Sistem Dewi

Sistem Dewi
Bagaskara Corp


__ADS_3

Pagi ini Alyssa, Azka, Ameera dan Rara berangkat menuju ke Bagaskara Corp.


Kuasa hukum Hotman dan beberapa perwakilan dari pengadilan juga datang, dan sudah sampai di area parkir Perusahaan.


Setelah mereka sampai, delapan orang termasuk Alyssa, masuk ke dalam perusahaan. Resepsionis yang melihat Azka, mengenalnya, menyapa hormat dan membiarkannya masuk.


Tak ada hambatan yang menghalangi mereka semua masuk, karena adanya Azka yang di ketahui sebagai anak dari bos mereka, Raiden.


Mereka berdelapan langsung masuk ke area pertemuan di lantai 9 gedung itu. Sebelumnya Azka sudah menghubungi semua petinggi di perusahaan untuk berkumpul, penasihat hukum perusahaan dan termasuk Raiden yang masih sebagai CEO.


Azka menghubungi Sekretaris dari ayahnya itu, dia mengatakan jika dirinya akan membicarakan sesuatu yang penting, yang akan dia katakan di pertemuan seluruh petinggi perusahaan.


Kriet!!!


Pintu terbuka, Semua orang menoleh untuk melihat siapa yang datang.


Mereka semua kaget melihat banyak nya orang yang masuk. Raiden juga bahkan sampai berdiri dari posisi duduknya, saat melihat sang istri yang begitu dia rindukan, berada di hadapannya.


"Ira, sayang" ucap Raiden lirih, menatap ke arah istrinya. Namun yang di tatapnya mengabaikannya, acuh tak acuh, membuatnya merakan sakit di abaikan wanita yang paling ia cintai.


Dua orang juga terkejut saat melihat Ameera dan Alyssa datang. Wajah mereka berdua, mengingatkan mereka akan Ameera saat muda.


Azka segera menarik kursi untuk mamahnya duduki, lalu ia sendiri duduk di sebelahnya di ikuti Alyssa dan yang lainnya.


"Selamat pagi semua" ucap Azka menatap belasan orang berada di depannya.


"Selamat pagi Tuan muda Azka" ucap semuanya serentak kecuali Raiden yang beralih dari pandangan istrinya ke putra satu-satunya itu.

__ADS_1


"Sebelumnya maafkan paman menyela, Azka. Sebenarnya apa yang ingin kamu sampaikan? Dan kenapa kau membawa orang asing masuk ke area pertemuan perusahaan" ucap seorang pria paruh baya, bernama Andi yang menjabat sebagai direktur keuangan dan juga merupakan adik sepupu dari Raiden.


"Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan pada kalian, saya harap kalian dengarkan dengan baik-baik, apa yang saya ucapkan" ucap Azka tersenyum


"Hal yang pertama, kalian semua di sini pastinya sudah tahu. Jika Bagaskara Corp hanyalah sebuah nama, karena saham perusahaan di dalamnya adalah milik ibuku. Saya hari ini sudah membawa pengacara dan juga pihak dari pengadilan, sebagai saksi. Jika kali ini, aku datang ke sini sebagai pewaris Bagaskara Corp. Aku akan mengambil alih kepemimpinan perusahaan mulai hari ini, dan memecat pemimpin sebelumnya" ucap Azka dengan tegas


"Apa?? Tidak mungkin! Kenapa kau sangat keterlaluan sekali Azka. Bahkan kau ingin merebut posisi jabatan ayahmu saat ini??" ucap Andi geram, tidak terima


"Itu benar tuan muda Azka, anda memang pewaris dari mendiang Nyonya Ameera. Namun saham itu terbagi dua untuk anda dan adik perempuan anda yang sudah meninggal. Dan kamu hanya memiliki 40% saham di sini, karena 40% saham lainnya, otomatis jatuh ke tangan ayahmu sebagai walinya yang SAH. Jika kamu ingin mengambil alih, kamu masih membutuhkan setidak nya persetujuan pemilik saham, 11% saham lagi, agar kamu bisa memimpin perusahaan" Ucap Dirga Penasehat hukum Perusahaan


"Bagaimana menurutmu Tuan Raiden?" ucap Azka dengan sinis ke arah Raiden.


Raiden terdiam mencerna ucapan Azka, memang cepat atau lambat, perusahaan akan dia wariskan pada sang anak.


Alyssa yang sudah membaca detail data rahasia, milik Ayahnya itu hanya diam tak berkomentar.


Namun sekarang niat itu sudah tidak ada lagi, semenjak ia tahu putrinya Alyssa masih hidup. Di tambah, saat dirinya mengetahui kenyataan, jika Cinta ternyata bukan anak kandungnya.


"Itu hak kamu nak, jika kamu ingin mennginginkannya, maka ambillah" ucap Raiden lirih.


"Oh tentu saja aku pasti akan mengambilnya, tuan Rai-den" jawab Azka sinis


"Azka, kenapa kau tidak tahu malu. Ayahmu masih berhak memimpin perusahaan, karena ia punya 40% saham, dan mendapat dukungan dari para pemegang saham yang lain" ucap Andi tidak terima, jika Azka menggantikan posisi Raiden.


Posisinya juga akan terancam, karena dia melihat keponakannya itu. Sekarang tidak seperti biasanya yang selalu penurut. Malah kali ini ia memberontak, dan ingin mengambil alih perusahaan.


"Oh iya? Bagaimana jika aku masih hidup?" ucap Alyssa yang sedari tadi diam.

__ADS_1


"Siapa kamu, anak kecil? Ini bukan tempat kamu untuk bicara!" teriak Andi marah


"Aku? Aku adalah anak perempuan yang kau bilang sudah meninggal itu, orang tua" ucap Alyssa dengan tatapan tajam.


"A-apa maksud kamu?" ucap Andi bingung


"Dia adalah Adik perempuanku yang hilang, dia adalah Alyssa" ucap Azka, yang membuat suasana di sana mendadak heboh


"Tidak mungkin! Kalaupun iya benar, kamu adalah anak perempuan yang hilang itu, tetap saja kamu belum punya hak warisan itu, karena umur kamu belum mencukupi. Maka Wali kamu yang berhak mengelolanya. Karena Ibumu sudah tiada, maka ayahmu lah yang berhak mengelolanya sampai umurmu pantas untuk menerimanya" ucap Andi, dia sebisa mungkin mengontrol emosinya.


Sedari awal ia yakin jika Yang di depannya adalah Alyssa, karena wajahnya mirip dengan Ameera.


Namun ia bingung kenapa ada dua orang yang mirip dengan Ameera. Bahkan yang satunya terlihat sangat mirip sekali, dan tidak ada bedanya dengan Ameera saat muda.


"Jika aku masih hidup, apa lagi yang ingin kau bantah, Andi" ucap Ameera menatap tajam ke arah Andi


"Siapa lagi kamu?" ucap Andi


"Kau lupa denganku, Andi? Aku adalah Ameera, mantan istri dari si bajingan itu!" ucap Ameera menunjuk ke Raiden yang menatapnya sendu dan putus asa.


"Ba-bagaimana bisa i-itu k-kau? Kau pasti akan mengaku-ngaku, jangan pikir hanya karena kau mirip dengan Ira saat Muda. Kau bisa seenaknya menyebut dirimu Ira" ucap Andi gemetar saat mengatakan itu


"Ah, aku memang awet muda. Kau tidak percaya?" ucap Ameera kemudian melirik Alyssa, yang di angguki oleh putrinya itu.


"Ini data identitas milik aku dan mamah ku. Ada keterangan Test DNA dan juga hasil pemeriksaan mamah ku. Yang menyatakan jika benar aku dan mamah adalah adik dan ibu kandung dari Kak Azka. Dan untuk para pemegang saham yang lain, sudah tidak punya hak lagi mengambil keputusan. Karena semua saham lainnya, sudah aku beli" ucap Alyssa yang membuat mereka semua melotot tidak percaya.


"benar yang di katakan Nona Alyssa. Sebelumnya perkenalkan nama saya Hotman, kuasa hukum nona Ameera. Saya sudah mengajukan hal ini ke pengadilan, dan bukti yang kami berikan adalah terbukti benar adanya. Mulai hari ini, Bagascara Corp hanya memiliki dua pemenang saham, yaitu Nyonya Ameera Sastro Wardoyo dan putrinya Alyssa Cecilia Sastro Wardoyo. Dan sudah di sepakati oleh keduanya jika kepemimpinan akan di serahkan pada putra Nyonya Ameera, Azka Putra Sastro Wardoyo" ucao Hotman

__ADS_1


Mendengar pengadilan sudah memutuskan, mereka semua terbelalak kaget.


__ADS_2