Sistem Dewi

Sistem Dewi
Markas Alvin


__ADS_3

Nimar dan Miko gemetar saat mendengar ucapan Alyssa, mereka berdua yakin, jika mereka di bawa ke sini untuk di siksa.


"A-apa yang ingin k-kau laku-kan?" ucap Nimar ketakutan mendengar ucapan Alyssa


"Oh, tentu saja Memberi hadiah yang sangat istimewa untuk kalian berdua. Kalian pastinya akan sangat menyukai hadiah yang aku berikan" ucap Alyssa dengan nada sinis.


"Ja-jangan macam-macam kamu!! Kamu melakukan tindakan kriminal dengan menculik kami, Lepaskan kami sekarang!!! Atau akan ku buat kau mendekam di penjara!!!" Teriak Nimar


"Uuhh, aku takut sekali" ucap Alyssa mengejek dengan pura-pura ketakutan.


"Kau!!" ucao Nimar kesal karen Alyssa berani meledeknya


Membuat dia ingin sekali, mencabik-cabik wajah dari anak mantan sahabatnya itu. Namun dirinya kini berada dalam posisi yang tidak menguntungkan, dan tidak bisa bergerak.


"Kenapa kau diam saja Miko??" ucap Nimar kesal pada Miko


"Terus aku harus apa? Berkoar seperti dirimu yang tidak ada gunanya itu, hah? Kau tidak lihat posisi kita seperti apa sekarang??" ucap Miko kesal


"Hah, kalian sungguh lucu sekali" ucap Alyssa


"Tapi sangat di sayangkan, aku tidak bisa memberikan hadiah itu pada kalian sekarang. Karena nanti ada orang yang ingin melihat kalian dulu" ucap Alyssa datar.


Kemudian Alyssa dan Alvin melangkah keluar dari ruangan itu, setelah mematikan lampu gantung yang ada di sana. Membuat keadaan di sana sangat gelap dan pengap.


"Al, kau di sini?" ucap Juna


"Halo Kak Juna" sapa Alyssa tersenyum


"Halo tuan Alvin, saya sangat mengagumi anda, bolehkah saya minta tanda tangan anda di sini?" ucap Juna berbinar senang melihat Alvin, dan menunjuk ke t-shirt yang ia pakai saat ini.


"Tentu" ucap Alvin, kemudian ia tanda tangan di sana.


"Terimakasih" ucap Juna sangat senang melihat idolanya di kemiliteran itu.


"Kak, aku dan Alvin ingin pulang dlu sebentar, mungkin malam nanti aku akan datang lagi" ucap Alyssa


"Baiklah, hati-hati" ucap Juna tersenyum


"Dan buat kalian, jaga baik-baik kedua mainan ku! Kalau mereka sampai kabur, kepala kalian taruhannya!" ucap Alyssa pada penjaga markas


"Baik Nona" ucap penjaga markas.

__ADS_1


...¤...


Kota S


Cinta terlihat sangat panik saat ia tidak mendapati ibu dan ayahnya di rumah. Dia mencari kedua orang tuanya itu di semua ruangan di rumah milik Miko itu. Namun orang tuanya tidak ada di mana-mana.


"Apa mereka meninggalkan aku sendirian di sini? Sial!" Rutuk Cinta kesal


Ia sangat frustrasi karena dia tidak punya siapa-siapa lagi selain orang tuanya. Semua sahabatnya pergi menolak kehadirannya, bahkan dia juga di hujat semua sahabat dan juga para tetangganya, karena melakukan incest dengan ayah kandungnya sendiri.


"Hueekk!!! Hueekk!!!"


Cinta memuntahkan isi perutnya, sudah seharian ini ia merasakan perutnya tidak enak dan mual. Kepalanya terasa sangat pusing dan juga badannya lemas.


Dia kemudian duduk di sofa ruang tamu, dia berusaha menelepon orang tuanya, namun tidak ada satupun dari mereka yang aktif.


"Arrgghhh... Kemana sih mereka? Masa iya mereka menelantarkan aku?" ucap Cinta sangat marah


"Hueekk!!!" Cinta kembali ke kamar mandi karena merasa mual.


"Aduh kenapa mual sekali, pusing... " Gumam Cinta


...¤...


Yoga saat ini sudah berada di mansion mewah milik Alyssa. Dirinya di telepon sang keponakan untuk datang ke mansion segera.


Sesampainya di sana, pelayan mengarahkan Yoga masuk menuju ruang tamu. Para pelayan, Enzy, Alex, Rara dan Dion pun pergi dari sana. Hanya ada lima orang di sana. Selain Yoga ada Alyssa, Ameera, Azka dan Alvin.


"Apa ada hal yang mendesak Al?" tanya Yoga pada keponakannya itu.


"Iya, ada apa dek? Kau mengganggu acara kencanku tahu" ucap Azka cemberut, karena saat Alyssa menyuruhnya untuk pulang, dia sedang berkencan dengan sang kekasih, Ayu.


"Jika kakak keberatan aku panggil untuk pulang, kakak boleh pergi lanjutkan kencan kakak itu!" ucap Alyssa sama kesalnya dengan sang kakak.


Glup!!


Azka menelan salivanya susah payah, dia merasa ngeri melihat ekspresi adiknya yang tengah kesal itu.


"Maaf, dek" ucap Azka kemudian, ia tidak mau cari gara-gara dengan adiknya yang sangat menyeramkan kala marah.


"Aku memanggil kalian semua kesini karena ada yang ingin aku sampaikan. Aku sudah membawa pelaku utama yang menyiksa mamah. Aku ingin tahu, apa yang akan kalian lakukan pada mereka?" ucap Alyssa

__ADS_1


"Maksudmu Nimar dan Raiden?" tanya Ameera, emosinya naik ketika menyebut dua nama itu.


"Aku tidak membawa Raiden, mah. Aku hanya membawa Nimar dan juga Miko, otak dari semua kejadian yang menimpa mamah. Kalau urusan Raiden, itu biar menjadi urusan Om Yoga. Terserah Om Yoga mau lakuin apa, asal jangan sampai Raiden meregang nyawa. Benar begitu Om?" ucap Alyssa kemudian


"Ya, biar Raiden menjadi urusanku! Tapi kenapa tidak kau biarkan Raiden terbunuh saja Al?" ucap Yoga


"Aku tahu masalah ini ada, secara tidak langsung Raiden berperan di dalamnya. Namun Raiden tidak terlibat dalam skema itu, dia hanya laki-laki Bodoh yang tergoda wanita dan menyakiti hati istrinya. Dia tidak tahu menahu perihal penyiksaan dan kejadian yang di alami mamah. Dan bagaimanapun dia adalah ayah kandungku, meskipun aku tidak mengakuinya, Darah laki-laki itu tetap mengalir di tubuh ku dan Kak Azka" Ucap Alyssa


"Baiklah, asalkan dia tidak mati, paman bebas melakukan apapun bukan? Termasuk membuatnya cacat" ucap Yoga


"Ya, terserah paman" ucap Alyssa mengangguk pasrah


"Terus ada di mana Nimar dan Miko?" tanya Ameera


"Ada di markasku" ucap Alvin yang sedari tadi diam saja menyimak.


"Aku rencananya ingin membawa kalian ke sana sekarang" ucap Alyssa


"Kalau begitu Ayo" ucap Azka dan Yoga


"Tapi kalian harus menutup mata kalian, jalan ke markas adalah rahasia negara, dan tidak sembarang orang bisa masuk" ucap Alvin


"Yang di ucapkan Alvin benar" ucap Alyssa


"Baik, kami mengerti" ucap Azka, Yoga dan Ameera serempak


Mereka berlima kemudian naik ke dalam mobil Land Rover milik Alvin. Sesampainya di perbatasan selatan,timur dan pusat kota. Mata ketiganya di tutup dengan kain.


Bagaimanapun markas milik Alvin, bukan tempat yang bisa sembarangan di masuki orang.


Meskipun begitu, selain Alyssa. Enzy dan Alex mempunyai akses masuk, yang sudah di izinkan oleh Alvin sebelumnya.


Begitu kain penutup mata itu di buka, pemandangan yang cukup indah hadir di depan mereka.


Markas itu hampir mirip mansion mewah yang indah, namun di dalamnya bukan seperti mansion pada umumnya. Itu mirip dengan bangunan penjara bawah tanah yang di bangun oleh Belanda. Namun terdapat banyak alat canggih di dalam sana.


Mereka berlima kemudian masuk ke dalam ruangan bawah tanah, yang sangat gelap. Alyssa menyalakan lampu gantung di sudut ruangan.


Setelah mengerjapkan mata karena silau, mereka sekarang melihat jelas kedua orang yang ada di dalam ruangan dengan posisi terikat.


"Adi...!!!" ucap Yoga terkejut.

__ADS_1


__ADS_2