Sistem Dewi

Sistem Dewi
Terkuak


__ADS_3

Alyssa memikirkan nama Austin, namun ia tidak mengingat nama Austin dalam pikirannya. Alyssa punya ingatan yang sangat bagus dan kuat, jadi mustahil ia lupa.


"Apa kau kenal dengan orang yang namanya Austin itu, sayang?" tanya Alvin


"Tidak, aku tidak kenal. Kak Enzy, apa kau tahu orang yang bernama Austin itu?" tanya Alyssa yang sedari tadi melihat raut wajah Enzy terlihat berbeda saat mendengar nama itu.


"Tidak tahu, aku belum pernah bertemu dengan orang bernama Austin. Tapi aku pernah dengar nama itu sebelumnya" ucap Enzy sedilit ragu


"Oh ya, Apa yang kakak tahu tentang pria itu?" tanya Alyssa penasaran


"Dark Moon" ucap Enzy, membuat Alyssa mengerutkan dahinya heran dan bingung


"Dark Moon? Maksud kamu Organisasi Pembunuh Bayaran?" ucap Alvin yang di angguki Enzy


"Aku pernah dengar nama itu saat masih menjadi pembunuh Ace di sana. Saat itu aku masih berumur 7 tahun, paman bajinganku membawaku ke organisasi terkutuk itu. Setahuku, Austin adalah kaki tangan ketua Dark Moon. Aku juga belum terlalu jelas jabatan dia apa" ucap Enzy


"Jangan-jangan mereka tahu, kalau Ica yang sudah selamatkan kamu saat itu" ucap Alvin menebak


"Sepertinya tidak mungkin. Karena saat aku masih jadi pembunuh bayaran, aku selalu memakai topeng. Tidak ada yang tahu wajah ku sebenarnya. Lagian wajahku saat ini banyak yang berubah, dan sudah tidak memiliki luka. Bahkan namaku kini sudah berganti. Dan kalaupun mereka tahu aku masih hidup, yang di incar pasti aku. Bukan Al yang menjadi targetnya" ucap Enzy


"Kak Enzy benar, pasti ada alasan lain" ucap Alyssa


Puk!! Alyssa memukul keningnya sendiri


"B*go, kan ada Aras... Ngapain susah-susah, mikir" ucap Alyssa terkekeh


"Lah iya ha-ha" ucap Alvin dan Enzy kompak dan juga tertawa.


"Aras, kirimkan Biodata Austin. Cari detail, apa yang dia lakukan dalam kurun waktu satu bulan ini. Aku tunggu besok pagi datanya, harus secara terperinci" ucap Alyssa


"Baik Nona" ucap Aras


"Nah, sekarang beres. Tinggal nunggu Aras mengorek informasi. Kalian tidurlah! Aku juga ingin istirahat" ucap Alyssa pada keduanya


"Hmm, istirahatlah sayang, cup" ucap Alvin seraya mencium kening Alyssa, kemudian ia ikut berbaring di ranjang yang sama dengan Alyssa.


"Uwu-uwuan terus. Hais haredang... Aku tidur duluan aja deh, sialan jadi obat nyamuk aing" ucap Enzy mengomel.


Alyssa dan Alvin hanya terkekeh, sampai akhirnya mereka bertiga tidur dengan pulas.


...___...


Pagi harinya di mansion Ardhana.


Sandra tengah menyiapkan makanan yang akan ia bawa ke rumah sakit, untuk Alvin, Alyssa dan Enzy. Tak lupa ia juga sudah menyiapkan baju ganti untuk Alvin.


Melihat mamahnya masih menyiapkan makanan, Aletta menghampiri.


Ya, semenjak melahirkan, Aletta tinggal di kediaman orang tuanya. Jika di tanya kenapa? Jawabannya karena Aletta tinggal di mansion sendiri, sedangkan Xavier masih berada di perbatasan dan pulang lusa nanti. Jadi tidak ada yang menjaga.


Aletta juga sudah mengetahui apa yang terjadi pada adik dan calon adik iparnya. Aletta bahkan sempat menyalahkan dirinya sendiri, karena semua kejadian itu terjadi saat ia mengalami kontraksi. Apalagi mengetahui Alyssa tidak akan bisa memiliki seorang anak. Itu semua membuatnya merasa teramat sangat bersalah.


Namun Sandra dan juga yang lain, mencoba menenangkan Aletta karena memang semua yang terjadi bukan salahnya, itu semua sudah takdir.


Aletta pun ingin menjenguk juga meminta maaf pada Alyssa, namun ia masih belum bisa kemana-mana. Jadi dia hanya pasrah, sambil menunggu ia bisa keluar.

__ADS_1


"Mamah mau ke rumah sakit?" tanya Aletta


"Eehh Letta, Kamu Udah bangun? Iya sayang, mamah mau anterin makanan. Nggak apa-apa kan mamah tinggal? Mamah hanya sebentar kok" ucap Sandra


"Nggak apa-apa mah, sampaikan salamku untuk Ica ya" ucap Aletta


"Tentu sayang, kalau begitu mamah berangkat sekarang ya" ucap Sandra mengecup kening putrinya


"Iya mah Hati-hati" ucap Aletta


Sandra pun berangkat ke rumah sakit di temani sang supir.


...


Di rumah sakit, Alyssa mengerjapkan matanya terbangun. Di liatnya lengan kekar Alvin masih setia melingkar di pinggangnya.


Pelan-pelan Alyssa turun dari ranjang, ia mendorong tiang infus menuju ke kamar mandi. Alyssa juga melihat Enzy yang masih tertidur di sofa.


Ia kemudian bergegas masuk ke kamar mandi, buang air, cuci muka dan sikat gigi.


"Aras, apa kau mendengarku?" ucap Alyssa pelan


"Ya Nona" ucap Aras


"Bagaimana penyelidikanmu" tanya Alyssa


"informasi yang nona inginkan sudah saya temukan, Nona" ucap Aras


"Kerja bagus Aras" ucap Alyssa


"Tidak, nanti saja" ucap Alyssa, ia kemudian keluar dari kamar mandi.


Enzy yang kebetulan sudah bangun, segera menghampiri Alyssa. Dan membantu mendorong tiang infus.


"Aku tidak apa-apa kak, Aku bisa sendiri" ucap Alyssa tersenyum tipis.


Alyssa kembali merebahkan dirinya di ranjang, hingga ranjang sedikit bergelombang membuat Alvin terbangun.


"Maaf, aku mengganggu tidurmu" ucap Alyssa tidak enak


"Hmm, Nggak kok, kamu sudah bangun sayang, Cup... Morning kiss" ucap Alvin tersenyum dengan suara serak khas bangun tidur. Dan mengecup singkat bibir manis Alyssa.


"Aduduuuhhh, bisa tidak, kalau mau uwu-uwuan lihat-lihat sekitar dulu" ucap Enzy kesal, sedang yang lain terkekeh.


"Kalian berdua, mandi gih... Bau jigong tahu" ledek Alyssa


"Sembarangan, segini wanginya" ucap Enzy cemberut


"Ha-ha maaf-maaf. Sudah sana mandi dulu!" ucap Alyssa.


Keduanya kemudian mandi, Enzy di kamar mandi ruangan rawat Alyssa, sedangkan Alvin meminjam kamar mandi ruangan sebelah.


Setelah keduanya selesai mandi, Alyssa mengatakan sesuatu yang membuat keduanya terkejut.


"Aras sudah menemukan bukti lanjutan" ucap Alyssa

__ADS_1


"Woah, Aras keren. Cepet banget gali infonya" ucap Enzy


"Apa kalian mau melihatnya sekarang?" tanya Alyssa memandang keduanya secara bergantian.


"Tentu, aku ingin lihat. Siapa sebenarnya dalang semua yang terjadi" ucap Alvin


"Aras, tolong tampilkan bukti yang kamu dapatkan!!!" ucap Alyssa


"Baik nona" ucap Aras


Setelah beberapa saat, Aras menampilkan sebuah hologram. Terdapat photo laki-laki bernama Austin dan juga Datanya.



Nama : Austin Neolando


Umur : 37 tahun


Alamat : Jalan FFF No. 8A Kota A


Pekerjaan : Wakil ketua Dari Moon, Pengusaha batu mulia Riri Jewelry.


Status : Menikah dengan Ineke William, putri keluarga William. Memiliki 1 orang anak laki-laki berumur 9 tahun.


Memiliki wanita lain/selingkuhan, yang juga merupakan Ketua baru di Dark Moon. Kedua Orang tuanya sudah meninggal 10 tahun yang lalu.


Di ketahui dalang semua ini, atas perintah dari ketua Dari Moon. Dengan imbalan uang, dan juga tubuhnya.


Data Ketua



Nama : Arumi Jelita Suharjo


Umur : 22 tahun


Alamat : Jalan www No. 9F, ibukota


Pekerjaan : Ketua Dark Moon yang baru


Status : Lajang, Putri dari pengusaha Suharjo.


Terobsesi dengan Alvin Saga Ardhana, CEO A.S.A Group, memiliki gangguan kejiwaan sejak 4 tahun yang lalu. Anak dari teman Ibu Tuan muda Alvin.


Informasi Alamat Markas Dari Moon, Jalan Veteran X, No. 22, ibukota.


Kemudian terputarlah video percakapan antara Arumi dan Austin. Hingga berakhir saling berbagi keringat.


...


"ARUMI SIALAN!! Ku Bunuh kau Ja**ng!!!" teriak Alvin dengan amarah meledak-ledak, setelah mengetahui siapa dalangnya


"Gara-gara kamu, Ica tidak bisa lagi punya anak. Aku akan membunuhnya, ja**ng menjijikan" ucap Alvin dalam hatinya.


Alyssa yang mendengar ucapan hati Alvin, membola kaget.

__ADS_1


__ADS_2