
Di markas Dark Moon, Alyssa di bawa ke suatu ruangan dan di ikat di sebuah kursi. Anak buah Arumi tetap diam dan mengawasi Alyssa yang masih berpura-pura pingsan itu.
Tidak ada yang menyadarinya, jika Alyssa hanya pura-pura. Dan tak lama kemudian Arumi dan Austin datang.
"Mana wanita ja*ang itu?" tanya Arumi pada anak buahnya
"Ada di dalam Nona" ucap Salah satu anak buah yang ikut menculik Alyssa
"Kerja bagus, uangnya akan aku transfer ke rekening kalian beserta bonusnya, setelah ini" ucap Arumi
"Terimakasih nona" ucap Anak buah itu tersenyum senang.
Arumi dan Austin masuk ke dalam ruangan, di mana Alyssa di ikat di sana. Arumi tertawa senang, karena akhirnya ia berhasil membawa saingan cintanya itu ke markas miliknya, yang sebentar lagi akan ia siksa dan membunuh wanita itu.
"Dia masih pingsan?" tanya Arumi
"Benar nona, mungkin karena efek obat bius" ucap anak buah yang berjaga di sekitar Alyssa di ikat.
"Ambil air dingin!" perintah Arumi pada anak buahnya
"Baik, Nona" ucap anak buah itu.
Tak lama, anak buah Arumi datang membawa satu ember penuh dengan air dingin di tangannya.
"Siram dia!" ucap Arumi memerintahkan untuk mengguyur Alyssa dengan air dingin itu.
Namun belum juga air itu di tumpahkan ke tubuh Alyssa, kaki anak buah Arumi tergelincir, hingga bukannya menyiram Alyssa, justru air itu menyiram tubuh Arumi.
BYUR!!!
"Aahhh!!!" teriak Arumi terkena siraman air dingin.
PLAK!!!
"Kurang ajar!! Kenapa kau menyiramku? Dasar Bodoh!! Harusnya dia yang kau siram, bukan aku!!" teriak Arumi dan menampar anak buahnya yang menyiramnya tadi.
"Ma-maafkan aku no-nona, ak-aku tid..." ucap anak buah itu terpotong karena suara tembakan.
DOR!!!
__ADS_1
Arumi menembak anak buahnya itu tepat di dadanya, hingga anak buahnya itu langsung mati di tempat. Dia tidak ingin mendengar alasan apapun.
"Urus mayat orang tidak becus ini, Austin!!" ucap Arumi
Kemudian ia beranjak keluar, karena Arumi kedinginan. Jadi ia bergegas keluar dan mengganti pakaiannya dengan yang kering.
...
Austin menyuruh anak buah yang lain mengurus mayat yang baru saja di tembak Arumi, dan memberikannya ke Zeta.
Lalu ia melangkah mendekati Alyssa, jemarinya menyentuh dagu dan mengelus pipi Alyssa.
"Pantas saja tuan muda Alvin tergila-gila padamu, nona cantik. Kamu adalah wanita yang sangat cantik dan mempesona, dari sekian banyak wanita yang pernah aku lihat. Jelas seorang Alvin akan memilihmu di bandingkan seorang ja**ng seperti Arumi" ucap Austin menyeringai
"Sialan, berani sekali laki-laki bajingan ini menyentuhku dengan tangan kasar dan menjijikan ini. Lihat saja nanti, akan aku patahkan Semua jari-jari tangannya terlebih dahulu" Gumam Alyssa dalam hati menahan geram
Melihat body mulus Alyssa, Otak mesum Austin membayangkan tubuh se*si Alyssa berada di bawah kungkungannya.
Siapa yang tidak meneteskan air liurnya, jika berhadapan dengan wanita sempurna seperti Alyssa.
"Badanmu sangat indah, Nona manis. Sayang sekali jika kau langsung di bunuh, aku ingin sekali menikmati tubuh indahmu terlebih dahulu. Pasti milikmu sangat nikmat, lebih nikmat dari milik si Arumi Bodoh itu" ucap Austin yang sedang menelisik, memandangi seluruh tubuh Alyssa
Alyssa sekuat tenaga menahan rasa emosinya, dan masih berpura-pura tidak sadarkan diri.
"Ah, da*amu sangat indah, aku ingin sekali memegang dan meremasnya. Apalagi mendengar de**hanmu, pasti sangat se*si" ucap Austin.
Austin mengulurkan tangannya hendak menyentuh buah da*a milik Alyssa. Namun sebelum ia berhasil menyentuhnya, kepalanya seperti di timpuk oleh sesuatu.
PLAK!!!
"Aahh, siapa itu? Berani sekali memukul kepalaku?" ucap Austin geram
Ia menoleh ke beberapa anak buahnya yang berada di ruangan yang sama, dengan tatapan tajam.
"Bu-bukan kami tuan, ma-mana berani kami melakukan itu" ucap Anak buahnya serempak
Austin mencoba mengabaikan tentang hal yang baru saja terjadi, dia menoleh ke arah Alyssa lagi, yang masih tidak sadarkan diri dan menunduk lemas.
"Ha-ha itu pasti Tama yang melakukannya" Gumam Alyssa dalam hati, terkekeh.
__ADS_1
Alyssa melihat itu semua, meskipun matanya tertutup, namun ia masih bisa melihat menggunakan mata tembus pandangnya.
Austin kembali memegang wajah Alyssa, dia membelai pipi dan juga bibir merah alami yang menggoda milik Alyssa.
"Bibirmu sangat menggoda sekali, sepertinya dia ingin sekali aku menciumnya" ucap Austin hendak mencium bibir Alyssa.
Namun lagi-lagi ia gagal, kali ini entah bagaimana ceritanya, ada seekor tawon yang entah dari mana datangnya. Hinggap di bibir Austin dan menyengat bibir Austin Atas dan bawah.
"Aaarrrgghhhh sakiiiittt, Tawon sialan!!" teriak Austin kesakitan, ia memaki tawon yang entah dari mana datangnya itu. Yang sudah mengganggu aktivitasnya dan bahkan menyengatnya.
"Astaga, ha-ha-ha Tama kau luar biasa. Lihat bibir pria bajingan itu, sudah seperti bebek dower. Ah tidak-tidak, lebih tepatnya seperti korban mal praktek suntik bibir. Ha-ha-ha" tawa Alyssa dalam hati.
Sungguh Alyssa saat ini sekuat tenaga menahan tawanya, pemandangan lucu di depannya sangat membuatnya sakit perut.
Bibir Austin yang bengkak, terlihat sangat menjijikan dan menggelikan di mata Alyssa.
Tak!
Tak!
Suara langkah kaki terdengar, Arumi yang baru selesai mengganti pakaiannya datang kembali ke ruangan itu.
Ia terkejut melihat bibir Austin yang bengkak seperti itu, Arumi tertawa ngakak tidak bisa menahannya. Bahkan anak buah yang berada di sana, mati-matian menahan tawa mereka, agar tidak terdengar.
"Ada apa dengan bibirmu Austin?" tanya Arumi masih tertawa.
"Di sengat tawon" ucap Austin dengan nada kesal karena di tertawakan semua orang.
"Astaga, kamu ada-ada saja. Lagian ciuman kok sama tawon, ya bengkak lah" ucap Arumi masih setia dengan tawanya.
"Puas kau menertawakanku, Nona? Sshhh sakit bibirku, tawon sialan!!" maki Austin.
"Maaf-maaf, aku tidak bisa menahannya Ha-ha" ucap Arumi melanjutkan ketawanya sedang Austin menahan rasa kesalnya.
"Baiklah, hufffttt... Lebih baik kita fokus ke mangsa kita terlebih dahulu" ucap Arumi mengalihkan perhatiannya dan fokus pada Alyssa kembali.
Dia kemudian melangkahkan kakinya menuju Alyssa berada, dia mengangkat sudut bibirnya. Lalu kemudian dia melayangkan kakinya ke perut Alyssa dan...
BUGH!!!
__ADS_1
....