
Alyssa memarkirkan motornya di parkir khusus Health Hospital, kali ini tidak ada masalah baginya tentang parkir.
Karena Siswanto sudah mengurus anaknya yang tengil itu.
Setelah turun dari motornya, Alyssa segera melangkah masuk, menuju ruang kepala cabang rumah sakit.
Disana sudah ada 3 orang di dalam ruangan. Selain Siswanto, ada juga kedua orangtua Bianca sedang menunggu Alyssa dengan gelisah.
Setelah mengetuk pintu, Alyssa masuk kedalam ruangan. Siswanto yang melihat Alyssa masuk, berdiri dan menyambutnya dengan sopan.
"Selamat siang Nona Alyssa. Perkenalkan mereka berdua adalah kedua orangtua pasien bernama Bianca, yang ingin menemui anda" ucap Siswanto
"Halo nona Alyssa, kami kedua Orangtua Bianca, terimakasih sudah mau menemui kami" ucap Ayah Bianca sopan
"Ada apa gerangan Tuan dan nyonya ingin menemuiku?" ucap Alyssa sedikit berbasa-basi
Kedua Orangtua Bianca tidak menjawab, mereka berdua langsung berlutut di depan Alyssa. Alyssa dan Siswanto melihat itu sangat terkejut di buatnya.
"Nona, kami datang ke sini ingin minta maaf atas kelakuan anak saya terhadap anda. Saya yang tidak bisa mendidik anak untuk menjadi manusia yang baik. Ini salah saya, saya mohon ampuni anak saya. Saya mohon bekas kasihan anda untuk menyembuhkan putri saya seperti sedia kala" ucap Ibu Bianca terisak menangis.
"Saya juga minta maaf atas nama putri saya. Saya sebagai orang tua, telah gagal mendidik putri saya. Saya mohon untuk anda memaafkan kesalahan putri saya. Saya bisa memberikan berapa pun yang anda inginkan, untuk menyelamatkan Bianca. Bagaimanapun Dia putri kami satu-satunya yang berharga" ucap Ayah Bianca
Alyssa menghela nafas panjangnya, melihat adegan ini sebetulnya menggoyahkan hatinya kecilnya.
Melihat kedua orangtua Bianca sampai rela berlutut di depannya, menekan harga dirinya, demi kesembuhan putri semata wayang yang mereka sayangi.
Sebenarnya, Alyssa juga sedikit menyayangkan sikap Bianca terhadap dirinya. Kenapa hanya karena seorang pria, dia menjadi gelap mata.
Padahal dia harusnya bersyukur memiliki keluarga yang sangat menyayangi dan rela berkorban untuknya.
Laki-laki bisa di cari, banyak yang lebih baik dari Alvin. Walaupun kenyataannya memang benar Alvin adalah sosok paling yang sempurna di matanya.
__ADS_1
"Berapa banyak yang kau tawarkan padaku?" ucap Alyssa
"Kami bisa memberikan segala yang kami punya, jika anda bersedia menyembuhkan Bianca. Kami rela memberikan segalanya untuk Kesembuhan Bianca" ucap Ayah Bianca
"Sejujurnya saya sedikit kecewa dengan perilaku putri anda Tuan, Nyonya. Dia tidak ada rasa malu dan menyesal sama sekali saat meminta orang melakukan tindakan kriminal untuk membunuhku. Apa jadinya jika saat itu dia berhasil membunuhku? Keluargaku juga pasti akan berduka. Apa anda bisa menjamin, jika putri anda sembuh dia tidak akan kembali dengan rencananya untuk membunuhku?" ucap Alyssa
"Saya akan menjaminkan nyawa saya, saya akan mengawasinya lebih ketat di masa depan. Jika dia melakukan hal yang serupa, saya rela menyerahkan Bianca pada anda dengan tangan saya sendiri, dan saya rela mati karenanya" ucap Ibu Bianca
"Huufft, baiklah. Kalian bisa bangun dulu. Aku bersedia menyembuhkan Bianca, tapi pengobatan ini sangat mahal. Karena obatnya sangat sulit untuk di cari" ucap Alyssa
"Berapa yang kau inginkan?" ucap Ayah Bianca sambil membatu istrinya bangun, dengan rasa senang. Saat mendengar Alyssa bersedia menyembuhkan putrinya.
"Jangan senang dulu, meskipun saya bersedia menyembuhkan dan mencoba memaafkan putri anda. Tapi hukum tetaplah hukum, itu akan berjalan sebagai mana mestinya. Bianca tetap harus menerima Hukum sesuai dengan perbuatan yang dia lakukan" ucap Alyssa
Orangtua Bianca saling bertatapan, saat mendengar itu mereka bingung, jika Bianca di penjara dengan kasus percobaan pembunuhan.
Dia akan di penjara minimal 15 tahun. Itu pasti sangat berat untuk anaknya. Tapi mereka juga tidak tega melihat anaknya terbaring tidak berdaya seperti mayat hidup.
"Baik, kami setuju. Tapi, apakah nona Alyssa bersedia untuk memberikan keringanan hukuman untuk anak saya? Dia masih sangat muda dan mempunyai masa depan yang panjang, tolong berikan keringanan untuknya" ucap Ayah Bianca memohon
"Baiklah, saya akan memberikan keringanan tuntutan hukuman terhadap Bianca" ucap Alyssa
Akhirnya mereka sepakat untuk menyembuhkan Bianca dengan membayar obatnya sebesar 15 Milyar.
Setelah transfer berhasil, Alyssa menelepon Enzy untuk mengurus berkas tuntutan terhadap Bianca, dengan keringanan hukuman paling rendah yaitu 2 tahun.
Mereka berempat pergi bersama menuju ruangan Bianca di rawat. Orangtua Bianca sengaja membawa Bianca ke rumah sakit lagi untuk jaga-jaga jika Alyssa bersedia mengobatinya.
Alyssa memasukan Magic Liquid ke dalam mulut Bianca, hanya dalam 10 Detik Bianca bisa bergerak dan berbicara lagi.
"Mah" ucap Bianca pelan, dia kaget melihat dirinya sudah bisa bergerak dan bicara.
__ADS_1
"Aku sembuh, aku bisa bicara lagi, aku bisa gerak lagi" ucap Bianca tak percaya dan menangis
"Sayang, kamu sembuh nak" ucap Ibu Bianca senang atas kesembuhan Bianca, dia memeluk putrinya dengan erat, berlinangair mata.
"Alyssa, aku minta maaf atas perbuatanku dulu padamu, aku sangat menyesal telah melakukannya. Aku gelap mata karena cemburu, maafkan aku" ucap Bianca sambil berlutut dan menangis memohon ampunan.
"Aku memaafkanmu kali ini, namun hukum tetaplah hukum. Kau harus menuai apa yang kamu tanam. Karena kau sudah menyesalinya aku akan melupakannya, aku juga akan meringkankan tuntutan atas kamu. Aku harap kau jadikan ini sebagai pelajaran menjadi lebih baik dan tidak melakukan hal seperti ini di masa depan" ucap Alyssa
"Aku akan menerimanya, Terima kasih sudah bersedia memaafkanku" ucap Bianca.
Setelah itu, Bianca di bawa ke kantor polisi, dan akan di sidang dalam minggu depan.
___________
Keesokan harinya, Sonia dan managernya terbang menuju Kota M.
Sebenarnya Manajer Sonia tidak setuju untuk datang ke Kota M untuk membuat masalah.
Tapi dirinya tidak berani melawan kemauan Sonia.
Beredar kabar di A.S.A Entertaiment, bahwa Sonia dekat dengan nyonya besar, yaitu ibu dari Bos besarnya Alvin Saga Ardhana.
Bahkan tumor mengatakan, jika Sonia adalah calon nyonya masa depan A.S.A Group. Kabar itu sudah beredar di seluruh A.S.A Entertaiment.
Itu yang membuat sikap Sonia menjadi angkuh dan sombong di depan karyawan A.S.A Entertaiment. Dia bak Ratu, bahkan management tidak berani menegurnya saat dia berulah. Mereka masih sayang dengan pekerjaan mereka.
Sonia selalu di manja dan selalu mendapatkan apa yang dia mau, dalam karirnya. Jadi dia merasa dirinya di atas angin.
Sekarang dirinya sudah berada di Kota M, dia ingin melihat siapa yang berani mengambil perannya, untuk menjadi brand ambasador Angelic Parfum.
Baginya, kontrak ini sangat penting, selain nilai kontrak yang sangat fantastis dia juga akan semakin terkenal setelah bekerja sama dengan Brand internasional ternama itu.
__ADS_1