
Alyssa keluar dari Rumah sakit menuju kontrakan Yana. Enzy sudah mengabarkan jika dia sudah menyelesaikan masalah dengan rentenir dan sudah menandatangani surat perjanjian pelunasan hutang, agar tidak terjadi hal-hal tidak di inginkan di kemudian hari.
Yana berkali-kali mengucapkan terimakasih pada Alyssa dan mereka bertukar nomer HP.
Alyssa melajukan Mobilnya menuju Apartement nya, saat masuk ke dalam lift, dia bertemu dengan Desti.
"Hai kak Al, Kakak baru pulang?" ucap Desti
"Hai Desti, iya nih. Kamu dari mana?" tanya Alyssa
"Dari rumah teman Kak, sekolah libur jadi main deh seharian tadi, yang aku dengar dari mamah, kakak kecelakaan, apa kakak tidak apa-apa?" ucap Desti
"Ah, sudah tidak apa-apa sekarang" ujar Alyssa tersenyum
"Kakak bagaimana kalau kita berenang di bawah?" ajak Desti
"Tapi aku tidak punya baju renang" ucap Alyssa
"Tenang aku punya beberapa" ucap Desti
Sore itu Alyssa menghabiskan waktu berenang bersama Desti di kolam bawah Apartement.
Suasana kolam masih sepi, tidak seramai saat weekend atau siang hari.
Alyssa mengobrol banyak dengan Desti, mereka hanya beda 1 tahun, Desti berumur 17 tahun dan sudah kelas 2 SMA.
Desti adalah sosok gadis yang ceria dan humble, Keluarga Warman memang semuanya ramah, tidak sombong seperti orang kaya kebanyakan.
Setelah hampir 2 jam berenang, mereka berdua kembali ke Apartement Alyssa. Desti ingin memakan masakan Alyssa, dia sangat menyukainya saat terakhir makan malam di rumahnya.
"Waahhhh Kak ini sepertinya sangat lezat, aku mau photo makanan ini, boleh?" ucap Desti menggemaskan, Alyssa mengangguk sambil terkekeh.
Alyssa memasak Sup ikan nila kesukaan Desti, selain itu ada tumis tahu putih, dan Ayam goreng. Hanya ada bahan itu di kulkas, karena belum belanja stok keperluan dapur lagi.
Desti memposting Photo makanan itu di Insta story miliknya dengan caption "makan malam masakan kakak cantik".
¤
"Bagaimana kondisi anak saya sekarang, Dok?" ucap Ayah Bianca
"Mohon maaf Pak, Bu... Kami sudah mencoba mencari tahu penyebab pasien mengalami kelumpuhan, dan mencari cara pengobatan yang terbaik. Namun tidak di temukan. Kami juga sudah memanggil dokter ahli neurologi terbaik, namun tetap saja hasilnya Nihil" ucap Dokter.
"Lalu apa yang harus kami lakukan?" ucap Ibu Bianca menangis, dia sedih melihat putri satu-satunya seperti ini.
__ADS_1
"Kita hanya bisa pasrahkan saja pada Tuhan. Tapi jika Ibu dan Bapak ingin mencoba berobat ke luar negeri, kami akan membuat surat rujukannya" ucap Dokter lagi.
"Ya, sepertinya kami akan membawa putri kami berobat ke Singapura. Siapa tahu di sana menemukan solusi penyembuhan Bianca. Saya minta tolong untuk mengurus rujukan ke salah satu rumah sakit terbaik di sana" ucap Ayah Bianca
"Kami akan membantu Bapak sebisa mungkin" ucap Dokter.
Hari itu juga Bianca di bawa ke Singapura untuk melanjutkan pengobatan di sana.
____________________
Alyssa berangkat sekolah di antar oleh Enzy, dia juga tidak menjemput Diana, karena Pak Joko sudah masuk kerja.
Alyssa sudah masuk ke sistem, lagi dan lagi hanya mendapatkan uang, Alyssa sudah terbiasa dengan itu.
Hari ini Ujian hari ke 3 yang juga ujian terakhir yaitu Biologi dan Kimia, sebelum libur besok. Sedangkan kelas X dan XI masuk seperti biasa.
Alyssa seperti biasa mengerjakannya dengan sangat santai dan lancar. Diana pun cukup lancar menjawabnya, karena Diana sangat menyukai pelajaran keduanya. Jadi dia sangat menikmati mengerjakan soalnya.
Jam 1 tepat, Enzy sudah menjemput, dan mobil berjalan menuju AKM Mall. Alyssa dan Enzy memasuki toko boneka.
Alyssa membeli boneka Teddy Bear berukuran 1 meter berwarna cream, dengan memakai celana kodok dan pita di leher bonekanya.
"Waaahh, kakak seorang Dewi Yah, cantik sekali" ucap seorang anak kecil tampan yang menggemaskan berbinar melihat Alyssa.
Juga dengan panggilan yang beragam dari anak kecil yang melihatnya. Dari sebutan Kakak Dewi, Kakak Cantik, Kakak peri, bahkan Keisha memanggilnya mamah.
"Hai, Adek kecil yang tampan" ucap Alyssa tersenyum manis
"Kakak Dewi, jika nanti aku sudah besar, mau tidak menikah denganku?" ucapnya polos
Alyssa tertawa kecil, bahkan Enzy yang di sampingnya pun tertawa.
"Pesona nona memang tiada duanya. Bahkan anak kecil pun jatuh hati melihatnya" ucap Enzy dalam hati.
"Ah, Nona maafkan adik saya yang mengganggumu" ucap pria muda yang menggunakan masker dan kacamata hitam itu.
Aneh memang, padahal ini bukan dunia nyata yang sedang masa Congorna, eh salah maksudnya Corona
Alyssa menatap aneh pada pria itu, di dalam ruangan pakai masker dan kacamata hitam.
Pria itu melihat Alyssa syok, dia mengingat wajah itu. Namun hanya sesaat, dia mengembalikan raut mukanya normal lagi.
"Ah tidak apa-apa, adikmu sangat menggemaskan. Kalau begitu aku permisi dulu. Adik tampan, kakak pergi dulu ya" ucap Alyssa tersenyum cerah, sangat cantik.
__ADS_1
Bahkan pemuda dan anak kecil itu di buat terpesona karenanya.
"Aku baru melihat senyumnya, sangat manis" ucap pria itu dalam hati
Alyssa kemudian pergi menuju kasir dengan Enzy di belakangnya yang membawa boneka besar itu.
Setelah membayarnya Alyssa dan Enzy pergi menuju rumah Raffi, karena Rindu sudah pulang sejak pagi.
Raffi sudah mengirimkan Alamatnya melalui whatsapp.
Ting!! Nong!!
Ceklek
Ibu Raffi membuka pintu
"Eh, Alyssa, Enzy sudah datang, Silahkan masuk" ucap Ibu Raffi
Alyssa pun masuk kedalaman rumah model modern minimalis namun sangat bersih. Itu termasuk Kompleks perumahan tingkat atas.
Raffi tidak ada di rumah, setelah mengantar Rindu pulang dari Rumah Sakit, dia langsung pergi berangkat ke kantor.
"Kakak peri datang, Horeee" teriak Rindu bersemangat, menghampiri Alyssa dan memeluknya.
"Rindu sudah sehat? ini boneka yang kakak janjikan buat Rindu" ucap Alyssa memberikan boneka besar itu.
"Waaahhh bagus banget bonekanya, Rindu suka, makasih kakak peri" ucap Rindu dan mencium pipi Alyssa.
Alyssa yang gemas pun membalas mencium pipi Rindu.
Alyssa disana hanya sampai sore. Setelah dari rumah Raffi, Alyssa dan Enzy pergi ke Brilliant Hotel untuk makan malam.
Alyssa langsung masuk ke dalam menuju ruang khusus VVIP Platinum miliknya.
Berbagai hidangan mewah tersaji di atas meja, salah seorang pelayan yang menyajikan makanan kaget melihat Alyssa.
Ya dia adalah Aldo, Aldo heran melihat Alyssa ada di ruangan ini. Setahu dia saat kemarin di terima kerja disini, dia di beritahu staf senior, bahwa ruangan ini adalah ruangan khusus Pemilik Hotel dan tidak di buka untuk umum
Aldo juga melihat Enzy bersama Alyssa, dia tahu jika Alyssa berteman dengan Enzy, karena Alyssa yang mencari pekerjaan untuk nya melalui Enzy.
Aldo juga tahu Enzy adalah Asisten pribadi bos, jadi dia pikir mungkin saja Enzy pengecualian bisa masuk ke ruangan pribadi bos.
Alyssa yang melihat Aldo tersenyum, tapi tak menjelaskan apapun. Karena Alyssa bingung mulai menjelaskannya dari mana.
__ADS_1