Sistem Dewi

Sistem Dewi
Kau menjebakku?


__ADS_3

Berita mengenai Bos besar A.S.A Group, memberikan bunga pada Alyssa di acara peresmian AL Group, Indo Building. Menjadi trending topik di internet.


Photo Alvin sedang tersenyum manis pada Alyssa juga menjadi sorotan. Pasalnya, Alvin di kenal sebagai pebisnis muda yang sangat dingin kepada wanita.


"Astaga, Alvin senyumnya sangat manis, dia terlihat tampan sekali"


"Oh, jantungku melihat senyum Alvin. Kenapa kau tersenyum pada orang lain, bukan padaku saja?"


"Siapa wanita itu, dia beruntung sekali mendapatkan Dewa Kekayaan seperti Alvin"


"Aku lihat di berita sebelah, jika wanita itu pemilik AL Group dan Alvin mengakui jika dia adalah calon istrinya"


"Astaga, seorang Dewa kekayaan bertemu dengan Dewi kekayaan. Aku membayangkan Anaknya akan menjadi sultan dari para sultan"


"Aku penasaran dengan wajah wanita itu, apakah dia cantik, sehingga Alvin luluh padanya?"


"Aku iri sekali pada wanita itu"


"Aku patah hati, calon suamiku memilih wanita lain"


"Beraninya, wanita itu mengambil Alvin milikku"


Begitu banyak komentar netizen di internet, mereka sangat penasaran dengan penampilan Alyssa sebagai calon istri Alvin.


¤


Kota S


Nimar sedang berada di rumah Raiden, saat ini dia sedang memasak makan malam untuk dirinya dan Raiden.


Ring! Ring! Ring!


Telepon Nimar berbunyi, dia meletakan spatula dan mematikan kompor, lalu mengangkat teleponnya.


"Halo, ada apa?" ucap Nimar


"Aku ingin memberi tahu kamu sesuatu, aku melihat seorang gadis yang menjadi model sebuah brand parfum terkenal, dan dia sangat mirip dengan Ameera" ucap seorang pria di seberang


"Maksudmu, gadis itu adalah anaknya?" ucap Nimar terkejut


"Kemungkinan besar iya, tapi kamu tenang saja, munculnya anak itu tidak akan menganggu rencana kita" ucapnya


"Bisakah kamu menyelidikinya untukku?" ucap Nimar


"Menyelidiki apa?" ucap Raiden tiba-tiba datang


Nimar yang melihat Raiden datang, dia langsung menutup teleponnya. Dia tersenyum dan menghampiri Raiden.


"Mas Rai, tidak apa-apa, aku hanya menyuruh seseorang menyelidiki salah satu temanku yang sudah beberapa hari tidak ada kabar, aku khawatir padanya" ucap Nimar berbohong


"Oh, seperti itu" ucap Raiden


"Mas, mau makan sekarang? Masakannya sebentar lagi siap" ucap Nimar


"Nanti saja, aku sedang tidak mood makan" ucap Raiden


"Jangan begitu, mas harus tetap makan. Mencari Azka juga butuh tenaga, bukan?" ucap Nimar membujuk Raiden

__ADS_1


"Ya, terserah kamu" ucap Raiden


"Mas, Cinta mengabariku, dia ingin bertemu denganmu. Dia sedang dalam perjalanan kemari" ucap Nimar


"Kenapa kau izinkan? Bagaimana jika tiba-tiba Azka pulang, lalu mereka bertemu?" ucap Raiden


"Mas, apalagi yang harus di tutup-tutupi? Kasihan Cinta, bagaimanapun dia adalah anak kamu juga. Aku juga ingin segera kau nikahi, kau sudah berjanji padaku, dan belum kau tepati hingga belasan tahun" ucap Nimar menangis


"Nimar, maafkan aku. Aku sudah menyakitimu sangat lama, apa kau tidak bisa menikah dengan pria lain saja?" ucap Raiden


"Aku tidak akan menikah dengan orang lain selain kamu mas. Aku kurang apa? aku sudah bersabar selama ini. Aku juga sangat menyayangi Azka seperti anakku sendiri. Ameera sudah tiada, kenapa kau tidak bisa melepaskan perasaanmu itu" ucap Nimar


"Nimar aku.." ucap Raiden


Ceklek!!!


Pintu terbuka, seorang gadis yang sangat mirip dengan Nimar masuk, umurnya sekitar satu tahun lebih tua dari pada Alyssa.


"Papah" ucap Cinta, dia menghampiri dan memeluk Raiden


"Cinta, kenapa kau kemari?" ucap Raiden


"Aku kangen papah, apa papah tidak merindukan anak gadis papah yang cantik ini?" ucap Cinta cemberut


"Papah merindukanmu, ayo duduk, kita tunggu ibumu kelar memasak" ucap Raiden, mengajak Cinta duduk di ruang tamu.


"Kamu kenapa Cinta?" tanya Raiden


"Aku kesal pah, pria yang aku taksir, sekarang sudah punya pasangan" ucap Cinta cemberut


"Anak gadis papah sedang jatuh cinta? Siapa laki-laki itu?" tanya Raiden


Raiden yang mendengar itu terkejut, dia jadi teringat Alyssa saat menolongnya di Kota B waktu itu.


Laki-laki yang menggandeng Alyssa saat itu. Kalau dia tidak salah, dia adalah Alvin.


Dan melihat kedekatan Alvin dan Alyssa, dia pikir mereka adalah pasangan. Dan sekarang Cinta bercerita jika dia juga mencintai Alvin.


Lalu bagaimana jika ternyata Alyssa adalah anak kandungnya bersama Ameera?


Siapa yang akan dia bela?


Raiden sangat bingung memikirkan itu.


¤


Alyssa sudah siap berangkat ke Giant Hotel, Dia akan berangkat dengan Enzy dan Azka.


Sedangkan Alvin, sudah berangkat dari kediamannya bersama Doni, karena baju yang akan di kenakannya ada di rumahnya sendiri.


Alvin sekarang sudah berada di Giant Hotel, kedatangannya membuat semua orang terpesona karena ke tampanan dan aura mendominasi miliknya.


Dengan di balut Teledor berwarna Dongker, dia terlihat sangat tampan, di mata semua wanita bahkan laki-laki yang ada di sana.


Alvin mencari keberadaan Alyssa, namun dia tak melihat sosok kekasihnya itu.


Natasha melihat Alvin datang, jantungnya berdebar kencang. Dia merasa tidak sabar untuk memiliki Alvin.

__ADS_1


Dia bergegas menuju ke tempat Alvin berdiri, namun langkahnya terhenti saat melihat Alyssa masuk ke dalam aula.


Penampilan Alyssa yang sangat cantik, di balut Long Dress Dongker, berlengan buntung dengan sedikit payet di bagian atasnya. Rambutnya di hias sedikit dengan di sanggul dan penjepit bunga kecil di sampingnya.


Alyssa sangat mempesona dengan aura kecantikannya yang misterius, semua orang terbius karenanya.


Dirinya seperti Dewi yang turun dari langit, membuat Alvin tertegun melihat penampilan Alyssa yang sangat mempesona.


Alvin mendekati Alyssa, dan menarik pinggangnya mendekat.


"Kamu sangat cantik sayang" bisik Alvin di telinga Alyssa


Semua orang nampak terkejut, melihat Alvin dan Alyssa sangatlah mesra. Mereka berpikir, jika Alyssa adalah wanita yang sedang ramai di beritakan siang tadi.


Yang berarti, wanita itu adalah pemilik AL Group.


Natasha mengepalkan tangannya, dia sangat tidak suka melihat Alvin mendekati bahkan bersikap mesra pada wanita lain.


Natasha tidak membaca berita hari ini. Kalau tidak, dia akan merasa syok. Saat tahu Alyssa adalah pemilik dari AL Group dan gedung tempat kantor ayahnya berada.


Alvin dan Alyssa berpisah sebentar, karena mereka harus menyapa relasi mereka masing-masing.


Doni pun melangkah menuju stan makanan, hal itu tak di sia-siakan Natasha, dirinya segera menghampiri Alvin.


"Pak Alvin" ucap Natasha lembut


"Natasha, kenapa kamu bisa di sini?" tanya Alvin


"Aku ikut papahku Kesini, dia di undang pemilik AL Group, kebetulan perusahaan ayahku ada di lantai 40 Indo building" ucap Natasha


"Ayahmu, pengusaha?" Alvin terkejut, dia tidak menyangka jika sekretarisnya, anak dari seorang pengusaha.


Lalu kenapa dia bekerja di kantornya? Kenapa tidak bekerja di perusahaan ayahnya. Pikir Alvin


"Benar, aku kerja di perusahaan pak Alvin karena murni ingin mengembangkan diri dalam bekerja, sebelum terjun ke perusahaan papah" ucap Natasha, Alvin hanya mengangguk cuek.


"Pak, jika tidak keberatan, saya ingin mengajak bapak bersulang" ucap Natasha menyodorkan satu gelas berisi wine


"Baiklah" Alvin mengambil minuman itu, lalu menenggaknya.


Natasha tersenyum melihat Alvin menghabiskan minumannya.


Selang 15 menit, Alvin merasa tubuhnya tidak enak. Natasha saat itu langsung menahan tubuh Alvin, tapi Alvin menepisnya kasar.


"Maaf Pak, saya hanya menahan Bapak agar tidak terjatuh. Pak Alvin kenapa? Bapak sakit? Lebih baik Bapak istirahat saja, biar saya panggilan Pak Doni" ucap Natasha, menahan emosi setelah tangannya di tepis secara kasar oleh Alvin.


"Tolong panggil Doni, suruh dia menghampiriku nanti" ucap Alvin, dia berjalan keluar Aula.


Tanpa Alvin sadari, Natasha mengikutinya dari belakang. Dan melihat Alvin memesan kamar pada resepsionis dan kemudian masuk kedalam kamar hotel untuk beristirahat.


Setelah menunggu 5 menit, Natasha mengetuk pintu kamar Alvin.


Begitu pintu masuk di buka dari dalam, Natasha bergegas masuk, dan mengunci pintu. Alvin terkejut melihat Natasha masuk ke dalam kamarnya.


"Natasha, apa yang kamu lakukan disini? Keluar kamu" ucap Alvin marah, dia masih bisa sedikit mengontrol dirinya.


"Alvin sayang, aku datang kesini untuk membantumu" ucap Natasha, perlahan dia melepas sepatu dan gaunnya.

__ADS_1


"Kau menjebakku? Dasar wanita gila, ****** beraninya kamu, keluar dari sini!!" teriak Alvin marah dan menahan hasratnya yang semakin sulit untuk dia kontrol.


__ADS_2