Sistem Dewi

Sistem Dewi
Membangun perusahaan baru


__ADS_3

Enzy menjemput Alyssa tepat jam 4 sore, mereka menuju Brilliant Hotel dan langsung melangkah ke ruangan pribadi milik Alyssa.


"Aku ingin membicarakan sesuatu, yang mungkin akan lebih merepotkanmu dalam pekerjaan" ucap Alyssa


"Apa itu nona?" Tanya Enzy


"Aku akan membangun perusahaan baru di Ibukota, lebih tepatnya sebuah Group perusahaan yang menaungi beberapa perusahaan yang sudah aku akuisisi atas namaku" ucap Alyssa


"Tapi membangun gedung baru membutuhkan waktu yang panjang juga biaya yang tidak sedikit, Nona. Jika membeli gedung atau menyewanya, sekarang sangat sulit mencarinya. Apa anda ingin meminta bantuan Tuan muda Alvin?" ucap Enzy


"Ah, aku tidak ingin merepotkannya. Untuk masalah gedung kau tak usah khawatir. Kita akan menempati lantai 61-62 Indo Building" ucap Alyssa


"Indo building? Tapi disana tidak ada tempat untuk di sewakan, karena semua lantai sudah penuh dan lantai teratas hanya di peruntukan untuk pemilik gedung" ucap Enzy


Alyssa mengeluarkan Surat-surat mengenai Akuisisi, Sertifikat Hak milik Gedung dan lain-lain, dari Tas Ranselnya.


"Ini.." Tangan Enzy gemetar melihat semua surat-surat di tangannya, semua atas nama nonanya, Alyssa Cecilia Yanuar


"Benar, aku telah mengakuisisi NE dan Indo Building tadi pagi, keduanya sepenuhnya menjadi milikku sekarang" ucap Alyssa, Enzy jelas sangat terkejut mendengarnya


"Aku juga sudah punya sebuah mansion di Ibukota, King's Village No.1 adalah milikku. Aku ingin kamu memilih beberapa Asisten rumah tangga terbaik di sana" lanjut Alyssa lagi.


Enzy satu persatu seperti terkena tombak di hatinya. Orang seperti apa yang dia ikuti selama ini? Seorang Dewi yang turun ke bumi kah?


Kenapa Nonanya memiliki aset yang sangat tidak bisa di terima akal sehat, di usianya yang sangat muda. Dan dia berjuang sendiri untuk mendapatkannya, bukan dari warisan keluarga atau bantuan siapa pun.


"Apa kau masih seorang manusia, Nona?" tanya Enzy


"Bukan, Aku seorang dewi yang turun ke bumi" ucap Alyssa, sama persis seperti yang di pikirkan dalam benak Enzy.


Glup!


Enzy menatap Alyssa penuh terpesona, dia percaya akan kata-kata nonanya itu.


"Hahahaha... Enzy tatapanmu seperti mau menelanku saja. Tentu saja aku adalah manusia biasa, hanya saja aku punya kemampuan yang melebihi gadis seusiaku" ucap Alyssa


"Bagi saya, nona sudah seperti seorang Dewi. Nona adalah orang terbaik di segala bidang, wanita ambisius dan paling menakjubkan yang pernah ku kenal. Aku akan mengikutimu sampai ajal menjemputku" ucap Enzy bersungguh-sungguh


"Aku percaya itu, tapi kamu juga harus menemukan kebahagiaanmu, jangan terlalu terpaku padaku, kamu juga berhak untuk bahagia" ucap Alyssa


Enzy yang mendengar itu sangat tersentuh, nonanya memang berhati mulia.


"Kamu harus terbiasa dengan kejutan kedepannya, mungkin asetku akan bertambah kedepannya" ucap Alyssa ringan


Enzy mengangguk semangat, dia akan membantu dan selalu berdiri di sisi nonanya itu.


Mereka melanjutkan pembicaraan mengenai Group perusahaan yang akan mereka dirikan dalam waktu dekat.


Alyssa meminta juga Enzy untuk menemukan orang-orang yang dapat di percaya untuk membantunya di perusahaan.


Enzy mengantarkan Alyssa kembali ke Apartement nya setelah jam 8 malam.

__ADS_1


____________


Sabtu pagi Alyssa sudah memacu Bugatti Veyron ke rumah Diana. Dia sudah berjanji menemani Diana menonton Drama korea terbaru yang baru saja rilis.


Diana langsung heboh ketika mendapati Alyssa datang mengendari mobil yang baru di lihatnya.


"Mobil baru kamu Al?" Tanya Diana berbinar melihat mobil itu.


"Sudah lama, kamu saja yang baru lihat" ucap Alyssa mengangkat bahunya.


"Al, kamu beneran nggak ngepet kan? Ini buggati Veyron, harganya 72 Milyar loh" ucap Diana


"Sialan, pikiranmu maemunah ngepet mulu, nggak ada yang lebih elit napa. Emang aku ngepet dimana sampai bisa dapat nih mobil" ucap Alyssa


"Ya, barangkali kamu ngepetnya ke showroom" balas Diana nyengir kuda


"Etdaahh, kayanya kamu bener-bener harus di Ruqyah" balas Alyssa


"Hahahaha, bercanda Al. Lagian mobil kamu semuanya Milyaran, selalu bikin aku terkejut lagi dan lagi. Udah Yuk ke kamar, cuusss kita nonton Drama korea" Diana menarik tangan Alyssa ke menuju ke kamarnya di lantai dua.


Diana memang penggemar Drama korea dan K-pop jadi wajar saja jika dia punya banyak koleksi berbagai Drakor dan juga CD Album dari Idolanya di Lemari kaca di kamarnya.


Sahabatnya itu memang seorang VIP Fans Bigbang dan dia juga Fandom salah satu agensi yaitu YGEnt.


Neoegero jikjin


Hoo-ooh-ooh-ooh-ooh


Neoegero jikjin


Hoo-ooh-ooh-ooh-ooh


Pedal to the metal, hoo


(Treasure - Jikjin)


Begitu Pintu kamar di buka, Suara musik K-pop terdengar.


"Nggak pernah berubah ya" ucap Alyssa dalam hati menggelengkan kepalanya


"Al, Duduk sini! Udah mau mulai nih" ucap Diana sambil menepuk ujung kasurnya.


Mereka menontonnya sampai 2 jam, setelah selesai menonton, Diana memberikan Kaos berbahan katun Size M berwarna hitam dengan logo Club CBR dengan tulisan 1 dekade untuk Alyssa pakai malam nanti.


Diana juga dapat satu kaos dengan desain dan ukuran yang sama, mereka mencobanya dan sangat pas.


"Gilaaaa Al, badanmu Seksi sekaleee, woowww" ucap Diana mengacungkan kedua jempolnya.


Alyssa hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu. Dia memakai kaos itu cukup nyaman di badannya.


"Na, kayaknya bentar lagi aku cabut dulu deh, ada janji sama orang soalnya. Sekalian tuker nih mobil sama motor di apartement, nanti sekitar jm 6 sore aku balik kesini lagi" ucap Alyssa

__ADS_1


"Oke, Oh ya lupa, Andre ingetin harus Safety Riding, Helm, jaket dan sepatu wajib di pakai, kalau kamu punya decker bisa kamu pake juga" ucap Diana


"Tenang, aku Udah siapin semua kok. Aku pamit sekarang ya Na, takut sebentar lagi jalanan macet" ucap Alyssa


"Oke, hati-hati di jalan Al" ucap Diana


Alyssa keluar dari rumah Diana, dan memacu Bugatti veyron yang meraung seperti binatang buas itu, menuju Brilliant Hotel. Untuk bertemu Azka.


______________


Los Angeles, California - Amerika Serikat


Ring! Ring! Ring!


"Halo, mah" ucap Alvin


"Anak nakal kapan kamu pulang? Kamu sudah tidak ingat mamah, Hah? tidak ingat untuk pulang? Pulang kamu sekarang!!" ucap Mamah Alvin


Alvin memang sudah tinggal di rumahnya sendiri, tidak tinggal bersama orang tuanya lagi, semenjak memulai karir bisnisnya 3 tahun lalu.


"Nggak bisa sekarang, mah. Alvin masih ada kerjaan di luar negeri, minggu depan Alvin baru pulang ke tanah air, nanti Alvin sempetin ke rumah mamah" ucap Alvin


"Begitu balik dari luar negeri, harus segera pulang ke rumah, awas kalau nggak" ucap mamah Alvin


"Iya mamah cantik" ucap Alvin terkekeh dengan sikap Mamahnya yang tidak berubah.


"Baik kalau begitu, mamah akan atur makan malam kamu dengan Sonia, nanti" ucap Mamah Alvin


"Nggak!!! Udah berapa kali Alvin bilang, Alvin nggak suka di deket-deketin sama wanita ****** berkedok anak teman mamah itu" ucap Alvin berubah marah


"Jaga bicara kamu Alvin! Mamah nggak terima penolakan kali ini, kamu dari dulu selalu nolak mamah kenalin dengan anak teman-teman mamah. Sonia itu anak yang baik. Dia juga Model kelas internasional yang sangat cantik, keluarganya juga keluarga baik-baik. Bukannya dia juga bekerja di perusahaan Entertaiment kamu?" ucap mamah Alvin


"Berhenti jodohin Alvin mah, Alvin sudah punya pacar sekarang. Alvin nggak mau ngecewain pacar Alvin" ucap Alvin


"Kamu punya pacar? Kenapa nggak cerita ke mamah jika kamu sudah punya pacar? jangan bohong kamu Alvin" ucap Mamah Alvin


"Aku serius mah, aku sangat mencintai dia. Aku nggak mau kehilangan dia, hanya karena tahu perkara perjodohan yang mamah atur, meskipun aku tak pernah setuju akan hal itu. Tapi bagaimana jika dia tidak mendengar penjelasan Alvin terlebih dahulu" Ucap Alvin


"Kamu serius?? Kalau begitu kapan kamu kenalin pacar kamu ke mamah, siapa namanya?" tanya mamah Alvin


"Aku akan kenalin ke mamah saat dia ke Ibukota nanti. Aku peringatkan Mamah jangan mencari tahu tentang calon menantu mamah itu, yang jelas aku sangat mencintai dia, dan akan memberikan dia segala yang Alvin punya" ucap Alvin


Mamah Alvin tertegun mendengarnya. Anak laki-lakinya benar-benar serius sudah punya pacar? Alvin sebelumnya tidak pernah mengaku punya pacar, bahkan kabar dia dekat dengan wanita pun tak pernah terdengar.


Maka dari itu, namanya khawatir tentang orientasi sexual anaknya itu. Makanya dia selalu mendekatkan putranya itu dengan anak gadis Teman-temannya.


"Baik, mamah janji nggak akan deketin kamu dengan anak teman mamah lagi. Asal kamu janji bawa pacar kamu ke hadapan mamah" ucap mamah Alvin


"Iya mah" ucap Alvin pasrah


telepon pun terputus

__ADS_1


"Aku harus mengkonfirmasi kabar ini, aku tanya Doni saja" Gumam Mamah Alvin


__ADS_2