Sistem Dewi

Sistem Dewi
Mendapatkan nilai penuh


__ADS_3

Alvin membawa Alyssa dan sandra ke Abian Resto, salah satu restoran tradisional bintang lima paling terkenal di Ibukota.


Satu porsi makanan paling murah 2 juta, belum termasuk pajak dan biaya makan di ruangan.


Alvin menyewa ruangan No.2, mereka memesan berbagai makanan, dari makanan pembuka sampai makanan penutup.


"Sayang, kamu sengaja datang ke Ibukota untuk menemui anak mamah yang sangat sibuk ini?" ucap Sandra


"Salah satunya iya" ucap Alyssa


"Selain ketemu aku, kamu mau ketemu siapa lagi, Ica?" ucap Alvin cemburu


"Tentu saja banyak yang akan aku temui, aku akan bertemu dengan para penyewa setiap lantai, dan juga mengecek apakah perusahaanku sudah siap" ucap Alyssa


"Kau akan membuka perusahaan di Ibukota?" tanya Sandra


"Iya mah, lebih tepatnya Group perusahaan, dan semuanya sudah dalam proses, hanya tinggal pengecekan dan pengajuan perizinan saja" ucap Alyssa


"Aku akan membantumu mengurus perizinan" ucap Alvin


"Apa tidak apa-apa? apa itu tidak merepotkan mu?" ucap Alyssa, melirik Alvin dan Sandra


"Kau sudah berjanji tidak akan menolak bantuan atau pemberianku lagi bukan? Kali ini aku memaksanya" ucap Alvin


"Itu benar sayang, biar Alvin sesekali membantumu" ucap Sandra tersenyum


"Baiklah" ucap Alyssa


"Ah iya, mamah punya hadiah perkenalan untukmu, ini untukmu" ucap Sandra menyerahkan 1 buah kotak berwarna merah.


Alyssa menerimanya dan berterimakasih, lalu membuka kotak itu, itu adalah satu set perhiasan bertatahkan berlian 18 karat, sangat cantik.


Alyssa merasa tidak enak karena tidak menyiapkan sesuatu untuk Sandra. Dia akhirnya memutuskan untuk membeli Pil kecantikan dari sistemnya.


"Aku juga punya sesuatu untuk mamah" ucap Alyssa menyodorkan satu kotak berisi satu Pil kecantikan.


Sandra menerima dan membukanya, dia tidak tahu kenapa Alyssa memberikannya sebuah obat.


"Itu adalah obat racikanku sendiri, itu adalah Pil kecantikan" ucap Alyssa


"Obat racikan kamu?" tanya Sandra kaget


"Mah, asal mamah tau, calon menantu mamah ini, ahli dalam pengobatan dan meracik obat. Mamah sempat tanya kena bekas luka di tubuh Alvin hilang kan? itu karena obat dari Ica" ucap Alvin


Sandra terkejut lagi dan lagi. Dia percaya pada Alvin, karena dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, saat luka di tubuh Alvin sudah hilang, bersih tanpa ada bekas.


Sandra langsung mengambil Pil itu dan langsung menelannya.


Perubahan terlihat setelah beberapa detik kemudian, kerutan dan masalah lain di wajah dan kulitnya memudar.

__ADS_1


Sandra saat ini berumur 40 an keatas, setelah menelan Pil kecantikan, dirinya terlihat seperti wanita usia akhir 20 tahunan.


Melihat sendiri perubahan di kulit tangannya, Sandra langsung mengambil cermin dari dalam tasnya.


"Astaga!!" ucap Sandra kaget melihat bayangan dirinya di cermin.


Bahkan Alvin pun ikut kaget melihat mamahnya kembali muda.


Mungkin saat ini namanya terlihat seumuran dengan kakak perempuannya.


"Alyssa, obat kamu.... Sangat Ajaib, apa mamah mimpi Alvin?" ucap Sandra tak percaya


"Itu kenyataan mah" ucap Alvin


"Hahahahah, bagus bagus, Alyssa kamu luar biasa sekali sayang. Sumpah, mamah kagum sama kamu, terimakasih sayang" ucap Sandra mencium pipi kanan Alyssa


"Mamah, jangan cium-cium, Alyssa cuma boleh di cium Alvin" ucap Alvin menarik Alyssa mendekat padanya


"Astaga, Alvin kamu berlebihan, mamah cuma cium pipi" ucap Sandra


"Tetap saja nggak boleh" ucap Alvin


Alyssa hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Alvin. Dia merasa nyaman setelah mengenal Sandra.


Dia pikir, orangtua Alvin akan susah menerima dia, namun ternyata ketakutannya tidak terjadi.


Ring! Ring! Ring!


"Angkat saja nggak papa kok" ucap Sandra tersenyum


Alyssa mengangkat telepon, yang ternyata dari Ibu Sinen, Wali kelasnya di sekolah.


"Halo, Bu Sinen" ucap Alyssa


"Halo, Alyssa. Ibu ingin mengucapkan selamat untukmu, Kamu Lulus ujian nasional dengan Nilai sempurna di setiap pelajaran" ucap Sinen antusias


"Oh, iya Bu, terimakasih" ucap Alyssa dengan nada biasa.


Sinen merasa heran dengan tanggapan Alyssa. Mengapa Alyssa tidak ada perasaan senang, ataupun tidak ada teriakan apapun yang biasanya orang lain lakukan.


Alyssa sebenarnya tahu jika dirinya berhasil mendapatkan nilai penuh, dia merasa percaya diri akan itu.


Jadi hal tersebut, bukan hal yang mengejutkan baginya, sampai harus teriak saking senangnya.


"Ah, Alyssa, apa kamu sudah punya tujuan ke universitas mana kamu ingin masuk?" tanya Sinen


"Universitas Unggulan Ibukota" ucap Alyssa


"Baik kalau begitu, semoga kamu bisa masuk ke sana, Oh iya Hari sabtu, Minggu depan Perpisahan sekolah. Kalau bisa kamu masuk sekolah, karena ada yang ingin di bicarakan Kepala sekolah denganmu" ucap Sinen

__ADS_1


"Baik" ucap Alyssa


Telepon terputus, Alyssa melihat Alvin dan Sandra sedang menatapnya.


"A..ada apa?" ucap Alyssa


"Kamu sudah lulus ujian?" ucap Sandra


"Kamu juga mendapat nilai penuh di setiap pelajaran di ujian nasional?" ucap Alvin


Alyssa mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya, mengiyakan perkataan keduanya.


"Woaahh, Alyssa kamu hebat" ucap Sandra


"Sayang, kamu luar biasa, aku bangga padamu" ucap Alvin menggenggam tangan Alyssa.


Alyssa hanya tersenyum, dia merasakan kebahagiaan dan merasa penuh syukur memiliki mereka di sisinya.


Setelah selesai makan, Alvin memaksa Alyssa untuk ikut dengannya ke kantor. Dengan pasrah Alyssa mengikutinya.


Alvin yang menggunakan Alyssa masuk ke gedung perusahaan, membuat heboh lagi.


Bagaimana tidak, Alvin melingkarkan tangannya mesra di pinggang Alyssa.


Tidak lupa senyum di wajahnya yang tidak pernah hilang, dirinya merasakan bahagia Alyssa bersamanya.


__________


Di pusat Kota S


"Tuan, saya sudah menemukan orang yang menyelamatkan target tuan" ucap seorang pria memakai pakaian hitam-hitam.


"Oh, siapa dia?" ucap seorang pria paruh baya yang di panggil tuan


"Dia seorang gadis berumur 18 tahun, dari kota M" ucap bawahan itu


"Black, kau suruh anak buahmu tangkap gadis itu dan segera bereskan" ucap tuan itu


"Baik tuan" ucap Black, lalu bergegas keluar


"Siapa suruh kau menolong orang yang salah, kau harus menerima konsekuensi karena menggagalkan rencanaku" ucap Pria itu


Ceklek!


Seseorang wanita berumur sekitar 40 tahunan masuk ke dalam ruangan.


"Sayang, aku lihat Black keluar dari sini. Ada apa?" ucap seorang wanita


"Dia hanya mengatakan, jika dia menemukan seseorang yang menyelamatkan bajingan itu" ucap pria paruh baya itu.

__ADS_1


"Lalu apa rencanamu, selanjutnya?" ucap wanita itu.


"Tentu saja menyingkirkan semua penghalang yang menggangguku" ucap pria itu menyeringai.


__ADS_2