Sistem Dewi

Sistem Dewi
Rencana Alyssa


__ADS_3

Alyssa dan Azka duduk di sofa ruangan Alyssa. Ayu dengan sigap menyiapkan Kopi dan Teh untuk kedua bosnya itu.


Azka tidak bisa melepas pandangannya dari wajah cantik Ayu.


Alyssa yang melihat itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Axka memandangi Ayu, sampai Ayu keluar dari ruangan Bosnya, untuk mulai bekerja dan mempelajari tugas-tugasnya yang di berikan oleh Alex.


"Aaahhh, sakit Al" Azka teriak kesakitan saat telinganya terkena jewer maut milik adiknya itu.


"Sakit hah? Matamu itu loh kak, jangan coba-coba goda Sekretarisku! Dia wanita baik-baik" ucap Alyssa melepas tangannya dari telinga kakaknya itu.


"Emang kakak mau apain dia Al? Kakak cuma memandang saja dan kakak juga pria baik-baik" ucap Azka


"Awas kalau kakak macam-macam" ancam Alyssa


"Kakak tidak berani macam-macam, adiku sayang" ucap Azka mencubit pipi adiknya dan mendengus kesal.


Alyssa tertawa dalam hatinya, dia melihat kakaknya itu mulai tertarik dengan sekretarisnya.


Dia akan terus menghalangi hubungan percintaan kakaknya, sebelum kakaknya yakin akan perasaannya sendiri.


Bukan karena apa-apa, Alyssa hanya tak mau di antara keduanya kecewa dan tersakiti, itu saja.


"Lupakan masalah itu!! Sekarang apa rencana kakak untuk mengambil semua dokumen yang terkait dengan kepemilikan mamah?" tanya Alyssa


"Ya aku akan pulang ke rumah terus ambil tuh dokumen di lemari abu-abu milik mamah, di mana mamah simpan" ucap Azka


"Akhh... Sakit Al" teriak Azka saat dahinya di sentil


"Dasar bodoh, jadi kakak janjiin ke mamah akan bawa tuh berkas tanpa rencana? Ya Tuhan, sebenarnya kakak tuh bener lulus nggak sih dari sekolah dulu?" ucap Alyssa menepuk jidadnya.


"Ya beneran luluslah, kakak malah dapat gelar camlaude" ucap Azka polos


"Ya kakak lulus, tapi kayanya saat pulang dari acara wisuda, otak kakak yang katanya encer itu di tinggal di sana deh" ucap Alyssa menghela nafasnya


"Kau... " ucap Azka tidak terima, "Kau sendiri memangnya punya rencana?" tanya Azka sambil cemberut


"Tentu saja aku punya, nggak seperti orang yang ngakunya pinter tapi aslinya bodoh" ucap Alyssa


"Kau.... Iya-iya aku akui, kakakmu ini Bodoh. Lantas rencana apa yang kamu punya?" ucap Azka kesal

__ADS_1


Alyssa hanya tersenyum melihat kakaknya kesal, ternyata kakaknya ini sangat menyenangkan jika di ledek.


"Kakak punya kunci rumah itu?" tanya Alyssa, yang di jawab anggukan Azla


"Kalau begitu, kita akan pergi ke Kota S Senin pagi. Lalu kita langsung ke rumah, di mana dulu kalian tinggal. Kita cari waktu saat rumah sepi dan Raiden pergi untuk bekerja. Lalu kita masuk ke rumah dan mencari dokumen itu, Kita hanya punya waktu 10 menit untuk mencari dokumen itu. Setelah dokumen ketemu serahkan dokumen padaku, aku akan menyembunyikan dengan baik" ucap Alyssa


"Kenapa harus hari senin kenapa tidak besok? Terus kenapa harus di batasi 10 menit buat cari itu berkas?" tanya Azka.


"Punya otak kan? Coba mikir Kak!!! Masa harus di jelasin" ucap Alyssa kesal karena otak kakaknya berjalan lambat.


"Cih, iya-iya ini di pikiran dulu" ucap Azka ikut kesal


"Aahhh, maksudmu kita cari jam sibuk buat ngalihin tuh perhatian bajingan tua? Dan butuh 10 menit, karena pasti tuh bajingan bakal pulang saat di beritahu penjaga, bahwa aku sudah pulang?" ucap Azka begitu dia mengerti


"Tuh paham... Makanya punya otak tuh di pake, jangan buat di jadiin pajangan doang" ucap Alyssa


"Astaga Al, ini kakakmu loh, yang sopan dikit napa" ucap Azka


"Iya maaf, abis kakak ngeselin sih, dan juga enak buat di ledekin karena otak nya limit Ha-ha-ha" tawa Alyssa


"Dasar" ucap Azka mengelus dada melihat adiknya yang jahil namun sangat dia sayangi itu.


Saat jam makan siang, Alyssa pergi sendirian menuju kantor Alvin. Dia ingin mengajak kekasihnya itu makan siang bersama.


Beberapa hari ini mereka tidak sempat bertemu karena kesibukan masing-masing.


Alyssa melangkah masuk ke gedung perusahaan Alvin, membawa 1 paper bag berisi pakaian yang ia beli saat berbelanja dengan mamahnya.


Alyssa langsung menekan lift khusus CEO begitu dia masuk ke gedung itu seperti biasa.


"Permisi nona, mohon maaf anda tidak bisa menggunakan lift ini. Ini lift khusus CEO, tidak semua orang bisa menggunakannya. Anda bisa menggunakan Lift sebelahnya untuk naik" ucap Salah seorang staf laki-laki dengan sopan menegurnya.


"Ah begitu. Terimakasih sudah memberitahu" jawab Alyssa sopan dan segera beranjak ke lift lainnya.


Alyssa tidak marah, karena karyawan itu sepertinya orang baru dan berkata dengan sopan padanya.


Karyawan itu sekilas melihat Alyssa terpesona dan seperti pernah melihat Alyssa sebelumnya.


Resepsionis yang melihat dan mendengar percakapan itu, langsung menghampiri Alyssa dan karyawan itu.


"Selamat siang Nona, anda bisa menggunakan lift itu untuk naik, silahkan" ucap Resepsionis itu menunjuk ke arah lift khusus dengan sopan.

__ADS_1


Dia tahu jika Alyssa adalah calon istri bos besarnya. Bahkan Doni sang asisten, mewanti-wanti jika Alyssa datang, tidak boleh di cegah untuk masuk, harus bersikap sopan dan memperlakukannya seperti bos sendiri.


Namun hari ini, karyawan baru mencegah calon nyonya pemilik perusahaan menaiki lift khusus.


Dan memintanya untuk memakai lift umum. Lift umum yang tentu saja sangat lama bergerak karena sering berhenti di tiap lantai.


"Terimakasih, saya pakai lift ini saja" ucap Alyssa tersenyum


Memang senyum Alyssa bisa membuat penyakit jantung kambuh tiba-tiba.


Bagaimana tidak? Jangankan karyawan Laki-laki yang tadi menegurnya, resepsionis yang perempuan saj terpana melihat kecantikan Alyssa yang berlipat karena sebuh senyuman.


TING!!!


Pintu lift umum terbuka, Beberapa orang keluar dari dalam lift terlihat terkejut melihat Alyssa.


Bukan karena Alyssa seorang model, tapi yang baru keluar dari lift adalah karyawan lama dan tahu identitas Alyssa sebagai calon istri bos mereka.


"Selamat siang Nona Alyssa" sapa mereka serentak dan membungkuk sopan.


"Selamat siang, saya masuk dulu" ucap Alyssa masih dengan senyum di wajahnya


Karyawan laki-laki ingin masuk namun di seret resepsionis menjauh dari lift. Sampai pintu lift kembali tertutup.


"Hai, aku mau naik, kenapa kau menarikku?" seru karyawan laki-laki itu.


"Kamu berani menegur nona Alyssa naik lift khusus, kamu tahu siapa nona itu?" tanya resepsionis, karyawan laki-laki itu menggeleng


"Tidak tahu" ucap nya cuek


"Astaga Arul, untung nona Alyssa baik. Kalau tidak kau bisa-bisa di tendang dari perusahaan" ucap Resepsionis itu gemas


"Memang siapa wanita itu? Dia mitra bisnis perusahaan? Kan wajar aku menegur, lagian aku menegur dengan sopan. Dan sudah peraturan jika lift itu hanya bisa di pakai bos besar, asisten dan keluarga bos" ucap Arul


"Nona itu calon istri bos, bahkan pak Doni sendiri yang bilang saat itu ke semua karyawan jika nona Alyssa datang, perlakukan dengan baik dan sopan seperti bos sendiri" ucap resepsionis


"Astaga... Mati aku!!!" ucap Aril mengacak rambutnya frustrasi.


"Nanti kau minta maaf, dan berdoa saja semoga nona Alyssa mau memaafkanmu" ucap resepsionis


Kemudian pergi meninggalkan Arul yang pikirannya berkecamuk takut karirnya yang baru saja di mulai harus berakhir.

__ADS_1


__ADS_2