
Alyssa duduk lalu merebahkan kepalanya di sofa ruangan kerja CEO A&A Corp.
Dia dan Azka sudah merombak dekorasi kantor itu, dan juga mengganti semua furniture di dalamnya dengan yang baru.
Azka tidak ingin melihat barang-barang bekas milik ayah dan Nimar, berada di ruangan itu lagi.
TING!!!
Sebuah pesan email masuk!
Alyssa membuka pesan email itu melalui smart phone miliknya. Sudut bibirnya terangkat setelah mengetahui isi dari pesan itu.
Pesan itu dari salah satu anak buah Alex, yang ia suruh untuk mengintai Raiden, Nimar dan Cinta.
Ring! Ring! Ring!
Telepon Alyssa berbunyi...
"Halo" ucap Alyssa setelah menekan tombol berwarna hijau itu
"Halo nona, apa anda sudah terima email dari saya?" ucap seseorang di seberang telepon
"Sudah, kerjamu bagus sekali. Aku akan menghubungi Alex untuk memberimu bonus tambahan yang besar" ucap Alyssa menyeringai
"Terimakasih banyak, Nona. Lalu apa lagi yang harus saya lakukan lagi sekarang?" ucapnya
"Sementara ini kamu terus awasi mereka! Kabari aku jika terjadi sesuatu. Tunggu kabar dariku untuk bertindak nanti!" perintah Alyssa
"Baik Nona!" ucap orang itu, lalu mematikan sambungan teleponnya.
Alyssa memejamkan matanya sembari senyum kecil yang menghiasi wajahnya.
Azka yang melihat adiknya, tersenyum dan memejamkan matanya merasa heran. Dia lalu mendekati Sofa tempat Alyssa merebahkan kepalanya.
"Siapa yang dek?" tanya Azka
"Ah, Kak. Kau mengganggu istirahat ku" ucap Alyssa kesal
"Aku tahu kau tidak sedang tidur Dek" ucap Azka lagi
"Siapa yang bilang aku sedang tidur? Bodoh!" ucap Alyssa menyebikkan bibirnya
"Dek, yang sopan dikit. Aku itu kakakmu" ucap Azka bersungut kesal mendengar umpatan adiknya
__ADS_1
"Ha-ha iya kakakku sayang maaf" ucap Alyssa tertawa
"Ada apa? Sepertinya kamu mendapatkan kabar baik" ucap Azka
"Yappss, Tebakan kakak benar" ucap Alyssa yang masih dengan memejamkan matanya
"katakan padaku, kabar baik apa itu!! Kakak penasaran dek!" ucap Azka mengguncang badan Alyssa supaya bangun dan menjelaskan padanya.
"Issshh, dasar penganggu!" ucap Alyssa kesal, namun ia membuka matanya, lalu duduk dengan tegak.
"Aku mendapat kabar jika ayah dari bajingan tua itu terkena serangan jantung, dan sekarang mengalami struk. Karena mendengar jika dia jatuh miskin dan semua kekayaan yang dulu dia nikmati, harus kembali ke tangan mamah. Dan si ular kadut itu! Di minta keluar dari rumah tanpa membawa mobil yang mereka punya dan tanpa uang sepeserpun. Kedua ular kadut itu, sedang membereskan barang-barang mereka sekarang. Apa kau tahu Kak? Raiden memergoki Ayah dan wanita ular itu sedang indehoy, ha-ha" ucap Alyssa
"Cih, menjijikan sekali. Itu karma yang layang untuk pria bajingan itu, ternyata wanita itu lebih menjijikkan dari yang aku kira. Mereka kini menuai hasil yang sudah mereka tanam. Biar mereka rasakan, bagaimana jatuh dalam kemiskinan!!! Dan Raiden menderita rasa sakit karena di khianati dan merasakan penyesalan di seumur hidupnya" ucap Azka lagi
"Kau benar Kak" ucap Alyssa tersenyum
"Terus, setelah ini apa kau akan melepaskan mereka karena mereka sudah jatuh miskin sekarang?" tanya Azka
"Tentu saja tidak, Kak. Aku akan membalas setiap rasa sakit yang mamah rasakan selama belasan tahun. Aku akan membalas 100 kali lipat apa yang ular kadut lakukan. Urusan Bajingan itu biar Om Yoga yang akan urus, aku tidak akan ikut campur" ucap Alyssa
"Apa yang akan kamu lakukan pada ular kadut itu dek?" tanya Azka
"Sesuatu yang tidak akan pernah dia bayangkan seumur hidupnya" ucap Alyssa
"minggu depan! Aku ingin melihat dulu, apa yang akan dia lakukan selama seminggu ini. Jika tebakan aku benar, dia akan menemui dalang dari semua uang terjadi pada keliarga kita Kak. Dia pasti ke sana untuk meminta bantuan orang itu. Tentu saja kakak boleh ikut, asalkan kakak kuat mental untuk melihat apa yang akan aku lakukan padanya" ucap Alyssa menyeringai
Azka merinding melihat seringai adiknya, entah apa yang akan adiknya rencanakan dan apa yang akan dia lakukan pada ular itu. Pastinya itu akan menjadi hal yang tak bisa di lupakan si ular seumur hidupnya.
...¤...
Nimar dan Cinta saat ini sudah berada di depan rumah Miko, Cinta terkejut saat Nimar membawa mereka ke sana.
Cinta sebelumnya mengamuk saat Nimar memintanya dengan paksa, untuk membereskan pakaian dan barang berharga miliknya. Tanpa memberikan alasan kenapa dan apa yang terjadi padanya.
Sebenarnya barang berharga yang mereka miliki hanya sedikit. Mereka hanya memiliki satu set perhiasan, yang hanya seharga 10 juta. Karena selama ini mereka tidak pernah memiliki tabungan.
Nimar pikir, ia akan terus menikmati kekayaan milik Raiden. Namun kini ia haruskehilangan segalanya.
Setelah mereka membereskan pakaian, mereka berangkat naik taxi, yang membuat Cinta meradang karenanya. Karena ibunya tidak menggunakan Mobilnya sendiri.
"Kenapa kita ke rumah Om Miko?" tanya Cinta saat mereka sudah berada di pintu rumah Miko
"Nimar, Cinta. Kenapa kalian ada disini?" ucap Miko terlejut saat membuka pintu rumahnya, mendapati ibu dan anak itu berdiri di depan rumahnya.
__ADS_1
"Bisa kita masuk dulu, Mik" ucap Nimar lemah
"Aahh, iya, Silahkan masuk" ucap Miko
Nimar dan Cinta kemudian masuk dan duduk di sofa ruang tamu.
"Apa yang terjadi?" tanya Miko
Nimar menghela napas dan melirik ke arah Cinta yang juga penasaran, kenapa Mamahnya membawanya keluar dari rumah.
"Ameera masih hidup Mik, dia sudah menceraikan Raiden, mengambil alih perusahaan dan juga mengambil properti lain milik Raiden. Bahkan Rumah yang aku tinggali juga mobil juga di ambil" ucap Nimar menghela nafasnya
"Apa?? Kenapa bisa seperti itu mah?" tanya Cinta terkejut
"Tentu bisa, karena semua itu awalnya milik Ameera, bahkan sebelum mereka menikah" ucap Nimar lagi
"Kenapa kau tidak ke rumah orang tua Raiden, Nimar?" tanya Miko
"Iya mah, kenapa kita tidak ke rumah Kakek saja?" tanya Cinta menimpali
"Ayah Raiden masuk ke rumah sakit karena terkena serangan jantung dan sekarang terkena struk. Juga aku tidak mungkin tinggal di sana karena... " ucap Nimar ragu mengatakannya
"Karena apa mah?" desak Cinta
"Ka-karena Raiden tahu, Cinta bukanlah anak kandungnya" ucap Nimar seraya memejamkan matanya.
"APA??? Nggak!!! Aku pasti salah dengar! Ya, aku pasti salah dengar" ucap Cinta
"Maafkan mamah Cinta" ucap Nimar terisak
"TIDAK!!! Mamah bohong!! Katakan kalau mamah bohong!! Papah Raiden itu papahku, Iya kan mah?" ucap Cinta lagi
"Cinta, maafkan mamah. Raiden memang bukanlah papah kamu" ucap Nimar lagi
"Terus siapa ayahku sebenarnya ???" tanya Cinta
Nimar diam tidak menjawab pertanyaan anaknya. Dia tidak mungkin mengatakan siapa ayah kandung Cinta.
"Jawab mah!! Siapa ayahku??" tanya Cinta lagi
"A-ayah kamu... " ucap Nimar
...¤...
__ADS_1