
Alvin ikut masuk kedalam apartement Alyssa, di sana sangat sepi, dan gelap. Karena waktu sudah masuk jam malam.
Alyssa menyalakan lampu dan mempersilahkan Alvin untuk masuk.
"Tunggu di sini, aku mau membersihkan diri dulu" ucap Alyssa, Alvin hanya mengangguk ringan dan duduk di sofa ruang tamu.
Selang 20 menit kemudian, Alyssa keluar dari kamar dan sudah memakai baju santainya. Tercium wangi sabun dan sampo bercampur dari tubuhnya.
"Kamu bisa mandi dulu di kamar sebelah, jika mau mandi. Aku akan masak makan malam untuk kita" ucap Alyssa
"Baik" ucap Alvin menurut.
Alyssa mengerutkan dahinya, melihat Alvin hari ini sangat penurut.
Dia kemudian mengabaikan itu, dan mulai mengeluarkan bahan makanan dari dalam kulkas, membersihkan dan memasaknya.
Grep!
Alvin memeluk Alyssa dari belakang, dan mencium tengkuk Alyssa yang terbuka.
"Alvin, bisakah kamu diam? Aku sedang memasak, tunggu dengan tenang di sana!" ucap Alyssa menunjuk ke meja makan.
"Sayang, aku merindukanmu, apa kau tak merindukanku?" ucap Alvin memelas
"Ya-ya-ya, tapi aku lapar sekarang, jangan ganggu aku masak. Sebentar lagi Masakannya selesai" ucap Alyssa
"Baik tuan putri" Alvin dengan enggan, melepas pelukannya, berjalan menuju meja makan dan duduk manis memperhatikan Alyssa memasak.
Setelah selesai memasak, Alyssa menatanya di meja makan. Dia kemudian menghubungi Hanin, menanyakan kapan dia pulang, dan makan bersama.
Tapi Hanin berkata jika dia tidak pulang malam ini, karena Kenan mengajaknya ngecamp dan menikmati pemandangan malam di pegunungan, perbatasan Kota.
"Makanlah!" ucap Alyssa
"Enak, istriku pandai masak" ucap Alvin tersenyum, memuji dan menggoda
"Lidahmu semakin lihai dalam berkata" ucap Alyssa
"Aku tidak berbohong, aku bersungguh-sungguh. Masakanmu adalah masakan terenak yang pernah aku makan" ucap Alvin
"Tentu saja, aku sangat berbakat" berbangga diri
"Alvin" Panggil Alyssa
"Ya" jawab Alvin
"Bagaimana kabar penyelidikan hubungan orangtua kita? Apa kau sudah menemukan sesuatu? " tanya Alyssa
"Ya, aku baru mendapat sedikit informasi. Memang sedikit sulit untuk mencari informasi msngenai papah. Aku akan mengusahakan secepatnya, sabar ya sayang" ucap Alvin menggenggam tangan Alyssa
"Baiklah, aku akan menunggu" ucap Alyssa tersenyum
Setelah selesai makan, mereka berdua duduk di ruang tamu menonton TV.
Alvin tidak segan untuk menarik Alyssa dalam pelukannya. Alyssa pun tidak menolak dan menyenangkan kepalanya di dada bidang Alvin.
"Kenapa Apartement mu sepi sekali, di mana tantemu?" tanya Alvin
__ADS_1
"Tante Hanin sedang di luar, dan tidak pulang malam ini" ucap Alyssa
Alvin mendengar itu, berbinar senang. Sebelum Alyssa melanjutkan ucapannya
"Jangan berpikir macam-macam, Alvin! Aku mengizinkan kamu menginap malam ini. Tapi kita tidak satu kamar" ucap Alyssa lagi
"Tapi..." ucap Alvin
"Tidak ada tapi-tapi, aku menyadari kita sudah terlalu jauh dalam berhubungan. Mulai sekarang, tidak ada tidur bersama apalagi bermain Oreo" ucap Alyssa
"Kita tidak bisa bermain Oreo?" tanya Alvin
"Benar, Tidak bermain Oreo!" tegas Alyssa
"Sayang, setidaknya bolehkan aku tidur bersamamu, hanya memelukmu saja, aku janji" ucap Alvin memelas
"Tidak Alvin! Tidak lagi sekarang! Aku ingin lihat apa kamu bisa bertahan dengan hubungan ini. Setidaknya sampai kita menikah nanti" ucap Alyssa
"Baiklah, aku pasrah tidak bisa bermain Oreo denganmu. Tapi aku tetap minta jatah vitamin C setiap hari" ucap Alvin
"Ya, aku akan memberikan vitamin C setiap hari. Tapi jangan sampai kau bermain dengan perempuan lain" ucap Alyssa
"Iya Ica, aku menurut. Asal kau percaya padaku dan tak pernah ada keinginan untuk meninggalkanku. Aku janji" ucap Alvin
"Bagus, terimakasih sudah mengerti" ucap Alyssa tersenyum
Alvin kemudian mencium Alyssa dengan rakus, dia tidak memberikan kesempatan Alyssa untuk menolaknya.
Setidaknya dia masih mendapatkan vitamin C dari kekasihnya itu.
___________
Telepon Alyssa berbunyi, Dia terbangun dan melihat HP nya, masih jam 4 pagi.
Enzy meneleponnya, pagi buta. Pasti ada sesuatu yang penting.
Alyssa kemudian menekan tombol jawab.
"Halo, Nona. Maaf mengganggu anda" ucap Enzy
"Halo, Enzy, ada apa?" ucap Alyssa
"Nona, bisakah anda menolongku?" ucap Enzy sedikit bergetar
"Katakan" ucap Alyssa
"Aku mengetahui kabar tadi, setelah aku iseng mencari tahu kabar tentang kerabatku. Aku menemukan sesuatu. Sepupu laki-laki dari ibuku, adalah orang yang paling terdekat denganku. Sekarang dia terbaring di rumah sakit dan kritis, dia mengalami pendarahan otak karena kecelakaan" ucap Enzy masih dengan nada bergetar.
"Di mana sepupu mu sekarang?" tanya Alyssa
"Di Health Hospital Kota A, apa nona tidak keberatan membantuku, dan mau menyelamatkannya?" ucap Enzy
"Tidak masalah, aku akan segera kesana. Hubungi Direktur Rumah Sakit, aku akan segera terbang ke kota A" ucap Alyssa
"Terimakasih Nona, saya juga akan ke kota A" ucap Enzy
Alyssa menutup teleponnya dan bergegas mandi, karena matanya sudah tidak bisa terpejam, setelah bangun.
__ADS_1
¤
Ibukota
Ningrum, di temani menantu perempuannya Risa, sedang menyiapkan Sarapan untuk keluarganya.
Meskipun keluarga mereka relatif kaya raya, dan memiliki banyak pembantu. Namun Ningrum terbiasa menyiapkan makanan untuk keluarganya.
"Risa, tolong kamu bawa ini ke meja makan" ucap Ningrum
"Iya Bu" ucap Risa
"Anak-anakmu sudah bangun? Kalian jadi berkunjung rumah Keluargamu, hari ini?" tanya Ningrum
"Mereka sudah bangun dan sedang mandi, kita jadi ke sana, tapi mungkin nanti agak siangan. Kondisi Ibuku memang sudah membaik, tapi beliau ingin bertemu dengan cucu-cucunya, maaf meninggalkan ibu dan ayah lagi di sini" ucap Risa sopan
"Tidak apa-apa, Ibumu juga pasti merindukanmu" ucap Ningrum tersenyum
"Bu, apa mas Yoga sudah memberimu kabar?" tanya Risa
"Tentang apa?" tanya Ningrum
"Beberapa hari yang lalu, aku dan mas yoga bertemu dengan Alyssa, anak perempuan Ameera. Dia masih hidup" ucap Risa
PRANG!!!
Piring yang di pegang Ningrum jatuh dan pecah berkeping-keping.
"Astaga Bu, apa ibu tidak apa-apa? Coba Risa lihat" ucap Risa panik takut ibu mertuanya terkena pecahan piring.
"Benarkah itu Risa?" Ucap Ningrum mengabaikan Risa yang panik.
"Mamah duduk Dulu" ucap Risa menuntun Ningrum untuk duduk terlebih dahulu.
"Ada apa dengan Ningrum?" Tanya Hartono yang baru saja keluar dari kamar, dan kaget mendengar barang pecah dan buru-buru keluar kamar.
"Har, Cucu kita" ucap Ningrum tersadar dan menangis.
"Ada apa dengan cucu kita?" tanya Hartono
"Risa bilang, anak perempuan Ameera sudah di temukan" ucapnya
"Benarkah? Cucuku sudah di temukan? di mana dia sekarang? Ameera di mana?" tanya Hartono tak kalah antusias.
"Ayah tenang dulu, Oke. Sebaiknya mas Yoga saja yang menjelaskan" ucap Risa
"Ada apa kok kumpul di sini? Tadi suara benda jatuh itu dari mana?" tanya Yoga yang baru turun dengan kedua anaknya.
"Yoga, sekarang jelasin, di mana cucu Ibu?" ucap Ningrum
"Lah, ini mereka, Bu" tunjuk Yoga pada kedua anaknya
"Maksud ibu, anak perempuan dari Ameera" ucap Ningrum
Akhirnya Yoga menceritakan pertemuannya dengan Alyssa di peresmian AL Group. Yoga juga memberitahu jika Alyssa adalah pemilik perusahaan itu.
Hartono, Ningrum dan kedua anaknya juga terkejut mendengar cerita Yoga. Dia tidak menyangka cucu perempuannya menjadi wanita sukses di usianya yang masih muda.
__ADS_1
Ningrum memaksa Yoga untuk segera membawa Alyssa menemuinya. Yoga juga berjanji akan membawa Alyssa dan Azka dalam waktu dekat.