
Seperti dugaan Alyssa sebelumnya. Setyono benar-benar datang ke rumahnya di distrik 3 Utara, kota S pagi ini.
Setelah di sibukkan dengan drama para istri yang menyidangnya semalaman suntuk, hingga membuat kepalanya hampir pecah. Akhirnya, Setyono berhasil keluar dari rumah utama untuk datang ke rumahnya ini.l
Alasannya tentu saja ia curiga, jika istri sah pertama nya mengetahui jika dirinya memiliki banyak istri di luar, mendapatkan buktinya dari seseorang. Yang di dapat kan dari ruangan rahasia miliknya di rumah ini.
Karena bukti yang di lemparkan Melati, itu sama persis dengan dokumen dan photo-photo dirinya saat menikahi istrinya yang lain, yang ia simpan di ruangan rahasia bersama harta Karun nya.
Tin!
Setyono membunyikan klakson mobilnya, dan terlihat security membukakan pintu gerbang dengan tergesa-gesa.
"Selamat Pak" sapa security yang sapaannya tidak di gubris oleh majikannya itu.
"Kau, kemari!" panggil Setyono pada salah satu anak buahnya yang menjaga kediaman.
"Saya Pak" ucap anak buah itu.
"Apa terjadi sesuatu di sini? Apa kediaman ini baik-baik saja? Apa tidak ada yang mencurigakan selama saya tidak ada di sini?" tanya Setyono langsung menodongnya dengan banyak pertanyaan.
"Tidak ada yang mencurigakan, Pak. Semuanya aman terkendali, bahkan lalat pun tidak bisa masuk ke dalam kediaman. Karena penjagaan di sini sangat ketat" ucap Anak buah itu dengan yakin.
"Kerja bagus!" ucap Setyono kemudian masuk ke dalam rumahnya.
"Ssstttt, ada apa? Apa yang di bicarakan bapak tadi?" tanya rekannya yang lain setengah berbisik.
"Itu, bapak hanya menanyakan apa kediaman ini baik-baik saja, atau ada yang mencurigakan atau nggak" ucap Anak buah itu
"Oohh, lagian bapak lucu ya, orang di rumah ini nggak ada apa-apa malah di berikan penjagaan ketat" ucap Rekannya.
"Sttt, kamu itu diam saja. Kamu anak baru di sini dan tidak tahu apa-apa" ucap Anak buah Setyono
"Emang ada apaan di dalam?" tanya rekannya.
"Sini aku bisikkin...." ucap anak buah Setyono.
__ADS_1
Dia menceritakan jika di dalam ada ruangan bawah tanah, dan ada orang yang di sekap di dalamnya. Anak buah itu menjelaskan jika yang di sekap itu adalah seorang pengkhianat di militer.
Yang di ceritakan anak buah Setyono pada rekannya itu, hanya dari apa yang dia dengar. Sejujurnya dia tidak tahu siapa yang di sekap dan apa saja yang ada di dalam ruangan bawah tanah.
Karena dirinya yang sebagai penjaga tidak di perkenankan untuk masuk ke sana. Hanya orang-orang terpilih saja yang di perbolehkan oleh Setyono masuk ke sana, itu pun hanya sebatas tahu ruangan penyiksaan. Tidak untuk ruangan harta Karun.
Sedang untuk salah satu penjaga yang hilang, mereka masih belum ada yang menyadarinya. Penjaga yang lain, mengira jika rekannya itu tengah mengambil libur dan bersenang-senang.
...
Setyono masuk ke dalam ruangan bawah tanah, ia mengecek semua harta kesayangan miliknya. Namun ia tidak melihat ada satupun yang berkurang, Bahkan berkasnya juga tersimpan dengan rapih dan tidak ada tanda-tanda orang pernah masuk.
Ia mengecek Alarm yang masih menyala dengan normal, jebakan juga masih berfungsi dengan baik. Jadi Setyono menyimpulkan yang terjadi pada istri tua yang mengetahui tentang ia banyak istri dan memberikan masing-masing dari mereka rumah dan lain sebagainya.
Itu bukan di dapat dari sini oleh pelaku. Dan itu membuat Setyono terus memutar otaknya tentang siapa pelaku yang sudah mengusik ketenangannya. Dan dapat dari mana semua bukti itu.
"Jika bukan di dapat dari sini. Lantas, pelaku mendapatkan bukti itu dari mana? Haiss... pasti ada pengkhianat atau ada yang sudah mengetahui tentang hal itu sebelumnya. Sial, aku kecolongan. Aku harus menyelidiki nya" pekik Setyono.
Kemudian ia melangkah ke ruangan di sebelahnya. Ruangan di mana ia menyiksa semua orang yang sudah menghalangi obsesinya terhadap kekayaan dan wanita.
Setyono membuka pintu ruangan itu, bau tidak menyengat menyeruak di dalam hidungnya. Ruangan itu tampak sedikit cahaya yang masuk. Langkahnya dengan pasti maju ke depan dan berhenti saat sampai di depan seseorang yang di ikat kedua tangan dan kakinya.
Ia tersenyum, karena mainannya masih berada di sana dalam keadaan utuh.
"Bagaimana kabarmu adik ipar?" tanya Setyono.
Zacky yang mendengar suara Setyono sangat marah dan ingin mencabik-cabik wajah ipar nya itu. Namun mencoba menahan amarahnya, saat mengingat pesan wanita cantik yang dia temui semalam.
Untuk berpura-pura lemah tidak berdaya, meskipun tenaganya sudah pulih karena pil nutrisi yang di berikan wanita semalam yang tak lain adalah Alyssa itu.
"Ma-mau A-pa lag-gi kau" ucap Zacky dengan berpura-pura lemah, serak dan tidak bertenaga.
"Aku hanya mengunjungi adik iparku saja, bagaimana, apa kau Betah tinggal di sini?" tanya Setyono kemudian tertawa keras
"Seandainya kau tutup mulut dengan apa yang kau lihat, dan tidak ikut campur dengan apa yang aku lakukan selama ini. Aku tidak akan melakukan hal ini padamu, adik iparku sayang" ucap Setyono
__ADS_1
Zacky hanya diam saja, ia tidak ingin menghancurkan rencana wanita penolongnya. Dia hanya perlu bersabar dan bertahan hingga malam nanti.
"Ha-ha-ha pasti kau sudah kehilangan tenaga untuk bicara. Aku hanya ingin mengatakan itu saja, aku harap kau menikmati masa-masa di mana ajal perlahan menjemputmu, Zacky. Lalu Akan ku buat istrimu yang sangat cantik itu, untuk menjadi istriku yang ke sembilan. Ha-ha-ha" tawa Setyono menggema, perlahan menghilang karena ia sudah naik kembali ke atas.
...
Alvin dengan cepat mengerjakan pekerjaannya yang harus selesai hari ini. Selebihnya ia akan menyerahkan pekerjaan lainnya, untuk di kerjakan oleh Doni esok hari.
Ia menoleh ke arah photo yang di bingkai di atas mejanya. Photo dirinya dengan sang istri tercinta, semangatnya kembali berkobar.
Tentu saja Alvin tidak sabar untuk segera bertemu dengan sang istri.
"Tunggu aku sayang, setelah ini aku akan menyusulmu ke sana" gumamnya tersenyum.
...
Lain dengan Alvin, lain pula dengan Erick, yang sedari tadi pagi sibuk ke sana kemari untuk persiapan acara penggrebekan aparat kepolisian dengan jabatan yang cukup tinggi di kota S.
Setelah mengantongi izin dari pemerintah dan juga Kapolri, untuk bisa menggerakkan tim kepolisian di kota S, berikut Kapolda dan Kapolres yang mengikuti perintahnya.
Erick juga menemui tim inspeksi militernya, guna membantu proses penggrebekan nanti. Tak hanya itu, Erick juga sudah menghubungi pengacara terbaik yang sudah di siapkan oleh putranya, untuk mengurus kasus yang menjerat ayah Juna.
"Lapor Jendral, semua persiapan sudah siap" lapor salah satu bawahan Erick yang berpangkat Letnan Kolonel.
"Bawa semua tim ke lapangan penerbangan-penerbangan! tunggu saya di sana, saya akan menjemput kapten tim Red Eagle untuk ikut serta pergi ke kota S" ucap Erick
"Siap Jendral" ucapnya
...••••...
Maaf teman-teman
sedikit telat up nya, author lagi kedatangan tamu bulanan. Jadi sejak pagi nahan sakit di perut, nggak nyaman banget. Untung sekarang udah reda nyerinya.
Bagi perempuan pasti tahu rasanya gimana🤭 Mau gimana-gimana juga nggak enak, tiduran nggak enak, duduk nggak enak, serba salah😂
__ADS_1
Selamat membaca dan terimakasih atas dukungannya 🙏