Sistem Dewi

Sistem Dewi
Titik Terang


__ADS_3

Alyssa turun dari pesawat dan berjalan menuju pintu keluar, Rara mengikutinya dari belakang.


Dari jauh terlihat Alvin sudah berdiri di depan pintu keluar, dia memakai kaos yang memperlihatkan otot lengannya yang terbentuk sempurna.


Di sampingnya, Doni dengan setia berdiri di sampingnya.


Banyak wanita yang di sekitar berteriak histeris, melihat ketampanan dan badan Alvin yang mereka katakan hot itu.


Beberapa ada yang berusaha mendekati Alvin, namun dengan sigap Doni menghalanginya.


Setelah melihat Alyssa keluar, Alvin sempat tertegun melihat kecantikan Alyssa, entah mengapa dirinya melihat kekasihnya itu lebih cantik dari sebelumnya.


Setelah di detik berikutnya dia tersadar dan berjalan mendekati Alyssa, dan langsung memeluk Alyssa erat.


Rara yang saat itu, melihat seorang pria tampan memeluk nonanya, dia pikir pria itu ingin melecehkan nonanya. Dia hendak menarik Alvin untuk menjauh dari nonanya.


Namun Doni dengan sigap menahan tangan Rara, yang hampir menyentuh Tuan mudanya.


"Lepaskan!" teriak Rara


Mendengar teriakan Rara, Alvin melepaskan pelukannya pada Alyssa, dan menoleh ke arah Rara.


"Doni lepaskan dia, dia adalah pengawalku yang baru" ucap Alyssa dan Doni langsung melepaskannya.


"Rara, ini adalah pacarku Alvin. Dan orang yang di sampingmu adalah Doni Asistennya. Kau harus mengingatnya" ucap Alyssa menjelaskan


"Saya minta maaf Tuan muda, saya kira anda orang asing yang berniat mesum pada nona" ucap Rara meminta maaf.


"Tidak apa-apa? Kau adalah pengawal pribadi Ica, jadi wajar jika kau melakukan itu karena tidak mengenaliku sebelumnya" ucap Alvin


"Sayang, kamu pasti lelah. Ayo kita pulang dan istirahat" ucap Alvin lagi, dan tersenyum manis pada Alyssa.


Alyssa kemudian mengangguk dan mengikuti Alvin pulang ke King's Village. Di perjalanan Alyssa memindai data Alvin.


Nama : Alvin Saga Ardhana


Umur : 23 tahun


Nilai penampilan : 9,5/10


Nilai kesukaan : 99/100


profesi : CEO & OWNER A.S.A Group


Status : Belum nikah


Pendeteksi niat buruk : Tidak ada


Karakter : Tegas, Disiplin, Dingin, Jenius Bisnis dan kemiliteran.


Rahasia : tidak ada

__ADS_1


Alyssa tersenyum melihat data itu, berarti Alvin tidak pernah menyembunyikan sesuatu padanya. Bahkan nilai kesukaan padanya sangatlah tinggi.


Saat sampai di mansion, semua pekerja menyambutnya dengan Hormat.


Alyssa terkejut saat melihat sebuah mobil dengan pita berwarna merah muda di atasnya, berada tepat di depan mansionnya.


"Ini mobil siapa?" ucap Alyssa terkejut melihat mobil Rolls-Royce phantom.


"Ini hadiah dariku, apa kau suka?" ucap Alvin


"Kenapa kau memberiku sebuah mobil?" tanya Alyssa


"Bukannya kamu menyukai mobil yang kita naiki waktu itu? Jadi aku memesan yang baru untukmu" ucap Alvin.


Meskipun sedikit berlebihan, Alyssa tetap tersentuh karena Alvin, selalu memberikan apa yang dia inginkan.


"Terimakasih" ucap Alyssa tulus


"Tidak perlu berterima kasih, apapun aku lakukan untukmu" ucap Alvin mengecup kening Alyssa singkat.


¤


Media sosial kembali heboh saat photo Alvin memeluk seorang wanita di airport.


Karena letak pengambilan gambar dari belakang, hanya terlihat wajah Alvin yang sedang memeluk dan tersenyum.


Namun wajah wanita di dalam photo tidak terlihat dengan jelas.


"Hatiku hancur berkeping-keping (emoticon Hati terbelah)"


"Siapa itu? Ahhh aku tidak terima suamiku selingkuh dengannya"


"Yang di atas sadar woy!!"


"Sepertinya aku kenal baju yang di pakai si cewek, tapi lupa pernah lihat itu di mana"


"Yang punya baju sama kan, bukannya banyak ya?"


"Penasaran sama wajah gadis itu, apa secantik diriku?"


"Siapa sih Alvin itu? Kenapa ramai sekali di sini?"


"Yang di atas sepertinya nggak pernah beli majalah atau menyimak berita"


Begitu ramai pendapat netizen. Namun, satu hal yang mereka tidak sadari. Baju yang di pakai Alyssa adalah baju khusus dan hanya satu-satunya.


_________


Hari berganti sangat cepat, baik Alyssa maupun Alvin sering menghabiskan waktu besama, di sela kesibukan pekerjaan mereka.


Enzy dan Dion sudah kembali ke ibukota. Baik Enzy maupun Rara sudah mulai mengakrabkan diri.

__ADS_1


Meskipun Enzy awalnya sedikit tidak suka dengan sikap Rara yang sedikit susah untuk di atur. Namun, perlahan Rara bisa menyesuaikan diri.


Sebagai pembunuh bayaran, Rara spesialis membunuh jarak dekat dengan teknik penyamarannya yang mumpuni.


Dia juga sama seperti Enzy yang mempelajari berbagai bidang, seperti bisnis. Namun Rara tidak pandai dalam hal memasak.


Sesekali Rara membantu mengurus perusahaan bersama dengan Enzy.


Kedatangan Alex juga meringankan beban Enzy dalam mengurus perusahaan. Alex sangat pandai dalam berbisnis dan bermain saham.


Bahkan keterampilannya, baik bisnis maupun beladiri, Alex lebih baik dari Enzy.


Di perusahaan Alex bekerja sebagai Direktur keuangan, dia sangat cakap dalam mengelola keuangan perusahaan.


Hari ini Alyssa berada di kantor Alvin, karena Alvin bilang ada sesuatu yang ingin dia bicarakan dengannya.


"Alvin, apa yang ingin kamu bicarakan?" ucap Alyssa


"Sayang, kamu sudah datang rupanya. Duduk dulu" ucap Alvin tersenyum dan beranjak dari kursi kebesarannya dan duduk di samping Alyssa.


Begitu dia duduk, dia membawa Alyssa dalam pelukannya dan menciumnya dengan penuh gairah.


Setelah melepas ciuman panjangnya, Alvin mencium kening Alyssa dalam.


"Aku sudah mengkonfirmasi sebuah kabar mengenai hubungan kedua orang tua kita. Terutama Ibumu dan ayahku" ucap Alvin setelahnya


"Maksudmu mereka ada hubungan?" tanya Alyssa


"Bukan hubungan seperti itu, lebih tepatnya ini berkaitan dengan hilangnya ibumu. Kamu harus janji mendengarkan aku sampai selesai bicara, Oke? " ucap Alvin, Alyssa mengangguk mengerti.


"Sebelumnya hubungan antara keluarga ibumu dengan mamah & papahku sangatlah baik. Terutama mamahku dan pamanmu adalah sahabat dari kecil. Sampai kejadian 18 tahun lalu, papahku mendapatkan kabar dari Pamanmu untuk membantunya mencari keberadaan ibumu yang tiba-tiba menghilang, dengan koneksi papah. Namun setelah itu pamanmu tiba-tiba sangat marah dengan Papah. Setelah aku selidiki, alasannya karena papah melihat ibumu di kejar beberapa orang dan jatuh ke dalam jurang. Ayahku yang mencoba mengejarnya, telat menyelamatkan ibumu. Namun saat mencari keberadaan ibumu papah dan tim tidak menemukan mayat di sana. Beberapa orang sudah di tangkap sedangkan 2 orang berhasil kabur. Setelah interogasi orang-orang yang di tangkap, mereka mengatakan jika mereka suruhan papahku. namun papah dengan tegas menolak mengakui itu. Itu yang membuat pamanmu membenci papahku sampai sekarang, karena papah tidak ada bukti yang bisa membuktikan jika papah tidak bersalah. Aku pribadi sudah menanyakan pada papah, papah bercerita jika dirinya tidak tahu menahu siapa yang membuat skema, yang merusak hubungan antara keluarga ibumu dan papah. Papah juga bilang, saat melihat ibumu terjatuh dia tidak melihat ibumu membawa seorang bayi dalam gendongannya. Tapi yang mengherankan adalah tubuh ibumu tidak di temukan bahkan sampai dasar jurang pun tidak ada" ucap Alvin


"Berarti kemungkinan mamah masih hidup, entah kenapa aku yakin akan itu. Kemungkinan mamah menaruhku di panti untuk menyelamatkan aku waktu itu" ucap Alyssa meneteskan air matanya.


Alvin menghapus dan mencium kedua mata Alyssa lalu memeluknya erat.


"Kita pasti bisa menemukannya" ucap Alvin


"Apa ada informasi mengenai 2 orang yang kabur itu?" tanya Alyssa


"Kedua orang itu bersembunyi dengan baik, tidak ada catatan kepergian mereka, melalui pesawat, kapal maupun kereta. Tapi 2 tahun lalu, salah satu nya sempat terekam berada di jalan cempaka emas, ibukota" ucap Alvin


Alyssa seperti pernah mendengar Nama jalan itu, dia mencoba mengingat, lalu dia teringat Rumah Sakit Pelita yang dia dapat dari sistem berada di jalan itu.


Alyssa langsung menyeka air matanya dan menatap Alvin.


"Bisakah kamu membawaku ke jalan itu sekarang, aku juga ingin ke rumah sakit pelita yang berada di jalan itu" ucap Alyssa


"Aku akan mengantarmu" ucap Alvin kemudian dia dan Alyssa keluar dari ruangan.


"Nino, batal kan semua jadwalnya hari ini. Doni kau ikut denganku" ucap Alvin

__ADS_1


"Baik Pak/Tuan" ucap Nino dan Doni berbarengan.


__ADS_2