena Anak pemilik itu, melecehkan salah satu pengunjung, dan Pras menghalanginya.
Adik perempuan satu-satunya terancam putus sekolah, karena menunggak SPP 4 bulan.
Sang Ibu menderita kelumpuhan karena korban tabrak lari sejak 6 bulan yang lalu.
Sang ayah meninggalkan istri dan kedua anaknya, demi wanita lain yang lebih cantik dan lebih kaya. Dan apanya lagi, dia juga putus dengan pacarnya, karena memergoki pacarnya bercumbu dengan seorang pria tua di depan matanya, bahkan menghina dirinya di depan selingkuhannya yang kaya dan tua itu.
Alyssa melihat data itu terkejut, ternyata karena beban ekonomi dan putus cinta, makanya bertekad bunuh diri. Alyssa menggelengkan kepalanya, dia merasa kasihan, namun ia juga ingin memaki laki-laki di depannya itu.
__ADS_1
"Kenapa tidak loncat sekarang! Tunggu apa lagi?" ucap Alyssa tiba-tiba
Pras kaget mendengar suara wanita di belakangnya, dia menoleh ke belakang. Dia terkejut melihat kecantikan di depan matanya.
"Oh tuhan, Apa aku sudah berada di surga? Sungguh bidadari yang cantik" gumamnya.
Alyssa yang mendengar itu, bingung ingin tertawa atau menangis.
"Kau masih hidup!!! kalau kau ingin pergi ke surga kau harus mau lompat dulu. Silahkan lompat! Biar aku yang menjadi pemandu sorak untukmu" ucap Alyssa
Pras terkejut mendengar ucapan Alyssa, dia menoleh ke arah tepian rooftop. Dia sadar, dirinya belum mati, dan memang benar jika dirinya belum melompat.
Namun ucapan ambigu Alyssa yang malah mendukung ia lompat dari atas gedung berlantai tiga itu, justru membuat dia ragu dan merasa kesal karenanya.
"Kenapa kau malah menyuruhku melompat dari gedung?" tanya Pras kesal
"Oh, apa aku salah? apa kau memang tidak ingin lompat?" ucap Alyssa pura-pura terkejut
"Aku pikir kamu ingin bunuh diri dengan lompat dari atas gedung fakultas. Tadinya aku ingin menjadi pemandu sorak untuk menyemangatimu sampai tubuhmu membentur dan hancur di bawah sana" ucap Alyssa lagi menunjuk ke bawah dengan dahinya.
"Kenapa? Tentu saja, aku hanya ingin menjadi saksi kematianku saat loncat dari gedung lantai 3. Jika malaikat maut mengambil nyawamu, lalu aku berkata padanya dan juga pada Tuhan. Oh, Tuhan aku sungguh menyaksikan orang Bodoh yang otaknya dangkal sedangkal-dangkalnya dan dia melakukan bunuh diri. Bahkan dirinya tidak memikirkan keluarganya yang sedang di rumah, yang pastinya sedang membutuhkan kehadirannya. Karena kematiannya, keluarganya akan menangis dan dalam penderitaan yang besar, dan menyalahkan diri mereka karenanya. Tuhan, tolong jangan bawa orang seperti dia ke surga, tapi tolong seret dia ke neraka saja. Kalau perlu, biarkan arwah dia bergentayangan dan biarkan dia melihat kondisi keluarganya yang dia tinggalkan, akibat pemikiran dangkal yang dia buat dengan mengakhiri hidupnya" ucap Alyssa
Pras mendengar ucapan Alyssa menjadi tersadar, dia kemudian melangkah mundur dan menjauhi tepi rooftop, dia terduduk lemas memikirkan ucapan Alyssa dan kemudian menangis sejadi-jadinya.
"Maafkan aku ibu, maafkan kakak, Tiara... Hiks, hampir saja kakak melakukan tindakan Bodoh. Maafkan aku ibu, Tiara. Aku janji akan selalu di samping kalian dan memberikan support pada kalian" ucap Pras menangis.
Alyssa hanya diam saja melihat Pras saat ini tengah menangis, menyesali tindakan yang hampir saja ia lakukan.
[ Selamat Host, anda telah menyelesaikan sebuah misi. Mencegah seorang mahasiswa melakukan bunuh diri. Anda mendapatkan Hadiah : 10.000 Hektare lahan pertanian di kota Y ]
[ Surat-surat kepemilikan tanah sudah di simpan di ruangan penyimpanan]
"Terimakasih nona" ucap Pras kemudian dengan tulus karena sudah di sadarkan.
__ADS_1
"Ya, sama-sama. Kamu Prasetyo, mahasiswa dari fakultas hukum bukan?" tanya Alyssa kemudian
"Benar, tapi dari mana anda tahu nama saya? hm tapi sebentar lagi, aku bukan mahasiswa di sini lagi" ucap Pras dengan raut wajah sedih.
"Tidak penting aku tahu dari mana. Aku ingin bertanya, apa kau tetap ingin lanjut kuliah?" tanya Alyssa
"Tentu saja mau, tapi itu mustahil aku lakukan. Aku kehilangan pekerjaanku, dan aku juga belum membayar biaya kuliahku" ucap Pras sendu
"Aku bisa membantumu, aku akan membayar uang kuliahmu sampai kau lulus" ucap Alyssa
"Kenapa kau ingin membantuku? Apa tujuanmu?" tanya Pras, meskipun dia merasa senang, namun dia juga merasa waspada takut Alyssa memiliki tujuan yang buruk terhadap dia dan keluarganya.
"Jika aku bilang tidak ada niat apa-apa, apa kau percaya?" tanya Alyssa balik, Pras menggeleng. Alyssa hanya menghela nafasnya, kemudian melanjutkan ucapannya
"Ya, aku tahu semua tentang dirimu Pras, kau saat ini sedang membutuhkam uang untuk kuliah kamu, uang sekolah adik kamu dan biaya perawatan ibumu, dan makanan sehari-hari bukan?" tanya Alyssa
Namun Pras terkejut mendengar itu, tidak banyak orang yang tahu perihal kondisi keluarga mereka. Kecuali dirinya sendiri, ibu dan adiknya.
"Aku akan membayar kuliah kamu dan sekolah adikmu. Juga pengobatan kaki ibumu bisa aku atur semuanya, aku jamin ibumu akan sembuh setelah beberapa hari. Namun..." ucap Alyssa menghentikan ucapannya
Pras yang berbinar mendengar itu semua melihat sebuah harapan, ia juga menanyakan apa yang di inginkan wanita cantik di depannya.
"Namun apa Nona?" ucap Pras memanggil Alyssa dengan sebutan nona.
"Aku ingin setelah kau lulus, kau harus bekerja di perusahaan ku, sebagai tim kuasa hukum di perusahaan, selama 5 tahun, terhitung setelah kau lulus sarjana. Jika sudah 5 tahun, kau bebas mengajukan perpanjangan kontrak atau berhenti dan mencari perusahaan yang lain. Dan untuk sementara ini, karena kamu belum lulus, aku ingin memberikanmu pekerjaan kontrak di perusahaan sebagai staf magang. Gajinya tidak banyak, hanya 4,2 juta saja tapi itu belum termasuk bonus, intensif, uang makan dan uang transport" ucap Alyssa lagi
"Be-benarkah?" ucap Pras, ia sangat terkejut, dia tidak menyangka itu semua terjadi padanya, dia pikir itu hanya mimpi.
"Bagaimana?" tanya Alyssa lagi, Pras hanya mengangguk menyetujui syarat dari Alyssa.
"Kalau boleh saya tahu, siapa nama nona? dan apa perusahaan milik anda, Nona?" tanya Pras
"Alyssa, dan perusahaanku adalah AL Group" ucap Alyssa dengan ringan
__ADS_1
"Alyssa?? AL Group?? Ya tuhan... " ucap Pras syok saat mendengar Alyssa menyebut namanya dan nama perusahaan besar ternama di negara ini. Bahkan yang ia dengar, pemiliknya adalah tunangan dari Alvin Saga Ardhana, pemilik A.S.A Group. Yang tak lain adalah Alyssa, wanita yang ada di depannya.