
Di kota S
Raiden terbaring di kamarnya yangsaat ini sangat berantakan, persis sama seperti habis terkena perampokan.
Ia meluapkan amarah dalam dirinya, setelah mengetahui jika ucapan putrinya ternyata adalah benar.
Kini dirinya merasa sangat bodoh dan sangat menyedihkan.
Ia terus menerus menangis dan menyesali apa yang sudah ia perbuat, kini ia kehilangan semuanya. Dia kalah....
#Flashback 2 jam yang lalu
Raiden melangkahkan kakinya di rumah sakit Karnia, Rumah Sakit umum yang cukup besar fi kota S. Namun Rumah Sakit ini tidak sebesar Health Hospital.
Rumah sakit ini adalah milik salah satu temannya dulu saat masih kuliah.
"Rai, kau sudah datang? Ayo, Silahkan duduk!" ucap pria berkaca mata dengan telan jas dokternya itu dengan senyum ringannya.
"Apa Sudah keluar hasilnya Ko?" tanya Raiden langsung
"Kau tidak sabaran sekali" ucap dokter itu.
"Aku ingin segera mengetahuinya" ucap Raiden
"Hasilnya sudah keluar, ini Silahkan di lihat" ucap dokter bernama Rico itu menyodorkan amplop berwarna putih.
Raiden mengambil amplop itu dan segera membukanya. Tubuhnya seketika bergetar, Raiden membaca lembaran kertas itu hingga berkali-kali, untuk memastikannya.
"Apa kemungkinan ada yang salah dengan hasilnya, Ko?" ucap Raiden mengharapkan temannya itu mengatakan iya.
Namun Rico dengan tegas menggelengkan kepalanya sebelum berkata,
"Itu adalah hasil yang sangat akurat, Rai. Tim sudah memeriksanya berkali-kali, namun hasilnya tetap sama" ucap Rico
"Ya tuhan.. " ucap Raiden dengan tubuh yang masih gemetar dan lemas. ia saat ini memegang kertas hasil Test DNA dirinya dengan Cinta.
Hasil Test itu menyatakan Negatif, kemungkinan mereka memiliki hubungan darah sangatlah tidak mungkin.
Raiden melangkah dengan gontai keluar dari rumah sakit dengan meremas hasil Test itu sambil menahan emosinya yang meluap.
Dia kemudian menuju restoran di samping rumah sakit. Dia hanya memesan minum, untuk menenangkan dirinya, dia tidak bernafsu untuk makan saat ini.
Kenyataan lainnya justru membuat membuat matanya membola, saat ia melakukan pembayaran si kasir.
Semua kartu kredit maupun Debet miliknya, tidak bisa di gunakan. Beruntung dirinya membawa uang cash di dompetnya.
Dia ingin ke Bank menanyakan kenapa kartunya tidak bisa di gunakan. Namun sayang nya hari ini hari bank sudah tutup, karena buka hanya setengah hari.
__ADS_1
Saat kembali ke rumahnya ia mendapati kenyataan yang mengejutkan lainnya. Dia melihat ada 2 orang yang saat ini berada di depan pintu rumahnya.
"Maaf, kalian siapa?" ucap Raiden begitu ia mendekat.
"Apa anda Tuan Raiden?" tanya salah satu orang itu.
"Benar, ada apa ya Pak?" tanya Raiden bingung
"Saya datang karena di utus oleh pengadilan, sedangkan di sebelah saya adalah agen penjualan rumah. Tuan Raiden di harapkan mengemasi barang-barang anda dan keluar dari rumah ini dalam waktu 1x24 jam, karena rumah ini harus segera di kosongkan!" ucap orang itu
"Kenapa saya harus keluar dari rumah saya sendiri?" ucap Raiden heran
"Karena rumah ini milik Nyonya Ameera, dan pengadilan sudah memutuskan jika Rumah ini adalah benar, milik Nyonya Ameera dan bukan termasuk harta bersama. Ini surat dari pengadilan, Tuan. Kami Harap anda dapat bekerja sama, karena Nyonya Ameera sudah menyerahkan rumah ini pada agen penjualan untuk segera di jual. Kami permisi tuan" ucap orang itu menyodorkan amplop dari pengadilan lalu pamit undur diri.
Raiden lekas membacanya, dia tidak menyangkal jika dia harus keluar, karena ia tahu rumah yang ia tempati sekarang memang benar adalah milik istrinya.
Air mata menyeruak keluar, dia menyesali apa yang sudah ia lakukan pada keluarganya sendiri.
Bukan karena kehilangan harta bendanya, memang ia sedikit kehilangan. Namun perasaan menyesal dan bersalah dalam hatinya lebih besar dari itu.
"Maafkan aku sayang, maafkan papah Azka, Alyssa. Papah memang sangat Bodoh, papah menyesal. Maafkan mas Ira, mas salah, sudah melakukan kesalahan yang teramat besar dan teramat menyakitimu sayang. Maafkan mas sudah mengkhianati dan menyakiti hatimu" tangis Raiden.
#Flashback Off
...¤...
Mereka berlima melakukan meni pedi untuk persiapan nanti malam di acara pertunangan Alyssa dan Alvin.
Meskipun Alyssa awalnya menolak, namun karena bujukan dari mamahnya akhirnya ia menyerah, dan mau ikut.
Alyssa sebagai pemeran utama hari ini melakukan treatment lebih banyak di banding yang lain.
Walaupun sebenarnya malas, karena tanpa treatment pun kulit dirinya lebih sehat di bandingkan wanita kebanyakan yang rajin perawatan.
Namun Alyssa tidak menolak dan tetap mengikuti apa yang di tunjuk oleh mamah tercintanya. Dirinya sangat tahu jika mamahnya menginginkan yang terbaik untuk dirinya, putri satu-satunya itu.
"Sayang, mamah balik duluan nggak papa?" ucap Ameera setelah ia sudah selesai dengan peri medi dan treatmentnya.
Ia bilang ke Alyssa karena Alyssa masih dalam proses perawatan treatment.
"Kenapa mamah buru-buru? Kan bentar lagi juga Al kelar treatmentnya mah. Biar kita ke sananya bareng" ucap Alyssa
"Kamu masih lama sayang, belum lagi make up dan hairstyle kamu juga belum. Mamah mau pulang dulu, ada barang yang tertinggal. Nanti kita ketemu di hotel aja ya" ucap Ameera
"Ya udah deh mah, hati-hati. Oh iya biar Enzy aja yang di sini. Rara dan Kak Ayu ikut pulang sama mamah aja ya" ucap Alyssa
"Iya, kalau begitu mamah pergi duluan ya sayang. Hayu Rara, Ayu kita pulang dulu ke mansion sebelum ke hotel" ucap Ameera
__ADS_1
"Baik Nyonya, Nona/Al kita duluan" ucap Rara dan Ayu barengan
"Iya, hati-hati bawa mobilnya ya Ra" ucap Alyssa
"Zy, kamu nggak apa-apa temani aku di sini?" tanya Alyssa ke Enzy
"Tidak apa-apa nona, ini memang tugas saya" ucap Enzy
Alyssa hanya tersenyum dan mengangguk.
...¤...
Rara, Ameera dan Ayu sudah ada di mobil. Melihat suasana di mobil sangat sunyi, Ameera membuka suara.
"Ayu.. " panggil Ameera
"Ya, Nyonya" jawab Ayu
"Kenapa kamu panggil saya nyonya, Ayu? Panggil saja mamah!" ucap Ameera
"Ah, maaf nyonya, kenapa sa-saya harus panggil..." ucap Ayu terpotong
"Karena kamu calon menantuku" ucap Ameera ringan
"Uhukk... Uhukk.. "Ayu terbatuk karena kaget mendengar ucapan nyonya besarnya itu
"Ini minum dulu" ucap Ameera menyodorkan air mineral kemasan.
"Te-terimakasih nyonya" ucap Ayu
"Mamah! bukan nyonya" ucap Ameera lagi
"Ta-tapi..." ucap Ayu
"Tidak ada tapi-tapi, Ayu. Saya tahu sekarang kamu dan Azka sudah menjalin hubungan. Alyssa sudah mengatakannya pada mamah, jika Azka sudah menyatakan perasaannya padamu, bukan? Bahkan dia sudah melamarmu, tapi kamu belum memberikan tanggapan lamarannya, karena kamu masih ragu dan belum bisa membalas perasaannya. Alyssa sudah mengatakan semuanya pada mamah. Mamah setuju kok, mamah merestui kalian. Jika kalian benar-benar saling mencintai dan saling menerima" ucap Ameera tersenyum
"Terimakasih, m-mah" ucap Ayu terharu
"Jangan sungkan Hmm... Coba buka hati kamu untuk anak mamah itu, Azka adalah anak baik dan bertanggung jawab, juga memegang kata-katanya. Mamah sebagai jaminannya jika dia serius" ucap Ameera.
Rara yang mendengar itu tersenyum, dia melirik ke arah Ayu dan nyonya nya itu. Tidak salah dirinya mengikuti Alyssa, keluarga ini sama sekali tidak memandang status orang dan memperlakukan semuanya dengan sama.
Bahkan pada dirinya saja nyonyanya sangat baik, berkali-kali Ameera memintanya memanggil mamah. Namun Rara menolak karena merasa canggung.
BRAK!!!
Mobil yang di kemudikan Rara tak sengaja menabrak mobil yang berhenti di depannya. Benturan itu cukup keras hingga ketiganya sangat terkejut, beruntung tidak ada yang terluka.
__ADS_1