
Bryan saat ini sedang duduk merenung, di jarinya ada sebatang rokok yang kadang ia isap dan hembuskan kembali asapnya.
Denis yang melihat itu menghela nafasnya, heran. pasalnya Bryan yang ia kenal tidak pernah merokok, dia sangat anti dengan barang yang banyak sekali di jual belikan, yang hampir ia lihat di sudut negara ini.
Dia yakin jika sahabatnya itu sedang berada di dalam masalah atau memikirkan sesuatu, entah apa itu.
"Lu kenapa brother?" tanya Denis
Bryan hanya menggeleng lemah, dan masih terus menghisap rokoknya sesekali dan menghembus nya.
"Proyek lu lagi bermasalah? Apa butuh bantuan gue?" tanya Denis lagi
"Proyek gue aman-aman aja Nis, cuma hati gue yang sedang tidak nyaman sekarang. Hati gue berhamburan sudah tidak berbentuk" ucap Bryan
"Lu sakit? Udah lu periksain ke dokter belum?" ucap Denis khawatir
"Gue serius, oncom" ucap Bryan Kesal
"Lah gue juga serius, kalo sakit ya periksa dulu ke dokter. Nggak mungkin lu lagi patah hati karena cewek kan? Lagian lu nggak pernah serius sama cewek, baru kali ini aja lu serius dapetin Alyssa. Nggak mungkin lu sakit hati gara-gara Alyssa kan?" ucap Denis
"Memang hati gue hancur karena Alyssa Nis" ucap Bryan murung
"Lah, emang Alyssa kenapa, bisa bikin lu galau gini? cinta lu di tolak?" tanya Denis
"Gue aja belum nembak dia Nis" ucap Bryan menghela nafasnya
"Lah terus, alasan lu patah hati kenapa?" tanya Denis lagi heran
"Alyssa sudah punya tunangan Nis, hati gue hancur berkeping-keping" ucap Bryan lemas dan sangat sedih.
"Ah masa? ko gue nggak pernah denger!" ucap Denis kaget, namun tidak langsung percaya.
"Ya, gue lihat dan dengar dengan mata dan telinga gue. Alyssa juga nggak menyangkalnya" ucap Bryan, sakit itu tiba-tiba menyelusup di dadanya.
"Awalnya gue pikir, walaupun dia punya tunangan, gue bisa sedikit demi sedikit menggoyahkan hati Alyssa hingga berpaling ke gue. Meskipun gue akui laki-laki itu lebih tampan dari gue. Tapi gue akan tetap berusaha meraih cinta Alyssa. Tapi aku kehilangan harapanku kali ini, Nis" lanjut Bryan
"Kenapa?" tanya Denis penasaran
__ADS_1
"Karena setelah gue cari tahu siapa laki-laki itu, membuat nyali gue seketika menciut dan merasa rendah diri. Bahkan gue sangat jauh jika di bandingkan dengan laki-kaki itu" ucap Bryan lagi
"Memangnya siapa tunangan Alyssa" tanya Denis penasaran.
"Alvin" ucap Bryan
"Alvin? Siapa itu? Apa dia mahasiswa di sini?" tanya Denis lagi, namun Bryan menggeleng.
"Nama lengkapnya Alvin Saga Ardhana. Dia adalah CEO sekaligus pemilik dari perusahaan raksasa A.S.A Group" ucap Bryan
"Apa???" teriak Denis kaget.
Sungguh ia tak menyangka, jika Alyssa bertunangan dengan raja bisnis di negara ini. Siapa yang tidak kenal dengan Alvin Saga Ardhana? Pengusaha muda paling sukses di negara ini. Bahkan Perusahaannya adalah nomor 1 di negara ini, bahkan sekarang adalah perusahan terbesar no. 2 di Asia.
Tiba-tiba saja Denis teringat akan sesuatu, dia teringat berita jika Pemimpin A.S.A Group itu mempunyai seorang calon istri, yang tak lain adalah pemilik dari AL Group.
"Ya Tuhan!!" teriak Denis, saat ia teringat akan sesuatu.
"Astaga Nis, lu ngagetin tau nggak? Nggak lihat apa gue lagi sedih karena patah hati" ucap Bryan makin kesal
"Gue nggak tertarik, gue lagi pusing sekarang Nis. Hati gue terkoyak, entah kapan bisa sembuhnya" ucap Bryan sendu
"Gue paham Yan, yang sabar ya, mungkin Alyssa bukan jodoh lu. Gue yakin Tuhan mempersiapkan yang lebih baik buat lu di masa depan" ucap Denis menghibur sahabatnya itu
"Ya, mungkin saja. Cuma entah kapan itu bisa terjadi Nis. Hati gue sudah terpaku dengan nama Alyssa di sini, dan itu terlalu dalam" ucap Bryan.
Denis tahu saat ini sahabatnya sedang terpuruk, karena patah hati. Jadi dia juga tidak melanjutkan ucapannya, tentang Alyssa. Yang ia yakini, jika Alyssa adalah pemilik AL Group. Mengingatnya saja Denis menghela nafasnya.
dia tidak menyangka, jika selama ini ia dekat dengan sosok pemimpin wanita termuda dalam sejarah bisnis. Alyssa, pemilik AL Group, perusahaan terbesar Nomer tiga di negara ini, menggeser PT. Bumi Wijaya yang di pimpin Noah ke posisi ke empat. Bahkan AL Group masuk ke dalam 100 perusahaan berpengaruh di dunia. Bersama A.S.A Group, Sastro Wardoyo Group, PT. Bumi Wijaya.
...¤...
Alvin keluar dari Mobilnya, ia membukakan pintu untuk Alyssa turun.
Senyum di wajahnya tidak memudar, dia terus menggandeng wanita yang paling ia cinta itu, masuk ke dalam restoran seafood termewah di ibukota.
Alyssa mengatakan jika ia ingin makan di tempat ini, makanya Alvin kemarin meminta Doni untuk reservasi atas nama dia.
__ADS_1
Saat melihat Alvin dan Alyssa melangkah masuk, beberapa orang yang berpapasan sangat terkejut, karena mereka tahu Jika yang mereka lihat adalah Alvin, dan wanita yang di sampingnya adalah Alyssa, model terkenal di internet saat ini.
Beberapa orang ada yang memotret, Alyssa dan Alvin yang saat itu sedang merangkul pinggang Alyssa dengan mesra, tak lupa senyum di wajahnya mereka berdua yang tidak pernah luntur.
"Sayang... Kita menikah saja ya" ucap Alvin tiba-tiba sesaat sampai di ruangan VIP restoran, membuat Alyssa terbelalak kaget.
"Kenapa tiba-tiba sekali, apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu, hmm?" tanya Alyssa
" Aku hanya tidak ingin para lelaki itu menatapmu seperti ingin memakanmu saja. Tahukah kamu jika aku cemburu, Saat melihat kau bersama lelaki itu, saat kamu ada di kampus. Aku ingin segera mengikatmu dalam hubungan pernikahan" ucap Alvin
"Apa kau tidak percaya padaku?" tanya Alyssa menatap manik Alvin
"Aku selalu percaya padamu. Tapi sayang, entah mengapa, aku merasa jika kita akan berpisah. Aku tidak ingin hal itu terjadi" ucap Alvin dengan rasa takut di matanya
"Apa yang kamu takutkan? Aku akan selalu di sini, di samping kamu" ucap Alyssa
"Ica, berjanjilah sesuatu padaku" ucap Alvin
"Apa?" tanya Alyssa
"Berjanjilah jika perasaanmu tetap untukku selamanya, berjanjilah untuk selalu mencintaiku, berjanjilah jika suatu hari nanti aku melupakanmu, maka kau harus berjuang agar aku mengingatmu kembali" ucap Alvin
Kening Alyssa mengerut, dia heran kenapa Alvin bicara seperti itu, bahkan kini Alyssa juga mulai tidak tenang karena ucapannya.
"Ica, berjanjikan, tolong!!" ucap Alvin saat melihat Alyssa hanya terdiam.
"Apa kamu terkena penyakit sesuatu?" tanya Alyssa mengabaikan ucapan Alvin. Alyssa kini mengkhawatirkan jika benar Alvin mengalami penyakit yang serius.
Alyssa mencoba memindai Alvin, namun ia tidak melihat Alvin memiliki penyakit.
"Sayang, aku baik-baik saja. Tapi tolong, jawab. Apa kau bisa berjanji untuk melakukan apa yang ku minta" tanya Alvin
"Aku berjanji Alvin, aku akan selalu di samping kamu. Kecuali kau mengkhianatiku, aku akan terus mencintaimu" ucap Alyssa
"Terimakasih Ica, aku sangat sangat mencintai kamu sayang" ucap Alvin
Dia memeluk Alyssa dengan erat, menciumi seluruh wajahnya dan di akhiri dengan ciuman panjang, sebelum mereka menghentikannya karena sebuah ketukan dari luar.
__ADS_1