
Alyssa, Alvin dan Doni bergegas menuju jalan cempaka emas. Setelah sampai di lokasi dimana terakhir orang yang berhasil kabur itu 2 tahun yang lalu.
Alyssa menyusuri beberapa tempat yang tak jauh dari sana. Terlihat di sana banyak pedagang, beberapa ruko, gedung perkantoran, dan juga Rumah Sakit.
Entah kenapa naluri Alyssa ingin sekali menghampiri ke rumah sakit jiwa miliknya tersebut.
"Alvin, aku ingin pergi ke Rumah Sakit Pelita, apa kau ingin ikut?" ucap Alyssa
"Itu rumah sakit jiwa Ica, untuk apa kamu ke sana?" ucap Alvin mengerutkan keningnya heran.
"Aku ingin melihat sesuatu. Entah kenapa, perasaanku menuntunku untuk pergi kesana" ucap Alyssa lagi
"Baiklah, aku akan menemanimu" ucap Alvin mengelus kepala Alyssa pelan
Mereka bertiga pun beranjak menuju rumah sakit jiwa itu. Lalu mereka mendekati meja resepsionis.
Dua wanita melihat Alyssa, Alvin dan Doni datang. Menanyakan tujuannya datang ke rumah sakit itu.
"Selamat siang, kakak. Ada yang bisa saya bantu? Apa kakak ingin menengok saudara atau kerabat?" ucap salah satunya ramah.
"Saya ingin melihat daftar pasien yang di rawat di Rumah Sakit ini" ucap Alyssa
"Maaf, itu merupakan data kerahasiaan pasien di rumah sakit. Kami tidak dapat memberi tahu anda tentang itu" ucapnya
Alyssa kemudian mengambil telepon genggamnya dan menelepon seseorang.
Tak lama lemidian, seorang pria berkacamata dengan jas putih berumur 30 tahunan datang tergesa-gesa.
"Selamat siang nona Alyssa, mohon maaf tidak menyambut anda. Perkenalkan nama saya Tino, kepala rumah sakit ini" ucap Nino terengah-engah.
"Halo Pak Tino, salam kenal. Bolehkah saya meminta bantuanmu?" ucap Alyssa
"Tentu saja boleh, dengan senang hati saya akan membantu anda jika saya mampu. Kita bisa bicara di ruangan saya, mari Silahkan" ucap Tino sopan.
Tangannya sedikit gemetar, ia takut salah bicara di depan bos barunya itu. Karena blum mengenal karakter Bosnya.
Mereka bertiga mengikuti Tino masuk ke dalam ruangan kerjanya.
"Apa yang bisa saya bantu, Nona?" ucap Tino setelah mereka duduk. Tino dengan sigap menyeduh teh untuk tamunya.
"Saya ingin melihat semua data pasien yang di rawat di rumah sakit ini" ucap Alyssa
"Baik tunggu sebentar, saya akan mendapatkan nya segera" ucap Nino dan menelepon stafnya untuk membawakan data yang Alyssa inginkan.
Setelah menunggu beberapa saat, data pasien sudah Alyssa terima dan di bacanya dengan teliti.
Namun dia tidak menemukan data milik ibunya. Semua data sudah Alyssa baca, namun hasilnya tetap nihil.
Rasa kecewa menyusup di hatinya, Alvin yang menyadari itu langsung menggenggam tangan Alyssa menguatkan.
Setelah berbincang beberapa patah kata, Alyssa dan yang lainnya pamit untuk pulang.
__ADS_1
Namun di tengah jalan dia mendengar suara seseorang yang memanggil namanya.
"Alyssa, bagaimana kabarmu nak? Maafkan mamah tidak bisa menemanimu, mamah rindu" ucap seorang wanita lirih.
Deg-Deg-Deg
Jantung Alyssa berdetak sangat cepat setelah mendengarnya. Suara itu sangat pelan, namun indra pendengaran Alyssa begitu tajam dan akurat.
Alyssa langsung mengarahkan pandangannya ke sekeliling menggunakan mata tembus pandangnya.
Pandangannya terhenti pada sosok wanita yang sedang terduduk memeluk kakinya. Wajahnya di penuhi dengan luka bakar yang cukup parah dan mengerikan.
Alyssa kemudian berbalik, dan berjalan menuju ruangan itu.
Alvin dan yang lain, melihat Alyssa berbalik heran. Namun Alvin dengan cepat menyusul Alyssa, dan yang lain mengikutinya dari belakang.
"Siapa yang ada di ruangan ini?" tanya Alyssa pada Tino
"Oh, pasien ini sudah ada di sini sebelum saya bekerja di sini. Setahu saya, pasien sudah belasan tahun berada di sini" ucap Tino
"Siapa namanya?" tanya Alyssa
"Tidak ada yang tahu namanya, kami semua memanggilnya dengan nama Alyssa. Karena dia selalu menyebut nama itu setiap hari. Aahh, maaf Nona saya tidak bermaksud..." ucap Tino, kemudian menutup mulutnya.
Dia lupa jika Bosnya juga bernama Alyssa, seketika keringat dingin membasahi keningnya. Takut membuat bosnya tersinggung padanya.
"Kenapa dia ada di sini?" tanya Alyssa
"setahu saya, dia di bawa kesini oleh 2 orang pria, dan secara rutin 3 bulan sekali orang itu menengoknya di sini. Namun sudah 2 tahun ini orang itu tidak pernah muncul" ucap Tino
"Tapi nona, pasien ini mempunyai penampilan yang sangat mengerikan, dan juga sering histeris" ucap Tino
"Kau tidak mendengar yang kukatakan? Aku bilang buka pintunya! saya ingin masuk" ucap Alyssa sekali lagi, dengan nada yang sama namun siapa pun yang mendengarnya merasa terintimidasi.
Tino akhirnya membuka pintunya, dia tak ingin menyinggung Bosnya.
Setelah pintu terbuka, Alyssa melangkah masuk di temani Alvin di belakangnya. Baik Tomo maupun Doni tidak ikut masuk dan berdiri di luar.
"Siapa kalian??" ucap nya saat melihat 2 orang masuk dan ketakutan.
"Apa anda kenal dengan orang yang bernama Ameera?" tanya Alyssa langsung
"Ameera? Tidaakkk!! Aku bukan Ameera. Kalian salah orang, jangan sakiti putriku!!" teriaknya
Alyssa mendengar itu, hatinya merasa sakit. Namun dia ingin menggali informasi lebih dalam, tentang wanita ini.
Apa orang di depannya benar-benar ibunya?
"Nyonya, bisakah anda melihat wajahku, tidakkah anda mengenali wajahku?" ucap Alyssa mendekat dan duduk di ranjang itu.
Wanita itu melihat wajah Alyssa, dia meneliti seluruh wajah gadis di depannya.
__ADS_1
"Ke-kenapa Wa-wa-wajahmu mirip denganku?" ucap nya lagi.
"Apa Nyonya mengenaliku? Perkenalkan Namaku Alyssa. 18 Tahun lalu aku di temukan di depan panti asuhan Kasih Bunda di kota M" ucap Alyssa mencoba untuk menggali lebih dalam dengan menceritakan tentangnya di temukan di panti.
"Panti asuhan kasih bunda? Kota M" ucap wanita itu lirih dan meneteskan air mata.
"Benar, Lihat kalung ini, apa nyonya mengenal kalung ini?" ucap Alyssa
Wanita itu melihat kalung yang melingkar indah di leher Alyssa. Setelahnya Wanita itu menangis lagi histeris.
"Alyssa anakku, kau harus selamat nak. Jangan membenci mamah meninggalkan kamu,amah akan menjemputmu kembali. Jangan sampai mereka menemukanmu dan mencelakaimu, Hiks.. hiks.." ucap Wanita itu menangis lagi.
Alyssa juga ikut menangis mendengar itu, dia yakin jika wanita di depannya adalah mamahnya.
"Mamah, aku adalah Alyssa putrimu. Apa kau tak ingin memelukku setelah sekian lama tidak bertemu?" ucap Alyssa lagi, membentangkan tangannya.
"Kau putriku? Alyssa putriku? benarkah?" ucap Wanita itu berbinar
Dan mendekati Alyssa dan memeluknya, sedetik kemudian dia melepaskan pelukan itu dan berteriak histeris.
"Tidak, jangan mendekat!! Kau pasti salah orang. Aku adalah wanita buruk rupa, kau pasti merasa jijik melihatku. Kau pasti membohongiku, kau bukan putriku" ucapnya lagi
Alyssa menangis melihat kondisi mamahnya sekarang. Alvin yang melihat itu langsung memeluk kekasihnya itu.
"Alvin, dia adalah mamahku, aku yakin itu. Tapi kenapa kondisinya seperti ini?" ucap Alyssa sambil menangis.
"Jangan menangis, aku akan mencari dokter terbaik untuk merawatnya. Dia pasti sembuh" ucap Alvin
Alyssa kemudian mengingat Pil Pemulihan tubuh, yang ia dapat dari misi menyelamatkan Alex.
Meskipun ia hanya punya satu, dan tidak tahu kapan akan mendapatkannya lagi. Namun dia akan menggunakan itu untuk menyembuhkan kondisi mental Ibunya.
"Alvin Aku ingin memberikan obat pada mamah, agar dia bisa segera pulih. Tapi dia terus histeris, bisa tolong panggilan Doni dan Tomo untuk membantu memegangi Mamah" ucap Alyssa
Alvin mengangguk dan bergegas memanggil Doni dan Tino. Doni dengan sigap mengiyakan, namun Tino agak sedikit bimbang.
Tapi karena itu perintah Alyssa, akhirnya dia dengan terpaksa menurutinya. Meskipun dia takut, obat yang di berikan Bosnya, berdampak buruk bagi pasien.
Setelah berhasil menurunkan obat pada wanita itu, wanita itu perlahan jatuh pingsan.
Tino terkejut dan bergegas memeriksa pasien, namun ia tidak menemukan keanehan dalam diri pasien.
Dalam kurun waktu 1 menit, luka di wajah dan tubuhnya perlahan memudar. Itu membuat Toko syok, dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Berbeda dengan Alvin dan Doni, yang sudah tahu efek obat ajaib Alyssa, mereka tidak begitu terkejut.
Alyssa juga sudah yakin 100% jika wanita di depannya adalah mamahnya. Terlihat setelah wanita itu pulih dari luka bakar di wajahnya dan kembali menjadi gadis muda usia 20 am tahun.
Wajah itu 96% Mirip dengan dirinya, mungkin jika orang lain tidak tahu. Mereka terlihat seperti kakak beradik.
Mata wanita itu perlahan terbuka. Saat matanya terbuka sepenuhnya, ia melihat sosok Alyssa duduk di samping nya.
__ADS_1
Di pandangnya wajah Alyssa yang sangat mirip dengannya itu. Lalu ia melihat kalung yang melingkar di leher Alyssa.
"Alyssa anakku" Ucap Wanita itu menangis dan memeluk Alyssa erat.