
"Adi...!!!" ucap Yoga terkejut
Semua orang di sana terkejut saat Yoga memanggil Miko dengan nama Adi.
Miko dan Nimar juga terkejut melihat siapa yang datang, mereka berdua terkejut melihat satu orang lagi yang sangat mirip dengan Ameera saat muda.
Namun yang di depannya sekarang terlihat seperti tidak ada bedanya dengan Ameera saat berusia 20 an tahun saat itu, namun mereka gagal menebak jika memang benar jika dia adalah wanita yang sama.
"Adi? Siapa Adi Kak?" tanya Ameera.
Ameera melupakan sejenak emosinya saat melihat dua orang yang telah menyiksanya selama belasan tahun itu. Terutama saat melihat Nimar, sang mantan sahabat.
Miko dan Nimar bagaimanapun terkejut mendengar wanita yang sangat mirip dengan Ameera itu memanggil Yoga dengan sebutan kakak.
"Dia Adi dek, Adi yang tetangga kita saat ayah dan ibu masih tinggal di rumah lama, saat kau masih jadi senior di Sekolah menengah dulu" ucap Yoga
"Dia, Adi yang itu???" ucap Ameera menutup mulutnya dengan kedua tangannya kaget saat mengingat sosok Adi yang di maksud Yoga.
"Apa maksud Om dan Mamah? Alyssa tidak mengerti" tanya Alyssa, karena memang tidak bisa terbaca data tentang hal itu dari ketiganya.
Wajah Miko sekarang sangat pucat melihat Yoga, terlihat sekali dia sedang menatap Yoga dengan penuh kebencian dan juga rasa takut yang kuat.
"Kau, Ira?" tanya Nimar, saat mendengar Alyssa memanggil wanita itu dengan sebutan mamah
"Oohh, Halo Mantan sahabat lama" ucap Ameera menoleh ke arah Nimar.
"Tidak, tidak mungkin! Kau bukan Ira, bagaimana mungkin kau adalah wanita gila yang cacat itu. Dia sudah mati!!" ucap Nimar tidak percaya
Plak!!!
Plak!!!
Tamparan keras itu mendarat di pipi Nimar, membuat pipi yang sudah mulai terdapat lipatan itu, bengkak.
"Ya, wanita gila yang cacat itu, sekarang berada di depanmu!!" ucap Ameera geram
"Tidak, tidak mungkin!!!" Teriak Nimar.
"Apa nya yang tidak mungkin? Karena aku terlihat muda dan secantik dulu, Hah? Tentu saja mungkin, karena aku memiliki seorang putri yang sangat luar biasa, yang tidak hanya menyembuhkan mental dan luka di tubuhku, tapi juga mengembalikan kecantikanku seperti gadis 20 tahun. Tidak seperti wanita murahan seperti dirimu, Cih!!" ucap Ameera mencibir
__ADS_1
"Akkhh... Lepaskan aku!!!" teriak Nimar
"Oohh, aku tidak dengar apa yang kau katakan, coba katakan lagi!!" ucap Ameera sambil menarik rambut Nimar dengan kuat, hingga kepala Nimar mendongak ke atas.
"Ira, tolong lepaskan!! Saaa-kiiiit" ucap Nimar merasa sangat sakit saat rambutnya di tarik Ameera kuat-kuat, serasa rambutnya akan lepas dari kepalanya.
"Apa kau juga melepaskan aku saat aku berteriak dan memohon untuk kau lepaskan, Hah???" teriak Ameera.
Plak!!!
Plak!!!
Plak!!!
Plak!!!
Yang lain hanya melihat saja, saat Ameera menarik kuat rambut Nimar dan menamparnya dengar keras berkali-kali, hingga bengkak dan sudut bibir Nimar mengeluarkan darah.
"Rasa sakit yang kau terima, masihlah sedikit di banding rasa sakit yang aku rasakan!!!" Teriak Ameera melepas tangannya dari rambut Nimar, dan mendorongnya, hingga Nimar jatuh ke lantai dengan cukup keras.
"Akhh..!!" teriak Nimar kesakitan
Alyssa mendekat ke arah mamahnya dan memeluknya.
"Biar Alyssa yang menyiksa ular ini, mah. Alyssa pastikan dia akan mendapatkan ratusan kali lipat yang mamah rasakan dulu" ucap Alyssa
Ameera hanya mengangguk di pelukan putrinya itu.
Kini sebuah Pukulan dan tendangan mendarat di wajah dan di badan Miko. Pelakunya, tentu saja adalah Yoga.
"Adi, kurang ajar kau!!! Ternyata kau otak di balik semua kejadian yang menimpa keluargaku, bangsat kau!!! Akan ku bunuh kau!!" ucap Yoga dan mencekik leher Miko dengan kuat.
Namun Alvin berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan Yoga di leher Miko.
"Om, tolong kontrol emosi anda. Dia akan mati jika Om seperti ini" ucap Alvin
"Biarkan aku membunuhnya Alvin!! Dia pantas mati!!!" ucap Yoga memberontak dari tangan Alvin.
"Om, benar yang di katakan Alvin. Mudah membunuhnya sekarang, tapi itu terlalu mudah jika dia mati begitu cepat" ucap Alyssa
__ADS_1
"Tapi dia sudah keterlaluan Al, Om dulu sudah berbaik hati melepaskan dia, dan dia hanya berakhir di penjara selama 2 tahun. Tapi yang dia lakukan kali ini, sudah keterlaluan" ucap Yoga sangat marah
"Sebenarnya apa Alasan bajingan ini melakukan semua ini pada keluarga kita, Om?" tanya Alyssa pada Yoga.
"Om tidak tahu, tapi yang Om tahu, dia dulu om pukul habis-habisan dan om jebloskan dia ke penjara. Karena waktu itu, dia menculik Sandra dan juga hampir memperkosanya, untung saat itu om datang tepat waktu, meskipun keadaan Sandra saat itu sangat terpukul dan hampir di tel***angi oleh bajingan itu" ucap Yoga
Alvin yang mendengar nama ibunya di sebut, dan ibunya di culik juga di lecehkan oleh Miko, meradang penuh emosi.
"Kurang ajar!!! Apa yang kau lakukan pada mamahku Hah?? Bang*at!!! Jadi kau yang membuat mamahku selama ini takut gelap dan mengalami trauma!!!" ucap Alvin sembari membabi buta memukuli Miko yang kini terkapar tak berdaya.
"Itu karena Kau Yoga!!!" ucap Miko setelah menerima pukulan demi pukulan terhadapnya, dan kini sudah babak belur.
"Jika saja dulu kau tidak menjadi penghalang dan terus menerus menerus di dekat Sandra, aku pasti bisa mendapatkan wanita yang aku cintai!! Kau melakukannya karena kau cemburu padaku, bukan? Karena kau juga mencintai Sandra! iya kan!" ucap Miko tak terima
"Aku akui jika Sandra adalah cinta pertamaku, tapi aku sudah merelakan jika Sandra dan Erick bersama, asalkan dia bisa hidup bahagia bersama pilihannya. Dan merekapun sudah mengetahuinya, tapi persahabatan kita tetap berjalan seperti biasa. Namun karena skema yang kau buat, membuat persahabatan kita hancur, bahkan tidak segan untuk saling melukai. Aku bersyukur karena Adikku masih hidup dan membuat kesalahpahaman ini berakhir. Aku tak habis pikir kenapa kau melakukannya pada adikku yang tidak bersalah dan menghancurkan keluarganya juga!" ucap Yoga sangat marah.
"Itu karena Adikmu, beberapa kali menggagalkan rencanaku untuk membawa Sandra pergi. Aku tahu Sandra juga mencintaiku, tapi karena kau dan adikmu yang selalu menghalangi cinta kami, jadi dia pergi dengan laki-laki lain dan meninggalkanku. Lalu kau menjebloskanku ke penjara, padahal saat itu kami sedang memacu kasih, tapi kau mengganggu kesenangan kami. Asal kau tahu Sandra adalah milikku selamanya" ucap Miko marah dan tertawa.
"Dasar Gila, aku tahu obsesimu yang gila itu. Sandra sama sekali tidak menyukaimu, dia justru jijik dan takut berada di dekatmu dulu. Maka dari itu, kemana pun Sandra pergi selalu ada aku ataupun Erick di sampingnya. Karena kau menghalalkan segala cara untuk mendekatinya" ucap Yoga.
"Tidak!!! kau bohong!! Sandra hanya mencintaiku! Karena kau Sandra pergi bang*at!!!" teriak Miko
Baik Alyssa maupun Alvin saat ini hanya mendengar dan menyimak. Meskipun saat ini keduanya menahan emosi dengan susah payah.
"Om, sepertinya. Obsesinya pada mamah Sandra membuat dia jadi gila. Biarkan aku dan Alvin yang akan membalas mereka berdua, dengan siksaan yang tak pernah mereka bayangkan seumur hidup mereka" ucap Alyssa
Membuat Yoga mengangguk, meskipun dirinya ingin sekali membunuh Miko/Adi saat ini. Namun ia menahannya, karena benar kata keponakan dan juga Alvin, jika terlalu mudah jika Miko langsung mati tanpa menyiksanya terlebih dahulu.
"Kalian, tolong antar mamah, Om dan Kakakku pulang" ucap Alyssa pada salah satu anak buah Alvin
"Baik Nona" ucap anak buah Alvin
Setelah Mereka keluar, Alyssa mendekati Alvin dan memegang tangannya erat. Alvin menoleh ke arah tunangannya, dan memeluknya.
"Aku ingin sekali membunuhnya, Ica. Dia telah melecehkan mamahku" ucap Alvin dan mengepalkan tangan dan menggertakkan giginya emosi.
"Aku tahu, kita akan membalas mereka bersama" ucap Alyssa menepuk punggung Alvin pelan.
Mata Alyssa memandang tajam ke arah Miko dan Nimar. Amarahnya terselit melihat dua orang paling menjijikkan di matanya itu.
__ADS_1
"Aku akan menagih cicilan pertama dari kalian, bersiaplah!!!" ucap Alyssa