Sistem Dewi

Sistem Dewi
Cicilan kedua Nimar


__ADS_3

Arumi yang mendengar Sandra memuji keahlian Alyssa dan menyebutnya sebagai calon menantu, dia merasa kesal dan cemburu.


Dia ingat waktu dulu, Sandra mengatakan pada teman-temannya, jika dia ingin salah satu anak dari temannya menjadi teman dekat anaknya, Alvin.


Saat itu dirinya sangat senang mendengarnya, dan bilang ke ibunya jika dia menyukai Alvin. Namun dia harus pasrah saat Siska mendahului ibunya, yang menyodorkan anak perempuannya, Sonia, untuk dekat dengan Alvin.


Saat ia melihat berita skandal Sonia, dia merasa memiliki kesempatan untuk dekat kembali dengan pujaannya itu. Tapi sampai saat ini dia belum berhasil menemui Alvin, sampai berita konfirmasi Alvin tentang hubungannya dengan pemilik AL Group, jika dirinya sudah bertunangan.


Arumi patah hati sekali lagi, namun rasa cintanya melebihi sakit di hatinya. Meskipun ia bukan perempuan yang licik, yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau.


Namun ia juga tidak menyerah, jika suatu hari nanti Alvin bisa melihat ke arahnya. Dan akan mendapatkan Alvin dengan personanya sendiri.


"Mamah!" ucap Alvin kaget ketika ia melihat mamahnya ada di dalam restoran yang ia masuki.


Arumi yang melihat Alvin datang merasa sangat senang, jantungnya berdetak dengan cepat. Dia tersenyum manis ke arahnya, namun senyumnya memudar saat ia melihat Alvin menggandeng tangan seorang wanita yang sangat cantik di sampingnya.


"Alvin, kamu ada di sini? Oh, Ica sayang, kau juga di sini" seru Sandra terkejut dan senang melihat anak dan calon menantunya di sini, dan memeluk Alyssa.


Alyssa hanya tersenyum melihat wajah bahagia Sandra ketika melihatnya. Namun Alyssa adalah orang yang memiliki kepekaan yang tinggi. Dia menoleh ke arah Arumi, dia melihat jika Arumi memiliki Pandangan penuh ke kekaguman ke arah Alvin.


Alyssa memindai data milik Arumi. Alyssa tahu jika Arumi memiliki perasaan khusus terhadap Alvin. Namun Alyssa memakluminya, karena memang pesona Alvin sekuat itu.


Yang terpenting, Alyssa tidak mendapati Arumi melakukan tindakan yang buruk. Kalaupun iya, dengan senang hati Alyssa menemaninya bermain.


"Jeng, kenalin. Ini calon menantu saya Alyssa" ucap Sandra pada teman-temannya.


"Halo, senang bertemu dengan anda" ucap Alyssa tersenyum sopan.


"Wah jeng, calon menantumu cantik sekali" ucap Teman Sandra memuji Alyssa


Alvin yang mendengar teman-teman ibunya, memuji Alyssa merasa sangat senang dan tersenyum.


Senyum itu tak lepas dari penglihatan Arumi. Arumi terpesona melihat Alvin si laki-laki dingin itu tersenyum, membuat kadar ketampanannya bertambah.


"Hai Alvin, kamu makin tampan saja" ucap teman-teman Sandra


"Kak Alvin makin tampan, kakak Dewi juga cantik, cocok sekali" ucap seorang anak perempuan, berusia sekitar 10 tahun anak dari teman Sandra.

__ADS_1


Membuat semuanya tertawa mendengar ucapannya.


"Hai Alvin, apa kabar?" ucap Arumi lembut dengan senyum menghiasi wajahnya.


Namun sapaannya itu tidak di tanggap oleh Alvin, yang hanya diam saja mengabaikannya.


"Kabarnya baik, maaf ya Arumi. Sifat Alvin memang seperti kutub es, jangan di ambil hati. Dia memang seperti itu, hanya pada Ica sifat dinginnya itu mencair dan menghangat, bucin sekali dia pada Ica" ucap Sandra


"Tidak apa-apa tante" ucap Arumi yang merasa sesak di hatinya, namun ia juga tidak bisa memaksa perasaan Alvin padanya.


"Mah, aku sama Ica makan dulu di sana" ucap Alvin


"Kenapa tidak bergabung saja di sini?" ucap Sandra


"Alvin mau makan berdua sama Ica mah, Lagian Alvin mau pacaran" ucap Alvin terkekeh


"Dasar kau ini, ya sudah sana! Ngomong-ngomong Ica, kapan-kapan kamu main ke rumah ya, mamah kangen" ucap Sandra tersenyum ke arah calon menantunya.


"Iya mah, nanti aku berkunjung ke sana sama mamah ira" ucap Alyssa tersenyum manis


Alvin dan Alyssa kemudian menuju meja lainnya cukup jauh, dan memesan makanannya.


Arumi sangat cemburu, namun ia tidak memiliki hak untuk menolak kenyataan yang ada. Dia adalah wanita berpendidikan, yang tidak mungkin menjadi orang ketiga dalam hubungan seseorang.


...¤...


Alvin dan Alyssa saat ini sudah berada di markas, mereka berdua langsung menuju ruang bawah tanah.


Nimar dan Miko yang melihat Alvin dan Alyssa datang, bergetar ketakutan. Bahkan kini Nimar sudah kencing di celana saking ketakutannya. Membuat bau tidak enak menyebar di seluruh ruangan.


Alvin mengajak Alyssa keluar dan membiarkan anak buah Alvin membersihkan ruangan itu, agar bau itu tidak mencemari penciuman Alyssa yang bersih. Alyssa hanya menggeleng saja melihat tingkah Alvin yang berlebihan.


Setelah itu Alyssa dan Alvin mendekat ke arah kedua orang yang masih terikat dan ketakutan itu. Wajah Nimar dan Miko pucat karena semalaman mereka menggigil merasakan kedinginan dan juga demam karena siksaan sebelumnya.


"Hai, kita ketemu lagi" ucap Alyssa tersenyum jahat


"Tolong lepaskan aku!! Aku minta maaf, aku menyesal" ucap Nimar memelas

__ADS_1


"Oh tentu saja, TI-DAK!!! Aku bahkan belum puas memanjakan kalian berdua" ucap Alyssa terkekeh


Alyssa kemudian mengambil tank dan mendekat ke arah Nimar.


"Tidak! Ja-jangan mende-kat!" ucap Nimar


"Kenapa?? Takut??" ucap Alyssa yang di balas anggukan kepala Nimar


"Tolong Jangan siksa aku lagi, No-Nona" ucap Nimar memohon


"Aku tidak mendengar yang kau bicarakan " ucap Alyssa


Cetak!!!


"Aaaarrrggghhhh!!!" Jeritan Nimar karena kuku tangan nya di cabut paksa oleh Alyssa.


"Ah, merdu sekali Ha-ha" ucap Alyssa tertawa


Alvin melihat wanitanya sangat menikmati, menyiksa Nimar. Alvin hanya tersenyum saja, dirinya akan mendukung apapun yang di inginkan Alyssa. Meskipun itu adalah tindak kejahatan, dan Alvin akan senantiasa melindunginya dari hukum.


Cetak!!!


"Aaarrrrghhh...Ampuuuunnn, Toolooong berhentiii.... Aaarrgghhh sakiiitt hiks...hiks..." teriak Nimar


Nimar hampir pingsan, namun anak buah Alvin sigap mengguyur Nimar dengan air dingin hingga ia sadar kembali dan merintih kesakitan.


Kali ini Alyssa memegang besi yang sudah di panaskan. Nimar yang melihat itu melotot, dia kemudian menggelengkan kepalanya, dan berteriak saat besi itu mendekat ke wajahnya.


"Kau ingat ini?? Ini yang kau lakukan pada mamahku, jal*ng sialan!!!" teriak Alyssa sambil menekan keras besi panas itu ke wajah Nimar dengan kasar.


"Aaaarrgghhh panaaasss, panaaaassss aaaaarrgghhhh" Teriakan demi teriakan menggelegar di dalam ruangan.


Alyssa berkali-kali menekan besi panas itu ke wajah Nimar. Nimar bagaimana pun menyesali perbuatannya pada Ameera dulu. Kini ia merasakan sakit yang sama yang di rasakan Ameera saat ia menekan besi panas ke wajahnya dulu.


bau daging gosong semerbak di dalam ruangan, selain bau anyir darah yang mengalir dari kuku yang di cabut paksa itu.


Nimar kembali tidak sadarkan diri, dan di bangunkan dengan cara yang sama, namun yang di guyurkan kali ini adalah air garam di campur air Cuka.

__ADS_1


Yang membuat Nimar seketika sadar dan menjerit kesakitan karena cairan itu terkena lukanya. Alyssa menyuruh anak buah Alvin, kali ini untuk mencambuki Nimar sampai Alyssa menyuruhnya untuk berhenti.


Miko yang melihat itu meneguk salivanya, sebentar lagi giliran dia akan tiba, tubuhnya terus gemetar tak bisa ia tenanglah sedikitpun.


__ADS_2